Miliki Senpi dan Badik, Warga Dumai Ditangkap di Inhil

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

TEMBILAHAN – Ra (21) warga Kelurahan Dumai Timur kota Dumai ini diamankan oleh jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) karena terbukti miliki Senjata Api (Senpi) replika jenis revolper yang ditemukan terbungkus kain warna hitam serta sebilah senjata tajam jenis badik di salah satu tempat permainan bilyard dikota Tembilahan, Senin (1/6/2015) malam.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, awalnya sekitar pukul 20.30 WIB Polsek Tembilahan Hulu mendapatkan laporan dari salah satu saksi kalau di TKP ada yang mengantongi Senjata berbahaya tersebut.

“Saat itu juga, petugas kita langsung ke TKP dan menggeledah tas milik pelaku warna coklat. Selain menemukan Senpi, sebilah senjata tajam jenis badik juga tampak dalam tas milik tersangka,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Selasa (2/6/2015).

Setelah dilakukan penggeledahan, lanjut Warno, tersangka beserta barang bukti langsung diamankan di Mapolsek Tembilahan Hulu, guna proses penyelidikan lebih lanjut.(mirwan)




Bupati Inhil Lantik 68 Penjabat Kepala Desa

DSC_4328 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melantik secara resmi sebanyak 68 Penjabat Kepala Desa dari 19 Kecamatan se-Kabupaten Inhil di gedung Engku Kelana Tembilahan, Senin (1/6/2015) sore.

Pada pelantikan ini, tampak dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Inhil Dani M Nursalam, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan serta seluruh kepala SKPD dan camat di lingkungan Pemkab Inhil.

Bupati mengatakan dalam sambutannya seharusnya pelantikan ini diikuti sebantak 96 penjabat Kepala Desa, namun 25 Kades lainnya sudah menjabat sebagai PNS, 2 diantaranya lagi masih menunggu proses penjabatan dan 1 orang penjabat sedang berhalangan.

Sebab itulah katanya, hanya ada 68 orang yang dilantik hari itu. Bupati juga memberi motivasi kepada seluruh penjabat yang dilantik untuk bersemangat dalam bekerja menjelang waktu pemilihan kepala desa definitif sebanyak 96 desa pada awal November mendatang.

Apalagi, keberadaan Kepala Desa ini sangat menentukan pembangunan desa dan sangat bertanggung jawab terhadap program unggulan Pemkab Inhil yakni Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ). Selain itu, juga bisa sebagai wadah mengayomi masyarakat desa.

“Karena itulah saya katakan tugas sebagai Kepala Desa ini sangat berat, karena langsung bekerja di lapangan. Melalui kesempatan ini, saya sampaikan betapa pentingnya kepala desa disuatu daerah itu, oleh sebab itu laksanakanlah tugas sebagaimana mestinya,” tutur Wardan.

Ia juga menyampaikan, tugas seorang Penjabat Kepala Desa itu tidak ada bedanya dengan Kepala Desa yang berstatus definitif. Apalagi jika telah menandatangi Fakta Integritas, maka juga akan terikat dengan Undang-undang maupun Peraturan Pemerintah terkait pemerintah desa.

“Jadi, tidak ada alasan lagi kalau jabatannya hanya penjabat sementara, melainkan sama halnya dengan jabatan definitif, apapun persoalannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Inhil Yulizal saat dikonfirmasi menerangkan bahwa pihaknya sedang melakukan persiapan pada pemilihan Kepala Desa secara serentak pada awak bulan November mendatang, yakni sebanyak 96 Desa dari 19 Kecamatan selain kecamatan Tembilahan.

“Dalam hal ini, kami berharap bantuan dari pemerintah desa maupun kecamatan agar pelaksanaan pemilihan serentak nantinya terselenggara dengan sukses dan lancar,” ujarnya. (mirwan/adv)




Terkait Dukungan Pemprov di Bidang Kesehatan, Kadinkes Inhil Lakukan Pertemuan Bersama Kadinkes Riau

image-5TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie melakukan pertemuan bersama Kadinkes Provinsi Riau, H Andra Sjafrik MKes, di ruang rapat pimpinan Kantor Dinkes Riau, Senin (1/6/2015).

Kedatangan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) PPSDK Dinkes Inhil, Rahmi Indrasuri ini bertujuan meminta penjelasan teknis, terkait dengan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, berupa ambulance air, ambulance desa roda tiga dan tenaga PTT untuk Puskesmas di Kabupaten Inhil.

“Kita juga mensinkronkan pelaksanaan kegiatan termasuk evaluasi dan inovasi yang dibutuhkan sebagai dukungan dari Pemprov terhadap pelayanan kesehatan di Inhil,” tutur Alvi.

Selain itu, lanjut Alvi, pihaknya juga membahas berbagai persoalan yang menyangkut tentang alat-alat kesehatan bagi Pustu, seperti yang sudah diusulkan ke Pemprov Riau tahun anggaran 2016.

“Intinya, kita sangat mengharapkan bantuan yang maksimal dan tepat sasaran dari Pemprov Riau dalam upata meningkatkan pelayanan kesehatan di Negeri Seribu Parit,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadinkes Riau, H Andra Sjafrik menyatakan sangat menyambut baik dan akan segera merespon berbagai persoalan yang dibahas saat itu seperti melengkapi dokumen-dokumen sebelum pihaknya turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi secara langsung.

“Ini dimaksudkan agar apa yang telah diusulkan tepat dan sesuai sehingga dalam pelaksanaannya nanti berjalan dengan baik dan lancar, serta tidak menemukan berbagai kendala dan hambatan,” imbuhnya.(adi/adv)




Antisipasi Krisis Listrik, Pemkab Inhil Diminta Anggarkan Pengadaan 3 mesin

Ketua Komisi III DPRD Inhil Iwan Taruna didampingi para anggota memimpin RDP bersama Manajemen PLN. Foto: Adi
Ketua Komisi III DPRD Inhil Iwan Taruna didampingi para anggota memimpin RDP bersama Manajemen PLN. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk menganggarkan pengadaan 3 unit mesin pembangkit listrik pada tahun 2016 mendatang yang nantinya digunakan sebagai mesin cadangan untuk mengantisipasi terjadinya krisis listrik di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen PLN, di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas, belum lama ini.

“Kami harapkan pada rencana kerja tahun 2016 nanti, Pemkab Inhil melalui Dinas Pertambangan dan Energi dapat memasukkan pengadaan 3 unit mesin pembangkit listrik, untuk mencegah kembali terjadinya krisis listrik, seperti di Kota Tembilahan dan sekitarnya pada beberapa bulan belakangan ini,” tutur Iwan.

Dijelaskan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, nantinya 3 unit mesin dengan kapasitas 3 MegaWatt (MW) tersebut, diharapkan mampu mengatasi kekurangan pasokan daya listrik disaat mesin yang ada di PLN mengalami kerusakan.

“Untuk pengelolaannya, dapat diserahkan langsung kepada pihak PLN,” tambahnya.

Langkah ini, menurut Iwan, juga dalam upaya menjaminan kebutuhan pasokan listrik bagi masyarakat. Apalagi keberadaan listrik ini merupakan kebutuhan penting yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

“Ke depan, kita harapkan krisis listrik yang terjadi tidak terulang kembali, karena dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang sehari-hari beraktifitas menggunakan listrik,” imbuhnya.(adi/adv)




Transaksi Narkotika, Warga Kateman Ditangkap

sabu-sabu-640x354KATEMAN (detikriau.org) – Kh (36) warga Kelurahan Tagaraja kecamatan Kateman ini diamankan polisi setelah terbukti melakukan transaksi barang haram narkotika jenis sabu-sabu di jalan Tunas Indah kelurahan Tagaraja, Minggu (31/5/2015) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (1/6/2015), dari informasi yang diterima LP.A/09/V/2015 tertanggal 31 Mei 2015 tentang tindak pidana Narkotika ini terbukti telah melakukan transaksi Sabu-sabu.

Dimana, usai dilakukannya transaksi sekitar pukul 20.00 tersebut pihak kepolisian langsung melakukan pengintaian sekitar pukul 22.30 WIB di jalan Tunas Indah, tampak tersangka melintas menggunakan sepeda motor roda dua dan langsung dihentikan oleh petugas kepolisian.

“Saat itu pelaku sempat membuang barang bukti satu paket sabu-sabu dalam kantong asoi sebelum dihentikan petugas Polsek Kateman, dikarenakan bingkisan itu dicurigai, maka petugas-pun mmeungut dan langsung mengamankan BB tersebut,” ungkap Warno.

Menurut keterangan tersangka, ia memperoleh satu paket sabu-sabu dalam plastik bening kecil itu dari salah seorang berinisial R, namun sampai saat ini tersangkapun mengaku tidak tau keberadaannya dan dimana alamatnya.

“Yang jelas, kita telah mengamankan BB dan 1 tersangka. kasus ini masih dalam pengembangan Unit Opsnal Polsek Kateman,” tutup PAUR Humas.(mirwan)




Bupati Inhil Serahkan Serahkan 92 SK CPNS Umum 2014

IMG_5717 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan serahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Umum tahun 2014 di gedung Engku Kelana Tembilahan, Senin (1/6/2015).

Dalam pemaparannya, Bupati berpesan agar abdi masyarakat yang baru ini untuk melaksanakan tugas dengan bersungguh-sungguh nantinya sesuai tupoksi masing-masing. Serta, diingatkannya untuk serius memberikan pelayanan dalam bekerja.

“Sebab disamping menerapkan kedisiplinan, memberi pelayanan yang baik itu adalah satu penilaian bekerja bagi seorang yang menyandang status PNS,” katanya.

Dan yang lebih penting lagi kata Wardan, seluruh CPNS yang menerima SK ini siap ditempatkan dimana saja dan menerima dengan ikhlas tanpa ada rasa beban. Menurutnya, inilah resiko resiko PNS harus siap diberi tugas yang menjadi tanggung jawab.

Dikarenakan sejumlah penerima SK itu adalah orang-orang pilihan, Bupati kembali mengingatkan supaya pelajari lebih matang apa saja aturan-aturan dalam menjalankan tugas. Jangan sampai disuatu hari nanti terdapat PNS di Inhil melakukan kesalahan karena tidak paham atas aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil Syaifuddin saat dikonfirmasi mengatakan dari ribuan peserta yang mengikuti tes tahun lalu itu hanya ada 92 orang yang dinyatakan lulus.

Dan dari 92 ini, ternyata hanya ada 91 yang dinyatakan positif, satu pesertanya lagi terdapat kekeliruan pada pendataan administrasi. Dimana, berdasarkan keterangan dari Kepala BKD ini, Ijazah seorang tersebut tak sesuai dengan formasi yang telah disediakan.

“Saat ini kita sedang bekerja mencari penyesuaiannya, persoalan ini sudah kami koordinasikan kepada Provinsi, semoga saja bisa terselamatkan,” ungkap Syaifuddin.(mirwan/advertorial)