Gelapkan Sepeda Motor, Warga Jambi diamankan Polisi
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Edi (50) pekerja buruh warga Jalan SMP 15 Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi Provinsi Jambi ditangkap Unit Opsenal Polres Indragiri Hilir (Inhil) karena terlibat penggelapan sepeda motor.
Pelaku ini dilaporkan ke polisi karena telah melakukan penggelapan sepeda motor milik M Zein warga Jalan Pelajar, Kecamatan Tembilahan Hulu pada 17 Maret 2014 lalu. Pelaku ditangkap saat akan menaiki bus untuk pulang ke kampung halaman di Jambi.
“Setelah mendapat laporan tentang kasus ini, petugas melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap pelaku penggelapan,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSI melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akaman, Senin (4/5/2015).
Ditambahkan Paur Humas, saat ini pelaku menjalani serangkaian pemeriksaan oleh petugas atas tudahan yang disangkakan kepada dirinya.
“Selain pelaku, petugas juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi termasuk pelapor atas nama M Zein. Semua keterangan akan menjdi bukti dan dasar petugas dalam mengambil tindakan,” katanya. (mirwan)
118 Calon Polri di Inhil Tanda Tangani Fakta Integritas
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 118 calon personil Polri di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang terdiri dari 5 calon Taruna Akpol, 99 calon Brigadir dan 14 calon Tamtama Polri menanda-tangani fakta integritas bertempat di aula Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan, Senin (4/5/2015).
Penandatangan pakta integritas tersebut dalam upaya melakukan penerimaan anggota Polri terpadu tahun 2015 yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Penerimaan calon anggota Polri harus bersih, transparan, tanpa ada kecurangan.
“Untuk itu, saya mengajak kepada para calon Polri, pedomanilah fakta integritas ini, dan implementasikan isinya. Dan ini juga berlaku kepada panitia serta orang tua para calon anggota Polri,” kata Suwoyo.
Disamping itu, ia juga menginginkan kepada seluruh calon personil Polri ini lulus semua. Namun tetap harus melewati berbagai tahapan yang mestinya menjadi pertimbangan. Dengan demikian, Suwoyo berharap ikutilah proses pencalonan ini dengan baik supaya bisa memperoleh hasil yang baik pula.(mirwan)
Dani : Pers Harus Proporsional dan Berimbang Dalam Pemberitaan
Ketua DPRD Inhil< Dani M Nursalam
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan pers sebagai mitra pemerintah diharapkan dapat bekerjasama dan memberikan dukungan yang maksimal dalam upaya membangun dan memajukan daerah.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam saat dikonfirmasi detikriau.org terkait dengan penyelenggaraan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Riau tahun 2015, yang dipusatkan di Kota Tembilahan, Kabupaten Inhil.
Dikatakan Dani, dengan momentum peringatan HPN yang mengusung tema perkelapaan ini tentunya akan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam penanganan masalah perkelapaan di Negeri Seribu Parit, selaku tuan rumah dan pihak penyelenggaran peringatan HPN Riau.
“Harapan saya, ke depan pers bisa lebih proporsional dan berimbang dalam pemberitaan, khususnya yang menyangkut dengan persoalan-persoalan di daerah kita,” tutur Dani di sela-sela menghadiri puncak peringatan HPN Riau, di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, Minggu (3/5/2015) malam.
Selain itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, pers juga berperan penting dalam penyampaian informasi dan program pembangunan daerah, sehingga bisa diketahui oleh seluruh masyarakat Kabupaten Inhil.
“Selama ini, kita lihat peran pers sudah bagus, hanya saja harus lebih ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi,” imbuhnya.(adi/advertorial)
Besok, UPT Puskesmas Gajah Mada Gelar Lokakarya Mini
Bupati Inhil HM Wardan didampingi kepala UPT Puskesmas Gajah Mada saat meninjau PUskeskesmas Gajah mada baru-baru ini
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika tidak ada aral melintang, besok Selasa (5/5/2015), UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan akan menggelar Lokakarya Mini.
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Camat Tembilahan ini, rencananya diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari Camat, Lurah, perwakilan Puskesmas dan Pustu, UPTD Pendidikan, UPTD Pertanian dan UPTD lainnya, pengurus Tim Penggerak PKK, Kader Posyandu, organisasi sosial dan para pengusaha.
Kepala UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Oleh karena itu, lanjut Kepala Markas PMI Inhil ini, diharapkan peran serta dan dukungan dari seluruh lintas sektor, guna membantu mengatasi permasalahan kesehatan di tengah-tengah masyarakat.
“Untuk para pengusaha, kita harapjan dapat menjadi bapak angkat Posyandu, khususnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Gajah Mada,” kata Subowo.(adi/adv)
Bupati Inhil, HM Wardan (kiri) dan Ketua DPRD, Dani M Nursalam
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Inhil tahun 2014, Senin (4/5/2015).
Rapat Paripurna yang dilaksanakan di aula Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Dani M Nursalam didampingi para Wakil Ketua, serta dihadiri Bupati, HM Wardan, unsur Forkopimda, sejumlah anggota DPRD dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil.
Bupati dalam pidato pengantar LKPj-nya, menyampaikan 6 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang telah ditetapkan melalui Keputusan DPRD Kabupaten Inhil Nomor : 30/KPTS/DPRD/2014 tentang Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Inhil tahun 2015.
Adapun 6 Ranperda yang disampaikan saat itu, yakni Ranperda tentang pelaksanaan Ibadah Haji, Ranperda tentang Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ), Ranperda tentang Desa Adat, Ranperda tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Penetapan dan Pemberhentian Kepala Desa, Ranperda tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, serta Ranperda tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Dari keseluruhan Ranperda tersebut, 4 Ranperda diantaranya, yaitu pelaksanaan Ibadah Haji, Desa Adat, Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, serta BPD merupakan kewenangan atribusi yang diberikan Undang-Undang, untuk selanjutnya diatur dalam Perda.
“Sedangkan 2 Ranperda lainnya, yakni Ranperda DMIJ, serta Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Penetapan dan Pemberhentian Kepala Desa adalah regulasi yang coba kita susun bersama, dalam rangka memberikan kepastian hukum dan mengakomodir kearifan lokal,” tutur Bupati.
Dijelaskan Bupati, Ranperda tentang DMIJ ini diajukan dalam rangka memberdayakan pemerintah desa, yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui penetapan kebijakan, program dan kegiatan sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat.
“Ranperda tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Penetapan dan Pemberhentian Kepala Desa kita susun bersama, dalam rangka menyempurnakan dan menyesuaikan regulasi yang telah ada, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Nomor 7 Tahun 2006, dengan mengsinergikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang baru tentang desa dan kearifan lokal yang hidup dan tumbuh di Kabupaten Inhil,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam menyatakan, 6 Ranperda yang diusulkan oleh Pemkab Inhil ini telah sesuai dengan hasil Badan Musyawarah (Banmus).
“Jadi, 6 Ranperda ini memang harus segera kita bahas, karena menyangkut kebutuhan daerah kita,” imbuhnya.(adi/advertorial)
PA se-Riau Gelar Aksi Damai di Inhil
Foto: Mirwan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pecinta Alam (PA) se-Provinsi Riau gelar aksi damai di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan melakukan aksi teaterikal di sejumlah jalan protokol di kota Tembilahan, Senin (4/5/2015).
Menurut Ketua Mapala Unisi Tembilahan Roma Irama, kondisi alam di Kabupaten Inhil ini sudah sangat memprihatinkan, salah satunya air tawar berubah jadi rasa asin.
Selain itu katanya, banyak lagi kondisi kerusakan alam lainnya yang tidak terjagakan oleh penghuni negeri ini. Diajaknya kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam ini agar tidak menimbulkan efek yang bisa merugikan masyarakat itu sendiri.
“Terutama pada penghijauan, kami dari pecinta alam se-Riau mengajak kepada semua kalangan, baik kepedulian dari pemerintah maupun kontribusi dari masyarakat setempat untuk bersama-sama memelihara alam lingkungan ini,” katanya.
Waktu itu, puluhan para pecinta alam Riau ini sempat membuat arus lalu lintas macet di perempatan jalan M Boya, hal ini dikarenakan sejumlah massa tersebut menyempatkan untuk memerankan atraksi bagaimana ekosistem alam yang dirusak oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.
Dapat dimaknai, saat ini pengrusak lingkungan terus terjadi. Namun jika semua komponen bersatu, maka alam akan dapat terjaga dan terpelihara dengan baik.(mirwan)