Terkait Ranperda Ibadah Haji, Diskes Usulkan Biaya Kesehatan CJH Dipertimbangkan Sebagai Alokasi Biaya Keseluruhan Pelaksanaan Ibadah Haji di Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan agar biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Calon Jama’ah Haji (CJH) di bidang kesehatan bisa dipertimbangkan sebagai alokasi biaya secara keseluruhan terhadap pelaksanaan Ibadah Haji di Kabupaten Inhil.

Hal itu disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie terkait dengan Rancanangan Peraturan Daerah (Ranperda) Ibadah Haji yang telah diusulkan oleh Pemda dan saat ini dibahas di Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Inhil.

Dikatakan Alvi, untuk bidang kesehatan, ada beberapa item yang dibayar oleh CJH, baik itu pada pemeriksaan tahap 1 dan 2, serta pemeriksaan laboratorium hingga nanti saat kepulangan CJH ke tanah air.

“Ketika pulang nanti, selama dua minggu CJH masih harus diawasi oleh tenaga kesehatan, khususnya terhadap kemungkinan adanya penyakit-penyakit menular yang dibawa saat kembali ke kampung halaman,” tutur Alvi saat ditemui detikriau.org di sela-sela kunjungan kerja ke Kecamatan Concong, belum lama ini.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, pihaknya akan mengirimkan surat secara resmi kepada Pansus II DPRD, tentang rincian biaya-biaya yang dibayar oleh CJH tersebut sehingga bisa dibahas dalam Ranperda Ibadah Haji.

“Dengan begitu, biaya-biaya yang dikeluarkan oleh CJH di bidang kesehatan ini bisa dipertimbangkan sebagai alokasi biaya secara akumulatif terhadap keseluruhan biaya pelaksanaan Ibadah Haji di Inhil,” terangnya.(adi/adv)




Pemuda Kempas Jaya Gelar Lomba Burung Berkicau

 

foto; Mirwan
foto; Mirwan

KEMPAS (detikriau.org) – Pemuda Kelurahan Kempas Jaya kecamatan Kempas yang tergabung dalam Kempas Cup II menggelar lomba burung berkicau di Lapangan Sepak Bola Krida Jaya kelurahan Kempas Jaya, Minggu (7/6/2015).

Lomba tersebut dibuka resmi oleh Sekretaris Lurah Kempas Jaya Rohimin dan dihadiri pihak Babinsa, sejumlah peserta lomba serta masyarakat setempat.

Mewakili Lurah, Seklur Kempas Jaya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini, namun ia berpesan agar lomba ini dapat dijadikan sebagai ajang persahabatan.

“Kalau bisa lomba ini bukan saling menjatuhkan, tapi eratkan tali persaudaraan sesama pecinta burung kicau,” ungkap Rohimin.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana lomba burung berkicau Zulkifli saat dikonfirmasi mengatakan lomba kali in merupakan lomba yang kedua kalinya, sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2012 lalu.

Untuk peserta, pihaknya mengundang para pecinta burung berkicau se-Provinsi Riau. Namun katanya bukan mewakili setiap daerah, tapi masing-masing membawa nama pribadi.

“Hanya saja, kami terbuka siapa yang mau daftar khusus untuk para pecinta burung berkicau yang ada di Riau,” ujarnya.(mirwan)




DAM Diminta Jual Air Layak Konsumsi

depot-air-minumTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh Depot Air Minum yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hilir terutama di Kota Tembilahan dan sekitarnya diminta untuk menjual dan menyediakan air minum yang layak dikonsumsi oleh para pelanggannya.

Hal itu mengingat tingginya kebutuhan air minum di kalangan masyarakat, sehingga memberikan kesempatan yang besar bagi para pengusaha Depot Air Minum (DAM) isi ulang, untuk mencari keuntungan dan penghasilan di Negeri Seribu Parit ini.

Kepala Dinas Kesehatan, Hj Alvi Furwanti Alwi melalui Kepala Seksi Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Herman Mahat mengatakan, hingga saat ini jumlah DAM yang beroperasi di Kabupaten Inhil, khususnya di Kota Tembilahan dan sekitarnya terus bertambah.

“Sampai kini, DAM yang terdaftar sudah mencapai ratusan lebih. Itu semua sudah memenuhi syarat operasional, berdasarkan hasil uji kelayakan dan layak memproduksi air minum isi ulang berstandar,” tutur Herman, kemarin.

Dijelaskan Herman, untuk mendapatkan sertifikat kelayakan tersebut tidak mudah, semua harus berdasarkan uji kelayakan dan melalui berbagai tahapan yang berlaku sesuai peraturan yang telah ditetapkan, sehingga apabila dalam proses pemeriksaan dan penelitian uji sample dinyatakan lulus, barulah sertifikat kelayakan memproduksi air minum isi ulang bisa dikeluarkan.

“Mereka (para pengusaha DAM) juga harus bersedia melakukan pemeriksaan dan pengawasan rutin pertiga bulan yang dilakukan pihak Diskes, guna mendapat izin memproduksi air minum isi ulang stiap tahunnya,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Herman, pihak Diskes Inhil rutin melakukan sosialisasi terhadap mekanisme dan peraturan-peraturan baru, serta kewajiban bagi seluruh pengelola DAM yang beroperasional di Kabupaten Inhil.

“Kami harapkan semua pihak terkait, baik itu dari DAM itu sendiri,  Diskes maupun masyarakat, dapat bersama-sama melakukan pengawasan, sehingga semua bisa berjalan sesuai harapan dan air yang dijual layak untuk dikonsumsi,” imbuhnya.(adi/adv)




Tahukah Kamu Malaikat Maut Menghampirimu 70 Kali Dalam Sehari ?

Keranda Depok 1 copydetikriau.org – Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mati. namun tidak ada satu mahluk hiduppun yang tau kapan maut akan menjemputnya. Namun pernah kamu mengetahui  bahwa dalam satu hari malaikat maut menghampiri kita hingga 70 kali?

Bersumber dari sebuah hadis yang diriwatkan oleh Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahuanhu, Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa malaikat maut tidak hanya datang ketika nyawa kita akan dicabut, namun juga mengunjungi kita hingga 70 kali dalam satu hari.

“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah setiap manusia dimuka bumi ini sebanyak 70 kali dalam sehari”

Malaikat mautpun kerap berkata; “Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah SWT untuk mencabut nyawanya, tapi ia masih bersenang-senang bergelak tawa”

Jika dihitung-hitung, dalam satu hari ada 24 jam. dalam 24 jam terdapat 1440 menit. itu sama artinya malaikat akan mengunjungimu hanya dalam jeda waktu setiap 20,57 menit.

Nah apakah kamu masih ingin bersenang-senang berbuat maksiat dan meninggalkan amal ibadah sebagai bekal matimu ?. (dro/palingseru.com)




Tertidur Lelap, Dompet Berisi Jutaan Rupiah Digasak Maling

malingTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sungguh malah nasib seorang pria warga kota Tembilahan, Mangasi (26). Kenapa tidak, disaat ia sedang tertidur lelap di kediamannya, dompet berisikan uang tunai jutaan rupiah yang disimpannya di kantong celana yang sedang ia kenakan hilang digasak pencuri, Sabtu (6/6/2015).

Tidak hanya itu, korban pencurian ini juga kehilangan barang berharga lainnya berupa satu unit Handphone yang bernilai ratusan ribu rupiah yang diletakkan tak jauh dari tempat ia tidur.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, sekitar pukul 04.30 WIB sang kakak kandung korban, Hotlan Irianti (28) seperti biasa bangung cepat dan bersiap-siap untuk beraktivitas. Selanjutnya, sekitar pukul 05.30 WIB Iriani ini membangunkan korban, yakni adiknya sendiri.

“Waktu itu, kakaknya ini melihat kantong celana bagian belakang terlihat sobek. Merasa penasaran, si kakaknya ini bertanya kepada sang adik kenapa kantong celananya sobek,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman kepada sejumlah awak media.

Setelah ditanya, lanjut Warno, korbanpun langsung memeriksa dan memang diakuinya ini bukan sobek biasa. Merasa curiga, korban langsung keluar rumah dan melihat kondisi jendela depan dan belakang rumah dalam keadaan terbuka karena di rusak.

Waktu itu juga, korban kembali masuk ke rumah mau mengambil Handphone, ternyata alat komunikasinya ini juga telah raib.

“Isi dompet yang dicuri itu ada uang tunai Rp 4 juta dan nilai Handphone miliknya kurang lebih Rp 850 ribu. Jadi, atas peristiwa ini korban mengalami kerugian total sebenar Rp 4.850.000,” rincinya.

Dari hasil laporan korban, saat ini petugas Polres Inhil sedang melakukan penanganan perkara tersebut. (mirwan)




Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, PLN Diminta Akomodir Penambahan Daya Listrik di RSUD PH

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Manajemen PLN Rayon Tembilahan diminta, untuk mengakomodir penambahan daya listrik yang dibutuhkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas. Dikatakannya, saat ini RSUD Puri Husada Tembilahan sedang berupaya untuk mencapai akreditasi B. Dimana, salah satu syaratnya adalah sarana dan prasarana yang meliputi keberadaan gedung dan penggunaan peralatan medis yang sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

“Penggunaan peralatan medis yang sesuai standar ini, tentunya sangat membutuhkan ketersediaan tenaga listrik yang memadai, sehingga tidak mengalami kendala dan kesulitan di lapangan,” tutur Herwanissitas kepada detikriau.org di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, berbeapa waktu lalu.

Dijelaskan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, untuk proses penambahan daya listrik tersebut, RSUD PH sudah melakukan kewajibannya yakni dengan membayar sejumlah uang yang cukup besar hingga mencapai Rp 80 juta.

“Terlepas sekarang ini dalam kondisi krisis listrik, namun ada kewajiban pihak PLN untuk mengakomodir permohonan itu karena berhubungan langsung dengan pelayanan kesehatan,” terangnya.

Jika tidak terlaksana, lanjut pria yang akrab disapa Sitas ini, maka akan sangat mengganggu proses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dan upaya untuk mewujudkan RSUD PH yang terakreditasi B pun akan sulit tercapai.

“Seperti ketika masyarakat atau pasien ingin melakukan rontgen, tiba-tiba lampu mati, tentu ini akan menyulitkan tenaga kesehatan dalam melaksanakan pekerjaannya dan bisa juga menyebabkan kerusakan peralatan media, yang perbaikannya membutuhkan biaya yang cukup besar,” imbuhnya.(adi/adv)