Pemkab Inhil Gelar Rapat Perdana Persiapan MTQ Ke-45 Tingkat Kabupaten 2015

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) gelar rapat perdana persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten tahun 2015 di Balai Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Rabu (15/4/2015) sore.

Rapat ini dipimpin Asisten II Setda Kabupaten Inhil, H Fauzar didampingi Asisten III Setda Kabupaten Inhil H Afrizal dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Inhil.

Dalam rapat ini, Asisten II Setdakab Inhil menyampaikan struktur panitia pelaksana yang telah disahkan oleh Bupati Inhil HM Wardan beberapa waktu lalu. Dimana, disampaikankan Fauzar MTQ tahun ini Bupati menunjuk Mukhtar (Kepala Disbun Inhil) sebagai ketua panitia pelaksana, begitu juga sejumlah panitia jajarannya.

“Jika ada yang merasa kurang sesuai dengan bidangnya distruktur kepanitiaan ini masih bisa mengajukan perubahan jabatan yang lebih sesuai dengan bidangnya, sebab pelaksanaannya masih ada jeda waktu kita,” katanya.

Sebab katanya, MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Inhil yang akan dilaksankan di Kecamatan Sungai Batang ini penyelenggaraannya masih cukup lama yakni pada tanggal 20 Mei mendatang, dan ini merupakan hasil kesepakatan rapat sore itu dan disesuaikan dengar berbagai pertimbanangan seperti kondisi fisik alam serta lainnya, terlebih pada kegiatan Pemda yang lain.

“Jika sempat tertunda sampai bulan Juni maka akan terbentur dengan kegiatan Milad Kabupaten Inhil, oleh sebab itu saya tegaskan MTQ ini ditargetkan paling lambat pelaksanaannya akhir bulan Mei 2015,” tukasnya.

Artinya, dalam rapat itu banyak pertimbangan dalam menetapkan tanggal. Seperti kondisi fisik alam, ada juga terbentur jadwal kegiatan Pemkab yang lain serta persoalan lainnya. Meski begitu, Asisten II menegaskan pelaksanaan ini tidak bisa ditunda terlalu lama karena, ketika memasuki awal bulan Juni mendatang, maka jajaran Pemkab akan disibukkan dengan persiapan kegiatan Milad Kabupaten Inhil.

“Target kita paling lambat akhir dibulan Mei, jika tertunda lagi maka lebih jauh tertunda pelaksanaannya, oleh sebab itu kita maksimalkan tenaga dalam bulan Mei ini agar terlaksanan dengan sukses,” katanya lagi.

Ia berpesan, panitia yang ada ini untuk dapat bekerja maksimal. Dan diberinya target persiapan pembangunan fisik harus sudah rampung seminggu sebelum hari H pelaksanaan MTQ ini.(mirwan/adv pemkab)




Terkait SK IPWL Untuk Inhil, Yusuf Said Minta RSUD PH Segera Lakukan MoU

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said didampingi para anggota saat memimpin hearing
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said didampingi para anggota saat memimpin hearing

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pasca diterbitkannya Surat Keputusan (SK) tentang penetapan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) rehabilitasi korban penyalahgunaan Napza oleh Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), maka Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) diminta segera melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pelaksanaannya di lapangan.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat memimpin hearing atau rapat dengar pendapat bersama perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Bagian Hukum dan Bagian Ortala Setda Inhil, serta RSUD PH Tembilahan, di Ruang Komisi I Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Rabu (15/4/2015).

Dikatakan Yusuf Said, mengingat kondisi Kabupaten Inhil yang saat ini sudah termasuk dalam kategori bahaya dan darurat Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (Napza), maka seluruh pihak terkait harus segera mengambil langkah konkrit, guna mencegah dan mengantisipasi sejak dini, sehingga pengaruh buruknya tidak semakin meluas.

“Setelah kita menerima SK IPWL itu, hendaknya RSUD PH selaku pihak yang diberikan kewenangan penuh, dapat langsung melakukan berbagai langkah dan kebijakan strategis, seperti melakukan penandatanganan Mou paling lambat Bulan Mei nanti, karena tidak menutup kemungkinan Inhil ini juga termasuk dalam salah satu jalur peredaran Napza,” tutur Yusuf Said didampingi para anggota Komisi I DPRD Inhil.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan menyatakan, menindaklanjuti SK IPWL yang diterima oleh Kabupaten Inhil, maka pihaknya sudah menetapkan 2 langkah dan strategi dalam pengobatan korban penyalahgunaan Napza, yakni pemberian obat dengan sistem rawat inap dan rawat jalan.

“IPWL ini sudah disepakati dimulai dari rumah sakit, sedangkan puskesmas akan mengbackup dalam hal memediasi para pasien atau korban ke rumah sakit,” terangnya.

Senada dengan itu, Direktur Utama RSUD PH Tembilahan, dr Irianto menjelaskan bahwa pihaknya berencana akan melakukan studi banding ke daerah lain, yang sudah menerapkan program tersebut terlebih dahulu, seperti di Solo.

“Prinsipnya, masalah narkotika ini sudah emergency, Jadi, kita harus bersama-sama mencegah dan mengobati para pasien atau korban yang sudah kecanduan obat-obatan terlarang,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinkes Inhil Gelar Sosialisasi STBM Bagi Aparatur di Puskesmas

Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan sambutan
Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bagi aparatur di seluruh Puskesmas di Negeri Seribu Parit, Selasa (14/4/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Wisma Kemuning Muda Tembilahan ini, diikuti sebanyak 54 peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas dan pemegang program kesehatan lingkungan di 27 Puskesmas di Kabupaten Inhil.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat SKM, MM mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi STBM tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Republik Indonesia (RI) nomor 3 tahun 2014.

“Tujuannya, untuk meningkatkan akses air bersih dan air minum, serta sanitasi pada jamban keluarga,” tutur Herman Mahat.

Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Inhil, Herman Mahat SKM, MM menyampaikan materi sosialisasi
Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes Inhil, Herman Mahat SKM, MM menyampaikan materi sosialisasi

Apalagi, lanjut Herman Mahat, jika dilihat dari skala nasional, di Bumi Sri Gemilang ini pencapaian sanitasi masih cukup rendah, yakni mencapai sekitar 50 persen, sehingga penyebaran berbagai penyakit, seperti penyakit diare sangat banyak ditemukan, khususnya di daerah yang berdekatan dan memiliki akses langsung dengan perairan atau sungai.

“Hasil dari sosialisasi ini, kita harapkan bisa diteruskan oleh aparatur di Puskesmas ke jajarannya di setiap desa, sehingga kondisi sanitasi masyarakat sekitarnya bisa semakin meningkat dan lebih baik, yang ke depannya tidak ada lagi ditemukan masyarakat yang membuat jamban keluarga di pinggiran sungai,” imbuhnya.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut, yakni Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes Provinsi Riau, Dewani SKm, Mkes dan Koordinator Fasilitator Dinkes Provinsi Riau, Agus Suprianto SKm.(adi/adv)




Wabup Tinjau Lokasi Kebakaran SMP 2 Bangko

15Bagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir Erianda SE, meninjau SMP Negeri 2 Bangko terbakar tadi malam. Wabup didampingi Kepala Dinas Pendidikan Ir.H.Amiruddin.MM dan sejumlah pejabat, langsung meninjau lokasi kejadian, kejadian kebakaran tersebut terjadi Rabu (15/04/15) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Wabup Erianda mengatakan kebakaran yang menimpa SMPN 2 Bangko itu ada keganjilan.”Saya lihat lokasi dan saya pertanyakan terutama kepada pihak sekolah, memang nampaknya ada keganjilan, kepada pihak kepolisian kami minta usut tuntas, apa penyebab kebakaran ini,” pinta Wabup.

Tambah Erianda, sebelum-sebelumnya ia mendapat cerita bahwasa ada guru menyampaikan kepada kepala sekolah ada bau bensin disekitar sekolah.”Itu 1 minggu atau 2 minggu sebelumnya (sebelum terbakar), jadi entah bagaimana prosesnya kami tahu,” kata Erianda.

“Terus ini juga ada berbentuk tulisan, tulisannya baru kelihatan sore semalam di SMP ini, malam kejadian (kebakaran-red) kita tak tahu, apakah konsleting listrik kita tak tahu, itu pihak kepolisianlah yang ngecek bagaimana, kami minta usut sampai tuntas,” jelas Wabup tanpa menyebutkan tulisan.

Soal nasib siswa, Wabup Erianda mengatakan saat ini pihaknya sedang diskusi dengan kepala Dinas Pendidikan, kemungkinan siswa-siswi yang terganggu proses belajarnya akan dibuat sistem belajar pagi dan siang.

“Menurut Pak Kadis juga akan di pakai gedung Unri yang ada di batu enam, karena siswa mau ujian. Disitu (gedung Unri) kan digunakan hanya Sabtu-Minggu saja,” ujar Erianda.

Rencana kedepannya, Wabup Erianda mengatakan akan memindahkan sekolah SMPN 2 Bangko yang saat ini terletak di Bagan Hulu Jalan Lintas Batu Empat dan Batu Enam.

“Kita pindah saja, rencana kalau perlu kita pecah nanti karena siswa SMPN 2 ini sudah terlalu banyak. Jadi kita buat SMPN 6, karena SMPN 5 sudah ada, SMPN 6 yang belum, nanti kita akan rembukkan bersama pak bupati dan kadis,” katanya.

Menurutnya, lokasi Sekolah SMPN 2 yang terbakar sudah tidak memungkinkan lagi. Jadi akan dipindahkankarna linglungan kurang mendukung. “Masyarakat kurang merespon untuk menjaga juga, tapi tidak semuanya,” kata Wabup mengakhiri.

Sementara Ir.H.Amiruddin.MM Kadisdik Rohil menyampaikan walaupun sekolah mengalami musibah kebakaran, anak didik harus terus belajar. “Kita sudah mengambil kebijakan akan mengunakan SDN 17 yang ada di depan kantor Koramil untuk anak-anak sementara belajar,” ujar Amiruddin.

SMPN 2 Bangko yang mengalami kebakaran menampung setidaknya 530 orang siswa yang terdiri dari kelas 1 dan kelas 2 dan kelas 3 di Batu Empat (gedung baru). “Kerugian pada kebakaran itu mencapai milyaran dengan rincian, bangunan, mobiler, alat elektornik dan lain-lain,” terangnya Amiruddin.

Dalam laporan yang disampaikan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Rohil, yang terbakar 19 RKB, kantor majelis guru, ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah/TU, ruang kurikulum, ruang drum band beserta perlengkapan/rebana, ruang UKS, ruang kesiswaan, ruang bendahara, ruang perlengkapan olah raga dan pramuka, ruang workshop, musholla, 4 buah kantin, mobiler dan alat-alat elektronik. [tris]




Bupati Lantik Arfan Azizi Jadi Camat Teluk Belengkong

Pelantikan Camat dan Sekcam Teluk Belengkong oleh Bupati Inhil
Pelantikan Camat dan Sekcam Teluk Belengkong oleh Bupati Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan resmi melantik Arfan Azizi sebagai camat Teluk Belengkong. Selain itu, diwaktu yang sama Bupati juga langsung melantik resmi Suparno sebagai Sekretaris Camat Teluk Belengkong di aula Kantor Camat Teluk Belengkong, Selasa (14/4/2015).

Pelantikan ini dilakukannya merupakan tanggap pimpinan daerah Kabupaten secara cepat terhadap kekosongan pimpinan Kecamatan. Sebab diketahui sebelumnya, Camat Teluk Belengkong Musfaruddin meninggal dunia akhir pekan kemaren.

“Setelah pelantikan ini, saya ingin langsung bekerja sesuai dengan tugasnya sebagai camat maupun sekcam, dan berikanlah pelayanan terbaik terhadap masyarakat,” pesan Bupati Inhil.

Pelantikan Ibu Ketua TP PKK Kecamatan Teluk Belengkong Oleh Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj.Zulaikhah Wardan
Pelantikan Ibu Ketua TP PKK Kecamatan Teluk Belengkong Oleh Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj.Zulaikhah Wardan

Usai dilakukannya pelantikan itu, Bupati juga meminta kepada masyarakat Teluk Belengkong untuk memberikan dukungan penuh terhadap Arfan Azizi dan Suparno yang diembankannya sebagai pimpinan tertinggi disalah satu kecamatan bagian utara tersebut.

Sebab katanya, jika pimpinan itu diberi dukungan oleh masyarakatnya, maka gerak dalam membangun daerahpun akan terlaksana tanpa menambah hambatan. Apalagi pelantikan kali ini beda dari dibeberapa pelantikan lainnya, karena kali ini Bupati melantik camat langsung disaksikan warga setempat.

Diwaktu itu juga, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan melantik ketua TP PKK Kecamatan Teluk Belengkong. Kegiatan ini juga dihadiri Asisten III Setdakab Inhil, Kepala BKD, Kepala BPMPD, Kabag Tata Pemerintahan dan Kabag Humas Setdakab Inhil. (adv pemkab inhil)

 




Kekurangan Rumbel, SD di Tembilahan Hulu Ini Terpaksa Sulap Rumdis Reot

Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu sedang melihat kondisi Rumah Dinasnya yang difungsikan tempat belajar siswanya. Foto: Mirwan
Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu sedang melihat kondisi Rumah Dinasnya yang difungsikan tempat belajar siswanya. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tugas Pemkab Inhil melalui Dinas Pendidikan dalam membenahi pendidikan tampaknya bukan persoalan mudah. Keterbatasan anggaran serta banyaknya fasilitas pendidikan yang masih belum memadai menjadi kendala terbesar.

Jangankan fasilitas pendidikan di perdesaan, di Kecamatan terdekat dari Ibukota Kabupaten, SDN 09 Jalan Saptamarga Kecamatan Tembilahan Hulu saja nasibnyapun tak jauh berbeda. Kekurangan ruang belajar, rumah Dinas Kepala Sekolah terpaksa harus dialihfungsikan.

Ironisnya lagi, Rumdis yang disulap menjadi rumbel itupun kondisinya sudah sangat tidak layak. Rumdis itu hanya disekat dengan papan tipis menjadi dua rumbel dengan kondisi sangat memprihatinkan.

“Mau cari siapa bang, mau memperbaiki sekolah kami ya,” tutur salah seorang siswa SDN 09 Tembilahan Hulu saat dihampiri awak media depan rumah dinas Kepala Sekolahnya yang dijadikan tempat belajar, Selasa (14/4/2015).

Situasi siswa yang sedang belajar di Rumah Dinas Kepseknya.
Situasi siswa yang sedang belajar di Rumah Dinas Kepseknya.

Selain itu, akibat kondisi pasilitas yang sangat sederhana ini juga menjadi keluhan bagi para guru yang melakukan aktivitas belajar-mengajar. Sebab, bahan penyekat dua lokal tersebut tentunya sangat mempengaruhi kenyamanan proses belajar siswa.

“Guru-guru pada ngeluh karena tidak konsentrasi yang disebabkan suara lokal sebelahnya terdengar sangat jelas,” Sampaikan Kepala SD Negeri Tembilahan Hulu, Khaidir S kepada awak media di ruang kerjanya.

Ia menyampaikan, SD Negeri yang dipimpinnya ini telah mengusulkan pembangunan gedung sekolah pada tahun 2013 silam. Setelah ditunggu sampai pertengahan 2014 lalu, pihaknya dapat gambaran akan adanya pembangunan baru gedung sekolah.

“Waktu itu memang kami menerima gambaran bentuk bangunan oleh konsultas dua lantai, namun setelah itu tidak ada kabar lagi sampai sekarang,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihak terkait pernah melakukan perehapan gedung sekolah. Namun ia menilai perehapan beberapa waktu lalu tidak bisa memecahkan persoalan, karena hanya sebatas mengganti dinding papan menjadi semen.

Dikatakan Khaidir, saat ini rumbel yang tersedia 6 lokal dengan jumlah murid 581 orang. Bahkan akibat kekurangan rumbel, sekolah terpaksa membatasi murid yang ingin bersekolah disana.

“Kasihan kalau warga yang ingin menyekolahkan anaknya banyak yang kita tolak, jadi kami usaha terlebih dahulu bagaimana caranya bisa mempasilitasi agar anak-anak disini tetap bersekolah,” katanya lagi.

Diharapkannya, kepada pemerintah melalui dinas terkait agar segera tanggap atas persoalan ini yang tengah membulitnya. Ia juga menginginkan pihak terkait memperhatikan kondisi sekolah tidak sebatas sample saja, namun juga perlu diperhatikan apa yang dikeluhkan guru-guru terhadap berbagai persoalan yang menjadi hambatan di sekolah.

Untuk diketahui, Rumdis yang dijadikan dua lokal tersebut itu ada 4 rumbel yakni kelas IV C, IV D, V C, dan V D. “Dua pagi, dua kelas lagi jadwal belajar sore,” tutup Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu.(mirwan)