Wardan: Dulu, Danau Mabblu Sering Didatangi Burung Australia

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Danau Mabblu yang terletak di Pulau Basu Kecamatan Concong, dulunya sering didatangi burung dari Australia. Demikian disampaikan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan saat memperkenalkan berbagai potensi di Inhil dalam sambutan di acara puncak peringatan HPN Riau kemaren.

“Itu dulu, tapi sekarang tak pernah nampak lagi burung-burung australia itu, biasanya banyak berdatangan dan tampak keindahannya, bahkan diperkirakan mencapai ribuan ekor burung,” sampaikan Bupati Inhil.

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

Sebab tidak dihampiri lagi oleh burung tersebut kata Wardan dikarenakan ada beberapa persoalan, salah satunya situasi lokasi itu telah berubah dari sebelumnya.

“Semenjak diseputaran lokasi ada pengembangan perusahaan sawit, burung-burung itu tidak ada lagi kesini,” tambahnya.

Dikesempatan itu juga, orang nomor satu di Inhil ini mengatakan akan mengupayakan mengembalikan lingkungan danau mabblu seperti sediakala dan lokasi tersebut akan dijadikan Konservasi Taman Hutan dan Raya (tahura). (mirwan/Advetorial)




Kadisdik Pinta Lingkungan Sekolah harus Bebas Asap Rokok.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D mengharapkan zona sekolah bebas asap rokok. Hal tersebut dilontarkannya pada saat meninjau pelaksanaan UN bersama Bupati Inhil di SMP Muhammadiah Tembilahan, kemaren.

“Jangan sampai saya nampak ada yang merokok di lingkungan sekolah. Kalau ada, minimal saya tegur,” kata Helmi yang diperuntukkannya kepada para pendidik dan terlebih kepada kepala Sekolah.

Ia mengaku sangat anti dengan asap rokok, sebab diketahuinya betapa tinggi pengaruh asap rokok tersebut terhadap lingkungan apalagi di lingkungan para pelajar. Yang jelas katanya, efek dari rokok di lingkungan sekolah itu dinilainya sangat negatif.

Lebih ditegaskannya, kalau bisa, seorang kepala sekolah dan pendidik tidak hanya di sekolah, namun di luar zona sekolahpun tidak merokok. “Saya aja tidak merokok, karena kita ingin memberi contoh,” pungkasnya.

Memang sampai saat ini, Dinas Pendidikan belum ada mengeluarkan aturan terhadap larangan untuk tidak merokok di arena sekolah, hanya saja Kadisdik tersebut sangat mengharapkan memberi contoh agar tidak diikuti pelajar serta menjaga kesehatan di lingkungan sekolah. (mirwan)




Galeri Foto Hearing Komisi III DPRD Inhil Bersama PLN Area Rengat dan Rayon Tembilahan




Wabup Tinjau Pembersihan dan Penggalian DAS Jembatan Ssungai Pabrik

5Bagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir, Erianda melakukan penintinjau pembersihan dan penggalian DAS sekitar jembatan di Sungai Pabrik, Kelurahan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Selasa (05/05/15).

“Kalau sudah bersih kan enak dipandang. Jika nanti tiba musim hujan, aliran air aaakan lancar maka tidak ada lagi kebanjiran,” ujar Wabup kepada wartawan usai meninjau Sungai Pabrik

Erianda juga minta kepada dinas terkait untuk bekerja sungguh-sungguh. “Jangan tunggu diperintahkan baru dikerjakan,” ucap Wabup menyikapi pemeliharaan aliran air dan sungai.

Kepada masyarakat, Wabup menghimbau untuk melakukan gotong royong dan menjaga kebersihan aliran sungai. “Lakukan hidup bersih maka kita akan sehat dan kebersihan itu sebagian dari iman,” ajak Erianda.

Ddalam kesempatan itu, Wabup didampingi Kepala Bidang ( Kabid ) Prasarana Jembatan dan Jalan dan Plt Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga Dan Pengairan, Nasrudin.

Sebelumnya, pada Senin (04/05/15), usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Di SMP N 2 Bangko, Wakil bupati Erianda meninjau Sungai Pabrik. Dalam peninjauan itu, Erianda memerintahkan Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk melakukan pembersihan Sungai Pabrik, karena rumput dan lumpur sudah hampir menutup sungai pabrik tersebut. [tris/adv]




Miris, Bumi Terancam Gundul Tahun 2030 Nanti

Bumi_Terancam_Gundul_Tahun_2030_Nantidetikriau.org  – Hilangnya hutan di Indonesia dan negara tropis lainnya sudah dalam fase yang mengkhawatirkan. Kalau tren deforestasi ini nggak segera dihentikan, dunia patut waspada dan siap untuk kehilangan 80% wilayah hijaunya dan berarti bumi kita bakkalan gundul. Lebih dari 170 juta hektar hutan diperkirakan akan menghilang secara pesat hingga 2030 mendatang.

Indonesia masuk dalam daftar 11 wilayah yang tingkat pembabatan hutannya tinggi. Seperti yang sudah diketahui, eksploitasi yang nggak kunjung henti sebabkan Sumatera harus kehilangan separuh hutannya yang sudah beralih fungsi untuk kepentingan industri. Begitu juga dengan Borneo dan Papua yang hanya akan menyisakan seperempat wilayah hijaunya 15 tahun mendatang.

WWF melaporkan bahwa pengrusakan hutan ini tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang tak ada hentinya mengeksploitasi, tetapi juga perkebunan dalam skala kecil yang dikelola oleh petani-petani daerah yang sangat sulit untuk dipantau perihal perizinannya.

“Justru yang menjadi perhatian besar saat ini adalah para petani kecil yang mengelola kebunnya sendiri. Coba kalikan jumlah petani dengan luas kebun yang mereka miliki, totalnya pasti sangat signifikan, bahkan bisa melebihi wilayah idustri.” jelas Budi Wardhana selaku Direktur Kebijakan dan Transformasi WWF Indonesia dalam Living Forest Report, dikutip dari nationalgeographic.co.id.

Minimnya edukasi tentang penyelamatan hutan di Indonesia menjadi salah satu hal yang mempercepat degradasi hutan. Tidak hanya itu, ketidaktegasan pemerintah dalam menegakkan hukum dan moratorium atau pemberian izin pengolahan hutan juga menjadi sebuah tanda tanya besar. Lalu, bagaimana dengan nasib beragam hayati dan ekosistem yang menggantungkan kehidupannya di dalam sana?

Rodney Taylor selaku Direktur Program Hutan WWF Internasional memaparkan hasil diskusi tentang solusi yang bisa dijalankan untuk menekan laju deforestasi.

“Mempertimbangkan dari segala sektor baik kebutuhan, bisnis, masyarakat, dan alam, Indonesia bisa fokus untuk mengembangkan infrastruktur forest friendly atau ramah lingkungan. Sumber daya manusia perlu ditingkatkan untuk menciptakan sumber ekonomi hijau yang inovatif. Cerdas dan bijak dalam memanfaatkan lingkungan, kemudian mengembalikan fungsi hutan yang semestinya.” jelasnya.

sumber : nationalgeographic.co.id, wwf.or.id




Galeri Foto Rapat Paripurna LKPJ Bupati