Target Swasembada Daging, Pemkab Rohil Kucurkan Bantuan Bibit Hewan Ternak

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) diyakini tidak akan lagi melakukan pasokan daging hewan ternak dari daerah luar Rohil untuk berbagai perayaan hari besar sepanjang tahun 2015 ini.

Menurut Bupati Rohil, H Suyatno, Selama ini, kebutuhan daging di Rohil terutama di hari-hari besar cukup tinggi, sementara itu sebelumnya stok daging yang ada di Rohil sangat terbatas. Apalagi, daging potong yang dijual dipasaran, hampir seluruhnya di datangkan dari luar daerah, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Melalui Distanak, tahun 2015, kita telah memprogramkan bantuan bagi peternak Sapi sebanyak 1.200 ekor, Kambing 2.000 ekor, termasuk bagi peternak burung Puyuh, Ayam, serta berbagai bantuan penunjang lainnya. Inilah cara kita untuk menjadikan Rohil sebagai wilayah Swasembada Daging,” kata Suyatno, Kamis (23/4) di Bagansiapiapi.
Jika nantinya bantuan-bantuan ternak itu dapat dieklola dengan baik, saat menyambut hari-hari besar keagaman, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru, dan lainnya, cukup mengandalkan pasokan daging dari masyarakat dan tidak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah.

Penyaluran bantuan Sapi, Kambing, dan lainnya bagi kelompok ternak ini kata Bupati dilakukan dengan seleksi yang ketat sesuai aturan yang berlaku.

“Bukan hanya melakukan penyeleksian kelompok peternak calon penerima bantuan saja, kita juga memberikan pembekalan ilmu peternakan kepada mereka. Dengan begitu, bantuan ternak benar-benar bermanfaat dan berkembang biak dengan baik.” Pungkas Suyatno. (tris/adv)




Bahaya, Para Wanita Sebaiknya Jangan Konsumsi Ceker dan Sayap Ayam

ceker-ayamAnda suka makan ayam bagian sayap dan cekernya? Bukan hanya anda, banyak orang yang menyukai bagian tubuh ayam tersebut walau ada juga yang menganggap jijik terlebih pada bagian ceker. Bagian sayap banyak disukai karena dagingnya lebih lunak dan kenyal karena pada bagian ini terdapat beberapa otot dan diselimuti kulit. Bagian ceker juga tak kalah enak, kulit empuk dan otot-otot halusnya membuat ceker menjadi penganan paforit bagi sebagian orang dengan berbagai olahan masaknya.

Namun tahukah anda, jika konsumsi ceker dan sayap ayam secara berlebihan bisa berdampak buruk terlebih bagi anda yang berjenis kelamin perempuan? Ayam yang dimaksud adalah ayam boiler atau ada juga yang menyebutnya ayam negeri. Bagi perempuan yang sudah menikah atau belum, sebaiknya anda berhati-hati dengan bagian ayam tersebut.

Endometriosis atau sering disebut juga kista coklat adalah salah satu kasus penyakit yang bisa timbul akibat dari konsumsi sayap dan ceker ayam. Kasus tersebut seperti yang dialami seorang artis Tionghoa Xia Yi. Ia menjalani operasi tumor yang penuh dengan darah berwarna hitam gelap. Penyakit yang diderita Xia Yi tak selesai pada operasi tumor, berselang beberapa bulan kemudian penyakit tersebut kambuh lagi. Setelah berkonsultasi ke ginekolog, jawaban dokter ginekolog tersebut sangat mengejutkan, bahwa penyakit yang diderita Xia Yi adalah akibat dari kesukaannya mengonsumsi ceker ayam.

Mengapa ceker dan sayap ayam berbahaya jika dikonsumsi berlebih?
Di peternakan, growth-hormone atau hormon pertumbuhan ayam dan antibiotiknya selalu diinjeksi di bagian sayap. Dan “end product” antibiotik dan turunan “second hormonal” akan menumpuk pada bagian kaki. Mengkonsumsi sayap ayam atau kaki berarti menambah sekresi hormon bagi wanita. Akibatnya “second hormonal” tersebut akan terakumulasi menjadi toxin yang akan menjadi karsinogen, sehingga wanita pengkonsumsi sayap dan kaki ayam sangat rentan terkena kanker yang berkenaan dengan kelenjar hormonal seperti : Kanker Rahim, kanker cervix dan kaker payudara.

Setelah mengetahui bahaya yang terkandung pada sayap dan kaki ayam, sebaiknya anda hindari mengonsumsinya demi kesehatan alat reproduksi anda. Jika ayam adalah makanan paforit anda, makanlah bagian ayam yang lain jangan bagian sayap atau cekernya. Semoga bermanfaat, silakan share agar semakin banyak wanita yang tahu. (*)

sumber: http://www.erteerwe.com/2015/02/bahaya-para-wanita-sebaiknya-jangan.html




Dewan: Pemkab Jangan Terus Bongkar Pasang Pejabat, Masyarakat Tunggu “Action” Nyata!

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said
Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk segera merealisasikan berbagai program kerja dan pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat menggelar hearing bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemaren.

Dikatakan Yusuf, masyarakat sudah menunggu dan menanti action nyata dari Pemkab Inhil di lapangan. Apalagi mengingat saat ini sudah memasuki triwulan kedua pada tahun anggaran 2015.

“Jika pekerjaan terlambat dilaksanakan, maka dikhawatirkan akan timbul berbagai hal dan hambatan yang tidak diinginkan, seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya, sehingga mengakibatkan cukup banyak program yang berkaitan langsung dengan masyarakat terutama para petani tidak terlaksana,” tutur Yusuf.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini mengingatkan, agar Pemkab Inhil tidak hanya melakukan perombakan secara terus-menerus, sehingga dapat menghambat kinerja dan realisasi program kerja dan pembangunan daerah.

“Kalau rombak-rombak terus, kapan kerjanya. Jadi, kita harapkan Pemkab Inhil dapat segera melaksanakan berbagai kegiatannya,” pintanya. (adi/adv)




Bupati Inhil Lantik Dwi Budiyanto Jabat Camat Kemuning

Pelantikan Camat dan Sekcam Kecamatan Kemuning oleh Bupati Inhil
Pelantikan Camat dan Sekcam Kecamatan Kemuning oleh Bupati Inhil

KEMUNING (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melantik Dwi Budiyanto sebagai Camat Kemuning bertempat di halaman Pasar Selensen Kecamatan Kemuning, Rabu (22/4/2015).

Selain camat, Bupati juga melantik Saprudin sebagai Sekretaris Kecamatan Kemuning diwaktu yang bersamaan serta tempat yang sama. Pelantikan ini tidak hanya dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil, namun juga disaksikan langsung oleh masyarakat setempat.

Bupati Wardan memaparkan dalam sambutannya seharusnya pelantikan ini telah dilakukan beberapa waktu lalu berbarengan dengan pelantikan sejumlah camat lainnya. Namun dikarenakan yang bersangkutan berhalangan, Bupati memaklumi dan tetap melantik Dwi Budiyanto dan Saprudin.

“Ini kita lakukan demi menciptakan kondisi yang lebih baik lagi, perlu saya sampaikan bahwa pergantian para camat ini sesungguhnya sudah melalui proses lelang camat, baik camat yang sudah menduduki posisi sebagai camat pada saat itu maupun pejabat lainnya, yang jelas telah memenuhi persyaratan mengikuti lelang jabatan tersebut,” katanya.

Dengan demikian, ia sangat mengharapkan kepada camat dan sekretaris camat Kemuning ini tidak menunda-nunda lagi kerjaan yang diembankan. Apalagi katanya, pejabat yang baru dilantik ini telah memiliki pengalaman menjabat sebagai camat sebelumnya.

“Saya fikir tak perlu lagi minta waktu jeda untuk beradaptasi di kecamatan ini, saya harap pak Dwi bekerja lebih optimal lagi hingga membawa Kemuning lebih baik, apalagi kecamatan ini terletak diperbatasan antar 2 Provinsi yakni Riau dan Jambi, artinya Kemuning ini memiliki karakteristik tersendiri dari kecamatan lain,” imbuh Wardan.(mirwan/adv)




Kapolsek: Kekerasan di Tembilahan Mayoritas dilatarbelakangi Miras

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Polsek Tembilahan Kota, Ipda Agus Susanto menyampaikan bahwa kerap terjadinya kasus tindak pidana di kota Tembilahan ini mayoritas disebabkan minuman beralkohol atau Minuman Keras (Miras).

“Kita komitmen mengawasi masyarakat kota yang melakukan transaksi jual beli Miras ini, begitu juga dengan minuman Tuak, sebab mayoritas tindak pidana kekerasan yang kita temukan itu rata-rata pelakunya sedang dalam keadaan mabok,” kata Agus kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, Rabu (22/4/2015).

Saat ini, jajarannya terus melakukan mengontrolan terhadap wilayah kota terkait penjualan Miras ini. Terkhusus pada penjualan gerobak di tepi-tepi badan jalan. Karena katanya, pedagang grobak yang sering dihampiri oleh para pembeli Miras.

Tidak hanya itu, dibeberapa lokasi rawan Miras juga menjadi sasaran petugas kepolisian. Dicontohkan seperti Pasar Kuliner Kelapa Gading (PKKG) Jalan HR Soebrantas Tembilahan.

“PKKG itu kalau malam suasananya remang-remang, namun sampai saat ini petugas kita belum menemukan pelaku Miras di lokasi itu. Seperti tadi malam, kita mengontrol hinggal ke PKKG, tapi masih aman,” terangnya.

Dari pengontrolannya kemaren, Selasa (21/4) disampaikannya ada sekitar 100 botol Miras yang diamankan ke kantor Polsek Tembilahan, mayoritas didapat dari pedagang-pedagang gerobak tepi badan jalan. Disampaikannya juga, para pelaku pedagang miras tersebut juga akan diamankannya dan akan dilimpahkan ke Kejari Tembilahan.(mirwan)




Lounching Penyaluran Bantuan PKH Inhil, Wabup Rosman Tekankan Penerimanya Harus Yang Berhak

Wabub Inhil, H Rosman Malomo menyerahkan bantuan PKH secara simbolis kepada perwakilan RTSM
Wabub Inhil, H Rosman Malomo menyerahkan bantuan PKH secara simbolis kepada perwakilan RTSM

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM), sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, para penerima bantuan tersebut hendaknya memang dari kalangan masyarakat yang berhak.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo saat menghadiri lounching penyaluran bantuan PKH, di halaman Kantor POS Tembilahan, Rabu (22/4/2015).

Dikatakan Wabup Rosman, pihak yang mengelola dana tersebut harus bertanggung jawab atas kelancaran pendistribusiannya ke masyarakat, sehingga dana bantuan yang sudah tersedia ini dapat segera disalurkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Kepada Dinas Sosial juga diharapkan, untuk memvalidasi data-data masyarakat dan keluarga yang termasuk dalam kategori RTSM, supaya bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu,” tutur Wabup Rosman.

Untuk diketahui, program ini dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban rumah tangga sangat miskin dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

Adapun 5 komponen tujuan MDGs yang akan terbantu oleh PKH ini, yaitu pengurangan penduduk miskin dan kelaparan, pendidikan dasar, kesetaraan gender, pengurangan penduduk angka kematian bayi dan balita, serta pengurangan angka kematian ibu melahirkan.

PKH ini diberikan kepada keluarga sangat miskin, dengan data keluarga yang dapat menjadi peserta PKH didapatkan dari Basis Data Terpadu dan memenuhi persyaratan sedikitnya satu atau lebih kriteria kepersertaan program tersebut, diantaranya memiliki ibu hamil/nifas/anak balita, memiliki anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendididkan dasar (anak pra sekolah), anak usia SD/MI/Paket A/SDLB (usia 7-12 tahun), anak usia SLTP/MTs/Paket B/SMLB (usia 12-15 tahun), anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar termasuk anak dengan disabilitas.

Sementara itu, di Kabupaten Inhil PKH ini telah dimulai sejak tahun 2014, dengan rumah tangga sasasaran sebanyak 3.074 orang. Kemudian, pada tahun 2015 dengan sasaran sebanyak 3.064 orang. Penurunan ini diperoleh dari hasil verifikasi dan validasi data kepersertaan, dimana rumah terdapat rumah tangga sasaran yang sudah tidak memenuhi kriteria dan komitmen PKH. (adi/adv)