Dewan Uslkan Pemkab Inhil Keluarkan Perda Kemitraan Perusahaan dan Masyarakat

anggota-komisi-i-dprd-inhil-muammar-memberikan-usulan-dan-saran-pada-diskusi-bersama-bp2mpd-inhilTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan kepada pihak terkait, untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pola kemitraan atau kerjasama antara perusahaan dengan masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan.

Usulan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Inhil, Muammar saat diskusi Komisi I dan II DPRD dengan Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Inhil, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Muammar, saat ini ada beberapa pola kemitraan yang ditawarkan oleh pihak perusahaan, yang terkesan hanya mencari keuntungan dan merugikan masyarakat, seperti dengan kerjasama 60 persen perusahaan, 35 persen petani dan 5 persen koperasi.

“Selama ini, perusahaan bekerjasama dengan koperasi hanya untuk mengobok-obok masyarakat, sehingga masyarakat tak pernah merasa diuntungkan dengan pola kemitraan yang diterapkan perusahaan,” tutur Muammar.

Selain itu, dengan sistem kerjasama tersebut, lahan yang dulunya milik masyarakat akan berpindah tangan kepada pihak perusahaan selaku pemilik modal, dan masyarakat juga dibebankan dengan hutang-hutang yang harus dibayar, yang jumlahnya tidak sedikit.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, perlu diperjelas tentang pola kemitraan yang ditawarkan pihak perusahaan, sehingga seluruh petani di Negeri Seribu Parit ini bisa terlindungi, khusunya dari pihak-pihak yang hanya memikirkan keuntungan pribadi, tanpa menghiraukan nasib para petani.

“Kalau bisa segera kita buat Perda yang mengatur tentang hal ini. Tapi karena itu memerlukan waktu, maka kita minta untuk diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terlebih dahulu,” imbuhnya.(adi/adv)




Kadinkes Tekankan Pentingnya Pendataan Secara Valid dan Akurat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menekankan kepada seluruh tenaga medis di jajarannya tentang pentingnya melakukan pendataan masyarakat secara valid dan akurat.

Hal ini dimaksudkan agar seluruh program pemerintah, khususnya yang berkaitan langsung dengan bidang kesehatan dapat terlaksana dengan baik, lancar dan maksimal.

“Kita tentunya sangat berharap seluruh program yang telah dan akan kita laksanakan nantinya tepat sasaran sehingga apa yang ingin kita capai dari program-program tersebut bisa terwujud,” tutur Alvi saat berbincang kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, sangat dibutuhkan pendataan yang valid dan akurat, khususnya tentang kondisi kesehatan masyarakat dan lingkungannya.

Apalagi, jika melihat kondisi Negeri Seribu Parit ini, yang terdiri dari wilayah terpencil, perbatasan dan kepulauan, seperti Kecamatan Tanah Merah, Teluk Belengkong, Pulau Burung dan beberapa daerah lainnya, sehingga sangat dibutuhkan aparatur yang memang benar-benar bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

“Selain untuk pelaksanaan program kesehatan, data ini juga bisa digunakan untuk bidanh-bidang lainnya. Karena itu, saya tegaskan kepada seluruh tenaga kesehatan, jangan asal-asalan dalam membuat data dan laporan,” pungkasnya.(adi/adv)




Dinilai Pemimpin yang Baik, Bupati Inhil Dapatkan Pujian Ketua FPI Pusat

KEtua FPI, KH Ahmad Sobri Lubis
Ketua FPI, KH Ahmad Sobri Lubis

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan dapat pujian oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pusat, KH Ahmad Sobri Lubis Lc. Hal ini dituturkannya usai menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj di salah satu Mesjid di kota Tembilahan, belum lama ini.

“Bupati di sini sudah cukup baik, bagus. Kita gembira dengan sikap beliau,” ujar Sobri Lubis sembari mendoakan Bupati Inhil ini senantiasa diberi kesuksesan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin daerah.

“Semoga Bupati Inhil selalu diberikan kesuksesan dan dilindungi dari segala macam perbuatan buruk serta bisa membimbing umat di daerah Inhil ini lebih baik lagi,” tambahnya.

Ia menjelaskan, seorang pemimpin itu pada hakikatnya bukan sebatas memimpin daerah saja, namun juga memiliki kewajiban untuk membimbing akhlak pada rakyatnya, baik segi ibadah, moral maupun lainnya yang berkenaan dengan keagamaan.

Menurutnya, Bupati yang dikenal agamis ini telah masuk pada kriteria itu. Apalagi kita ketahui, dari sejumlah program Pemkab Inhil, salah satunya adalah program Magrib Mengaji, dimana program tersebut merupakan satu langkah untuk mencerdaskan anak-anak Inhil kedepan dibidang keagamaan.(mirwan/advertorial)




Para Wanita. Ini Bahaya Pembalut Berkualitas Buruk

pembalutdetikriau.org – Pembalut wanita berkualitas buruk disinyalir sebagai penyebab utama kanker mulut rahim di Indonesia. Para wanita, berhati-hatilah dengan pembalut Anda, periksa kualitas pembalut yang biasa Anda pakai!

Menurut World Health Organization, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker serviks nomor 1 di dunia dan 62% nya diakibatkan oleh penggunaan pembalut yang kurang berkualitas. Sebagai sampel, di RS Cipto Mangunkusumo ada 400 pasien kanker serviks baru setiap tahunnya dan persentase kematian akibat kanker serviks sekitar 66%.

Mengapa wanita mudah terinfeksi bakteria ?
Menurut penelitian terdapat sebanyak 107 bakteri per milimeter persegi ditemukan di atas pembalut wanita biasa, kondisi inilah yang membuat pembalut biasa menjadi sumber sarang pertumbuhan bakteri merugikan, meski pembalut biasa hanya dipakai selama 2 jam saja. Bayangkan banyaknya bakteri pada permukaan seluas pembalut, apalagi jika dipakai lebih dari 2 jam.

Perlu diketahui untuk para wanita, kemungkinan seorang wanita dewasa terjangkit infeksi vagina adalah 83%. Berarti dari 10 wanita ada 8 wanita yang mengalami infeksi vagina, 62% dari statistik tersebut disebabkan oleh pemakaian pembalut berkualitas buruk.

Jika seorang wanita mulai terjangkit infeksi vagina sejak usia 20 tahun, sedikitnya dibutuhkan 6 tahun dalam hidupnya hanya untuk proses pengobatan dan perawatan infeksi vagina.

Pembalut seperti apa yang biasa Anda pakai?
Kebanyakan wanita tidak pernah tahu tentang pembalut yang biasa mereka beli dan pakai selama ini. Dan mereka tidak pernah curiga dan tidak pernah mencoba merobek atau mengamati bahan pembalut yang biasa mereka pakai.

Faktor harga yang murah dan nyaman dipakai adalah pertimbangan kebanyakan wanita dalam membeli pembalut yang ada dipasaran, tanpa mengetahui sedikitpun resiko kesehatan dari pemakaian pembalut yang mereka pilih.

Pembalut wanita, termasuk klasifikasi produk sekali pakai. Karena itulah para produsen pembalut biasa kerap mendaur ulang bahan sampah kertas bekas dan menjadikan sampah kertas bekas ini menjadi bahan dasar untuk menghemat biaya produksi.

Dalam proses daur ulang sampah kertas bekas ini, tentu banyak menggunakan bahan-bahan kimia untuk proses pemutihan kembali, menghilangkan bau dan proses sterilisasi bakteri yang terdapat pada sampah kertas bekas.

Kertas daur ulang yang telah diproses dengan bahan kimia inilah yang kemudian dibungkus rapi dan siap dipasarkan sebagai pembalut biasa yang kita temukan dipasaran.
Para wanita membelinya dengan harga murah dan menggunakan tanpa perasaan was-was, namun berpotensi buruk bagi kesehatan mereka.

Bagaimana pembalut bisa memperburuk kesehatan wanita dari pemakaian pembalut biasa ?

Ketika sedang haid dan memakai pembalut biasa berkualitas buruk, tanpa disadari cairan darah yang sudah diserap oleh pembalut biasa akan bercampur dengan kimia dan bahan tidak steril yang terkandung dalam bahan pembalut.

Dan saat seorang wanita duduk tanpa disadari cairan kotor dari pembalut akan keluar kembali karena terkena tekanan dan naik ke atas dan masuk kembali ke organ kewanitaan. Hal ini yang akan menyebabkan infeksi.

Bagaimana cara mengetahui kualitas pembalut?

Tumpahkan 35 – 50 ml/cc air pada permukaan pembalut. Diamkan beberapa saat sampai air meresap lalu tekan selembar tissue yang di taruh pada permukaan pembalut. Ini adalah posisi saat wanita duduk, ada tekanan pada pembalut.

Apa yang terjadi? Apakah tissue menjadi basah? Kalau tissue anda basah, ini menandakan daya serap pada pembalut tersebut kurang baik.

Siapkan setengah gelas air putih, usahakan gunakan gelas yang bening atau transparan dan alat pengaduk.

Sobek pembalut anda dan ambil bagian inti di dalamnya (bahan penyerap, kapas). Masukkan ke dalam gelas berisi air sebagian dari bagian inti pembalut anda, lalu aduk.

Apa yang anda lihat? Apakah bagian inti pembalut tersebut hancur, seperti pulp kertas dan air berubah menjadi keruh? Kalau jawabannya iya, ini menandakan pembalut tersebut menggunakan bahan yang kurang berkualitas, kertas daur ulang.

Coba anda bayangkan setiap bulan selalu menggunakan pembalut yang terbuat dari kertas daur ulang, bahan kurang berkualitas dengan proses pembuatan menggunakan bahan kimia yang berbahaya! Para wanita berhati-hatilah, pilihlah pembalut yang berkualitas. (dro/erteerwe)




Iwan : Managemen PLN Jangan Suka PHP Masyarakat

Pemberi Harapan PalsuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, pemadaman listrik bergilir masih terus diberlakukan di sejumlah daerah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), termasuk Kota Tembilahan dan sekitarnya.

Kondisi tersebut tentunya sangat meresahkan masyarakat, karena sudah berlangsung cukup lama dan belum ada tanda-tanda akan segera berakhir.

Padahal, sesuai dengan janji managemen PLN beberapa waktu lalu, persoalan pemadaman listrik bergilir untuk Kota Tembilahan dan sekitarnya ini akan tuntas pada akhir Bulan April 2015

Namun, sampai kini apa yang dijanjikan oleh managemen PLN itu tidak kunjung terbukti dan hanya terkesan sebagai Pemberi Harapan Palsu (PHP).

“Kita minta pihak PLN jangan hanya bisa memberikan janji-janji saja, tanpa ada bukti nyata. Kemarin bilangnya pertengahan April, kemudian akhir april, tapi sampai sekarang belum juga normal lampu kita. Jadi, jangan suka PHP-in masyarakat lah,” tutur Ketua Komisi III, Iwan Taruna saat hearing bersama PLN Area Rengat dan PLN Rayon Tembilahan, di Gedung DPRD Inhil, beberapa waktu lalu.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri menyatakan bahwa permasalahan krisis listrik yang melanda Kota Tembilahan dan sekitarnya ini merupakan kesalahan dari managemen PLN. Apalagi, kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi.

“Sejak saya kecil sampai sekarang, masalah PLN ya itu-itu saja. Jadi, seharusnya ini bisa segera diselesaikan, bukan malah menimpakan kesalahan kepada pihak lain,” Sindirnya.(adi/adv)




Tembilahan Giliran Pemadaman 2:1, Pelangiran, Sudah 2 Pekan Bergelap Gulita

phpThumb_generated_thumbnailTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika di kota Tembilahan durasi pemadaman bergilir PLN diberlakukan 2 : 1, di Kecamatan kondisinya jauh lebih memprihatinkan. seperti di Kecamatan Pelangiran. Masyarakat di Kecamatan Inhil bagian Utara ini bahkan sudah bergelap-gulita selama dua pekan.

“Iya, sekitar 2 minggu belakang ini kota kami gelap gulita,” sampaikan Camat Pelangiran Sutarno Wandoyo kepada detikriau.org, Rabu (13/5/2015).

Disampaikannya juga, kondisi penerangan seperti ini pastinya akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat setempat, terlebih bagi pengusaha yang membutuhkan aliran listrik.

“Memang ada juga masyarakat yang memiliki mesin genset tapi tentunya hanya sebagian kecil, itupun mereka sudah kesulitan karena biasanya bergantung pada tenaga mesin PLN. apalagi bagi warga yang murni bergantung dengan PLN,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi) H Tengku Eddy Efrizal saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan secara tertulis adanya gangguan pembangkit listrik PLN di Pelangiran.

Seharusnya katanya, pihak PLN ini jika ada persoalan mensegerakan melakukan koordinasi kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, dalam hal ini adalah Distamben.

“Saya memang ada dengar info secara lisan, tapi saya belum menerima laporan secara tertulis. Kalau begini akan saya hubungi secepatnya pihak PLN,” Ujar Tengku Eddy.

Dikarenakan PLN Kecamatan Pelangiran masih dibawah naungan PLN Rayon Tembilahan, maka katanya, Distamben akan melakukan titik koordinasi dengan Manajer PLN Rayon Tembilahan, dan ini akan dilakukannya dalam waktu dekat.

Terkait hal ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan Budi Warman saat dihubungi awak media membenarkan kalau PLN di Pelangiran itu masih dibawah naungannya. Untuk kondisi mesin saat ini, ia telah mengirimkan para pekerja yang akan memperbaiki gangguan mesin tersebut.

“Kita sedang mengupayakan dan sekarang sudah satu mesin kita sediakan untuk di sana, tinggal satu mesin lagi. Karena di Pelangiran itu membutuhkan dua mesin untuk normal kembali,” jelasnya.

Untuk target penormalan pembangkit listrik, Budi belum bisa memastikan kasih masih menunggu selesainya pekerjaan perbaikan. “ Kita akan upayakan secepatnya.” Pungkas Budi. (mirwan)