Satpol PP Inhil Jaring 7 Pegawai di Rumah Makan

Personil Satpol PP sedang melakukan razia di sejumlah rumah makan di pasar kota Tembilahan. Foto: Mirwan
Personil Satpol PP sedang melakukan razia di sejumlah rumah makan di pasar kota Tembilahan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) jaring sedikitnya 7 pegawai di rumah makan kota Tembilahan, Selasa (26/5/2015).

Dari pantauan lapangan, Satpol PP menurunkan personil satu mobil patroli yang berkeliling di pasaran kota Tembilahan dengan sasaran rumah makan yang terlihat ramai pengunjung.

Menurut Kepala Satpol PP, TM Syaifullah melalui Kabid Penegak Perundang-undangan Daerah, Hady Rahman kepada awak media, bahwa waktu itu pihaknya berhasil membekuk 7 pegawai diantaranya 3 berstatus PNS dan 4 berstatus Honorer.

“Dari semua yang terjaring ini tidak ada berpangkat pejabat eselon, rata-rata sebagai staf di kantor masing-masing,” terang Hady.

Hady menambahkan, saat saat ini telah dilakukannya pendataan dan akan diserahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil sebagai instansi yang berwenang untuk memberi sanksi. (mirwan)




Disperindag dan Pertamina Diminta Evaluasi Distribusi dan Harga GAS di Pasaran

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ahmad Junaidi
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ahmad Junaidi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) serta Pertamina diminta, untuk turun ke lapangan melakukan evaluasi terhadap distribusi dan harga jual gas elpiji tabung 3 kilogram (kg) di pasaran.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ahmad Junaidi saat dijumlah sejumlah awak media, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Junaidi, sebelumnya pemerintah sudah menyarankan kepada masyarakat agar menggunakan gas elpiji sebagai pengganti bahan bakar minyak. Oleh karena itu, distribusi dan keberadaan gas di pasaran harus terus dipantau oleh pihak terkait, sehingga tidak terjadi kelangkaan yang bisa menyebabkan melonjaknya harga jual di masyarakat.

“Seluruh pihak terkait harus memperhatikan persoalan ini, seperti dengan menambah kuotanya, karena tingkat pemakaian sudah meningkat. Dengan begitu, harganya pun akan lebih stabil,” tutur politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat Kabupaten Inhil terutama yang berada di Kota Tembiahan dan sekitarnya mengeluhkan mahalnya harga jual gas elpiji tabung 3 kg. Gas subsidi tabung melon yang biasanya di agen dibrandol dengan harga Rp 20 ribuan, kini dipasarkan oleh pedagang pengecer dijual hingga mencapai Rp 38 ribu.

“Dengan harga semahal itupun kita masih kesulitan untuk mendapatkan. Kita berharap pemerintah untuk segera turun tangan. Apalagi tidak lama lagi bulan ramadhan tiba. Kondisi ini pastinya akan semakin membebani masyarakat,” keluh salah seorang ibu rumah tangga, Ani di Tembilahan, Rabu (20/5/2015).

Senada dengan itu, salah seorang pedagang gorengan di Jalan Abdul Manaf Tembilahan juga mengeluh, karena dengan harga gas semahal itu, menurutnya akan membebani tambahan biaya produksi, sedangkan harga jual gorengan sangat sulit untuk dinaikan.

“Kalau dinaikan maka pelanggan kita akan keberatan. Dari pada kehilangan pembeli, kita terpaksa harus rela mendapatkan keuntungan yang lebih sedikit,” imbuhnya.(adi/adv)




Disperindag Inhil Wacanakan Kembali Lakukan Sidak. Kali Ini Bersama Pertamina

“Terkait Kelangkaan Gas Elpiji Tabung 3 Kg”

antri-minyak-tanah copyelpiji-3-kg copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali mewacanakan untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terkait langkanya Gas Elpiji ukuran 3 Kilogram di Kabupaten Inhil.

Pernyataan tersebut langsung disampaikan Kepala Disperindag Kabupaten Inhil, H Fahrolrozy, melalui selularnya, Selasa (26/5/2015). Namun wacana Sidak kali ini menurutnya Disperindag tidak bekerja sendiri di lapangan, melainkan akan melibatkan pihak lain seperti pertamina.

“Dalam pekan ini juga kita rencanakan, kami telah mengirimkan surat kepada pertamina Pekanbaru dan pertamina Medan,” ungkapnya.

Selain meminta Sidak secara bersama, Disperindag juga meminta kepada pertamina untuk menambah kuota Gas Elpiji 3 Kilogram sebanyak 30 KK. Sebab, menurut mantan Kepala Dishubkominfo ini, Kabupaten Inhil kini sudah mulai rawan akan kelangkaan elpiji tabung melon tersebut.

Fahrolrozy nyatakan akan serius menangani persoalan Gas Elpiji 3 Kilogram di Negeri Sri Gemilang ini agar warga miskin khususnya di Kabupaten Inhil ini kedepan tidak kesulitan lagi mencari gas kebutuhan rumah tangga itu. (mirwan)




Dinkes Gelar Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi didampingi Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat memimpin Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP
Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi didampingi Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat memimpin Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Bayi (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi menggelar pertemuan evaluasi program KIA dan Audit Maternal Perinatal (AMP), Senin (25/5/2015) kemaren.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu aula wisma di Tembilahan ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, serta diikuti seluruh Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator se-Kabupaten Inhil.

Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator di Kabupaten Inhil mengikuti Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP
Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator di Kabupaten Inhil mengikuti Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

Kadinkes Inhil dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi pada pelaksanaan lintas program yang berintegrasi dalam rangka menguatkan dan mendongkrak capaian program.

“Seperti pada program P2, baik itu penanganan malaria dan lain sebagainya yang juga membutuhkan target yang sama, sinergi dan penguatan lintas program bersama kegiatan yang ada di Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sehingga pelaksanaannya lebih efektif, efisien dan capaiannya lebih baik,” tutur Alvi.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, melalui kegiatan tersebut juga disampaikan tentang berbagai program pemerintah, khususnya program deteksi dini penyakit kanker leher rahim atau serviks.

“Dengan begitu, kita harapkan seluruh aparatur dan tenaga kesehatan dapat turut bersama-sama mendukung serta mensukseskannya, melalui Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil,” tambahnya

Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 25 hinnga 27 Mei 2015 ini dalam rangka meningkatkan capaian program dan menurunkan jumlah kematian ibu dan anak.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator dapat mengetahui serta melaksanakan integrasi program KIA dengan lintas program yang ada di Puskesmas.

“Kami juga sangat mengharapkan dukungan sepenuhnya dari Kepala UPT Puskesmas terhadap pelaksanaan Program KIA di wilayah kerjanya,” imbuhnya. (adi/adv)




Kecamatan Sungai Batang Raih Juara Umum MTQ ke 45 Tingkat Kab Inhil

“Pememang diminta persiapkan diri hadapi MTQ Provinsi Riau”

Penyerahan Piala Bergilir MTQ Ke-45 dari Wakil Bupati ke Camat Sungai Batang sebagai Juara Umum MTQ Ke-45 TH 2015 Tingkata Kabupaten Inhil (Humas)
Penyerahan Piala Bergilir MTQ Ke-45 dari Wakil Bupati ke Camat Sungai Batang sebagai Juara Umum MTQ Ke-45 TH 2015 Tingkata Kabupaten Inhil (Humas)

Tembilahan (detikriau.org) – Tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2015, Kecamatan Sungai Batang tampil sebagai peraih juara umum 1. Hal ini disampaikan oleh panitia pada acara penutupan MTQ tersebut di kelurahan Benteng Kecamatan Sungai Batang, Senin (25/5/2015) malam.

Setelah tuan rumah, juara umum urutan kedua diraih oleh kecamatan Keritang disusul urutan ketiga kecamatan Tembilahan Hulu.

MTQ yang berlangsung selama 5 hari sejak tanggal 20 hingga 25 Mei ini ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo yang dihadiri unsur Forkopimda, camat se-Kabupaten Inhil serta sejumlah pejabat eselon.

Wabup mengatakan kepada para pemenang MTQ tersebut untuk segera mempersiapkan diri guna menghadapi MTQ tingkat Provinsi Riau mendatang, yang direncanakan akan digelar di Kabupaten Siak.

“Kepada pemenang MTQ, khususnya pemenang perorangan persiapkan diri pada even MTQ tingkat Provinsi mendatang, dan kepada yang belum dapat kesempatan lebih matangkan lagi dieven MTQ tahun-tahun berikutnya,” pesan Rosman.

Sekedar diketahui, untuk pemenang lomba Pawai Ta’aruf MTQ Kabupaten Inhil tahun 2015 sebagai juara 1 kecamatan Batang Tuaka, juara 2 kecamatan Sungai Batang dan juara 3 adalah kecamatan Tanah Merah.

Sedangkan untuk pemenang lomba Bazar yang diikuti SKPD dan Kecamatan se-Inhil, juara 1 Disperindag, juara 2 DTPHP, dan juara 3 Disbun. (mirwan/advertorial)




Jelang Pilkada, Rohil Tidak Akan Lelang Jabatan

BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Riau memastikan tidak akan melakukan lelang jabatan seperti yang diamanatkan UU ASN.

“Waktunya sudah tidak memungkinkan. Berdasarkan peraturan, enam bulan sebelum Pilkada tidak diperbolehkan melakukan mutasi,” ujar Plt Sekretaris Daerah Pemkab Rohil Drs Surya Arpan usai melantik pejabat eselon III dan IV di Kantor Bupati Rohil, Sabtu (23/5/2015) yang lalu. Menurutnya, mutasi saat ini hanya untuk mengisi kekosongan dalam struktur organisasi.

Dalam kesempatan ini, Plt Sekda juga berpesan kepada pejabat yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya demi memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam acara itu, ada pejabat eselon III yang baru dilantik diantaranya Romianto,SE.MM menjabat sebagai Kabag Keuangan. Ir Sri Rahayu, menjabat Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. Darwan, SE, menjabat Sekretaris Badan Pengendalian Dampak Lingkungan.Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Banjir, menjabat Kabid Kependudukan Disdukcapil, Hj Nurhayati, menjabat Kabid Mutasi Kependudukan, dan Auzar, SE, menjabat Kabid Produksi Dinas Kehutanan.(*/tris/adv)