Kadinkes Lantik Kepala Puskesmas Teluk Belengkong dan Kepala TU Puskesmas Concong

image-6TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie secara langsung melantik Kepala UPT Puskesmas Teluk Belengkong, Imam Santoso dan Kepala TU Puskesmas Concong, Reni Susilawati, Kamis (4/6/2015).

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipusatkan di aula Wijaya Kusuma Kantor Dinkes, Jalan M Boya Tembilahan ini turut dihadiri Sekretaris Dinkes, Ridwan MKes, para Kepala Bidang, Kasubbag dan aparatur di lingkungan Dinkes Inhil.

Pada kesempatan itu, Kadinkes  menyatakan bahwa jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seseorang yang dinilai mampu dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Jadi, kepada Kepala Puskesmas Belengkong dan Kepala TU Puskesmas Concong yang baru dilantik saya harapkan dapat menjaga dan menjalankan kepercayaan yang telah diberikan ini,” tutur Alvi.

Selanjutnya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini menginstruksikan kepada pejabat yang baru dilantik untuk langsung bekerja serta menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh jajaran dan berbagai pihak terkait di wilayah tugasnya masing-masing.

Langkah tersebut, lanjut Alvi, dalam rangka mendukung dan mensukseskan seluruh program pemerintah khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

“Mari kita terus berusaha untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi diri dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya.(adi/adv)




Galeri Foto Kunjungan Kadiskes Inhil di UPT Puskesmas Concong




Tampar Siswa SD, Pria Ini Diamankan Polisi

ilustrasi penamparan anak-anak. Foto: net
ilustrasi penamparan anak-anak. Foto: net

TEMPULING (detikriau.org) – Ri, warga kelurahan Sungai Salak kecamatan Tempuling diamankan polisi karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap siswa salah satu SD di Tempuling, Md (11). Tindakan tidak pantas ini dilakukan Ri pada selasa (26/5/2015) pekan kemaren.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wacaksono Sik melalui Kanit Reskrim Polsek Tempuling Ipda Syamsul Kamar, Rabu (3/6/2015) bahwa pelaku penganiayaan tersebut merupakan orang tua teman korban disekolah.

dipaparkan, awalnya, pada saat jam istirahat sekitar pukul 15.00 WIB korban bersama anak pelaku sedang bermain di halaman sekolah. Ditengah bermain, keduanya saling mengejek. Disaat pulang ke rumah, anak pelaku ini mengadu bahwa ia diejek teman sekolahnya Md kepada ayahnya dan sang ayah-pun tak terima dan langsung mendatangi sekolah.

Sesampaikan di sekolah, korban digiring pelaku ke ruang Perpustakaan, dalam perbincangan antara keduanya ini, pelaku terpancing emosi dan langsung menampar korban dibagian pipi 1 kali.

Padahal, lanjut Syamsul, saat itu korban sempat meminta maaf berulang kali namun tidak membuahkan ampunan dari pelaku.

Setelah kejadian itu, orang tua korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Tempuling. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Tempuling . (mirwan)




Meski DBH dipangkas, Dani Tegaskan Program Penyelamatan Kebun Kelapa Tetap Jadi Prioritas

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam menegaskan bahwa program penyelamatan perkebunan kelapa masyarakat, harus tetap menjadi prioritas utama untuk segera dituntaskan.

Pernyataan tersebut disampaikan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, terkait dengan adanya keputusan Pemerintah Pusat tentang pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kabupaten Inhil, yang mencapai sebesar Rp 250 Miliar.

Dikatakan Dani, kendati DBH Kabupaten Inhil pada tahun anggaran 2015 ini dipangkas namun berbagai program yang berhubungan langsung kepada masyarakat di Negeri Seribu Parit ini harus tetap dilanjutkan dan tidak akan ditunda-tunda, seperti program penyelamatan perkebunan kelapa masyarakat yang butuh penanganan secepatnya.

“Program penyelamatan kebun kelapa ini tidak akan kita pending, tetap dilanjutkan di APBD Murni. Apalagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Inhil sangat bergantung di sektor perkebunan, khususnya perkebunan kelapa,” tutur Dani kepada awak media, Rabu (3/6/2015).

Sedangkan untuk program-program lainnya yang tidak begitu mendesak, lanjut Dani, terpaksa harus ditunda, seperti program yang sifatnya sosialisasi dan pelatihan.

“Jadi kita utamakan kebutuhan yang mendesak untuk masyarakat,” terangnya.

Oleh karena itu, Dani meminta kepada Pemkab Inhil melalui dinas dan instansi terkait untuk segera melaksanakan program tersebut, karena saat ini sudah memasuki bulan terakhir pada triwulan kedua tahun anggaran 2015.

“APBD Inhil telah disahkan pada November 2014 lalu. Jadi, kita tidak ingin lagi mendengar adanya alasan yang menyatakan bahwa pelaksanaan program terkendala oleh kondisi alam dan lain sebagainya,” pungkasnya.(adi/adv)




Tahun Ini, Desa di Inhil Peroleh Dana Pembangunan Rp 135 M

20141226-212607_29TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2015 ini, seluruh desa yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperoleh dana pembangunan sebesar Rp 135 Miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal MM kemaren

Dikatakan Yulizal, memang saat ini pembangunan di tingkat desa sedang menjadi perhatian dan prioritas, baik oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Oleh karena itu, akan ada banyak dana yang dikucurkan untuk membangun desa melalui berbagai program‎.

“Saat ini, pembangunan di tingkat desa memang menjadi fokus utama, disamping pembangunan di sektor perkotaan yang juga terus dilaksanakan,” tutur Yulizal.

Seperti melalui APBD Inhil, yang pada tahun ini dikucurkan dana melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) sebesar Rp 135 miliar. Jumlah ini meningkat Rp 30 miliar dari tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp 105 miliar.

“Selain itu, ada juga bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana yang berasal dari APBD provinsi,” tambahnya.

Dana tersebut, lanjut mantan Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Inhil ini, nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan sesuai dengan peruntukan yang diinginkan desa dengan memperhatikan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat seperti pembangunan jalan umum, jembatan, jerambah beton, dermaga, pesanggrahan, turap, jalan lintas, pagar desa, semenisasi lapangan sekolah, semenisasi lapangan desa, pengadaan mobiler desa dan bahkan sampai pada pembangunan kantor desa.

“Ada sekitar 54 miliar dana dari ADD yang diperuntukan bagi setiap desa di Inhil,” imbuhnya.(adi/adv)




Jadi Contoh Bagi Masyarakat, Tenaga Kesehatan Diajak Hijaukan Lingkungan Dengan Toga

image-6TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan dan medis di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diajak untuk melakukan penghijauan terhadap lingkungan kerjanya dengan menanam berbagai Tanaman Obat Keluarga (Toga).

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat melakukan kunjungan kerja ke UPT Puskesmas Kecamatan Concong, baru-baru ini.

Dikatakan Alvi, sebagai orang kesehatan tentunya harus mampu menjadi pelopor di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam melakukan hal-hal yang kreatif dan inovatif di bidang kesehatan, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Salah satunya, bisa dengan menghijaukan kawasan kita dengan berbagai macam tanaman obat atau Toga,” tutur Alvi.

Dengan begitu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, para aparatur di lingkungan Dinkes bisa memberikan contoh kepada masyarakat, tentang bagaimana menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penggunaan berbagai pengobatan alternatif.

“Langkah ini juga bertujuan, untuk memberikan dan meningkatkan kenyamanan kita, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan kerja,” terangnya.

Oleh karena itu, Alvi menganjurkan kepada seluruh tenaga kesehatan dan medis, paling tidak mempunyai minimal satu pot tanaman obat-obatan, yang bisa dibuat melalui kaleng bekas, polibek atau pot dari kayu bekas.

“Intinya, kita harus berperan dalam memberikan pemahaman dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan. Apalagi kita orang kesehatan, tentu harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat, terutama dalam penerapan PHBS di kehidupan sehari-hari,” imbuhnya. (adi/adv)