Kadisporabudpar Inhil Buka Pemilihan Bujang Dara

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Inhil, Rudiansyah membuka secara resmi pemilihan bujang dan dara. Kegiatan rutin tahunan yang mengikutsertakan usia anak-anak hingga dewasa ini dilaksankan di salah satu aula Hotel jalan Lingkar I, Tembilahan, Jum,’at (8/5)

Dalam sambutan Kepala Disporabudpar Inhil menyatakan bahwa putra dan putri Inhil memiliki potensi baik pada bujag dara dengan bukti salah satu diantaranya telah sampai ketingkat Nasional. Maka dari itu, atas nama pemerintah, Rudiansyah berkomitmen untuk selalu meningkatkan kegiatan pemilihan bujang dan dara setiap tahunnya.

“Kita mulai mencari bibit dari tingkat anak-anak dan kita didik hingga bisa memberi hasil terbaik untuk Kabupaten Inhil bahkan Riau,” kata Rudiansyah.

Minimal lanjutnya, cara berpakaiannya yang baik dididik sejak dini, terutama dalam berbusana melayu. Dan untuk seterusnya, barulah mental serta kreativitas para bibit bujang dara ini ditingkatkan hingga tidak diragukan lagi untuk memenangkan pemilihan bujang dara ditingkat lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan bujang dan dara Inhil tahun 2015, Darma Setiawan menerangkan kalau jumlah peserta bujang dara tahun ini sebanyak 451 peserta, baik tingkat anak-anak, remaja dan dewasa.

“Dari 451 peserta itu, diantaranya 231 dari anak-anak, 126 peserta remaja dan 94 peserta ditingkat dewasa,” rincinya.

Dijelaskan, dari sejumlah peserta tersebut sudah bisa diketahui pemenangnya pada tanggal 10 Mei mendatang. Dimana waktu itu, akan dilakukan penutupan pemilihan sekaligus mengumumkan siapa yang menjadi pemanangnya.

Ia juga mengatakan, para pemenang bujang dara nantinya akan mewakili Kabupaten Inhil pada pemilihan bujang dara Riau mendatang. Namun, ia hanya bisa memastikan untuk ditingkat dewasa. “Kalau untuk tingkat anak-anak dan remaja kemungkinan juga dibawa ke Provinsi, tapi belum bisa dipastikan,” tutupnya.(mirwan)




Hati-hati, di Tembilahan Ada Jalan Maut

Lobang besar yang ditutupi warga dengan berbagai bahanTEMBILAHAN (detikriau.org) – di Tembilahan yang dikenal sebagai kota Ibadah ini sekarang ada yang namanya jalan Maut, nama tersebut dibuat warga jalan Baharuddin Yusuf parit 11 Tembilahan, Jum’at (8/5/2015).

Berdasarkan pantauan awak media, wajar warga membuat nama tersebut di badan jalan dengan menggunakan berbagai bahan seperti ban bekas, pohon dan papan tipis. Karena, di badan jalan tersebut terdapat lubang besar yang cukup membahayakan para pengendara.

Apalagi lubang itu tak tampak oleh para pengedara roda dua maupun roda 4, sebab tertutup oleh genangan air. Jika tidak diberi tanda, menurut warga setempat, sering kali para pengendara terjebak dan terjatuh.

“Memang sering terjadi, kan cukup berbahaya,” ujar salah satu warga setempat.

Sementara itu, salah satu pengendara sepeda motor di Tembilahan, Udi (24) mengaku kesulitan melintasi jalan tersebut. Kenapa tidak, jika disiram hujan maka akan tergenang air.

“Kok begini ya kondisi jalan di perkotaan, cukup memprihatinkan,” katanya dengan heran.

Untuk diketahui, Jalan Baharuddin Yusuf tersebut merupakan jalan Provinsi dan menjadi tanggung jawab pihak Pemerintah Provinsi Riau. Namun demikian, tetap saja Pemkab Inhil yang menjadi sasaran masyarakat.

Seperti yang disampaikan wakil rakyat pada tanggapan Fraksi pada rapat paripurna beberapa waktu lalu menilai pemerintah kabupaten Inhil ini kurang berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Riau terkait kondisi jalan Provinsi yang ada di Inhil.

“Jika hanya pasrah menunggu kapan masyarakat bisa menikmati jalan Provinsi yang baik disini,” ujar Surya Lesmana, juru bicara dari Fraksi PDI-P. (mirwan)




Anggota Dewan Seluruh Dapil di Inhil Sampaikan Keluhan Kerusakan Infrastruktur Jalan

“Janganlah kita menyalahkan kodisi alam, harus ada terobosan-terobosan baru menyikapi persoalan ini,”

Suasana Rapat ParipurnaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebagian besar masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengeluhkan lambatnya penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya terhadap kerusakan sejumlah ruas jalan penghubung yang kondisinya semakin hari kian bertambah parah dan memprihatinkan.

Berbagai keluhan masyarakat tersebut disampaikan oleh masing-masing Juru Bicara (Jubir) Anggota DPRD Inhil dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 hingga Dapil 6 pada pelaksanaan Rapat Paripurna ke-3 masa persidangan I tahun sidang 2015, di aula Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemaren.

Seperti penuturan Jubir Anggota DPRD Inhil dari Dapil 1, Muslim, yang meliputi Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling dan Kecamatan Kempas.

Menurutnya, saat ini keberadaan infrastruktur, seperti jalan penghubung di wilayah-wilayah setempat belum memadai, karena masih banyak yang rusak dan butuh perbaikan segera, sehingga tidak menghambat aktifitas sehari-hari masyarakat.

“Terkait kerusakan jalan ini, janganlah kita menyalahkan kodisi alam, harus ada terobosan-terobosan baru dalam menyikapi persoalan ini,” tutur Muslim.

Senada dengan itu, Jubir Anggota DPRD Inhil dari Dapil 2, Padli juga menyampaikan permasalahan yang sama. Untuk itu, Padli meminta Pemkab Inhil agar lebih memprioritaskan program pembangunan di bidang infrastruktur, khususnya perbaikan dan peningkatan ruas jalan penghubung antar desa dan kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

“Setiap Satker hendaknya dapat memilih dan memilah apa-apa saja program yang dibutuhkan masyarakat dan harus segera dilaksanakan. Jadi, bukan hanya untuk memenuhi selera pimpinan atau sebagian kelompok tertentu saja. Karena kami butuh kerja nyata bukan retorika, dan kami butuh bukti bukan janji,” imbuhnya.(adi/adv)




Bupati Meranti : Fakta, Jumlah Anak Pengaruhi Tingkat Kesejahteraan Keluarga

Selatpanjang (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi nyatakan bahwa Pemerintah tidak pernah melarang masyarakat memiliki anak lebih dari satu. Namun fakta membuktikan jumlah anak turut mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga.

Pernyataan ini disampaikan Bupati dalam pidatonya saat membuka secara resmi Pencanangan Bakti Sosial IBI dan TNI KB-Kesehatan Tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti yang dipusatkan di Desa Segomeng, Kecamatan Rangsang Barat, Kamis (7/5).

“realita dilapangan, anak sedikit kesejahteraan keluarga relatif akan lebih baik begitu juga sebaliknya,” ujar Bupati,.

Demi terjaminnya kesejahteraan keluarga, maka perlu adanya pengendalian jumlah penduduk, salah satunya melalui program KB. Untuk para Bidan diharapkan bisa memberikan pergertian kepada para ibu usia produktif untuk tidak takut menggunakan alat kontrasepsi.

disamping itu kata Bupati, jika dahulu masyarakat biasa menikah di usia 21 tahun, , kini usia tersebut dinilai belum pas untuk berkeluarga. Pernikahan dini turut mempengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk. Semakin cepat usia pernikahan akan mempengaruhi jumlah anak pada suatu keluarga.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti, Syarifah Zumah, mengungkapkan, penduduk Meranti saat berjumlah 218 ribu jiwa, meningkat 45 ribu jiwa dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Hal itu disebabkan tingginya Angka kelahiran total (TFR) wanita subur usia 15-19 Tahun sebesar 2.53 yang tentunya berada diatas angka TFR Nasional 2.37.

“Saat ini penggunaan alat kontrasepsi pasangan usia subur di Meranti tergolong rendah, hanya 56.6 dibawah CPR Nasional sebesar 61.5,” sebut Syarifah.

Dikesempatan yang sama, Dandim 0303 Bengkalis Letkol. Arh. Dwi Cahyo Harianto, menilai, jumlah penduduk yang tidak terkendali juga akan mempengruhi stabilitas Nasional, karena berimbas kesemua sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, serta ketersediaan sandang dan pangan.

“Melalui kemanunggalan TNI dan rakyat kami siap mendukung pencapaian program KB,” ujar Dandim.(eko)




Bupati Meranti Rencanakan Kirim Kades ke Kampus IPDN Jatinangor

bupati-kepulauan-meranti-irwanSELATPANJANG (detikriau.org) – Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, berencana untuk mengirimkan seluruh Kepala Desa (Kades) terpilih dalam Pilkades serentak beberapa waktu yang lalu ke kampus IPDN Jatinangor, Bandung Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan pelatihan khusus dibidang pemerintahan.

“Kita akan berangkatkan semua Kades terpilih ke IPDN Jatinagor  agar kualitas kades semakin baik dan masyarakat bangga dengan Kadesnya,” ujar Bupati, disela pelantikan Kades Penyagun terpilih Muhammad Nur, dikantor Kecamatan Rangsang, Kamis (7/5).

Pemberangkatan Kades menurut Bupati akan dikoordinir melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPPD). Rencana pemberangkatan dilakukan setelah nantinya seluruh Kades terpilih secara resmi dilantik.

Usai melantik Kades Penyagun, Bupati  juga berkesempatan melantik Kades Gemala Sari, Sulaiman.  Kepada kedua Kades tersebut Bupati berpesan agar dapat melaksanakan amanat sebaik-baiknya .

“Para Kades diharapkan tetap menjaga kekompakan mulai dari masyarakat, kelompok masyarakat, BPD serta Camat, demi membangun desanya lebih baik lagi kedepan,” imbuhnya.(eko)




Suhariani : Minimal Ada 1 Desa Siaga Aktif di Setiap Wilayah Kerja Puskesmas

Jajaran Dinkes Inhil saat melakukan pembinaan Desa Siaga Aktif di salah satu desa di Kabupaten Inhil
Jajaran Dinkes Inhil saat melakukan pembinaan Desa Siaga Aktif di salah satu desa di Kabupaten Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak seluruh pihak terkait, untuk turut mendukung dan bersama-sama mewujudkan Desa Siaga Aktif di wilayahnya masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan, Suhariani SKM saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2015).

Dikatakan Suhariani, Desa Siaga Aktif merupakan pengembangan dari Desa Siaga, yaitu desa yang penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayanan kesehatan dasar setiap harinya, baik melalui Poskesdes atau sarana kesehatan yang ada di daerah tersebut, seperti Pustu, Puskesmas atau sarana kesehatan lainnya.

Jajaran Dinkes Inhil dan pihak pemerintah desa foto bersama usai pembinaan Desa Siaga AktifSelain itu, penduduknya mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), yang melaksanakan survailans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan, sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Dengan terwujudnya Desa Siaga Aktif ini, kita harapkan masyarakat peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehingga derajat kesehatannya meningkat,” tutur Suhariani.

Oleh karena itu, lanjut Suhariani, selain melakukan pembinaan langsung di lapangan, saat ini pihaknya juga akan menginventarisir dan melihat desa mana saja yang bisa ditunjuk sebagai Desa Siaga Aktif.

Apalagi, untuk ditetapkan sebagai Desa Siaga Aktif, harus didukung oleh seluruh elemen yang ada di daerah setempat, mulai dari Pemerintah Desa, Kader PKK dan masyarakat. Sedangkan, Dinkes Inhil hanya memfasilitasi di bidang kesehatannya saja.

“Target kita tahun ini, minimal ada 1 Desa Siaga Aktif di setiap wilayah kerja UPT Puskesmas,” terang Suhariani seraya menjelaskan bahwa saat ini terdapat sebanyak 26 UPT Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Negeri Seribu Parit.(adi/adv)