Junaidi : Masyarakat Jangan Mudah Percaya Bujuk Rayu Investor

“Awalnya Manis, Akhirnya Sering Kali Pahit”

Ketua Komisi II DPRD Inhil Amd Junaidi AN
Ketua Komisi II DPRD Inhil Amd Junaidi AN

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat terutama para petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam menjalin kerjasama dengan pihak investor, sehingga tidak menjadi korban di kemudian hari.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi AN terkait dengan banyaknya pengaduan dan laporan yang ia terima, khususnya tentang pola kemitraan yang menyengsarakan masyarakat.

Dikatakan Junadi, saat ini cukup banyak pola kemitraan yang ditawarkan oleh pihak perusahaan atau investor. Untuk itu, masyarakat selaku pemilik lahan harus jeli dalam menyikapi dan menilai pola kemitraan tersebut, sehingga tidak terjebak oleh janji-janji palsu dari oknum yang tidak bertanggung jawab, yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi semata.

“Yang jelas, masyarakat jangan mudah percaya dengan bujuk rayu para investor. Banyak yang awalnya manis, tapi akhirnya terasa pahit dan hanya mendatangkan kesengsaraan,” tutur Junaidi saat berbincang dengan detikriau.org di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dijelaskan politisi dari Partai Golkar Inhil ini, memang kondisi yang sekarang dialami oleh masyarakat tidak sepenuhnya salah masyarakat itu sendiri. Ini merupakan ketidakberdayaan masyarakat dalam menyelamatkan perkebunan kelapa miliknya, sehingga mereka terbujuk rayu oleh janji manis pihak investor.

“Harus ada perhatian serius dari Pemda dalam menyikapi permasalahan ini, kita tidak ingin kelapa hanya menjadi kenangan belaka, tapi harus tetap berjaya bagi masa depan anak cucu kita nanti,” pungkasnya. (adi/adv)




Diskes Imbau Pedagang Takjil Tak Gunakan Bahan Berbahaya

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama para pedagang takjil, untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya ke dalam makanan dan minuman yang akan dijualnya.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, kemarin.

Dikatakan Saut, memasuki Bulan Suci Ramadhan 1436 H ini, biasanya akan banyak bermunculan para pedagang takjil dadakan, baik yang berasal dari dalam daerah maupun luar daerah.

Untuk itu, momentum ini jangan dijadikan oleh para pedagang sebagai kesempatan untuk berbuat curang terhadap konsumen, seperti dengan mencampurkan zat-zat berbahaya ke dalam bahan makanan dan minuman.

“Kami harapkan pedagang tidak menggunakan bahan yang berbahaya untuk dagangannya, seperti pewarna yang tidak diizinkan, formalin, boraks dan lain sebagainya, karena bisa membahayakan kesehatan konsumen,” tutur Saut.

Dijelaskan Saut, penggunaan bahan berbahaya untuk pembuatan makanan dan minuman ini, bisa mengakibatkan orang-orang yang mengkonsumsinya terkena berbagai penyakit.

“Meski efeknya tidak langsung dirasakan, namun dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan organ-organ dalam tubuh, seperti pada pencernaan, ginjal dan hati,” terangnya.

Oleh karena itu, Saut meminta kepada seluruh pedagang agar menggunakan bahan-bahan yang aman dan layak dikonsumsi saat pembuatan barang dagangannya.(adi/adv)

 




Asisten II Setdakab Inhil Buka Resmi Kegiatan Ramadhan Ceria

Asisten II Setda Inhil Drs. Fauzar yang di dampingi KADISPORABUDPAR dan beberapa Pejabat Eselon yang hadir saat pembukaan Ramadhan Ceria. Foto: Mirwan
Asisten II Setda Inhil Drs. Fauzar yang di dampingi KADISPORABUDPAR dan beberapa Pejabat Eselon yang hadir saat pembukaan Ramadhan Ceria. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten II Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Fauzar membuka secara resmi kegiatan Ramadhan Ceria di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Jum’at (19/6/2015) sore.

Kegiatan tajaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil ini dihadiri langsung Kepala Disporabudpar Rudiansyah serta beberapa pejabat esselon di lingkungan Pemkab Inhil, Pemerhati Seni, para Pecinta Seni, Pelaku Seni serta sejumlah masyarakat kota Tembilahan.

Kelompok Nasyid yang megisi Acara Ramadhan Ceria
Kelompok Nasyid yang megisi Acara Ramadhan Ceria

Dalam pelaksanaan kegiatannya cukup tampak ramai, sebab kegiatan tajaan Disporabudpar yang bekerjasama dengan Komunitas Seni Musik Akustik PDP 22 ini menampilkan lantunan music religi bernuansa Islami dari Group Band PDP 22 Community.

Selain itu juga menampilkan kelompok-kelompok Nasyid dari beberapa kelompok pelajar di Sekolah-sekolah yang ada di Tembilahan dan ada lagi beberapa penampilan lainnya. Untuk diketahui berdasarkan data yang diperoleh bahwa kegiatan Ramdhan Ceria ini sudah memasuki tahun yang ke-2.

Mewakili Bupati Inhil, Asisten II memberi apresiasi dengan adanya kegiatan Ramadhan Ceria sore itu. Sebab dinilainya kegiatan tersebut sangat positif dan tajaannyapun sesuai dengan suasana bulannya.

“Sesuai dengan bulannya, karena dibulan puasa itu memang harus menampilkan kegiatan bernuansa yang Islami,” imbuhnya.(mirwan/adv)




Inhil Optimis Penuhi Target Musim Tanam Hingga September Mendatang

Bupati Inhil, HM Wardan mencoba mempergunakan mesin perontok padi dalam sebuah kegiatan panen raya beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, HM Wardan mencoba mempergunakan mesin perontok padi dalam sebuah kegiatan panen raya beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemkab Inhil melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultural dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) optimis hasil panen musim ini akan memenuhi target yang ditentukan hingga bulan September 2015 mendatang.

Pernyataan itu diungkapkan Plt Kepala DTPHP Kabupaten Inhil Fajar Husen melalui Sekretaris Dinas, RM Sudinoto saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2015).

“Meski hasil pertanian Oktober 2014 hingga maret 2015, masih belum mencapai hasil yang memuaskan akibat terjadinya banjir dan serangan hama di beberapa daerah, namun untuk musim panen April-September 2015 ini kita optimis akan terpenuhi sesuai target” jelasnya.

Dijelaskannya, dengan waktu yang masih ada ini, tersisa 9.367 hektar dan akan bisa diselesaikan secara optimal. Namun memasuki minggu kedua bulan juni 2015, sudah 6.633 haktar lahan sudah ditanam.

“Target penanaman adalah 16 ribu hektar. Saya sangat optimis itu bisa kita laksanakan,” tambahnya.

Apalagi, lanjutnya, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan selaku pimpinan daerah turut aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan dunia pertanian. Hal ini menyebabkan motivasi para petani maupun petugas penyuluh semakin tinggi untuk memenuhi target yang diinginkan.

“Saat ini rata-rata hasil pertanian padi di Inhil menghasilkan 4,5 ton perhektar, namun dibeberapa tempat, seperti di Kecamatan Kempas, hasil padi mencapai 7-8 ton perhektar. Jika target 16 ribu hektar berhasil, maka Inhil akan surflus beras,” tutupnya.(mirwan/adv)




Tak Hanya Ketangkap Berjudi, Juf Ternyata Juga Kantongi Sabu

Gbr ilustrasi penangkapan tsk
Gbr ilustrasi penangkapan tsk

Selatpanjang (detikriau.org) – JUF (38), warga  jalan Dorak, RT.01/RW.04, Desa Selatpanjang Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti terpaksa digari polisi setelah kedapatan bermain judi kartu remi. Tidak hanya itu, saat ditangkap, juf juga kedapatan mengantongi satu paket kecil narkotika jenis-sabu-sabu.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH Msi, kepada detikriau.org diruang kerjanya, jum’at (19/6) mengatakan, dalam penggerebekan Kamis (18/6) sekitar pukul 00.35 WIB itu, Tim Satgas juga berhasil menangkap tiga rekanan pelaku perjudian kartu remi lainnya, yakni MI Alias IS (46) warga jalan Kelapa Gading, No 19 RT01/RW01, Desa Selatpanjang Timur, ZL Alias HD (42) warga jalan Rintis, Gang Delima RT01/RW08, Desa Selatpanjang Selatan, serta KR Alias KM (52) warga jalan Banglas, Gang Pelita RT01/RW01 Desa Banglas.

“Dalam operasi itu kita menangkap 4 pelaku perjudian yang salah satunya diduga pengguna narkoba jenis sabu,” sebutnya.

Bersama tsk, Kepolisian  mengamankan uang tunai sebesar Rp. 850.000,- dua set kartu remi, satu buah tikar plastik untuk alas permainan judi serta1 (satu) paket kecil sabu berikut uang tunai diduga uang hasil penjualan sabu sebesar RP. 2.202.000,- 2 (dua) unit Handphone merek Nokia dan Samsung.

“Paket kecil sabu ditemukan didalam kantong celana belakang sebelah kiri yang dipakai tersangka JUF.” sebut Kapolres, sambil menambahkan atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal dua belas tahun penjara.(eko)




Masyarakat Tembilahan Diimbau Tidak Gunakan Badan Jalan untuk Berjualan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam bulan Ramadhan, seluruh masyarakat kota Tembilahan, khususnya para pedagang diimbau untuk tidak menggunakan badan jalan sebagai tempat berjualan.

Himbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Pahrolrozy, belum lama ini. “Para pedagang takjil atau makanan berbuka puasa tidak dibenarkan berjualan di pinggir jalan,” katanya.

Ia mengatakan, jika berjualan di pinggir jalan bahkan sampai menggunakan badan jalan itu akan mengakibatkan terganggunya ketertiban lalu lintas di jalan raya dan bakal mengundang kemacetan. Ia mempersilahkan kepada para pedagang berjualan dimana saja, tapi tidak sampai mengganggu ketertiban umum.

Meski begitu, sebagai dinas terkait, pihaknya telah mengupayakan penyediaan tempat khusus berjualan di Bulan Puasa ini dengan menyediakan beberapa lokasi pasar Wadai atau pasar Ramadhan diantaranya di Pasar Pagi jalan Baharuddin Yusuf, kemudian di parkiran Pusat Kuliner Kelapa Gading serta di samping Stadion Beringin dan beberapa titik lainnya.

“Namun tidak disediakan pasar wadai dalam satu tempat seperti tahun-tahun sebelumnya untuk mencegah terjadinya kemacetan dan memecah keramaian sesuai dengan keinginan Bupati Inhil.” Tandas Fahrolrozy. (mirwan)