Ingin Anaknya Bisa Sekolah di IPDN, Ayah Ini Ditipu Hingga Ratusan Juta

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mukhtar (53) warga jalan Telaga Biru Tembilahan ini terpaksa gigit jari, jangankan anaknya lulus IPDN, ia malah tertipu hingga ratusan juta rupiah oleh warga Batam berinisial SE (50).

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Kamis (23/7/2015) menerangkan, motif penipuan ini terjadi karena korban ingin anaknya atas nama Yosa Saputra lulus tes masuk salah satu sekolah IPDN pada bulan Januari 2011 silam.

“Waktu itu korban didatangi oleh pelaku yang menawarkan untuk membantu mengurus anak korban masuk sekolah IPDN, namun dimintanya uang sebesar Rp 250 juta. Kemudian korban menawar kepada terlapor agar dikurangi menjadi Rp 225 juta, dan ini disepakati,” sampaikan Warno.

Disaat anak korban mengikuti tes seleksi dan si korbanpun secara bertahap mengirimkan uang ke rekening pelaku mulai dari tanggal 18 Januari 2011 hingga 17 Juni 2011 dengan total Rp 186.500.000.

Tak lama kemudian, korban menerima hasil kurang menyenangkan, anaknya tidak lulus mengikuti tes seleksi bersekolah di IPDN. Dengan demikian, korban pun menuntut pelaku untuk mengembalikan uangnya. Namun sampai saat ini pelaku belum juga memenuhi tuntutan korban.

“Atas peristiwa tersebut, korban mengaku ditipu dan melaporkan ke petugas Polsek Tembilahan dan saat ini pelaku sudah diamankan,” tutup PAUR Humas Polres Inhil. (mirwan)




Kajari: Tsk Proyek Jembatan Enok Akan Bertambah

tiang pancang proyek jembatan enok tampak  menumpuk belum terpasang disisi salah satu badan sungai. Foto diambil tangal 14 maret 2013
tiang pancang proyek jembatan enok tampak menumpuk belum terpasang disisi salah satu badan sungai. Foto diambil tangal 14 maret 2013

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tembilahan Lulus Mustofa sebut akan ada lagi penambahan tersangka-tersangka lainnya terkait pengadaan jembatan di Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

“Dalam waktu dekat akan ada beberapa tersangka yang menyusul,” ungkap Lulus Mustofa kepada sejumlah awak media usai menggelar Hari Bhakti Adhyaksa Ke-55 di kantor Kejari Tembilahan, Rabu (22/7/2015) kemaren.

Sampai hari ini menurutnya sudah ada 1 tersangka yang telah ditetapkan dari pihak rekanan berinisial T.

Terkait kerugaian negara, Lulus Mustofa belum bisa menerangkan sebab hingga saat ini masih dalam proses penghitungan secara fisik, yang jelas katanya T tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ia dapat pastikan bakal ada tersangka lainnya yang menyusul.

Untuk sekedar diketahui, total anggaran pengadaan jembatan di sepanjang 600 meter di kecamatan Enok tersebut aadalah sebesar Rp 44 Miliyar mulai dari anggaran tahun 2011 berlanjut pada 2012, 2013 hingga 2014. (mirwan)




1 Keluarga Warga Tanjab Tim Provinsi Jambi ditemukan mengapung Tak Bernyawa di Perairan Sungai Indragiri

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga Kuala Indragiri dihebohkan dengan adannya penemuan 3 sosok mayat. Ketiga mayat tersebut adalah 1 keluarga yang merupakan warga dusun Polewali desa Lambur kecamatan Muara Sabak Timur Kabupaten Tanjab Timur Provinsi Jambi.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kapolsek Kuindra Alimbi kepada awak media, Kamis (23/7/2015) mengatakan, ketiga mayat tersebut yakni, Arif Baharuddin (Suami), Suryanti (Istri) dan Saima Romi (anak).

Namun begitu, ketiga mayat tersebut ditemukan tidak pada 1 tempat maupun pada waktu yang sama, melainkan masing-masing ditemukan dengan tempat dan waktu yang berbeda.

“Pertama ditemukan anaknya pada hari Selasa (21/7) sekitar pukul 14.00 WIB kemaren, kedua istrinya dan terakhir ayahnya dengan hari yang sama yaitu Kamis (23/7) dengan jam dan tempat yang berbeda,” ungkap Kapolsek.

Dijelaskan, sebelumnya, anak korban ditemukan oleh warga desa Sungai Bela di perairan saat pulang dari nelayan di speedboat warna hijau stabilo mesin 40 PK dengan posisi telungkup, mayat bocah itu berada dalam boat tersebut.

Sedangkan Suryanti, sosok mayat perempuan itu ditemukan oleh warga yang sedang berkumpul di perairan desa Sungai Bela kecamatan Kuindra, lebih tepatnya di bawah rumah salah satu warga setempat.

Saat itu, lanjut Kapolsek, sekitar pukul 02.00 WIB, sejumlah warga ini melihat benda yang mirip dengan manusia, saat iu mereka sedang berada di depan salah satu rumah warga setempat dan melihat sesosok mayat dari jarak kurang lebih 50 meter.

Namun untuk kronologis penemuan sesosok mayat pria tua, sampai saat ini pihak kepolisian belum memberi keterangan secara resmi. Yang jelas, ketiga mayat tersebut ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.

Kini, mayat-mayat itu masih dilakukan visum di RSUD Puri Husada Tembilahan dan keluarga korban pun sudah berada di Tembilahan dan siap menjemput ketiga mayat.

“Dugaan sementara, korban 1 keluarga ini murni kecalakaan tunggal,” tutup Kapolsek Kuindra. (mirwan)




Bupati Inhil Target Tingkatkan Status RSUD Puri Husada

Plt Sekdakab Inhil, H Fauzar saat melakukan sidak ke RSUD PH baru-baru ini. Foto: Mirwan. doc detikriau.org
Plt Sekdakab Inhil, H Fauzar saat melakukan sidak ke RSUD PH baru-baru ini. Foto: Mirwan. doc detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan berkomitmen untuk meningkatkan tipe Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

Pernyataan itu diungkapkannya saat tinjauannya ke RSUD Puri Husada, Kamis (23/7/2015) yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Sekda Inhil dan pejabat lainnya.

“Kalaulah sekarang ini tipenya C, kedepan kita coba berupaya agar meningkat menjadi Rumah Sakit dengan tipe B,” kata Wardan.

Dari tinjauan siang itu, ia menilai, fasilitas di RSUD tersebut sudah cukup mendukung dalam pelayanan terhadap masyarakat. Fasilitas cuci darah misalnya, peralatan yang tersedia sudah cukup lengkap apalagi peralatan tersebut diketahuinya berupa produk dari negara Jerman.

Tentu katanya dari mutu fasilitas tersebut sudah cukup bagus. Namun ia tetap saja tidak merasa puas sampai disitu, mungkin saja penambahan ruangan maupun peralatan perawatan pendukung lainnya.

“Yang jelas harapan kita rumah sakit ini terus meningkat dan peningkatan itu dapat dilihat dari tipenya. Saya tegaskan, rumah sakit itu pelayanannya harus bagus terhadap masyarakat,” pungkas Bupati Inhil ini. (mirwan/adv)




Pemenang Pawai Takbir Idul Fitri 1436 H di Inhil Keluhkan Sulitnya Proses Pengambilan Hadiah

foto: mirwan. doc detikriau.org
foto: mirwan. doc detikriau.org

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemenang pawai Takbir Hari Raya Idul Fitri 1436 H yang mengusung tema Kenduri Ketupat Barakah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengeluhkan sulitnya proses pengambilan hadiah kepada pihak panitia.

Padahal, pengumuman para pemenang sudah disampaikan sekitar sepekan yang lalu atau tepatnya pada Jum’at (17/7/2015), di sela-sela pelaksanaan Shalat Ied di sejumlah tempat di Kota Tembilahan.

Ketua Panitia Pawai Takbir dari Masjid Al-Ghulam, Parit 14 Tembilahan, M Jasa mengatakan, meskipun dirinya dan jama’ah Masjid Al-Ghulam yang lain telah menunggu tindak lanjut dari hasil pengumuman pemenang Pawai Takbir Idul Fitri, namun hingga saat ini belum ada kabar dari pihak panitia penyelenggara, khususnya terkait hadiah yang didapatkan oleh para pemenang.

“Jadi, kami ingin ada kejelasan dari pihak panitia penyelengara, kemana seharusnya kami mengambil hadiah tersebut,” tutur Jasa kepada detikriau.org di Tembilahan, Kamis (23/7/2015).

Apalagi, lanjut Jasa, pada Rabu (22/7/2015) pagi kemarin, pihaknya sudah mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Inhil, tetapi setelah tiba disana mereka diarahkan ke Bagian Kesra Setdakab Inhil.

“Dari arahan tersebut, kami juga telah mendatangi Bagian Kesra,” tambahnya.

Di Bagian Kesra Setdakab Inhil ini, jelas Jasa, dirinya diminta untuk membawa stample atau cap masjid dan KTP, serta melampirkan surat keterangan.

“Setelah semuanya dilengkapi dan kami bawa kesana, eh taunya malah disuruh pulang dan menunggu, tanpa ada penjelasan kapan atau dimana mengambil hadiahnya,” terangnya.

Karena hal tersebut, diakui Jasa, dirinya selaku Panitia Pawai Takbir Masjid Al-Ghulam merasa kecewa dan bingung. Pasalnya, hampir setiap hari masyarakat menanyakan tentang hadiah tersebut, namun dirinya tidak mampu memberikan penjelasan, dikarenakan ketidaktahuan prosedur pengambilan hadiah tersebut.

“Kalau seperti ini, tentunya kami jadi bingung. Makanya kami minta kejelasan, supaya tidak ada kesalahfahaman di masyarakat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Masjid Al-Ghulam Parit 14 Tembilahan meraih Juara II pada Pawai Takbir Hari Raya Idul Fitri 1436 H di Kabupaten Inhil dari kategori masjid.

Hingga saat berita ini dirillis, detikriau.org belum berhasil mendapatkan komfirmasi kepada pihak panitia terkait keluhan pemenang pawai takbir ini. (adi)




Masuki Triwulan Ketiga 2015, Kadiskes Instruksikan Jajarannya Maksimalkan Kinerja

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, untuk memaksimalkan capaian kinerja di bidangnya masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini dalam amanatnya, saat memimpin upacara masuk kerja hari pertama pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1436 H, di lapangan Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan, Rabu (22/7/2015).

Dikatakan Kadiskes, usai libur lebaran ini aparatur tidak boleh lagi bermalas-malasan dengan tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya, karena keberhasilan berbagai program pembangunan terutama di bidang kesehatan, sangat bergantung pada capaian dan progres kegiatan di masing-masing bidang.

“Mari sama-sama kita dukung dan sukseskan berbagai program pembangunan daerah dengan melaksanakan tugas dan pekerjaan kita semaksimal mungkin,” tutur Kadiskes.

Apalagi, lanjut Kadiskes, saat ini sudah memasuki triwulan ketiga tahun anggaran 2015, sehingga seluruh pekerjaan harus digesa pelaksanaannya agar selesai dan tuntas tepat waktu, khususnya kegiatan yang berkaitan langsung terhadap kepentingan masyarakat.

“Jadi, langsung saja kita bekerja. Jangan ditunda-tunda lagi,” pungkasnya. (adi/adv)