Muammar : Siapapun Dia Harus Mau dan Siap Angkat Kopor

Sekretaris Komisi I DPRD Inhil, Muammar (baju biru) didampingi anggota saat pelaksanaan hearing
Sekretaris Komisi I DPRD Inhil, Muammar (baju biru) didampingi anggota saat pelaksanaan hearing

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki tugas serta tanggung jawab yang harus dilaksanakannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Oleh karena itu, dimanapun ditempatkan ia harus selalu siap serta mampu melaksanakan amanah yang telah diemban dan dipercayakan kepadanya dengan baik dan maksimal.

Salah satu upaya mewujudkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat ini adalah dengan sering berada di tempat tugasnya daripada di luar daerah guna memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat serta melaksanakan berbagai program pembangunan demi mengembangkan dan memajukan daerah.

“Jadi, siapapun dia (pejabat, red) harus mau dan siap angkat kopor ke tempat tugasnya, sehingga tidak mengganggu kinerja pemerintahan,” tutur Sekretaris Komisi I DPRD Inhil, Muammar saat hearing bersama BKD, BPMPD dan Bagian Hukum Setda Inhil, di ruang Komisi I Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dijelaskan Muammar, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius Pemkab Inhil melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, karena saat ini sudah cukup banyak keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, khususnya terkait dengan jarangnya pejabat di daerah berada di tempat tugasnya.

“Seperti penunjukan dan penempatan Penjabat Kepala Desa (Pj Kades), kalau bisa janganlah diambil dari pejabat struktural kecamatan, karena bisa mengganggu kinerja yang bersangkutan nantinya, baik sebagai pejabat di kecamatan maupun di desa,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, memang tidak ada aturan yang mengatur tentang itu, namun harus dievaluasi, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sekarang saja pelayanan belum maksimal, bagaimana kalau pejabat di kecamatan memegang jabatan rangkap, tentu dia tidak bisa fokus dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, belum lagi jika ada para camat yang jarang berada di tempat tugas,” pungkasnya.(adi/adv)




Bupati Uji Coba Kapal Patroli Pulau Barkey

20Bagansiapiapi (detikriau.org) – Bupati Rohil H.Suyatno lakukan ujicoba terakhir kapal patroli pulau barkey dengan berkeliling di perairan sekitar pelabuhan Nelayan Bagansiapiapi jalan Pelabuhan Baru, Senin (20/04/15).

Pada ujicoba itu, Bupati didampingi Kepala Pos Angkatan Laut (Posal) Bagansiapiapi, Kepala Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA) Rohil H.M.Job Kurniawan.Ap.Msi dan Kepala Bagian Perlengkapan H. Jasmudin Rauf dan kabag humas Hermanto.S.Sos.

“Kita baru saja melakukan ujicoba atau pengetesan kapal patroli untuk angkatan laut pos bagansiapiapi,ini sumber dananya bantuan pemerintah daerah, APBD kita.” kata Bupati Suyatno kepada wartawan.

Sebelumnya, pihak TNI-AL dan Tim Bagian Perlengkapan Setda Rohil sudah melakukan ujicoba dan pengecekan kapal patroli di Jakarta.”Hari ini saya cek terakhirlah,saya pikir ya sudah baguslah pembuatan kapal patroli ini,sesuai dengan spek dan kontrak yang telah dibuat,” jelas Suyatno.

Bupati Suyatno berharap kepada TNI-AL Pos Bagansiapiapi untuk menjaga kapal bantuan pemerintah tersebut dengan baik dan dirawat.”Seperti merawat istri dan rumah sendiri. Silahkan gunakan dengan kepentingan-Kepentingan tertentu dalam operasi yang dilakukan oleh angkatan laut,” pintanya.

Masih menurut Suyatno, dengan adanya bantuan dari pemerintah daerah, dirinya berharap keamanan laut di Rokan Hilir harus dijaga dengan baik.”Baik dari pukat harimau dan lain-lain sebagainya, itulah gunanya kapal kita berikan untuk operasi angkatan laut,” tegas bupati.

Tambahkan Suyatno, persoalan-persoalan yang ada di perairan Rokan Hilir, bukan semata-mata tanggung jawab angkatan laut, masyarakat juga ikut bertanggung jawab.”Maka dari itu, apabila ada informasi segera sampaikan kepihak terkait,” harapnya.

Ditempat yang sama, Komandan Pos Angkatan Laut Bagansiapiapi, Letda Ali Solikin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Rokan Hilir atas bantuan kapal patroli Pulau Barkey yang diberikan kepada angkatan laut Bagansiapiapi.

“Atas perintah atasan Komandan Lanal Dumai, untuk melaksanakan tufoksi, pengamanan seputar wilayah Rohil Khsususnya, pada umumnya perairan wilayah kawasan Rokan Hilir,” ujar Danposal Bagansiapiapi. [tris/adv]




Niat Membantu Teman, 2 Pria Ini Ditusuk OTK

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dua orang pria warga jalan sungai beringin Tembilahan, Agus (18) dan Rizal (20) terpaksa dilarikan ke RSUD karena mengalami luka tusuk oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Peristiwa naas itu terjadi di sekitar perumahan H Amir jalan Sungai Beringin Tembilahan, Sabtu (18/4/2015) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kedua korban ini berniat hendak membantu temannya, Noval (18) yang ingin menjumpai pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadap Noval sebelumnya.

Malam kejadian, sebelum peristiwa tersebut, teman korban Noval sedang berduaan dengan seorang perempuan,Dela (16) warga Jalan HR Soebrantas Tembilahan di Jembatan Getek desa Sungai Luar, mereka dihampiri 3 OTK dan minta duit, namun ia bersi keras tidak mau memberi, akhirnya Noval pun ditampar salah satu pelaku dan meninggalkan lokasi ia bersantai.

“Karena tak senang ditampar, Novalpun meminta bantuan kepada temannya melalui Hp. Waktu itu, si Noval sedang di jalan dan melihat ketiga pelaku sedang santai di Bangsal samping perumahan Sungai Beringin,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kapolsek Tembilahan Kota, Ipda Agus Susanto kepada detikriau.org melalui telpon selularnya, Minggu (19/4/2015).

Lebih lanjut ia menerangkan, kedua korbanpun langsung menuju TKP dan langsung bertemu dengan Noval. Tak banyak basa-basi, si noval langsung memukul salah satu pelaku, waktu itu juga terjadi perkelahian kedua kelompok tersebut.

Akibat perkelahian ini, kedua korban, Agus mengalami luka tusuk pada punggung tengah, sedangkan Rizal mengalami luka tusuk pada punggung atas sebelah kiri, bahkan luka tusukan yang dialami Rizal ini lebih parah hingga tembus ke dada atas kiri samping leher.

“Agus hanya luka sedikit dan sudah pulang dari Rumah Sakit. Sedangkan Rizal, sampai saat ini masih di rawat di ruang perawatan bedah RSUD Puri Husada Tembilahan,” katanya.

Untuk diketahui, saat kejadian di TKP, diketahui pihak kepolisian bahwa ketiga pelaku saat itu melarikan diri ke arah Tembilahan Kota dan meninggalkan barang bukti sebilah pisau tajam. Dan sampai saat ini, pelaku masih dalam penyelidikan oleh petugas kepolisian Tembilahan Kota.(mirwan)




Giliran Padam 24 Jam, Warga Datangi PLN Teluk Pinang

imagesGAS (detikriau.org) – Sejumlah masyarakat Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mendatangi PLN Sub Ranting Teluk Pinang, Minggu (19/4/2015) malam.

Kedatangan masyarakat ini, untuk mempertanyakan kondisi pemadaman listrik bergilir yang sudah melanda daerah itu selama 11 hari terakhir.

Tidak tanggung-tanggung, durasi pemadaman listrik bergilir yang diterapkan oleh PLN Sub Ranting Teluk Pinang saat ini ada 12 jam hidup dan 24 jam padam.

Kondisi itu tentunya menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, apalagi hingga kini pihak PLN Sub Ranting Teluk Pinang belum bisa memberi kejelasan dan memastikan kapan pemadaman listrik bergilir ini akan berakhir.

Padahal, masyarakat sudah menanti-nanti realisasi dan pengoperasionalan mesin baru yang sudah lama datang serta telah pula dipasang dan siap untuk digunakan.

“Kita heran, kenapa sampai sekarang masih ada pemadaman bergilir. Sepengetahuan kita, mesin baru sudah siap dipasang dan bisa digunakan,” tutur Anto, salah seorang masyarakat Parit 8, Kelurahan Teluk Pinang yang ditemui detikriau.org di lokasi.

Oleh karena itu, lanjut Anto, kedatangannya beserta rombongan ke PLN Sub Ranting Teluk Pinang, bertujuan untuk melihat apakah kerusakan mesin ini diperbaiki oleh pihak terkait atau tidak, karena sudah cukup lama masyarakat menunggu dan bersabar dengan kondisi pemadaman listrik bergilir tersebut.

“Jujur saja, kita tidak puas dengan pelayanan PLN saat ini. Sepertinya kondisi ini dibiarkan begitu saja, tanpa ada upaya dari pihak PLN untuk segera menyelesaikannya,” kata masyarakat lainnya.

Seharusnya, pemadaman listrik bergilir ini tidak lagi diberlakukan oleh PLN Sub Ranting Teluk Pinang, karena mesin baru sudah terpasang dan siap untuk digunakan.

“Paling tidak ada perubahan lah, masa mesin baru sudah ada, tapi pemadamannya masih menggunakan durasi yang lama,” keluh masyarakat.

Setelah cukup lama berkumpul dan tidak kunjung ada keputusan dari pihak PLN Sub Ranting Teluk Pinang, akhirnya masyarakat dengan dimediasi oleh Kapolsek GAS, AKP Supriadi bersedia membubarkan diri, dengan persyaratan pihak kecamatan, PLN dan pihak terkait lainnya bersedia melakukan pertemuan dan pembicaraan terbuka bersama masyarakat pada Senin (20/4/2015).

“Kami minta besok lakukan pertemuan dengan masyarakat, untuk membicarakan permasalahan ini secara terbuka, sehingga akar permasalahannya bisa diketahui dan dicari jalan keluarnya, serta tidak lagi ada prasangka buruk di masyarakat,” tegasnya.

Kapolsek GAS, AKP Supriadi juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam menyikapi permasalahan ini, dengan duduk bersama dan mencari solusinya, agar tidak menimbulkan keresahan dan hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat.

“Semua ini, demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbuhnya.(adi)




Disdik Inhil Wacanakan Study Banding ke Sekolah se-Riau

DSC_3071 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) wacanakan study banding sekolah se-Provinsi Riau.

“Rencana ini bertujuan supaya sekolah-sekolah kita bisa tau bagaimana cara sekolah di Kabupaten lain mengembangkan kualitas sekolahnya,” ungkap Kepala Disdik Inhil Helmi D kepada awak media disela peninjauan pelaksanaan hari pertama UN baru baru ini.

Ia menyampaikan, umpama sekolah di Kampar, sejauh pengetahuannya sejumlah sekolah di Kampar tersebut serba gratis, dicontohkannya pada kelengkapan sarana pendidikan salah satunya seperti pakaian seragam, buku dan lain sebagainya.

Selain itu, ada juga katanya kota dan kabupaten terdapat biaya pendidikannya terbilang mahal, dan ini memiliki beberapa asalan yang menjadikan sebab biaya pendidikan tersebut tinggi. Ia pun juga menuturkan.

“Jadi rencananya nanti membawa sejumlah kepala sekolah di Inhil ke kota Provinsi, agar mereka bisa tau sendiri situasi pengembangan sekolah di luar sana,” imbuhnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Pelayanan Kesehatan Dasar Secara Gratis, Alvi Sebut Perlu Dilakukan Pembinaan dan Kontrol

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sesuai dengan Peraturan Daerah yang ada, pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dapat diperoleh secara gratis.

Hal itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, perlu dilakukan pembinaan dan pengontrolan, sehingga menjadi suatu ruang kerja yang nyaman, baik bagi petugas di lapangan maupun di jajaran di Dinkes.

“Saya berharap semua aturan yang telah ditetapkan ini, dapat berjalan dengan baik dan maksimal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Alvi saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Tembilahan Hulu, beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, kata mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, semua petugas di lapangan akan merasa diperhatikan dan menyadari seluruh tanggung jawab yang telah dipercakan dan diamanahkan kepadanya.

“Jadi, kita di dinas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan, baik itu melalui tindakan maupun pelaksanaan berbagai peraturan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Alvi, masih banyak lagi yang akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pihaknya di Dinkes Inhil, baik terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum maupun penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

“Tapi jika kita semua bekerjasama dan saling mendukung, Insya Allah tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada kita ini, akan dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta mencapai hasil yang maksimal,” imbuhnya.(adi/adv)