Ketua KPU Lantik 75 PPK dan 537 PPS

18Bagansiapiapi (detikriau.org) – Ketua KPU Rohil Agus Salim, melantik 75 Panitia  Pemilihan Kecamatan (PPK)  dan 537 Panitia Pemungutan  Suara (PPS). PPK dan PPS yang dilantik, diklaim merupakan yang terbaik, berdasarkan hasil  seleksi yang ketat.

Pelantikan  dilakukan, Senin (18/5/15) di GOR Batu Enam yang disaksikan Komisioner KPU Riau Syafril Abdullah, Wakil Bupati Erianda, Ketua DPRD Nasrudin Hasan, Waka Polres, Plt Sekda Surya Arfan, Wakil Ketua DPRD, Ketua  Panwas Jaka Abdillah  dan  anggota, kepala dinas/badan, ketua  parpol, camat dan  penghulu.

75 anggota PPK yang dilantik berdasarkan SK KPU nomor: 034/Kpts/KPU-Kab-004.435259/2015 tertanggal 18 Mei 2015, untuk 15 kecamatan (5 orang per kecamatan, red), sedangkan untuk 537 PPS berdasarkan SK KPU nomor: 035/Kpts/KPU-Kab-004.435259/2015 tertanggal 18 Mei 2015, untuk 179 kepenghuluan/kelurahan (3 orang per kepenghuluan/kelurahan, red).

Wakil Bupati Rohil Erianda dalam pengarahannya mengatakan, PPK dan  PPS yang selesai  dlantik, merupakan  langkah awal melakukan tugas dan wewenangnya, setelah terpilih melalui proses  penjaringan dan seleksi.

Setelah disumpah, Erianda minta kepada anggota PPK tidak main-main dengan sumpah dan lebih netral serta berintegritas dan non partisan.

Dalam pada  itu,  Komisioner KPU Riau, Syafril Abdullah mengapresiasi kinerja komisioner KPU Rohil, yang sukses melaksanakan seleksi PPK dan PPS, mulai dari tahap adminstrasi, sampai seleksi wawancara dan akhirnya  dilantik. “Kita memberikan aplus  terhadap  kinerja  komisioner KPU Rokan Hilir ini,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan,untuk Rokan Hilir, sesuai dengan laporan Ketua  KPU, dana hibah sudah dapat dicairkan, dan  dialokasikan Rp23,45 miliar untuk  satu putaran, masa kerja PPK dan PPS delapan bulan, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 2 tahun 2015.

“Kalau kita komparatifkan (berdasarkan perbandingan, red) dengan kabupaten/kota yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak ini, Rokan Hilir ini termasuk yang tercepat penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ini, dan kabupaten lain masih kita kita tunggu dalam proses seperti Rokan Hulu,” katanya membandingkan.

Dalam pada itu, Ketua KPU Rohil, Agus Salim menyatakan, total yang dilantik hari itu, 612 orang, dengan rincian, 75 PPK untuk 15 kecamatan, dan 537 PPS, dari 179 kepenghuluan/kelurahan.

Proses perektrutan melalui beberapa tahapan, untuk PPK, yang mendaftar 199 orang, diseleksi berdasarkan berbagai persyaratan, lulus 184 orang seleksi administrasi, lalu dilakukan tes tertulis (empat tahap, 120 soal, red), dan lulus tes tertulis 121 orang, lalu dilakukan tes wawancara, maka terakhir dinyatakan lulus 75 orang.

Sedangkan untuk PPS tambah Agus, yang mendaftar mencapai 800 orang ada satu kepenghuluan 20 orang, namun yang dibutuhkan cuma 3 orang, dan terakhir diterima 537 PPS.

Agus meminta PPK dan PPS menanamkan kode etik, tidak boleh berpihak, netral, berintegritas, bekerja secara professional, dan klaimnya merupakan PPK dan PPS terbaik.

“Mohon dibaca buku yang akan diberikan KPU. Sekarang nuansa politik sangat tinggi, tahan dengan godaan, dan jangan menggoda,” pesan Agus.

Setelah dilantik tentunya, Agus berharap PPK, PPS bekerja sesuai dengan tahapan diberikan,  tugas dalam waktu dekat, akan melakukan pemilihan ketua PPK dan ketua PPS, selanjutnya sekretariat, agar dapat bekerja.

Terkait sangsi yang akan diberikan, jika PPK dan PPS tidak menaati kode etiknya, tentu harus dibuktikan. “Akan diperiksa, mungkin oleh panwas kecamatan, panwas kabupaten, nanti akan ada  rekomendasi, kalau terbukti, ya di non aktifkan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kalau dia tindak kriminal, ya penegak hukum,” ujar Agus. [tris]




H Mariyanto : Kalau Ingin Membangun Inhil Jangan Lupa Amanah

Wakil Ketua DPRD Inhil, H Mariyanto
Wakil Ketua DPRD Inhil, H Mariyanto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Ketua DPRD Inhil, H Mariyanto meningatkan kepada para pemimpin dan wakil rakyat yang telah diberi kepercayaan untuk membangun dan memajukan daerah untuk dapat menjaga amanah tersebut dengan sebaik mungkin.

“Salah satunya, dengan cara terus meningkatkan kinerja dan kompetensi diri,” sampaikannya saat menghadiri hearing Komisi IV di Gedung DPRD Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Mariyanto, pembangunan dan kemajuan suatu daerah, hanya bisa diraih melalui kerja keras dan bersungguh-sungguh, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.

“Jadi, kalau ingin membangun Inhil ini, kita harus serius dan jangan hanya mementingkan seremonial saja,” terangnya.

Apabila sudah seperti itu, lanjut politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Inhil ini, tentu seluruh sumberdaya yang ada di Negeri Seribu Parit dapat digerakan untuk mencapai hasil dan tujuan pembangunan daerah yang sesuai dengan harapan serta impian bersama.

“Jangan sia-siakan amanah ini, kita yang telah diberi kepercayaan harus mampu berbuat yang terbaik dan maksimal bagi masyarakat, karena nantinya semua ini akan dipertanggungjawabkan,” ingatkannya. (adi/adv)




Tingkatkan Kinerja, Dinkes Lakukan Penguatan SDM Pelayanan Kesehatan dan Manajemen

Kadinkes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie
Kadinkes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen, untuk melakukan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), baik di bidang pelayanan kesehatan maupun manajemen.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Alvi, pada tahun 2015 ini pihaknya berencana untuk mulai melakukan penjajakan dan tindak lanjut terhadap Puskesmas yang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara bertahap.

“Mudah-mudahan, kerja keras kita ini juga diikuti dengan penguatan SDM bukan hanya yang memberikan pelayanan kehatan, tetapi juga yang berada dalam tatanan managemen, mulai dari Dinkes hingga Puskesmas dan jaringannya,” tutur Alvi.

Penguatan SDM tersebut, kata Alvi juga harus dilakukan secara bertahap, termasuk juga pada Pustu agar ditingkatkan perannya sehingga keberadaan pustu yang saat ini secara fisik berjumlah 154 unit di seluruh daerah di Negeri Seribu Parit bisa menjadi barometer pelayanan terdekat bagi masyarakat.

Selanjutnya diakui mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, bahwa hal itu bukanlah pekerjaan yang mudah dan perlu komitmen bersama dari seluruh pihak terkait.

“Tekad bulat ini akan kita dukung 100 persen melalui penguatan di bidang perencanaan, pemahaman terhadap aturan dan sinkronisasi antar program, yang ke depan diharapkan bukan hanya capaian program saja yang terjadi tetapi juga efektivitas dan efisiensi pemanfaatan anggaran untuk mencapai paripurnanya kesehatan di Inhil,” pungkasnya.(adi/adv)




Disdik Diminta Lebih Tegas Larang Konvoi Rayakan Kelulusan

“Ini 4 Cara Umum-kan Hasil UN Saran MPI”

DSC_3954 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat Peduli Inhil (MPI) meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil untuk lebih tegas memberi himbauan, terlebih larangan pada pelajar yang merayakan kelulusan dengan cara konvoi.

“Karena merayakan kelulusan dengan cara konvoi itu merupakan prilaku tak terpuji, sebab pelajar itu melakukan coret-coret seragam dan memenuhi badan jalan dengan sepeda motornya,” nilai salah satu aktivis MPI, Oyonk Maldini.

Untuk itu, MPI memberi saran kepada Disdik Inhil untuk menerima 4 pilihan pada mekanisme pengumuman hasil kelulusan UN. Yang pertama, hasil kelulusan dikirim melalui kurir. Kedua, diumumkan secara online. Ketiga, dikirim melalui pos. Dan terakhir, yang keempat dengan cara memanggil orang tua untuk menerima hasil kelulusan.

Yang terpenting kata Oyonk, cara yang dilakukan tidak mengundang siswa ke Sekolah. Apalagi dalam waktu dekat ini, akan ada pengumuman hasil UN tingkat SMP se-derajat. Tentu jumlah siswanya lebih banyak dibanding tingkat SMA.

“Kalau banyak, bisa jadi konvoi yang dilakukan akan lebih mengganggu ketertiban dan bahkan, tidak mustahil terjadi tawuran,” tandasnya.(mirwan)




Bupati Inhil: Tidak Ada Pungutan Sepeserpun Masuk Sekolah Negeri

Bupati Inhil HM Wardan sedang menyampaikan sambutan copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menegaskan kepada semua komponen bahwa memasukkan anaknya ke Sekolah negeri tidak ada pungutan sepeserpun, apapun apalasannya.

“Semua sekolah negeri bebas bayaran ketika memasukkan anaknya, baik SD, SMP maupun SMA sederajat,” sampaikan Bupati Inhil dalam sambutannya saat menghadiri acara wisuda STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Sabtu (16/5/2015).

Disampaikannya juga, ia mengaku telah menegaskannya kepada dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pendidkan Kabupaten Inhil untuk memberi himbauan kepada sekolah-sekolah negeri di Inhil khususnya untuk bebas pungutan biaya masuk sekolah.

Jikapun ada dengan alasan uang seragam, buku ataupun kelengkapan lainnya, tetap saja kata Bupati harus dilakukan diluar administrasi masuk sekolah.

“Hal ini ditegaskan agar masyarakat tau kalau masuk di sekolah negeri itu tanpa mengeluarkan uang,” pungkas Wardan.(mirwan/adv)




Pulang Konvoi, Siswa Lulusan SMK N 2 Tembilahan Ini Ditikam

DSC_3943 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Usai melakukan konvoi perayaan kelulusan UN tahun 2015, siswa lulusan SMK Negeri 2 Tembilahan kota, Ari Andika (18) malah ditikam mantan adik kelasnya sendiri dibagian punggung di jalan HR Soebrantas Tembilahan, persisnya didepan Gedung DPRD Kabupaten Inhil, Jum’at (15/5/2015) malam, sekitar pukul 22.15 WIB.

Berdasarkan keterangan ayah korban, Yul Abral kepada detikriau.org di RSUD, Sabtu (16/5/2015). Sebelumnya, anaknya itu sedang melakukan konvoi disiang hari hingga malam. Sepengetahuan warga jalan M Siap gang Cempaka itu anaknya tidak menyimpan masalah dengan teman-temannya.

“Syukur anak saya masih terselamatkan dan masih sadar, kata anak saya tadi dia tidak ada punya masalah dengan siapapun, terlebih pada pelaku,” sampaikannya.

Ari Andika ini lanjut sang ayah, saat ditikam, sempat melihat bahkan mengenali siapa pelaku penikaman tersebut. Dimana waktu itu, pelaku sedang berkendara dengan arus yang sama menuju jalan Prof M Yamin dari jalan Trimas Tembilahan.

“Waktu kejadian, anak saya sedang dalam perjalanan berbonceng dengan temannya menuju pulang ke rumah,” tambah sang ayah.

Terkait pelaku mantan adik kelas, Yul Abral menyampaikan dari keterangan anaknya bahwa dulunya pelaku tersebut adik kelas korban di SMK Negeri 2 Tembilahan. Namun saat ini, pelaku pindah sekolah di salah satu SMA di Tembilahan lainnya.

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman mengaku telah menerima laporan peristiwa tersebut dengan nomor: LP/ 55 / V/ 2015/ RIAU/ RES INHIL tentang Tindak Pidana ANIRAT tertanggal 15 Mei 2015 sekitar pukul 23.00 WIB.

“Setelah menerima laporan, Polres Inhil telah mencatat nama korban berinisial Iz, keberadaan pelaku tersebut masih dalam lidik oleh petugas kepolisian,” ungkap Warno.

Untuk diketahui, korban saat ini sedang dirawat di ruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, tepatnya di ruang Cermai. (mirwan)