Mengapa Pemkab Inhil Bisa Raih Penghargaan dari Menteri Agama

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam meningkatkan pelayanan keagamaan kembali mendapat apresiasi. Kali ini, penghargaan datang langsung dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, atas keberhasilan Pemkab Inhil menjalankan Program Masjid Ramah Pemudik pada Idulfitri 1447 H.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan kepada Bupati Inhil, Herman, bersama kepala daerah lain di Provinsi Riau yang turut mendukung program serupa. Penyerahan dilakukan dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6).

Program Masjid Ramah Pemudik sendiri bertujuan menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang singgah yang nyaman bagi para pemudik.

“Pada Idulfitri lalu, pemda bersama stakeholder berupaya menyediakan masjid yang bersih, aman, dan ramah, sehingga bisa berfungsi optimal sebagai tempat ibadah sekaligus tempat singgah selama arus mudik maupun arus balik,” ujar Bupati Herman.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, dukungan pemerintah daerah di Riau sangat membantu suksesnya program tersebut. Secara nasional, tercatat 5.686 masjid difungsikan sebagai posko pelayanan mudik 24 jam pada Idulfitri 2026, lengkap dengan berbagai fasilitas untuk pemudik. (Adv)




Bupati Anton Turun ke Jalan, 3.000 Peserta Rohul Semarakkan Pawai Taaruf MTQ Riau ke-XLIV di Kuansing

ARBindonesia.com, KUANTAN SINGINGI — Terik matahari di Tepian Sungai Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (27/6/2026), tidak menyurutkan semangat ribuan peserta Pawai Taaruf pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLIV tingkat Provinsi Riau.

Kota Teluk Kuantan pun berubah menjadi lautan manusia, warna, dan bunyi. Di tengah riuh tabuhan musik tradisional serta gemuruh tepuk tangan masyarakat, rombongan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sukses mencuri perhatian.

Bukan sekadar ikut meramaikan, kontingen Rohul tampil dengan kekuatan penuh. Sedikitnya 3.000 peserta memadati barisan mulai dari garis start di Simpang Tugu Pelajar hingga garis finis di Pusat Purna MTQ.

Kekompakan dan kemeriahan rombongan Negeri Seribu Suluk semakin terlihat melalui berbagai atraksi, mulai dari Marching Band Gita Karya Praja, rebana, hingga kesenian dan budaya khas Rokan Hulu.

Namun, ada pemandangan menarik yang menjadi perhatian masyarakat sepanjang rute pawai. Saat para pejabat biasanya berada di panggung kehormatan, Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., bersama Ketua TP PKK Rohul, dr. Yeni Dwi Putri, justru memilih turun langsung ke jalan.

Keduanya didampingi Wakil Bupati Rohul H. Syafaruddin Poti, SH., MM., dan Ketua GOW Rohul, Hj. Masni Taher. Dengan mengenakan pakaian Melayu, mereka berjalan kaki di barisan paling belakang untuk memastikan seluruh peserta mengikuti pawai hingga garis finis.

“Kami ingin memastikan seluruh rombongan, dari para pejabat, camat, kepala desa, kepala sekolah, hingga seluruh peserta pawai, sampai ke garis finis dengan selamat dan bahagia,” ujar Bupati Anton di sela-sela pawai.

Kehadiran langsung para pemimpin daerah tersebut turut membakar semangat rombongan Forkopimda dan aparatur pemerintah daerah. Mereka bersama-sama berjalan di bawah teriknya matahari Kuansing, menyatu dengan ribuan peserta lainnya.

Penampilan kontingen Rohul juga mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kuansing yang memadati sepanjang jalur pawai. Berbagai atraksi budaya yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menyaksikan dari trotoar.

Pawai Taaruf tersebut dilepas oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Riau, H. Zulkifli Syukur, MA., M.Si. Kehadiran sekitar 3.000 peserta dari Rohul menunjukkan keseriusan daerah itu dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau.

Lebih dari sekadar berpartisipasi, kehadiran masif kontingen Rohul menjadi pesan bahwa Kabupaten Rokan Hulu telah bersiap menyambut MTQ Provinsi Riau ke-XLV pada 2027 mendatang, yang direncanakan berlangsung di Negeri Seribu Suluk.

Bupati Anton mengaku bangga melihat antusiasme dan kekompakan masyarakat Rohul yang mengikuti pawai.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh rombongan. Kekompakan ini, atraksi budaya ini, adalah wajah asli Rokan Hulu. Kita tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi dan menunjukkan bahwa Rohul siap menyambut Riau pada 2027 nanti,” ungkapnya.

Serahkan Cenderamata kepada Pemimpin Kuansing

Momen hangat terjadi ketika rombongan Rokan Hulu melintasi panggung utama. Langkah Bupati Anton dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti sempat terhenti sejenak untuk menyapa jajaran Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Di atas panggung, Bupati Kuansing Dr. H. Suhardiman Amby, MM., bersama Wakil Bupati H. Muklisin telah menunggu.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Kabupaten Rokan Hulu menyerahkan cenderamata sebagai bentuk tali asih kepada pimpinan Kabupaten Kuantan Singingi.

Penyerahan tersebut menjadi simbol penghormatan dari daerah tamu kepada tuan rumah sekaligus bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-XLIV tingkat Provinsi Riau di Kuansing.

Pawai Taaruf akhirnya berakhir setelah seluruh peserta tiba di kawasan Tepian Sungai Narosa. Namun, semangat dan kekompakan yang ditunjukkan kontingen Rokan Hulu meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat Kuansing.

Kehadiran ribuan peserta tersebut sekaligus menjadi gambaran awal semangat Rohul dalam mempersiapkan diri menyambut pelaksanaan MTQ Provinsi Riau ke-XLV tahun 2027 di daerah sendiri. (Adv)




Bupati dan Wabup Rohul Ikuti Parade Jalur MTQ ke-44 Riau di Tepian Narosa

ARBindonesia.com, KUANTAN SINGINGI — Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton, ST, MM, bersama Wakil Bupati Rohul H. Syafaruddin Poti, SH, MM, turut memeriahkan rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 dengan menaiki jalur, sampan khas Kabupaten Kuantan Singingi, di Tepian Narosa, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian perhelatan MTQ ke-44 Provinsi Riau. Turut hadir Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, serta para kepala daerah dan tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Dalam parade tersebut, dua unit jalur yang telah dimodifikasi digabungkan menjadi satu dan dihiasi replika megah Masjid Islamic Centre Rokan Hulu, yang menjadi salah satu ikon Negeri Seribu Suluk.

Penampilan jalur bernuansa khas Rohul tersebut berhasil mencuri perhatian masyarakat yang memadati kawasan Tepian Narosa. Keikutsertaan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti sekaligus menjadi momentum untuk mempromosikan budaya serta memperkenalkan berbagai kekhasan Kabupaten Rokan Hulu kepada masyarakat Riau dan para tamu dari berbagai daerah.

Selain parade jalur, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan laga eksibisi Pacu Jalur yang menampilkan keindahan sekaligus kekompakan para pendayung dalam mengarungi Tepian Narosa.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di Tepian Narosa, Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke stan pameran Kabupaten Rokan Hulu yang berada di arena MTQ ke-44 Provinsi Riau.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya meninjau secara langsung berbagai persiapan yang telah dilakukan kontingen dan panitia daerah Rokan Hulu menjelang pembukaan resmi MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi.

Bupati Anton berharap keikutsertaan Rokan Hulu dalam MTQ tahun ini tidak hanya mampu meraih prestasi terbaik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah, budaya, serta identitas Negeri Seribu Suluk kepada masyarakat luas.

«“Kita ingin menampilkan yang terbaik, baik dari sisi prestasi MTQ maupun promosi daerah. Kehadiran replika Islamic Centre pada jalur yang ditampilkan hari ini menjadi salah satu bentuk kebanggaan masyarakat Rokan Hulu terhadap identitas Negeri Seribu Suluk,” ujar Anton.»

Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah daerah dalam berbagai rangkaian kegiatan MTQ merupakan bentuk dukungan terhadap syiar Islam sekaligus upaya memperkuat hubungan antardaerah di Provinsi Riau.

Dengan semangat kebersamaan dan syiar Islam yang diusung dalam MTQ ke-44 Provinsi Riau, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu di Tepian Narosa menjadi bukti dukungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terhadap suksesnya perhelatan akbar keagamaan tersebut.

Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat hubungan budaya antardaerah, serta memperkenalkan identitas dan potensi Kabupaten Rokan Hulu di tingkat Provinsi Riau.(Adv)




MTQ Riau ke-44 Resmi Dibuka, Bupati Anton Optimistis Kafilah Rohul Tampil Maksimal

ARBindonesia.com, KUANTAN SINGINGI — Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an berpadu dengan keluhuran budaya Melayu menandai pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XLIV tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu malam (27/6/2026).

Perhelatan akbar keagamaan tersebut secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H. SF Hariyanto, sekitar pukul 22.00 WIB. Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk secara serentak bersama seluruh kepala daerah se-Provinsi Riau.

Malam pembukaan berlangsung meriah. Ribuan masyarakat dan tamu undangan memadati kawasan utama MTQ Kuansing untuk menyaksikan parade defile seluruh kafilah kabupaten/kota se-Riau.

Kemegahan acara semakin terasa dengan penampilan tari persembahan serta berbagai atraksi seni bernuansa religius dan budaya Melayu.

Di antara barisan tamu kehormatan, kehadiran Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton, ST, MM, bersama Ketua TP PKK Rohul, Ny. dr. Yeni Dwi Putri, turut mencuri perhatian. Keduanya tampil serasi mengenakan pakaian adat Melayu berwarna hitam dengan motif keemasan.

Dalam sambutannya sebelum membuka MTQ, Plt Gubernur Riau, H. SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi selaku tuan rumah serta seluruh kafilah yang mengikuti ajang tersebut.

Menurutnya, MTQ tidak boleh dimaknai sekadar sebagai perlombaan atau kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, MTQ menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.

“MTQ ke-44 ini adalah momentum emas bagi kita semua untuk kembali membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari dan dalam roda pemerintahan. Syiar Islam yang berkumandang di Bumi Lancang Kuning harus menjadi pondasi moral, pemersatu umat, sekaligus motor penggerak pembangunan Riau yang maju, agamis, dan bermartabat,” ujar SF Hariyanto.

Ia juga berpesan kepada seluruh qari dan qariah yang mengikuti perlombaan agar menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan penampilan terbaik.

“Jadikan ajang ini sebagai sarana mempererat silaturahmi antar-daerah di Riau,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Rokan Hulu Anton menyampaikan rasa syukur sekaligus optimisme atas keikutsertaan Kafilah Rohul dalam MTQ tingkat Provinsi Riau tahun ini.

Anton mengatakan, Kafilah Rohul telah menjalani persiapan dan pembinaan secara maksimal sebelum bertolak ke Kuantan Singingi.

“Alhamdulillah, malam pembukaan malam ini sangat megah dan luar biasa. Untuk Kafilah Rokan Hulu, kita sudah melakukan persiapan dan pembinaan yang maksimal jauh-jauh hari sebelum bertolak ke Kuansing. Kami optimistis para qari dan qariah kita mampu memberikan penampilan terbaik dan bersaing secara sehat di semua cabang perlombaan,” ungkap Anton.

Bupati Anton juga menitipkan pesan kepada seluruh peserta dan official Kafilah Rohul agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta semangat selama mengikuti seluruh rangkaian MTQ.

Ia berharap seluruh kafilah mampu membawa nama baik Kabupaten Rokan Hulu dan menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang yang diikuti.

Dengan semangat membumikan Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah antardaerah, MTQ Riau ke-44 di Kuantan Singingi diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan, budaya, dan persaudaraan di tengah masyarakat Riau. (Adv)




Los Pasar Selodang Kelapa yang Tak Mampu Bertahan Menghadapi Kobaran Api

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sabtu malam (27/6) menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh masyarakat Tembilahan. Sekitar pukul 23.20 WIB, api tiba-tiba melahap bangunan kayu dan papan di Los Pasar Selodang Kelapa, pusat denyut ekonomi warga yang selama ini menjadi tempat perputaran rupiah harian.

Bagi pedagang kecil, los pasar bukan sekadar bangunan, melainkan ruang hidup yang menopang keluarga. Namun, dalam hitungan menit, kobaran api meruntuhkan harapan itu.

Kronologi di Lapangan
Andi, seorang saksi mata, mengisahkan detik-detik awal kebakaran. Saat beristirahat, ia melihat kepulan asap dari gudang di belakang los. Panik, ia berlari meminta bantuan rekannya. Dengan peralatan seadanya, warga mencoba melawan api, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 23.30 WIB, tim Damkar bersama relawan dari PSMTI, Padupai, BPBD, TNI, dan Polri tiba. Tiga unit mobil pemadam, satu mobil TRC, dua unit biar, serta empat mesin apung dikerahkan. Pertarungan melawan api berlangsung sengit hampir satu jam. Api baru benar-benar padam pada pukul 00.50 WIB, dengan pendinginan hingga 01.50 WIB.

Polisi kini tengah menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan awal masih dalam tahap pemeriksaan, dan masyarakat menunggu kepastian agar kejadian serupa tidak terulang. Tak ada korban jiwa, kerugian materil juga belum dapat dipastikan, namun diperkirakan cukup besar. (Arb)




Ketua HMI Pekanbaru Apresiasi Program Sekolah Gratis Pemko Pekanbaru, Dorong Zero Putus Sekolah

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Raihan Darma Putra, memberikan apresiasi atas kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru yang menanggung penuh biaya pendidikan bagi siswa SMP swasta mitra pemerintah.

Langkah ini dinilai sebagai komitmen nyata Pemko dalam mewujudkan program Zero Putus Sekolah, memastikan setiap anak tetap mendapat hak pendidikan tanpa terkendala biaya.

Menurut Raihan, kebijakan tersebut hadir sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang setiap tahun menimbulkan masalah akses pendidikan.

“Kami mengapresiasi langkah progresif Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas SDM dan masa depan kota ini,” tegasnya.

Pemerintah Hadir untuk Rakyat
Dengan menanggung biaya pendidikan di sekolah swasta mitra, Pemko Pekanbaru menunjukkan keberpihakan pada masyarakat. Raihan menilai, kebijakan ini bukan sekadar administratif, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin keberlanjutan pendidikan bagi seluruh anak.

Harapan dan Dorongan
HMI Cabang Pekanbaru berharap program ini terus diperluas, tidak hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas. Peningkatan mutu sekolah mitra, pemerataan akses pendidikan, serta kebijakan inovatif lain yang berpihak pada masyarakat menjadi agenda penting ke depan.

“Kami siap menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal setiap kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat demi terwujudnya Pekanbaru yang lebih maju, AMAN, inklusif, dan berdaya saing,” tutup Raihan. (Red)