Hari Ini 21 Narapidana Asal Desa Pungkat Kembali Hirup Udara Segar

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 21 Narapidana asal desa Pungkat Kecamatan Gaung hari ini kembali menghirup udara segar setelah 8 bulan menjalani tahanan di Lapas Kelas II A Tembilahan terkait kasus pembakaran alat berat milik PT SAL beberapa bulan yang lalu, Rabu (8/4/2015).

Berdasarkan keterangan Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan Tommy melalui Kasi Binadik Mardjohan, dibebaskannya 21 Narapidana ini bebas karena Cuti Bersyarat (CB) yang mereka ajukan mendapat persetujuan dari Pihak Kemenkumham wilayah Riau.

“Artinya Napi tersebut sudah resmi bebas dan tidak ada kepentingan lagi dengan hukuman yang membelit mereka,” sampaikannya.

Sementara itu, Kuasa hukum warga Desa Pungkat Zainuddin Acang SH merasa gembira dengan dikabulkannya surat permohonan CB yang diajukan itu telah diterima oleh pihak Kemenkumham Wilayah Riau.

“Sampai hari kebebasan ini mereka sudah menjalani hukuman selama 8 bulan. Dimana mereka sebelumnya divonis oleh PN Tembilahan selama 9 bulan kurungan penjara,” Ungkapnya.(mirwan)




Ucapan Belasungkawa

aayah32Inalillahi Wainalilahi Rojiun….

Keluarga Besar detikriau.org menyatakan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Hj Nurfadillah binti M Kasim (47), Istri dari Bapak HM Thaher (Kadishut Inhil)

Tutup usia pada hari Senin, 6 April 2015 Jam 11.15 Wib di Pekanbaru dan dikebumikan Selasa, 7 April 2015 di Tembilahan

Semoga Almarhumah diberikan terang jalannya, mendapatkan tempat yang sempurna serta di ampuni segala dosa-dosanya serta keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan dan keihklasan lahir batin. Amin Ya Rabbal Alamin

 

Muhammad Faisal,SE,Ak

Pimpinan Umum/Redaksi




95 Peserta Ikuti Pameran Batu Akik

Bersama Bupati Inhil, HM Wardan, Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy (baju batik berkopiah) saat mengunjungi salah satu stand akik di pasar Dayang Suri
Bersama Bupati Inhil, HM Wardan, Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy (baju batik berkopiah) saat mengunjungi salah satu stand akik di pasar Dayang Suri

Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil, H Fahrolrozy menyatakan bahwa peserta pameran batu akik yang dilangsungkan hingga tanggal 15 april 2015 mendatang ini diikuti oleh sebanyak 95 peserta yakni Kabupaten Kuantan Singingi 3 peserta, Kota Padang Prov Sumatra Barat 1 peserta, Kabupaten Inhu, Rengat 1 peserta , Kabupaten Inhil sendiri sebanyak 90 peserta.

“Dengan banyaknya pencinta batu akik tentunya akan dapat menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini akan dapat memberikan manfaat yang baik khususnya bagi masyarakat Inhil,” Sebutnya.

Diterangkan mantan Kadishubkominfo Inhil ini, dasar pelaksanaan kegiatan merupakan saran dari Bupati Inhil untuk memfungsikan lantai 3 Dayang Suri yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Selain itu, hampir semua kabupaten dan kota di Riau telah melaksanakan pameran batu Akik. Tentu katanya menjadikan satu motivasi terhadap Pemkab Inhil.

“Yang menjadi pertimbangan juga ada pada masyarakat itu sendiri, kita ketahui masyarakat saat ini sedang gemar-gemarnya dengan batu,” tuturnya.

Agar lantai III pasar Dayang Suri dapat difungsikan, sebagaimana keinginan Bupati, Disperindag menurutnya akan segera memindahkan pedangan batu Akik yang saat ini banyak mengelar dagangan di tempat umum lainnya.

“Tidak ada alasan untuk tidak mau dipindahkan, karena tempat yang kita sediakan ini gratis. Bahkan tahun depan akan kita renovasi lagi agar jadi lebih baik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Fahrolrozy menegaskan bahwa pameran batu akik ini murni didanai oleh para investor dari pihak swasta. “Jadi kita sama sekali tidak mempergunakan dana APBD Inhil sebagaimana yang dihembuskan pihak-pihak `yang saya nilai hanya pandai mengkritik tanpa data yang jelas diluaran sana.” Tandas Fahrolrozy. (mirwan/adv pemkab inhil)




Persiapan Implemenasi PPK-BLUD di Puskesmas, Dinkes Inhil Lakukan Kuker ke Dinkes Dumai

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Dinkes Kota Dumai, Provinsi Riau, Rabu (8/4/2015).

Menurut Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, kunjungan ini bertujuan untuk belajar dari Dinkes Kota Dumai, tentang bagaimana mempersiapkan dan mengimplementasikan PPK-BLUD (Pola Pengelolaan Keuangan-Badan Layanan Umum Daerah) di Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil.

image-2Sebelumnya Dinkes Inhil juga telah mengunjungi Kabupaten Sleman, Yogyakarta, namun karena dalam menerapkan PPK-BLUD di Puskesmas ini bukanlah perkara yang gampang maka Dinkes Inhil menganggap perlunya dilakukan kunjungan ke Dinkes Dumai mengingat sejak awal tahun 2015 ini, seluruh Puskesmas yang ada di Kota Dumai sudah menerapkan PPK-BLUD.

“Karena ingin belajar tentang aturan, regulasi makanya kami datang langsung ke Dumai sehingga nantinya kami bisa melakukan persiapan PPK-BLUD didaerah kami,” tutur wanita yang akrab disapa Alvi ini.

Tentu saja dengan kunjungan ini Dinkes Dumai bisa membantu Dinkes Inhil baik dari segi informasi maupun dokumen yang dibutuhkan untuk penerapan PPK-BLUD Puskesmas mengingat di Kabupaten Inhil terdapat 27 Puskesmas, 152 Pustu dan 75 Puskesdes yang tersebar di 20 Kecamatan.

“Makanya, dikunjungan ini saya juga mengajak staf agar mereka lebih termotivasi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Dumai, H Paisal menyatakan sangat menyambut baik kunjungan Dinkes Inhil ini, karena ada banyak informasi yang bisa di sharing melalui kegiatan ini.

“Pada intinya kami (Dinkes-red) sangat terbuka jika ada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota lainnya yang ingin belajar bagaimana menerapkan PPK-BLUD dan melihat sejauh mana perkembangan PPK-BLUD Puskesmas yang ada di Kota Dumai yang diawal tahun ini sudah diterapkan. yang paling penting dalam penerapannya dibutuhkan komitmen bersama,” imbuhnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi dan rombongan Dinkes Inhil mengunjungi Puskesmas Dumai Kota.(adi/adv)




Dosen Ini Tawarkan Batu Berlafaskan Allah Rp 2 M

Batu Cincin belafazkan Allah yang ditawarkan Rp 2 Milyar. Foto: Mirwan
Batu Cincin belafazkan Allah yang ditawarkan Rp 2 Milyar. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seorang Dosen disalah satu Universitas ternama di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jamaluddin Harisman menawarkan batu cincin senilai Rp 2 miliyar saat pameran di lantai 3 Dayang Suri Tembilahan, Rabu (8/4/2015).

Menurutnya, penawaran harga batu yang sangat tinggi ini dikarenakan di batu itu terdapat ukiran warna hitam berlafaskan Allah.

“Baru kali ini saya menawarkan, nama batu ini Belimbing Aceh dengan berat kurang lebih 35 krat,” katanya

Ia menerangkan, batu akik berlafaskan Allah miliknya itu berasal dari Aceh. Dimana, sebelumnya sekitar seminggu yang lalu batu tersebut masih berbentuk batu bongkahan dengan berat setengah kilo gram.

Waktu itu juga, pensiunan pejabat Inhil ini langsung mengolahnya menjadi batu cincin. Dan secara murni tampak lafaz Allah tersebut.

“Selain adanya lafaz Allah, yang menjadi pertimbangan kualitas batunya juga bagus. Saya tau batu ini bagus karena setidaknya saya sudah 40 tahunan menjadi kolektor batu cincin,” Tandas Jamal. (mirwan)




Asyik Pacaran di Jembatan Getek, RI dihadiahi Tikaman OTK

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – RI (16) warga Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka ditikam OTK pada bagian punggung bawah saat asyik mojok bersama pacarnya WS (16) warga Tembilahan Hulu di Jembatan Getek Sungai Luar, Selasa (7/4/2015) malam. Tidak hanya itu, barang berharga berupa Handpone milik korban juga terpaksa diikhlaskan karena dijarah oleh pelaku tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, saat kejadian, korban sedang pacaran sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah dua jam duduk di TKP sekitar pukul 22.00 WIB, korban ngaku dihampiri 2 OTK yang menggunakan sepeda motor.

“Waktu itu pelaku minta duit Rp 10 ribu, saat si korban mau mengambil uang, pelaku langsung menikam korban laki-laki dengan senjata tajam di punggung bagian bawah,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Iptu Warno Akman, Rabu (8/4/2015).

Ditambahkan, setelah ditikam, RI langsung ambil langkah seribu. Mirisnya, kekasihnya sendiri ditinggalnya begitu saja di TKP dengan kedua pelaku. Akibatnya, kekasihnya, WS menjadi imbas kejahatan OTK, handpone miliknya dijarah pelaku.

“Setelah itu pelaku meninggalkan TKP. Korab, WS langsung menghubungi temannya untuk meminta bantuan. Dan saat ini korban tusuk itu sedang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” terangnya.

Warno menyampaikan, pelaku masih dalam penyelidikan. pihak kepolisian masih memburu kedua pelaku.(mirwan)