Empat Nelayan Sungai Bela Temukan Mayat Tanpa Identitas di Perairan Sungai Buluh

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Empat orang Nelayan Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra menemukan mayat bocah laki-laki dalam sebuah speedboat diperairan sungai Buluh. Saat ditemukan, bocah laki-laki yang belum diketahui identitasnya ini dalam kondisi sebahagian tubuhnya sudah dimakan hewan laut, Selasa (21/7/2015) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ke empat nelayan tersebut yakni Tugiman (35), Andika (20), Saini (35) dan Supir (25). Keempatnya itu merupakan warga desa Sungai Bela kecamatan Kuindra.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi bahwa saat itu saksi-saksi itu sedang dalam perjalanan sepulang melaut.

Ditengah perjalanan, semua saksi itu melihat speedboat warna hijau stabilo di sap 8 dalam posisi tertelungkup. selanjutnya saksi mendekati speedboat dan membalikkannya. Saat itulah terlihatlah ada sesosok mayat anak laki-laki dengan kondisi terikat oleh tali speedboat di bagian pinggangnya.

“Setelah menguras air, speedboat itu dibawa ke desa Sungai Bela. Sekira jam 17.00 WIB petugas Polsek Kuindra beserta petugas Puskesmas setempat datang memeriksa mayat itu, dan hasilnya, kondisi mayat dalam keadaan bengkak di sekujur tubuhnya. Bagian telinga mayat terlihat sudah dimakan oleh ikan ataupun binatang laut, sedangkan perutnya ada bekas ikatan tali tepatnya di sekeliling perutnya di posisi lubang pusat,” ungkap Warno.

Dari hasil pemeriksaan itu juga, dikatakan PAUR Humas bahwa sosok mayat dapat diperkirakan berussia sekitaar 8 tahun. Saat ditemukan, mayat bocah itu ini memakai baju warna merah lengan pendek dan cincin batu putih di jari tangan sebelah kanan. (mirwan)




Terkait Honor RT dan RW, Bupati Wardan : Untuk Kecamatan Sudah Ditandatangani, Sedangkan Desa Masih Terkendala Administrasi

Bupati Inhil, HM Waardan
Bupati Inhil, HM Waardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait masih terus berupaya semaksimal mungkin untuk segera mencairkan honor RT dan RW, yang sudah selama 6 bulan ini belum dibayarkan.

Menurut Bupati Inhil, HM Wardan, honor RT dan RW yang ada di wilayah kelurahan termasuk ke dalam anggaran yang dialokasikan untuk Pemerintah Kecamatan yang besarannya sudah ditandatangani dan siap disalurkan.

Sedangkan untuk RT dan RW yang ada di desa, diakui orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini masih terkendala administrasi dan harus dibuat terlebih dahulu peraturannya, yakni melalui RAPBDes.

“Jadi untuk desa ini, kalau kita paksakan membayar, maka akan melanggar ketentuan dan peraturan yang berlaku,” tutur Bupati Wardan kepada sejumlah awak media di kediaman dinasnya, Jalan Kesehatan Tembilahan, belum lama ini.

Belum dibayarnya honor RT dan RW ini juga diakui oleh Lurah Seberang Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan, H Marba’i. Dijelaskannya, yang menjadi kendala belum disalurkannya honor RT dan RW tersebut, dikarenakan belum cairnya dana kelurahan sejak awal tahun 2015 lalu.

Tidak cairnya dana kelurahan ini juga membuat berbagai program di kelurahan menjadi terlambat, khususnya kegiatan-kegiatan yang bergantung menggunakan dana tersebut .

“Kita juga bingung, sudah kita datangi BPMPD dan Bagian Keuangan tapi belum ada kejelasannya, karena menurut mereka tidak ada Petunjuk Teknis Operasional (PTO) untuk dana kelurahan,” terang Marba’i saat berbincang kepada awak media, beberapa waktu lalu.

Adapun beberapa kegiatan yang terkendala akibat tidak kunjung cairnya dana kelurahan tersebut diantaranya honor atau gaji RT dan RW, Kader Posyandu, PAUD, Satpol PP, termasuk pembayaran honor Magrib Mengaji dan TP PKK. (adi/adv)




Inilah Peran Kader Kesehatan Dalam Wujudkan Rumah Tangga Ber-PHBS

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk ikut berperan dalam mendukung dan mewujudkan rumah tangga ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

 

Permintaan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, ada beberapa peran kader kesehatan dalam mewujudkan rumah tangga ber-PHBS, yaitu :

  1. Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya, dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di rumah tangga pada buku kader.

 

  1. Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat, untuk memperoleh dukungan dalam pembinaan PHBS di rumah tangga.

 

  1. Sosialisasi PHBS di rumah tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa/kelurahan melalui kelompok dasawisma.

 

  1. Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok, penyuluhan massa dan penggerakan masyarakat.

 

  1. Mengembangkan kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya rumah tangga ber-PHBS.

 

  1. Memantau kemajuan pencapaian rumah tangga ber-PHBS di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di rumah tangga.

 

Dijelaskan Kadiskes, apabila seluruh peran kader kesehatan ini dapat terlaksana di lapangan, tentunya dapat mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Ini semua dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menuju Kabupaten Inhil yang lebih sehat,” imbuhnya. (adi/adv)




Dani : Meski Ramadhan Berakhir, Amal Ibadah Harus Tetap Terjaga

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun saat ini Bulan Ramadhan telah berakhir, tetapi hendaknya segala amal ibadah dan kebaikan selama bulan puasa dapat terus terjaga sampai di bulan-bulan lainnya, sehingga menjadikan kita sebagai insan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam saat diwawancarai sejumlah awak media di sela-sela kegiatan Open House, dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1436 H di rumah dinasnya, Jalan Swarna Bumi Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Dani, selain sebagai momentum untuk meningkatkan silaturrahmi dan saling bermaafan, lebaran juga merupakan wadah introspeksi diri, khususnya dalam upaya memperbanyak amal ibadah di luar Bulan Ramadhan.

“Semoga amal ibadah yang kita lakukan selama bulan puasa kemarin diterima oleh Allah SWT,” tutur Dani.

Selanjutnya, dengan telah berakhirnya BulanRamadhan, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil berharap, ada jiwa sosial yang terbangun dalam setiap diri umat muslim.

”Ini semua dimaksukan untuk menyatukan kita semua, dalam upaya membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit ke depan,” terangnya.

Tampak hadir saat itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah anggota DPRD dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, masyarakat Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan dan sekitarnya. (adi/adv)




Idul Fitri, Pengunjung Padati Pelabuhan Parit 21

Foto; Mirwan
Foto; Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Memasuki lebaran Idul Fitri tahun 1436 H, pelabuhan parit 21 Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dipadati oleh sejumlah pengunjung, baik dari Ibu Kota Kabupaten Inhil maupun dari daerah pedesaan.

Pantauan lapangan, Senin (20/7/2015) tampak masyarakat di Negeri ini menjadikan satu tradisi untuk mengunjungi pelabuhan parit 21 Tembilahan, layaknya sebagai salah satu tujuan wisata.

Bahkan, pelabuhan yang belum dioperasikan secara maksimal itu rutin dihampiri para pengunjung setiap tahunnya pada moment lebaran, Idul Fitri khususnya. Mulai usia anak-anak, remaja hingga dewasa. Dan terlihat juga dari sejumlah pengunjung itu ada yang datang bersama kerabatnya, ada juga yang datang satu keluarga.

Menurut salah satu pengunjung, Reno (24) yang mengaku warga seberang Tembilahan ini mengakatakan, sangat rugi jika dimoment Idul Fitri tidak mengunjungi pelabuhan tersebut, selain dijadikan tempat rekreasi, juga dianggapnya sebagai tempat wisata Inhil.

“Saya pun kurang tahu persis apakah tempat ini merupakan tempat wisata, yang jelas setiap Idul Fitri kita selalu sempatkan ke sini, karena di Idul Fitri pelabuhan ini ramai,” ujarnya.

Senada dikatakan salah satu pedagang setempat, dagangannya akan laris manis pada beberapa moment, salah satu diantaranya adalah awal bulan Syawal yakni Idul Fitri. (mirwan)




Bupati Inhil Hadiri Halal Bihalal Alumni APDN Angkatan IX Tahun 1985

IMG_20150720_164530-1Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan didampingi Istri, Hj Zulaikhah Wardan beserta Kabag Humas Setdakab Inhil Ahmad Ramani, menghadiri acara Halal Bihalal alumni APDN angkatan IX tahun 1985 di Kelurahan Tangkerang Labuai kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Senin (20/7/2015).

Kegiatan yang dipimpin oleh Bupati Wardan ini dihadiri sejumlah alumni dari APDN yang telah sukses dari angkatan tersebut, diantaranya Sekda Kabupaten Bengkalis, Sekda Kabupaten Rohil, Kepala Bappeda Provinsi Kepri, Kepala Pemberdayaan Perempuan Provinsi Riau dan Asisten I Provinsi Kepri, selain itu juga diramaikan sahabatnya satu angkatan kurang lebih 40 orang.

Saat dikonfirmasi, Bupati mengatakan kalau silahturahmi seperti ini sangat bermanfaat karena dapat bertukar pikiran dan bisa berdiskusi tentang berbagai program-program pembangunan daerah, sehingga tentunya akan ada nilai lebih yang dapat diambil.

“Pada daerah lain contohnya, atau masukan-masukan untuk meyusun program-program kedepan, itu sudah menjadi satu wawasan bagi kita,” ujar Wardan.

Pada waktu itu, Bupati juga sangat bersyukur karena ramai teman-temannya yang datang, bahkan kerabat dari SMA hingga SMP. Bupati berharap agar kegiatan serupa ini kiranya selalu dilaksanakan tiap tahunnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bengkalis H. Burhanuddin saat dikonfirmasi memuji salah satu temannya yang saat ini sedang menjabat sebagai Bupati Inhil. “Untuk diketahui, bahwa H Wardan kami unggulkan, terutama dibidang agama dan menjadi imam kami dan berbagai hal lainnya,” imbuhnya. (Humas/adv)