Saat Berbuka, Masyarakat Dianjurkan Tidak Konsumsi Makanan serta Minuman Dingin dan Manis Berlebihan

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan 1436 H dianjurkan, untuk tidak mengkonsumsi makanan serta minuman yang dingin dan manis secara berlebihan.

Anjuran tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Ridwan Mkes saat berbincang dengan detikriau.org di Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan, kemarin.

Diakui Ridwan, memang tidak ada ketentuan yang mengkhususkan untuk mengkonsumsi air dingin atau hangat saat berbuka puasa. Namun sesuai dengan anjuran ahli gizi, saat berbuka puasa sebaiknya meminum air hangat agar tubuh merasa lebih baik dan nyaman.

“Ketika kita berpuasa, suhu tubuh terasa lebih hangat. Jadi akan lebih baik, jika kita mengkonsumsi minuman hangat saja saat berbuka. Sedangkan kalau kita meminum air dingin, dikhawatirkan tubuh akan kaget, sehingga membutuhkan waktu untuk lambung menyesuaikannya,” tutur Ridwan.

Selain itu, mantan Kabag Humas Setdakab Inhil ini juga mengingatkan kepada semua masyarakat yang berpuasa, untuk tidak berlebihan mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis saat berbuka puasa.

“Walaupun itu disunatkan, tapi sebaiknya jumlah yang dikonsumsi tetap harus diatur, karena seperti kita ketahui bersama bahwa segala yang berlebihan tidak baik,” terangnya.

Selanjutnya, Ridwan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah atau porsi yang banyak, sehingga mengakibatkan terlalu kenyang saat berbuka dan membuat mengantuk.

“Kalau sudah begitu, tentu kita akan kesulitan dan bahkan tidak bisa melaksanakan shalat tarawih berjama’ah di mushalla atau masjid. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan pola makan yang sehat dan simbang, sehingga tubuh akan lebih kuat saat melaksanakan puasa dan mampu menunaikan perintah Allah SWT ini dengan baik,” imbuhnya.(adi/adv)




Dani: Masih Banyak Kebutuhan Masyarakat Yang Harus Dipenuhi

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam menyebutkan bahwa saat ini masih cukup banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi dan menjadi prioritas untuk segera dituntaskan oleh berbagai pihak terkait.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai menerima kunjungan Hermansyah (49), salah seorang warga Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, yang berencana akan melakukan perjalanan jauh ke Jakarta, dengan mengayuh sepedanya pada Jum’at (19/6/2015) besok, untuk menemui langsung Presiden RI, Joko Widodo.

Dikatakan Dani, apa yang menjadi niat dan yang dilakukan oleh Hermansyah, merupakan suatu bentuk kritikan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Inhil.

“Inilah bukti masih cukup banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi dan menjadi perhatian serius kita bersama,” tutur Dani kepada detikriau.org di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Selasa (16/6/2015) kemarin.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini mengajak seluruh pihak terkait untuk saling bahu membahu bekerjasama serta memberi dukungan dalam upaya membangun dan memajukan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Negeri Seribu Parit.

“Kita do’akan semoga Pak Hermansyah selalu sehat, sehingga bisa mewujudkan niatnya, serta dapat kembali dan berkumpul dengan keluarga tercinta di rumah,” imbuhnya.(adi/adv)




Selama Ramadan, BKD Akan Sidak SKPD 3 Kali Seminggu

Kepala BKD Inhil, H Syaifuddin
Kepala BKD Inhil, H Syaifuddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Syaifuddin menyatakan akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Inhil sebanyak 3 kali dalam seminggu.

“Kita lakukan Sidak terutama diperuntukkan ke kantor SKPD-SKPD dengan waktu yang tak ditentukan. Ini dilakukan sebagai upaya menegakkan kedisiplinan PNS dibulan Ramadhan sesuai dengan surat edaran yang ditanda tangani Bupati Inhil kemaren,” ungkap Syaifuddin.

Kata Syaifuddin, surat edaran tersebut pada dasarnya hampir sama saja dengan jam kerja di luar ramadhan. Sebab, semua PNS tetap dituntut untuk memaksimalkan sesuai tupoksi masing-masing. Hanya saja untuk dibulan puasa ini ada sedikit toleransi jam kerja.

Dimana biasanya, jam kerja PNS dituntut maksimal hingga sore hari, namun untuk dibulan Ramadhan cukup sampai pukul 15.00 WIB. Disamping itu, sebagaimana tercantum dalam surat, PNS diminta untuk mengenakan pakaian muslim dan muslimah.

“Berpacu pada surat edara inilah kami akan lakukan Sidak selama bulan Ramadhan, baik ke rumah makan, tempat-tempat belanja. Terlebih di kantornya langsung, terutama pada kedesiplinannya,” tukasnya.

Jika ditemukan PNS yang menyimpang, Kepala BKD ini berjanji akan beri sanksi yang disesuaikan dengan PP 53 tahun 2010. (mirwan/adv)




Hari Pertama Puasa, Pegawai dilingkungan Pemkab Inhil Tetap Aktif Berikan Pelayanan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) tampak maksimal masuk kerja dihari pertama dibulan Ramadhan sebagaimana keharusan melalui surat edaran Bupati Inhil dalam rangka memasuki bulan Ramadhan ini.

“Bupati telah tanda tangani dan telah kita edarkan surat bernomor 800/BKD-AP/1475 tentang jam kerja dan pakaian pegawai selama bulan Ramadhan 1436 H tertanggal 16 Juni 2015,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil, H Syaifuddin saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2015).

Ia menambahkan, surat edaran tersebut dikeluarkan berdasarkan surat edaran dari Gubernur Riau bernomor: 800/BKP2D/91.09 tertanggal 5 Juni 2015 dengan prihal yang sama terhadap menyambut bulan Ramdhan yang diperuntukkan kepada para pegawai.

Sebab itulah, para PNS di sejumlah kantor SKPD di lingkungan Pemkab Inhil ini tetap terlihat aktif, seperti Dinas Pendidikan, Disperindag, dan lainnya, termasuk BKD sendiri. Selain itu PNS di Kantor Camat juga tampak hadir maksimal.

“Berdasarkan absen, kita di sini 99 persen PNS nya hadir belerja di kantor,” ungkap Camat Tembilahan, M Satir. (mirwan/adv)




Inhil Peringati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2015

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperingati Hari Lingkungan Hidup se-dunia tahun 2015 dengan melaksanakan Apel Upacara di halaman Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Rabu (17/6/2015).

Dandim 0314 Inhil Letkol Inf Jarot Suprihanto berdiri sebagai Isnpektur Upacara yang langsung dihadiri Bupati Inhil HM Wardan, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, sejumlah pejabat esselon beserta para pegawai lingkungan Pemkab Inhil.

Saat pimpin upacara, Jarot mengatakan Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini bertujuan untuk menegaskan komitmen dan aksi pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup semua negara di dunia, yang telah menjadi kesepakatan dan gerakan bangsa-bangsa di dunia.

Di Indonesia, peringatan tersebut dapat kita eksplorasi lebih berarti lagi terutama dengan, mengajak dan melibatkan secara aktif masyarakat serta spontanitas, kreativitas dan modal sosial yang kita miliki di daerah-daerah, sebagai bangsa dan dalam menjaga sumber kekayaan alam kita yang merupakan salah satu unsur penting dalam membangun dan menjaga ketahanan nasional kita.

Lebih lanjut ia mengatakan, Badan Lingkungan Hidup Dunia atau United Nations Environment Programme (UNEP) menetapkan tema peringatan World Environmental Day tahun 2015 yaitu Seven Billion Dreams, One Planet, Consume With Care. Untuk peringatan di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan tema “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi.

“Tema global ini merujuk dengan agenda aksi Sustainable Consumption and Production/SCP yang telah disepakati dalam Konferensi Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20, red) bulan Juni 2012. Saat ini bumi berpenghuni sekitar 7,2 milyar jiwa,” katanya.

Untuk itu diperlukan sumberdaya alam yang besar untuk pemenuhan kebutuhan dasar untuk pewujudan kesejahteraan, melalui kegiatan konsumsi dan produksi dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan konsumsi dan produksi tersebut dapat menimbulkan tekanan yang besar pada keberlanjutan sumberdaya alam dan kualitas lingkungan hidup kita.

Untuk kajian UNEP mengindikasikan, saat ini tingkat konsumsi penduduk global telah melebihi tingkat pasokan sumberdaya alam yang tersedia di bumi, diiringi kualitas lingkungan hidup yang cenderung menurun di banyak negara termasuk Indonesia

Untuk itu, Aksi Global mendesak perlu segera dilakukan seperti perubahan pola konsumsi dan produksi menuju hemat sumberdaya, berkualitas lebih baik dan melindungi lingkungan hidup. Upaya itu tentunya merupakan pondasi bagi pembangunan ekonomi hijau yang lebih berkualitas yang melibatkan semua lapisan masyarakat menuju pembangunan berkelanjutan.

“Dengan perayaan peringatan hari lingkungan hidup ini, dimana penduduk yang bertambah, sumberdaya yang secara fisik tidak berubah, kini, menuntut kesadaran kita semua, kesadaran masyarakat, dan para penyelenggara pemerintahan dan Negara, untuk mengingat lagi bahwa keamanan sumberdaya alam kita merupakan bagian dari upaya membangun kekuatan dan menjaga ketahanan nasional bangsa kita,” tambahnya.

Sedangkan kekuatan sumberdaya hutan, khususnya dalam pemerintahan saat ini menjadi penting yang diorientasikan sebagai sumber kesejahteraan masyarakat yang akan dikembangkan dalam berbagai skema perhutanan sosial, hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan berbasis masyarakat dan lain-lain.

Semua itu katanya ditujukan untuk kesejahteraan yang harus kita raih bagi masyarakat, bagi bangsa kita yang harus terus menapak maju.

Pemerintah Pusat dan Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan komunitas masyarakat diharapkan dapat meningkatkan edukasi yang berfokus pada efektifitas dan efisiensi dalam pemanfaatan sumberdaya alam kita, pola hidup hemat sumberdaya seperti kegiatan pengurangan timbulan sampah, pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat, serta tentu saja pola pengembangan kebijakan alokasi dan eksplorasi serta pemanfaatan sumberdaya lahan, hutan dan tambang yang tepat dan dalam keseimbangan prinsip-prinsip ekosistem.

“Akhirnya, Momentum Hari Lingkungan Hidup kali ini diharapkan dapat menyatukan kita dalam perwujudan mimpi Pembangunan Berkelanjutan melalui aksi nyata dan berpihak kepada masyarakat. Mari kita wujudkan mimpi tersebut dan Mari kita lakukan aksi nyata bersama,” tutup Dandim.(mirwan/adv)




Ridwan: Keberadaan SBH Untuk Berikan Pendidikan Pramuka di Bidang Kesehatan Bagi Generasi Muda

Ketua Pamong SBH Diskes Inhil, Ridwan MKes melantik Pengurus Satuan Karya Pramuka Bhakti Husada Ranting Kecamatan Kuindra.
Ketua Pamong SBH Diskes Inhil, Ridwan MKes melantik Pengurus Satuan Karya Pramuka Bhakti Husada Ranting Kecamatan Kuindra.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Pamong Saka Bhakti Husada (SBH) Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ridwan Ahim Mkes secara langsung melantik pengurus Satuan Karya Pramuka Bhakti Husada tingkat ranting di Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Selasa (16/6/2015).

Prosesi pelantikan yang dipusatkan di Puskesmas Kuindra ini, dihadiri sejumlah pengurus SBH, baik tingkat kabupaten maupun kecamatan, serta diikuti para Penegak yang merupakan siswa SMA sederajat dan Penggalang yang merupakan siswa SMP sederajat.

Ridwan juga menyatakan bahwa keberadaan SBH ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepramukaan kepada generasi muda khususnya tentang dunia kesehatan yang memang menjadi tupoksinya.

Narasumber memberikan pemaparan pada sosialisasi SBH tentang dampak bahaya konsumsi rokok pada kesehatan
Narasumber memberikan pemaparan pada sosialisasi SBH tentang dampak bahaya konsumsi rokok pada kesehatan

“Bagi pramuka penegak dan penggalang ini, nantinya akan dilatih dan dididik tentang 6 krida, yakni krida bina obat, krida bina lingkungan, krida bina keluarga sehat dan lain sebagainya,” tutur Ridwan.

Oleh karena itu, Ridwan juga menjabat sebagai Sekretaris Diskes Inhil ini berharap agar seluruh instruktur pramuka yang ada di Puskesmas setempat, bisa menyampaikan dan memberikan materi yang berkaitan dengan 6 krida tersebut.

“Pengenalan krida kepada para peserta didik, yang terdiri dari penegak dan penggalang ini, tentunya akan memberikan manfaat yang besar bagi mereka, khususnya ketika akan menimba ilmu di bidang kesehatan,” terangnya.

Dengan begitu, mantan Kabag Humas Setdakab Inhil ini juga berharap, para anggota pramuka bisa mengetahui dan memahami tentang dunia kesehatan dengan baik.

“Paling tidak, bisa untuk diri mereka sendiri dan keluarga, atau kalau memungkinkan dapat disebarkan ke masyarakat luas, seperti di lingkungan sekitar rumah dan sekolah,” imbuhnya.

Usai prosesi pelantikan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi SBH tentang dampak bahaya konsumsi rokok pada kesehatan.(adi/adv)