15 Jam Padam, Warga Datangi Kantor PLN Sei Pakning

imagesBengkalis (detikriu.org) – Sabtu (28/3/2015) sekitar pukul 21.30 WIB, ratusan warga Kota  Sei Pakning, kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Brengkalis, datangi kantor PT PLN Tenaga Diesel Persero Sub Rayon Bengkalis Sei Pakning, di Jalan Jendral Sudirman, Sei Pakning. Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga akibat pemadaman listrik mendadak Se Kota Sei Pakning sejak  pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

“Kami kecewa kepada kinerja dan pelayanan PLN Sei Pakning. Listrik selalu padam mendadak tanpa pemberitahuan sebelum dan sesudahnya. Yang biasanya padam 3 jam kini malah 15 jam. Ini sudah kelewatan,” ujar Emi (50), warga Jalan Bandes, Kelurahan Sei Pakning, kepada detikriau.org di halaman kantor PLN Sub Rayon Bengkalis Sei Pakning, disela aksi ratusan warga kota yang memadati halaman kantor perusahaan plat merah ini.

Dalam susana bersamaan, Umar, salah seorang warga Jalan Sukajadi, menambahkan, selain menilai semakin menurunnya pelayanan PLN terhadap masyarakat, dan meminta agar pimpinan PLN Sub Rayon Bengkalis Sei Pakning, untuk turun dari jabatannya.

“Sekarang kami merasa bahwa pelayanan PLN semakin memburuk dengan pimpinan PLN saat ini. Kami minta agar pimpinan PLN Sekarang lebih baik mundur sebelum lebih memburuknya pelayanan PLN kedepannya” ujar Umar.

Saat ini, ditambahkannya,  pasokan listrik untuk wilayah Kecamatan bukitbatu, khususnya Kota Sei Pakning memiliki dua koneksi, yakni koneksi dari PLNTD Sub Rayon Bengkalis Sei Pakning dan koneksi
langsung PLN Wilayah Dumai yang telah tehubung sejak 21 Maret 2015.

“Seharusnya dengan adanya koneksi pasokan listrik dari dumai tersebut dapat meningkatkan layanan, bukan makin memperburuk,” tutur umar, dalam aksi yang juga tampak hadir  Sekertaris Camat Bukitbatu, Mulyadi SH MH dan puluhan petugas kepolisin Polsek Bukitbaru.

Sementara itu, Sekcam Bukitbatu, Mulyadi SH MH, menghimbau masyarakat se Kota Sei Pakning untuk dapat bersabar hingga perbaikan gangguan jaringan PLN koneksi wilayah Dumai untuk Kota Sei Pakning normal kembali.

“Berdasarkan informasi yang saya terima langsung dari pak Ismet yang saat ini menuju Dumai untuk memastikan gangguan yang terjadi di sana, dan saat ini pihak wilayah Dumai tengah dalam melakukan perbaikan. Jadi, saya berharap masyarakat  dapat bersabar hingga upaya perbaikan tersebut selesai,” pintanya.

Ditempat tepisah, Kepala PLN Sub Rayon Bengkalis Sei Pakning, Ismet, kepada detikriau.org melalui sambungan seluler, mengatakan, pemadaman yang secara mendadak tersebut terjadi akibat adanya gangguan koneksi dari PLN Wilayah Dumai.

“Ya, listrik kita saat ini padam karena ada  gangguan koneksi di wilayah dumai. Dan dalam perbaikan. Untuk memastikan, saat ini saya sedang menuju ke Dumai. Mudah-mudahan segera normal kembali,” kata Ismet,

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyakat untuk dapat bersabar. “kami minta maaf kepada seluruh pelanggan masyarakat atas ketidaknyaman saat ini,”sebutnya. (eko)




Masih Banyak Keluhan, Sekda Pinta Tenaga Medis Berikan Pelayanan Lebih Baik

DSC_2696Tembilahan (detikriau.org) – Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, H Alimuddin RM meminta kepada seluruh perawat untuk menjadikan keluahan pasien sebagai cambuk untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kedepannya.

“SKeluhan masyarakat atas pelayanan itu pasti ada. Namun seharusnya keluhan itu dapat dijadikan masukan agar kedepannya dapat lebih baik dalam memberikan pelayanan,” Sampaikan Sekda kepada sejumlah awak media usai membuka kegiatan PPNI digedung Engku Kelana Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, Sabtu (28/3)

Menurut Sekda, baik pemerintah daerah terlebih pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini rumah sakit harus bisa intropeksi diri atas berbagai keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

“Saya ingin pihak rumah sakit bisa lebih intropeksi diri, apalagi keberadaan rumah sakit itu merupakan suatu amanah yang dipercayakan masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan.” imbuhnya.(mirwan/adv)




Korban Curas, Pasutri di GAS Ditemukan Meninggal Dengan Tali di Leher

imagesGAS (detikriau.org) – Selain kehilangan nyawa, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa pasangan suami isteri (pasutri) di Desa Teluk Pantai, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Sabtu (28/3/2015) pagi tadi, juga menyebabkan harta benda milik korban senilai puluhan juta Rupiah hilang karena dibawa kabur pelaku.

Adapun harta benda milik korban yang berhasil dibawa pelaku, diantranya sepeda motor Supra Fit dengan BM 3394 GK, Handphone Samsung, uang tunai Rp 23,5 juta dan cincin emas seberat 5 mayam.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi melalui Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah, kronologis kejadian ini baru diketahui oleh warga setempat, yakni M Ali yang saat itu mengetok pintu rumah korban untuk bertemu.

“Setelah diketok berulang kali, namun tidak ada juga yang menjawab. Akhirnya, saksi pun langsung mengecek rumah korban, dan menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan seutas tali dileher,” tutur Ade.

Ketika mendapatkan informasi tersebut, lanjut Ade, ia bersama jajaran langsung turun ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) yang berjarak sekitar 1 jam lebih dari Kota Tembilahan, untuk mencari informasi lebih lanjut terkait kasus tersebut.

“Setelah pemeriksaan saksi-saksi, diduga pelakunya adalah Y (40) dan I (35), yang merupakan suami istri dan selama ini sudah bekerja dengan korban,” terangnya.

Oleh karena itu, guna mengungkap kasus curas dan mencari keberadaan para terduga, jajaran Polres Inhil terus melakukan penembangan lebih lanjut di lapangan.(adi)




Sekda Buka Resmi Seminar dan Workshop PPNI Inhil

DSC_2697TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Alimuddin RM membuka secara resmi seminar dan workshop Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Inhil di gedung Engku Kelana Tembilahan, Sabtu (28/3/2015).

Seminar yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil ini dilaksanakan dalam rangka Hari ulang Tahun (HUT) PPNI yang ke-41 bertemakan Implikasi Undang-undang Keperawatan Dalam Praktik dan Pelayanan Kesehatan yang diikuti lebih dari 300 perawat se-Inhil selama 2 hari sampai tanggal 29 Maret.

Sekda memaparkan dalam sambutannya bahwa seminar dan workshop ini sangat baik dilaksanakan karena akan membawa para perawat lebih berpengetahuan, apalagi perawat ini penting dalam kehidupan masyarakat yang secara langsung melayanani kesehatan di lapangan.

“Sesuai Undang-undang nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan yang dituntut mampu pada individu masing-masing serta kelompok dalam melayani masyarakat,” papar Alimuddin.

Oleh sebab itu atas nama pemerintah, ia sangat mensuport dalam pelaksanaan ini. Diharapkannya nanti, kepada perawat yang ada Kabupaten Inhil bisa membagi tupoksinya masing-masing, artinya paham dimana batas yang boleh dilaksanakan.

Pada intinya, Sekda menginginkan dari seminar kali ini perawat Inhil kedepan bisa lebih baik lagi terutama pada pelayanan yang lebih maksimal dan memuaskan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie menyebutkan, dari organisasi profesi keperawatan ini merupakan satu jalan yang bisa meningkatkan kualitas yang diharapkan, terkhusus pada pemahaman terhadap tugas di lapangan sebagai perawat.

“Tema seminar ini tentang Undang-undang keperawatan yang baru, tentu ada hal yang baru yang bisa diserap bagi perawat yang ada.” kata Alvi.

Ditambahkan, jika jajaran perawat Inhil kedepan telah memahami maksud dari UU terbaru ini, maka pelaksanaan pelayanan di lapangan akan bisa lebih baik lagi, dicontohkannya seperti memberikan hal-hak pasien yang dilayani perawat.

Sementara itu, Kepala PPNI Kabupaten Inhil, Matzen saat dikonfirmasi mengungkapkan seminar dan workshop merupakan sosialisasi pelaksanaan perdana di Inhil dengan tema tentang UU terbaru keperawatan yang disahkan pada tanggal 17 Oktober 2014 lalu.

Ia menjelaskan, serupa sosialisasi ini akan terus dilakukan disetiap tahunnya, bahkan akan dilakukan 2 kali dalam setahun dengan tema yang berbeda sesuai isu terkini yang menyangkut terhadap bidang kesehatan.

“Tujuan seminar ini agar perawat kita bisa memahami dengan tugasnya, karena jika tidak diberi pemahaman yang jernih maka bisa berdampak negatif, salah satu contoh seperti mall praktif, minimal pelayanan terhadap orang yang dilayani tidak sesuai dengan aturan yang tercantum dalam UU Keperawatan,” ujarnya.

Untuk saat ini, dikatakannya jumlah perawat di Inhil yang terdata olehnya sebanyak 800 perawat. Namun, jika ditotalkan keseluruha termasuk dengan perawat diluar registrasi maka akan mencapai 10 sampai 11 ribu perawat.

“Karena masih banyak perawat yang belum masuk dalam data yang terdaftar registrasi, tapi saat ini PPNI sedang dalam proses melakukan pendataan secara rill terhadap perawat keseluruhannya,” imbuh Matzen.(mirwan/adv)




Puskesmas Pengalihan Enok Gelar Pembinaan Peer Konselor PKPR Bagi Siswa

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – UPT Puskesmas Pengalihan Enok menggelar pembinaan Peer Konselor Program Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) bagi siswa SMP dan SMA sederajat di daerah setempat.

Kegiatan tersebut dilakukan di tiga tempat berbeda, yakni tanggal 17 Maret di Desa Pengalihan Enok, tanggal 18 Maret di Desa Jaya Bakti dan 23 Maret di Desa Bayas Jaya.

Bidan Koordinator Puskesmas Pengalihan Enok, Hj Ayu Leningsih SST mengatakan, remaja adalah suatu keadaan peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Dimana, di masa ini terjadi perubahan yang unik dari segi fisik dan psikologis pada remaja.

image-1Oleh karena itu, perlu pengetahuan dan pengawasan yang jelas dan tepat agar tidak terjadi kesalahan, yang akhirnya dapat memberikan pengaruh buruk bagi masa depan remaja.

Dijelaskan Ayu, salah satu caranya dapat melalui pelatihan dan penyampaian pesan kesehatan, yang dilakukan di sekolah-sekolah, guna membantu dan merujuk remaja yang diketahui sedang bermasalah.

“Jadi, kita sangat peduli tentang kesehatan remaja ini, supaya mereka tetap sehat dan bugar, dalam upaya menunjang para remaja dalam meraih cita-cita dan masa depannya yang gemilang,” kata Ayu.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pengalihan Enok, Baihaqi Skm menjelaskan bahwa program ini akan berkesinambungan, dengan melibatkan lintas sektor yang ada di wilayah Puskesmas Pengalihan Enok.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini, yaitu Kapolsek Enok yang diwakili Kanit Intelkam, Brigadir Teffy Kesuma SE, dengan materi narkoba/napza, rambu lalu lintas dan kenakalan remaja.

Kemudian, Bidan Koordinator Puskesmas Pengalihan Enok, Hj Ayu Leningsih SST dengan materi kesehatan reproduksi remaja, serta Dokter Puskesmas Pengalihan Enok, dr Irene Purba dengan materi HIV/AIDS. (adi/adv)




Bupati Wardan Optimis Mampu Genjot Produksi Padi Inhil

IMG_20150327_094357TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan optimis untuk mengembangkan potensi padi di Kabupaten Inhil. Apalagi daerah yang dipimpinnya ini memiliki potensi lahan sawah yang cukup luas hingga 46.360 hektar.

“Dari seluas itu, yang dimanfaatkan baru sekitar 28.249 hektar pertahunnya atau lebih sedikit dari 74 persen,” ujarnya dalam sambutan pada acara Panen Raya Padi di Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas, Jum’at (27/3/2015).

Menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan potensi padi Inhil, Bupati membuka dua jalur yang mesti dilewati yakni, dengan cara meningkatkan produksi padi baik dengan memperluas areal tanam serta dengan intensifikasi budidaya tanaman padi.

Dari dua jalan itu, maka pengembangan potensi padi yang ada ini akan bisa ditingkatkan hasil yang lebih maksimal. Dijelaskannya seperti peningkatan produksi padi, dari cara ini maka Pemkab bersama aparat TNI dan Polri akan memantau penanaman, pemeliharaan hingga panennya.

“Ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah pusat mengurangi ketergantungan pada import pangan dari negara lain dengan cara mulai mengembangkan produksi pangan di negeri sendiri untuk pencapaian target swasembada pangan,” jelasnya.

Namun katanya, agar tercapai, maka memerlukan komitmen dan semangat bersama, baik itu kelompok tani, aparatur pembinanya ataupun pimpinan wilayah itu sendiri seperti kepala desa dan lurah hingga para pimpinan diatasnya.

Ia menerangkan, jikalau padi bisa ditanam 2 kali dalam setahun, maka produksinya tentu akan dapat ditingkatkan terus dan maka surplus beras Kabupaten Indragiri Hilir dapat tercapai.

“Menanam padi 2 kali setahun seluas 5.000 hektar saja, dengan produktifitas rata-rata 3 ton gabah kering giling perhektar, maka akan kita peroleh tambahan produksi padi 15.000 ton gabah kering giling atau setara dengan 9.000 ton beras, berarti kekurangan beras di Inhil ini sudah dapat  terpenuhi, bahkan kita sudah surplus,” urai Wardan.

Dengan demikian, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini mengajak semua pihak terkait untuk berperan aktif dibidang tugas dan kedudukan masing-masing. Berkaitan dengan teknis budidaya padi, kepada para petani juga diharapkan agar mengikuti anjuran dan bimbingan dari penyuluh pertanian setempat.(mirwan/adv)