Ini Dia 10 Tanda Bahaya Persalinan Yang Sebaiknya Diketahui Sejak Dini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mencegah dan mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, serta menghindari kemungkinan terjadinya bahaya saat proses melahirkan, maka seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama kaum ibu diajak, untuk mengetahui apa saja yang menjadi tanda-tanda bahaya persalinan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, seluruh masyarakat terutama kaum ibu yang akan melahirkan, hendaknya mengetahui apa saja tanda-tanda bahaya persalinan, dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Ini penting untuk menjadi perhatian bersama, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Kadiskes.

Adapun tanda-tanda bahaya persalinan, yang sebaiknya diketahui sejak dini, yaitu :

Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.

  1. Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan.
  2. Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir.
  3. Tidak kuat mengejan.
  4. Mengalami kejang-kejang.
  5. Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas.
  6. Air ketuban keruh dan berbau.
  7. Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar.
  8. Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat.
  9. Keluar darah yang banyak setelah bayi lahir.

“Bila ada tanda-tanda bahaya persalinan ini, sebaiknya ibu harus segera dibawa ke bidan atau dokter, untuk mendapatkan pertolongan medis,” pesan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini. (adi/adv)




Dijambret di Jalan, IRT Ini Kehilangan Harta Hingga Jutaan Rupiah

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ayu Ridona (32), ibu rumah tangga warga jalan Prof M Yamin Tembilahan ini terpaksa gigit jari. Bagaimana tidak, jutaan rupiah harta miliknya di dalam tas dijambret OTK saat di perjalanan, Jum’at (24/7/2015).

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, penjambretan ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu korban berboceng bersepeda motor yang dikendarai anaknya Sri Wahyuni (16).

Waktu itu, korban datang dari jalan Prof M Yamin menuju jalan Bunga 1, di tengah perjalanan tepatnya di jalan Keritang, korban tersentak karena ada orang yang tak dikenalnya tiba dari belakang menggunakan kendaraan roda dua langsung menarik paksa tas yang disandangnya.

Meski saat itu korban yang dibonceng anaknya sempat mengejar pelaku, namun tidak membuahkan hasil, pelakupun berhasil menghilangkan jejak.

“Dalam tas yang dirampas pelaku berisikan uang tunai Rp 900 ribu, kalung emas 1,5 mayam, cincin emas setengah mayam, Handphone 1 unit dan surat-surat berharga, total keseluruhan sekitar Rp 5 juta,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman.

Tindakan yang diambil, lanjut Warno, petugas kepolisian telah menerima laporan ini dan telah mendatangi TKP dan lainnya, yang jelas pelaku penjambretan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (mirwan)




4 Petugas Disiagakan Untuk Pengoperasian Cuci Darah di RSUD Puri Husada

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 4 petugas disiagakan untuk memberikan pelayanan hemodialisa atau cuci darah, yang telah dioperasikan sejak tanggal 10 Juni 2015 lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada.

“Empat petugas ini dibagi dalam 2 shift, yang memberikan pelayanan di setiap shifnya 4-5 jam,” tutur Direktur RSUD Puri Husada, dr Irianto saat menerima kunjungan Bupati Inhil, HM Wardan dan rombongan, Kamis (23/7/2015).

Dijelaskan Irianto, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat atau pasien yang ingin melakukan cuci darah, pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti televisi, buku bacaan dan lain-lain.

“Sejak dibukanya layanan ini, sebanyak 120 kantong darah telah digunakan. Jumlah tersebut termasuk pasien yang mengalami sakit ginjal kronis, karena untuk melakukan cui darah atau pengecekan minimal 2 kali seminggu,” terang Irianto.

Untuk biayanya, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, bagi para pengguna serta pemegang kartu BPJS dan Jamkesda telah ditanggung pihak bersangkutan.

“Sedangkan pasien dari kategori umum, dikenakan biaya sekitar Rp 1 jutaan persekali cuci darah,” imbuhnya.

Untuk diketahui, penyakit gagal ginjal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tidak terkontrolnya tekanan darah (darah tinggi), diabetes, serta penggunaan obat sembarangan dan tanpa resep atau anjuran dokter. (adi)




DPD KNPI dan PWI Inhil Goro Bersama Peserta MOS

Kadisdik Inhil foto bersama dengan Ketua DPD KNPI Inhil dan Ketua PWI Inhil serta sejumlah anggota.
Kadisdik Inhil foto bersama dengan Ketua DPD KNPI Inhil dan Ketua PWI Inhil serta sejumlah anggota.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Inhil gelar gotong royong bersama peserta Masa Orientasi Siswa (MOS) di kota Tembilahan, Jum’at (24/7/2015) kemaren.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Inhil Hidayat Hamid saat dikonfirmasi mengatakan sangat mendukung penuh atas gotong royong yang diselenggarakan oleh Disdik Inhil tersebut, sebab itu ia mengaku turut peduli dan mengerahkan anggotanya turun ke lapangan bersama-sama para peserta MOS.

“Bhakti sosial itu memang harus kita lestarikan dan saling membantu antar instansi, paguyuban dan lain sebagainya. Dan pagi ini, kita turun dengan penuh harapan agar budaya seperti ini terus terjaga oleh lembaga pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain sebatas bhakti sosial, ia juga mengaku sangat patut untuk turun membantu karena mengingat Milad KNPI ke42 telah tiba. Jadi katanya, pagi itu sekaligus sebagai kegiatan dalam rangka Milad KNPI ke-42 yang jatuh pada tanggal 23 Juli kemaren.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Inhil, M Yusuf juga mengatakan hal yang serupa, pada intinya ia sangat mendukung terhadap kegiatan gotong royong massal tersebut. (mirwan)




Bangun dan Majukan Daerah, Bupati Wardan Agendakan Diskusi Terbuka Setiap Bulan

Bupaati Inhil, HM Wardan
Bupaati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengagendakan pelaksanaan diskusi terbuka yang nantinya akan digelar secara rutin setiap bulannya.

Rencana tersebut diungkapkan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini saat berbincang dengan sejumlah awak media di rumah dinasnya, Jalan Kesehatan Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Bupati Wardan, diskusi terbuka ini akan diikuti oleh sejumlah pihak terkait, seperti kalangan wartawan, LSM, ormas dan masyarakat Kabupaten Inhil.

“Kita agendakan, setiap bulan paling tidak ada satu kali kita lakukan diskusi bersama,” tutur Bupati Wardan.

Pada diskusi terbuka tersebut, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, akan dibahas tentang berbagai hal dan permasalahan terkini yang ada di Negeri Seribu Parit. Untuk kemudian, dicari solusi dan jalan keluarnya secara bersama-sama.

“Ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan kekompakan, dalam upaya membangun dan memajukan Inhil menuju kabupaten yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat,” imbuhnya. (adi/adv)




Inilah Tanda dan Yang Harus Dilakukan Menjelang Persalinan

Bayi
Bayi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama kaum ibu yang sedang hamil dan mendekati proses kelahiran diajak, untuk mengetahui apa saja tanda-tanda dan yang harus dilakukan menjelang persalinan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam upaya mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan, serta menekan angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan.

Adapun tanda-tanda persalinan yang harus diketahui dan biasanya dirasakan langsung oleh para ibu, diantaranya :

  1. Ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan kuat.
  2. Rahim terasa kencang bila diraba, khususnya pada saat mulas.
  3. Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir.
  4. Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir.
  5. Merasa seperti mau buang air besar.

Oleh karena itu, bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, makanyang harus dilakukan adalah :

– Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/dokter).

– Tetap tenang dan tidak bingung.

– Ketika merasa mulas bernafas panjang, mengambil nafas melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut, untuk mengurangi rasa sakit. (adi/adv)