Jalin Silaturahmi, Bupati Inhil Gelar Buka Puasa Bersama

HM.Wardan menyampaikan sambutan pada acara Buka bersama dengan masyarakat di Kediaman.
HM.Wardan menyampaikan sambutan pada acara Buka bersama dengan masyarakat di Kediaman.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menggelar acara buka puasa bersama yang dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil. Selain itu juga dihadiri oleh pihak Disperindag Provinsi Riau, BPOM Provinsi Riau dan masyarakat kota Tembilahan di kediamannya jalan Kesehatan, Tembilahan, Rabu (24/6/2015) kemaren.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan tujuan dari buka bersama ini tidak lain untuk meningkatkan jalinan silaturrahmi serta rasa persatuan dan kesatuan di daerah Inhil. Dengan demikian, maka secara tidak langsung harapan untuk mendapatkan berkah puasa dari yang maha kuasa juga akan didapatkan bersama.

Menurutnya, acara seperti demikian merupakan satu kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Inhil. Tidak hanya sejak ia memimpin, namun sudah selalu dilaksanakan mulai dari pimpinan daerah Inhil sebelum ia menjabat.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, semoga berkah dan keampunan yang ada pada bulan Ramadhan dapat kita peroleh,” ujarnya.

Dalam hal ini, Bupati juga berharap kepada semua yang menghadiri acara sore itu untuk dapat meningkatkan keimanan serta ibadah dari tahun-tahun sebelumnya, agar katanya tidak termasuk pada orang-orang yang merugi.

Disamping itu, kegiatan ini juga merupakan acara kebersamaan. Dimana, setelah berbuka puasa akan dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah hingga Tarawih.

“Kepada seluruh masyarakat saya harapkan dapat menjaga keamanan serta ketertiban selama Bulan Ramadhan ini,” Pesan Bupati. (mirwan/adv)




Dewan Minta Pemkab Inhil Perketat Pengawasan Barang Dagangan di Pasaran

“terkait ditemukannya sejumlah bahan makanan yang positif mengandung zat berbahaya pada inspeksi mendadak (sidak), yang dilakukan oleh Disperindag dan BPOM Provinsi Riau di Kota Tembilahan”

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), untuk memperketat pengawasan terhadap barang dagangan yang beredar dan dijual bebas dipasaran.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam terkait dengan ditemukannya sejumlah bahan makanan yang positif mengandung zat berbahaya pada inspeksi mendadak (sidak), yang dilakukan oleh Disperindag dan BPOM Provinsi Riau di Kota Tembilahan, kemarin.

Diakui Dani, dirinya merasa sangat prihatin, karena di Bulan Suci Ramadhan ini masih ada perilaku oleh oknum pedagang yang merugikan masyarakat atau konsumen, salah satunya dengan menggunakan dan mencampur bahan atau zat berbahaya pada barang dagangan yang dijualnya.

“Kita sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh Disperindag dan BPOM ini, dalam upaya melindungi masyarakat kita dari mengkonsumsi bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatannya,” tutur Dani saat ditemui detikriau.org usai menghadiri acara buka puasa Pemkab Inhil bersama masyarakat, di kediaman Bupati, Jalan Kesehatan Tembilahan, Rabu (24/6/2015) kemarin.

Selanjutnya, Dani meminta kepada Pemkab Inhil, untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Negeri Seribu Parit ini, khususnya tentang bahan atau zat berbahaya bagi kesehatan, yang tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat.

Selain itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini juga berharap agar Pemkab Inhil melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, dapat melakukan pengawasan yang ketat terhadap produk-produk yang dijual para pedagang di pasaran.

“Kita minta masyarakat lebih hati-hati dan teliti dalam membeli bahan makanan yang dijajakan di pasar, supaya tidak menjadi korban akibat ulah nakal oknum pedagang,” pesannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sepekan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1436 H ini, Disperindag Inhil bersama dengan BPOM dan Diperindag Riau melakukan sidak ke sejumlah pedagang di kota Tembilahan, Rabu (24/6/2015).

Pada sidak tersebut, sebanyak 33 item bahan makanan diambil, untuk dijadikan sampel dan langsung dilakukan pengecekan di dalam mobil laboratorium keliling milik BPOM Provinsi Riau.

Dari hasil uji laboratorium saat itu, ditemukan sejumlah bahan dan makanan yang positif mengandung formalin, seperti ikan laut jenis ikan gembung, serta tahu dan buah delima yang positif mengandung borak. (adi/adv)




Tahan Raport Siswa, Disdik Akan Klarifikasi Kebijakan SD 005 Kempas jaya

foto: metrotvnews.com
foto ilustrasi: metrotvnews.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tersentak mendengar kabar adanya penahanan Raport siswa di SD Negeri 005 Kempas Jaya hanya karena belum menunasi pembayaran iuran. Kagetnya lagi, pembayaran yang belum dinulasi tersebut ternyata merupakan larangan untuk diberlakukan kepada Sekolah Dasar.

“Tidak boleh diberlakukan iuran terhadap siswa SD, apapun jenisnya. Namun untuk pembayaran LKS boleh, tapi menggunakan dana BOS, bukan dipungut dari siswa,” Sebut Kepala Disdik Kabupaten Inhil Helmi D melalui Kasi SD, Wiryadi kepada detikriau.org di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2015).

Ia menjelaskan, untuk pembebanan biaya LKS tidak dipungut dari siswa, namun dari dana BOS.

Sedangkan iuran pembangunan sekolah, semisal pembangunan pagar, jika memang diperlukan akan dianggarkan oleh pemerintah melalui Disdik Inhil. Bukan melalui iuran siswa.

“Kita hubungi segera UPTD setempat termasuk pihak sekolah untuk segera dilakukan pemeriksaan langsung. Jika benar kebijakan mereka seperti itu, langsung saya koordinasikan dengan pimpinan dan kita tindak lanjuti,” ancamnya.

“Karena sudah ada dana BOS inilah iuran yang melibatkan siswa itu dilarang keras,” pungkasnya. (mirwan)




Bupati Pimpin Rakor Pagelaran Budaya Bakar Tongkang

BAGANSIAPIAPI,detikriau.org – Puncak wisata budaya bakar tongkang yang dilaksanakan oleh warga Tionghoa Bagansiapi-api direncanakan dilaksanakan, Kamis(2/7/2015) mendatang. Kegiatan wisata budaya bakar tongkang tersebut direncanakan dihadiri menteri Perikanan dan Kelautan serta staf ahli Pariwisata dan Plt. Gubernur Riau.

Hal ini disampaikan Bupati Rohil, H. Suyatno, Rabu (24/6/2015) usai memimpin rapat koordinasi dengan agenda persiapan safari Ramadhan Plt Gubri dan sekaligus wisata budaya bakar tongkang yang dipusatkan di lantai IV gedung sekretariat jalan Merdeka Bagansiapi-api.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah yang berada di kabupaten Rohil. Kegiatan wisata budaya bakar tongkang kali ini, lanjut Suyatno direncanakan dihadiri menteri dan Plt Gubri serta Rombongan.

“Berkaitan dengan itulah, berbagai persiapan penyambutan segera kami persiapkan. Melalui rapat koordinasi inilah, kami bahas bagaimana prosesi. Rapat ini bakal segera kami matangkan lagi,”kata Suyatno.

Teknisnya, tambah suyatno, rombongan menteri dan Plt Gubri ketika berada di Bagansiapi-api direncanakan bakal melaksanakan sejumlah kegiatan. Salah satunya adalah berdialog dengan para nelayan serta meninjau sejumlah bangliau yang ada di Bagansiapi-api.”Berkaitan dengan itu , yang harus kami persiapkan bagaimana pengamanannya,”kata Suyatno.

Karena, lanjut Suyatno sosok seorang Menteri Perikanan dan Kelautan termasuk salah satu idola bagi masyarakat.”Untuk itu,pengamanannya harus dilakukan secara ekstra. Apalagi dialog dengan nelayan itu nanti direncanakan dilaksanakan dilapangan,”kata Suyatno. humas/adv




Ternyata Beberapa Kantor SKPD Juga Berikan Contoh Tak Bayarkan Tagihan Air. Awas Loh, Dilaporin ke Bupati

Dirut PDAM TI, Agustian Rasmanto. Foto, Mirwan
Dirut PDAM TI, Agustian Rasmanto. Foto, Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ternyata tidak hanya masyarakat pelanggan umum PDAM Tirta Indragiri yang kerap menunggak. Kebiasaan tidak memenuhi kewajiban ini nyatanya juga dicontohkan oleh beberapa kantor SKPD dilingkungan Pemkab Inhil. Nilai tunggakannya bahkan mencapai angka Rp 127 Juta.

“Berdasarkan catatan lama, ada beberapa Dinas, nilai keseluruhannya sekitar Rp 127 juta,” ungkap Dirut PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto yang enggan menyebutkan jumlah Dinas menunggak tersebut ditemui di kantor PDAM Tirta Indragiri jalan M Boya, Tembilahan, Rabu (24/6/2015).

Ia pun mengaku tidak tahu secara persis alasan beberapa Dinas yang tidak melakukan pembayaran terhadap perusahaan yang dipimpinnya itu, apalagi ia baru menjabat dan baru menemukan data-data itu kurang lebih dua bulan belakang.

Dalam menyikapi ini, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan penagihan, dan dikatakannya tim tersebut mulai efektif usai lebaran mendatang.

“Apabila Dinas-dinas yang melanggar peraturan yang sudah ditentukan oleh PDAM, terpaksa dilaporkan ke bagian pengawas, ke Sekda dan kita akan sampaikan ke Bupati dan terakhir pemutusan,” Ancamnya. (mirwan)




Pasangan Suami Istri Petugas Kebersihan ini Sebut Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Masih Minim

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang petugas kebersihan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ida (40) mengeluhkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah. Padahal, Pemerintah Kabupaten Inhil menurutnya sudah menyediakan tempat dan menetapkan waktu untuk membuang sampah, namun nyatanya masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkannya.

Ida yang bertugas membersihkan badan jalan di sekitar Bundaran tugu Upakarti hingga ujung jalan veteran, Tembilahan menjelaskan bahwa untuk membersihkan lokasi tersebut ia bekerja dengan dibantu sang suami.

“Kalau nyapu kira-kira 1 jam selesai, itupun bersama-sama suami. Jika sendiri hampir dua jam. Dalam melaksanakan tugas ini, saya sangat berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya tentang kebersihan dengan jtidak membuang sampah sembarangan, kan sudah ada tong sampah disediakan,” sebutnya, Rabu (24/6/2015).

Selama ini, tambahnya, saat selesai menyapu dan baru ingin pulang tak taunya sudah ada lagi sampah yang berserakan, terutama di depan-depan perkantoran.

“Disiplinlah buang sampah pada tempatnya. Selama ini pandangan masyarakat terhadap sampah di Inhil masih belum berubah, masih tetap seperti dulu, apalagi sampah rumah tangga, setelah mobil selesai mengangkut mereka baru buang sampah, padahal jadwal telah ditentukan,” keluhnya.

Selain menjadi petugas kebersihan, Ida yang juga menjadi staf pengajar disalah satu PAUD di Tembilahan ini berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan mereka.

“Khususnya untuk tukang sapu, jika belum bisa menaikkan honor kami, paling tidak tetapkan tanggal pembayaran setiap bulannya,  terserah pemerintah menetapkan waktunya, namun kami berharap bisa dibayarkan pada setiap awal bulan,” harapnya.

Sementara itu, sang suami Nasir (54) yang juga merupakan salah seorang petugas kebersihan namun berbeda shift dan lokasi dengan sang istri menyatakan, masalah sampah jangan dianggap ringan oleh masyarakat. Sampah dikatakannya, selain tidak enak dipandang, keberadaan sampah juga bisa mengganggu kesehatan.

“Kalau cuma kami para petugas kebersihan yang aktif tanpa kerjasama dari masyarakat, berapa banyakpun petugas hasilnya tidak akan maksimal. Saya bersama istri saat hujan rintikpun tetap melaksanakan tugas ini, karena ini merupakan kewajiban dan tanggung jawab saya kepada pimpinan dan Allah SWT,” katanya.

Selain berharap keaktifan masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi sampah, Nasir juga berharap perhatian dari pemerintah kabupaten Inhil, terutama terkait dengan kesejahteraan dan kesehatan mereka.

“Jika semua pihak sudah satu pendapat, maka kami para petugas kebersihan Kabupaten inhil siap membantu pemerintah untuk meraih piala Adipura,” imbuhnya. (mirwan)