Sambut MEA, Wabup Rosman Ajak Seluruh Pihak Lakukan Persiapan Sejak Dini

Wakil Bupati Inhil, H Rosman malomo
Wakil Bupati Inhil, H Rosman malomo

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo mengajak seluruh pihak terutama generasi muda untuk melakukan berbagai persiapan sejak dini dalam rangka menyambut diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun 2015 mendatang.

Ajakan tersebut disampaikan Wabup Inhil dua periode ini saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-III dan diskusi ilmiah Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Riau, yang dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, Kamis (21/5/2015).

image-1 copyKegiatan tajaan BEM Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan ini, turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, serta perwakilan BEM se-Riau.

Dikatakan Wabup, ketika diberlakukannya MEA, maka salah satu daerah di Indonesia yang paling terkena dampaknya adalah Negeri Seribu Parit ini.

Oleh karena itu, seluruh pihak terkait diminta untuk turut bersama-sama dalam mempersiapkan segala sesuatunya agar Kabupaten Inhil tidak tertinggal dari daerah lainnya.

“Semuanya harus kita persiapkan semaksimal mungkin, mulai dari Sumber Daya Alam (SDA) hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelolanya, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” tutur Wabup Rosman.

Sementara itu, Rektor Unisi Tembilahan, DR R Sri Handayani menyatakan sangat menyambut baik kegiatan tersebut, apalagi masih dalam rangkaian peringatan Milad Unisi ke-7 tahun 2015.

“Dengan adanya Musda ini, ke depan kita harapkan kegiatan BEM lebih aktif lagi, khususnya keberadaan BEM Unisi dalam upaya mendukung pengembangan dan kemajuan Unisi,” imbuhnya.(adi/advertorial)




Bupati Inhil Resmikan Ponpes Al-Azkiya di Pengalihan Keritang

KERITANG (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Azkiya di desa Pengalihan kecamatan Keritang, Kamis (21/5/2015).

Peresmian ini bersempena dengan peringatan Isra’ Mi’raj oleh Ponpes Al-Azkiya yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan, Camat Keritang dan sejumlah masyarakat setempat.

Bupati mengatakan dalam sambutannya bahwa selama ini ia memandang kalau para pengurus lembaga pendidikan agama di desa Pengalihan tersebut sangat gigih. Kenapa tidak, sebelum diresmikan, pesantren tersebut terus melakukan pengembangan tanpa bantuan dari pemerintah.

“Kedepan, atas nama pimpinan daerah, saya berupaya bagaimana lembaga pendidikan di Kabupaten Inhil ini terus meningkat, termasuklah Pondok Pesantren Al-Azkiya,” ungkap Bupati Inhil.

Pada intinya, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini menyatakan sangat perlu diberi suport setiap lembaga pendidikan yang ingin berkembang, dan ini tidak hanya sebatas ucapan, namun bukti yang akan ia tampilkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan H M Ridwan Lc saat dikonfirmasi menerangkan yayasan ini didirikan pada tahun 2013 lalu. Namun proses belajar mengajar baru dilaksanakan pada tahun 2014

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah Inhil yang telah memberikan dukungan penuh untuk ditingkatkannya pesantren kami disini,” tutur Ridwan.(mirwan/advertorial)




Usai Santap Soto, 34 Jamaah Yasinan di Kota Baru Keritang dilarikan ke Rumah Sakit

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

KERITANG (detikriau.org) – 34 warga desa Kota Baru Seberida kecamatan Keritang keracunan pada acara yasinan di rumah salah satu warga setempat, Rabu (20/5/2015) malam.

Menurut salah satu korban, Diana (21) awal mula ia telah curiga apa yang dirasakannya setelah mengkonsumsi hidangan Soto yang disajikan siempunya rumah kepada setiap jamaah yasinan yang hadir.

“Tak lama kemudian, usai makan soto itu kami merasa mual-mula, pusing bahkan muntah-muntah,” terangnya saat di rawat di Puskesmas Kota Baru.

Setelah mual-mual hingga muntah, ia mengaku langsung meranjak ke Puskesmas. Ternyata, sesampainya di Puskesmas, ia tidak seorangdiri, ada 33 rekan lainnya yang juga dirujuk ke layanan kesehatan tersebut.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kanit Reskrim Kecamatan Keritang Ipda Arinal Fajri saat dikonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan pendalaman kasus tersebut.

“Memang benar, sekelompok jamaah yasinan di Kota Baru Seberida mengalami keracunan massal yang diduga berasal dari soto yang dihidangkan tuan rumah,” katanya.

Untuk saat ini, pihak kepolisian telah mengambil sample dari TKP, baik berupa muntah korban, makanan dan lainnya. “Yang jelas kita masih menunggu hasil labor.” Tandasnya. (mirwan)




Perwakilan 26 BEM Universitas se Riau Deadline Pemadaman Listrik Tembilahan 30 Mei 2015

2 copyTembilahan (detikriau.org) – Puluhan massa demonstran perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam 26 Universitas se Riau men-deadline pihak PLN untuk menghentikan jadwal pemadaman listrik untuk kota Tembilahan pada tanggal 30 Mei 2015. Deadline yang dikirim langsung kepada Manajer PLN Riau Kepri melalui pesan singkat ini menuntut sanksi pemecatan bagi Manajer PLN Rayon Tembilahan jika batas waktu tersebut tidak mampu dipenuhi. Kamis (21/5)

“Ultimatum PLN Tembilahan, deadline krisis listrik Tembilahan 30 Mei 2015. Jika tidak, pecat manajer PLN Tembilahan. Tertanda BEM se Riau dan Masyarakat Tembilahan”bunyi isi lengkap sms yang diminta dikirimkan ke nomer Handphone 0812 3858 319 yang disebutkan sebagai nomor Manajer PLN Riau Kepri tersebut

Dalam aksi mahasiswa didepan pintu gerbang kantor PLN Rayon Tembilahan di Jalan Gunung Daek saat itu diterima langsung oleh Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman dengan pengawal puluhan petugas kepolisian dan satpol PP.

Dihadapan massa demonstran, Budi menjelaskan bahwa kondisi pemadaman listrik ini diberlakukan karena adanya kerusakan beberapa unit mesin sewa hingga menyebabkan defisit daya sebesar 2, 5 MW

Sejauh ini, upaya yang dilakukan pihak PLN adalah dengan mendatangkan 2 unit mesin milik PLN dari jambi, sekarang sudah beroperasi dengan tambahan daya 500 kw. Serta mengupayakan perbaikan mesin milik 3 bintang. Jika sudah beroperasi, per 30 mei diyakini Budi jadwal pemadaman sudah bergeser menjadi 5: 1.

“Saya yakini dengan baiknya mesin 3 bintang dan masuknya 4 unit mesin milik WIC, menjelang ramadhan pemadaman sudah bisa tuntas,” Ujarnya

Untuk melakukan perbaikan, Budi menegaskan memerlukan waktu pengerjaan. Bahkan saat itu ia bersedia untuk mengajak mahasiswa menyaksikan langsung pengerjaan perbaikan kerusakan mesin dan pemasangan mesin WIC di PLN Parit IV Kecamatan Tembilahan Hulu.

Kontrak mesin menurut Budi Warman wewenangnya berada di wilayah bukan rayon Tembilahan. Hingga saat ini pihak wilayah di Pekanbaru sudah mengirimi surat peringatan kepada Vendor sebanyak 3 kali. Jika masih tidak mampu menyelesaikan kewajiban sesuai kontrak maka PLN bisa melakukan pemutusan kontrak.

Mendapat penjelasan ini, massa Mahasiswa menjelaskan bahwa kondisi pemadaman listrik yang kunjung tuntas ini sudah sangat menyengsarakan masyarakat. Mereka mendesak tindakan nyata pihak PLN untuk segera menuntaskan.

“Tidak perlu lagi berjanji. Kita berikan batas waktu untuk menuntaskan persoalan ini,” Pekik Presma UNISI Tembilahan, Firman

Dalam aksi ini, puluhan massa juga melakukan aksi kumpul koin yang disebutkan untuk membantu pihak PLN membeli mesin baru. Koin yang terkumpul saat itu juga langsung diserahkan kepada manajer PLN Tembilahan.

Usai berorasi, massa demonstran bergerak meninggalkan kantor PLN Tembilahan untuk melanjutkan aksi ke Kantor Bupati dan DPRD Inhil. (dro)

Tonton videonya di : youtube




Vide Aksi Demo 26 BEM se Riau di PLN Tembilahan

1




Bupati Buka Resmi MTQ Ke-45 Tingkat Kabupaten Inhil

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

SUNGAI BATANG (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang ke-45 tingkat Kabupaten Inhil tahun 2015 di kelurahan Benteng kecamatan Sungai Batang, Rabu (20/5/2015) malam.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa membaca al-Qur’an itu tidak hanya sebatas ibadah, namun juga terdapat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti berbagai ilmu pengetahuan dalam al-Qur’an.

Ia meminta kepada seluruh peserta MTQ ke-45 ini untuk benar-benar serius mengikuti. Sebab kata Wardan, bagi pemenang nantinya tidak hanya sebatas dianugerahi dengan hadiah, tetapi akan membawa nama daerah Kabupaten Inhil pada MTQ tingkat Provinsi Riau akan datang di Kabupaten Siak

“Nama daerah yang akan dibawa nantinya, jadi betul-betullah mengikuti Musabaqah ini,” pesan Bupati Inhil.

Ketua LPTQ Kabupaten Inhil, H Syamsurizal Awie menyebutkan, MTQ ini merupakan kegiatan yang telah melembaga mulai tingkat desa hingga nasional dan dimulai sejak usia anak-anak hingga dewasa yang digelar setiap tahunnya.

Menurutnya, berjalannya waktu terus berkembang. Dimana, awalnya MTQ itu hanya ada 1 cabang yaitu Tilawatil Qur’an. Namun saat ini, di Inhil khususnya terus menambah cabang perlombaan, tentu ini merupakan satu perkembangan yang akan membawa potensi daerah dengan prestasi-prestasi yang diraih sesuai cabang yang diperlombakan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MTQ ke-45 Kabupaten Inhil tahun 2015, H Mukhtar T menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil dengan total keseluruhan peserta berjumlah 623 orang dengan 7 cabang perlombaan.

“7 cabang perlombaan tersebut yakni cabang Tilawah Al-Qur’an, cabang Hifzil Qur’an, cabang Tafsir Al-Qur’an, cabang Fahmil Qur’an, cabang Syarhil Qur’an, cabang Khatil Qur’an, dan terakhir cabang M2IQ,” Jelasnya.

Acara pembukaan MTQ malam itu juga tampak dihadiri oleh unsur Forkopimda Inhil, ketua TP PKK Kabupaten Inhil, serta 20 pimpinan daerah kecamatan serta sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Inhil dan dipadati ribuan masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Sungai Batang.(mirwan/advertorial)