Kader PHBS Diharap Mampu Rubah Perilaku Masyarakat Jadi Lebih baik

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diharapkan, untuk mampu merubah perilaku sehari-hari masyarakat menjadi lebih baik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan, Fitri Astuti dalam paparannya saat memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kader PHBS di Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), belum lama ini.

Dikatakan Fitri, para kader PHBS ini harus mampu memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat di wilayah kerjanya, guna merubah kebiasaan masyarakat setempat menjadi lebih baik dan menambah pengetahuan masyarakat tentang berbagai program kesehatan.

“Jadi, diperlukan strategi khusus dari para kader terutama dalam pendekatan ke masyarakat, sehingga mudah diterima keberadaannya di lapangan, guna menciptakan keluarga yang sehat.

Selanjutnya, Fitri juga meminta kepada para kader PHBS agar melakukan pendataan dan survey, untuk mengetahui apa saja dan bagaimana permasalahan yang ada di seluruh desa di Inhil, khususnya di bidang kesehata.

“Nantinya, data itu akan berguna bagi evaluasi program kita di lapangan, apakah sudah berjalan lancar dan sukses atau tidak. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan oleh instansi lainnya yang berkaitan dengan data tersebut,” imbuhnya.(adi/adv)




Bupati Prihatin Kondisi Jalan Masuk SD 006 Bangko

21aBagansiapiapi (detikriau.org) – Bupati Rohil H.Suyatno Mengaku Prihatin Melihat Kondisi Jalan Masuk Sekolah Dasar Negeri 006 Bangko Yang Rusak Parah.dirinya Juga mengakui Bahwa Program Untuk SDN 006 Sudah Banyak Dianggarkan Oleh Pemkab Rohil.

“Sebenarnya program sudah banyak masuk kemari, ya saya tidak menuduh siapa-siapa. Saya melihat jalan masuk saja seperti itu, ini sangat memprihatinkan. Didepan mata sja kerja seperti ini, apalagi dibelakang kita,” Ungkap Suyatno kecewa dengan kinerja bawahanya pada wartawan usai membuka secara resmi kegiatan Sikat Gigi Massal di SDN 6 Bangko kemarin.

Ditambahkan Suyatno, berdasarkan informasi dan laporan yang diterimanya, SDN 6 akan dipindahkan Ke pelabuhan Baru, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko.

“Bangunan sudah siap, mungkin dalam waktu dekat SD 6 ini akan kita pindahkan kesana,” kata Suyatno.

Pantauan metroterkini.com disela-sela acara, kondisi jalan tersebut hancur dengan lebar jalan 4 meter dan tinggal sekitar 2 meter, sedangkan besi angker yang digunakan untuk mengecor jalan semenisasitidak mengunakan besi warmes sehingga angker tersebut terangkat keatas. Diduga proyek tersebut dibangun asal jadi. [tris/adv]




Taman Kota Bukan Tempat Mencari Nafkah

tampak-anak-anak-sedang-bersenang-senang-bermain-di-taman-jalan-gadjah-mada-tembilahan copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) TM Syaifullah menegaskan bahwa taman kota di Jalan Gadjah Mada Tembilahan bukan tempat untuk mencari nafkah.

“Sesuai Perda nomor 7 point 1 tahun 2008 tercantum secara jelas kalau taman itu tidak dibenarkan untuk penampungan barang, berjualan maupun usaha-usaha lainnya,” ungkap TM Syaifullah kepada detikriau.org, Jum’at (20/3/2015).

Ia menerangkan, taman tersebut disediakan oleh Pemkab Inhil dikhususkan hanya untuk tempat masyarakat bersantai, bukan tempat usaha. Jikapun mau buka usaha dipersilahkan di luar arena taman, dan itupun ada kriterianya.

Terkait pelarangan penjual maupun permainan anak di taman anak, ia mengaku menerima surat dari Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Inhil untuk menindak tegas kepada pengusaha yang membuka lapak di taman tersebut.

Setelah dilakukannya Inspeksi Mendadak (Sidak) perdana beberapa waktu lalu, diakuinya juga belum memperoleh hasil yang maksimal, sebab para pengusaha yang telah diperingatinya waktu itu, hingga kini masih terlihat tetap berjalan seperti biasa.

“Pekan depan kita kembali menurunkan personil ke lokasi, jika peringatan kami terus diabaikan, maka barang mereka akan kami sita,” Ancam mantan sekretaris Dinas Pehubungan Inhil ini. (mirwan)




Warga Mengeluh, Daftar BPJS Harus 1 KK

2180625TEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus mendaftarkan seluruh keluarga yang tercantum dalam 1 KK.

“Masak untuk membuat kartu BPJS tidak bisa jika hanya membuat satu kartu saja, kamikan rencananya mendaftarkan diri secara berangsur,” ungkap salah satu warga Sungai Beringin Tembilahan, Helmi kepada detikriau.org, Jum’at (20/3/2015).

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membebani masyarakat yang igin menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ia menilai persyaratan tersebut tidak sepantasnya diperlakukan.

“Satu keluarga kami sangat banyak, sedangkan saya ingin cepat memiliki sendiri sendiri terlebih dahulu untuk berobat. Mestinya BPJS ini menerima dan membantu, bukannya menolak orang mau daftar,” kesalnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan, Yessy saat dikonfirmasi menerangkan, untuk kategori masyarakat umum atau bukan penerima upah memang harus didaftarkan satu keluarga oleh kepala keluarganya.

Apalagi syarat tersebut merupakan persyaratan pada item pertama dari sejumlah persyaratan lainnya. Artinya, mendaftarkan diri dan anggota keluarganya itu sangat penting agar dalam satu keluarga terlindungi dan mudah didata oleh BPJS.

“Kepala keluarga itu yang bertanggung jawab untuk mendaftarkan anggota keluarganya, maksudnya sekali daftar menjadi peserta BPJS ini langsung full semua masuk dalam satu Kartu Keluarga (KK),” papar Yessy.(mirwan)




Fajar Husen Jabat Plt Kepala DTPHP Inhil

Plt DTPHP Inhil, Fajar Husen
Plt DTPHP Inhil, Fajar Husen

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil.

“Yang ditunjuk sebagai Plt Kepala dinas itu Fazar Husen. Saat ini ianya sedang menjabat sebagai Staf Ahli Bupati,” sampaikan Kepala BKD Kabupaten Inhil, Syaifuddin, kemaren.

Dari penunjukan Staf Ahli Bupati sebagai Plt ini berdasarkan surat perintah Bupati nomor: 808/BKD-MP/84 pertanggal 18 Maret 2015.

Diakuinya untuk saat ini BKD Inhil memang belum bisa memastikan kapan mendudukkan kepala dinas definitif. Sebab untuk mendefinitifkan kadis tersebut harus dilakukan lelang terbuka, dan ini katanya salah satu proses yang harus dilalui sesuai dengan ASN  dan Permenpan-RB nomor 13 tahun 2014 tentang pengisian jabatan.

“Meski jabatan Plt, namun kita tetap berharap upayanya dalam mengembangakan daerah, terkhusus untuk dinas yang bergerak disektor pertanian itu,” harapnya.(mirwan)




Potensi jadi Lumbung Padi Riau, Staf Ahli Kementrian Pertanian Sambangi Inhil

Kunjungan Kementrian Pertanian ke Inhil(Humas)TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikenal Negeri Bumi Sri Gemilang ini dikunjungi Staf Ahli Kementrian Pertanian RI bidang lingkungan, Ir Mukti, Jum’at (18/3/2015).

Menurut Mukti, Kabupaten Inhil sangat berpotensi untuk menjadi lumbung padi bagi Riau, karena sejauh pengetahuannya, tanah melayu ini, lebih dari 25 persen areal persawahan dan produksi padi itu ada di Kabupaten daerah pesisir ini.

“Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Inhil. Saya tertarik meninjau langsung ke lokasi karena Inhil merupakan salah satu daerah penyumbang padi terbesar di Riau,” Katanya, Kamis (19/3/2015) kemaren.

Untuk itu, kedepan diharapkannya, yang biasanya panen hanya dilakukan satu kali dalam setahun, untuk tahun-tahun berikutnya diupayakan panen dua kali dalam setahun. Pada intinya, ia menginginkan kedepan terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, Prof Ir Masganti yang juga ikut berkunjung mendampingi Stap Ahli Mentri Pertanian menyampaikan, secara keseluruhan tanaman padi di Kabupaten Inhil secara keilmuan sangat memerlukan varietas benih yang bagus, sebab katanya hal itulah yang akan mendukung untuk meningkatkan kuantitas panen padi.

“Selain itu, untuk meningkatkan hasil produksi, perlu juga dilakukan pemupukan secara berkelanjutan, karena rentang waktu tanam yang panjang dan hal tersebut menyebabkan tanaman padi memerlukan unsur hara yang lebih banyak,” jelasnya. (adv pemkab inhil)