Kader Kesehatan Diminta Berperan Dukung Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi yang baru dilahirkan.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, baaru-baru ini.

Dikatakan Kadiskes, ASI eksklusif adalah ASI yang hanya diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan, tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lainnya.

“Pemberian ASI Eksklusif ini sangat penting bagi bayi, supaya bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta bermanfaat bagi kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit,” kata Kadiskes.

Adapun peran kader kesehatan untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif, yaitu :

1. Mendata jumlah seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir yang ada di wilayah kerjanya masing-masing.

2. Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Posyandu tentang pentingnya memberikan ASI Eksklusif bagi bayi.

3. Melakukan kunjungan rumah kepada ibu nifas yang tidak datang ke Posyandu dan menganjurkan agar rutin memeriksakan kesehatan bayinya, serta mempersiapkan diri untuk memberikan ASI eksklusif. (adi/adv)




Arifin: Ada Maksud Positif Dari Sulitnya Mengambil Hadiah Pemenang Pawai Takbir

arifinTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabag Kesra Setda Kabupaten Inhil, H Arifin menerangkan ada maksud positif dibalik sulitnya mengambil hadiah pemenang pawai takbir malam Idul Fitri 1436 H kemaren.

“Kami ingin yang menerima hadiah itu benar-benar yang bersangkutan dan sesuai administrasi serta dapat dipertanggung jawabkan,” ungkapnya, Senin (27/7/2015).

Hal ini ditekankannya karena pada tahun lalu pihaknya mengaku kecolongan yang mengakibatkan sedikit kekacauan. Betapa tidak, pemenang pawai takbir yang mengambil hadiah ditahun 2014 itu bukan dari yang bersangkutan.

Sebab itulah ia perketat dalam pengambilan hadiah agar hal serupa tidak terulang kembali pada tahun ini. Seharusnya kata Arifin, pihak pemenang tersebut harus memahami apa yang dimaksud oleh pemerintah ataupun panitia pawai takbir.

“Tentu tujuannya agar hadiah pawai takbir ini tersalurkan tanpa menimbulkan konflik, seiring itu juga memberikan pemahaman dalam ketertiban beradministrasi,” imbuh Kabag Kesra.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya diantara pihak pemenang lomba pawai takbir mengaku kecewa karena proses mengambilan hadiah itu sangat sulit, bahkan seperti dipersulit oleh pihak terkait. (mirwan)




Direktur Baru, Kualitas Pelayanan PDAM TI Masih Mengecewakan

airTEMBILAHAN (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri saat ini kembali menjadi sorotan semua kalangan. Bagaimana tidak, layanan yang diberikannya kini dinilai berada dibawah standar. Air yang bersumber dari perusahaan plat merah tersebut keruh dan berlumpur.

Bahkan menurut salah seorang pelanggan di Kecamatan Tembilahan Hulu, Agus, tidak hanya kualitas air yang keruh, pasokanpun kerap macet.

“sudah dua hari pasokan air terputus. Jangankan berharap kualitas air yang bagus, yang warnanya keruh saja sulit kita dapatkan,” Kritiknya.

Ibu rumah tangga warga jalan kayu jati kecamatan tembilahan hulu ini berharap pemerintah tidak hanya tutup mata dengan persoalan ini. Bukan hanya satu dua hari, pelayanan perusahaan daerah milik Pemkab Inhil ini juga dinilainya semakin hari semakin mengecewakan.

“Awalnya kita berharap banyak dengan pergantian pucuk pimpinan PDAM TI, tapi hari ini, kita nilai belum ada perubahan.” Kritiknya lagi

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Inhil, Malian Ghazali juga menyesalkan pelayanan yang diberikan PDAM TI. Menurutnya, sebagai perusahaan layanan publik sudah seharusnya mengutamakan kepentingan publik.

“Kami tidak menuntut apa-apa yang penting layanan kepada masyarakat bagus,” ungkap Malian kepada sejumlah awak media digedung DPRD Inhil, Senin (27/7/2015).

Dikomfirmasi diruang kerjanya, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto melalui Kabag Produksi dan Distribusi, Kamusni kepada detikriau.org, Senin (27/7), rendahnya kualitas air ini menurutnya disebabkan keterlambatan datangnya pasokan bahan kimia

“Sebab air keruh ini hanya karena keterlambatan datangnya bahan kimia yang dikirim dari Jakarta. Selain itu, musim kemarau juga berpengaruh,” Dalih Kamusni

Ia menjelaskan, pada hari Sabtu (25/7) kemaren produksi PDAM ini sempat mati selama 6 jam. Ini dikarenakan bahan kimia belum datang, biasanya kata Kamusni, pesan bahan kimia itu selalu tiba dengan jarak waktu 24 jam.

Mungkin karena suasa lebaran, bahan kimia yang dibutuhkan itu terkendala dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Inhil. “Bahan kimia ini prosesnya secala langsung, tidak boleh mati. Dikarenakan kemaren itu mati lamanya 6 jam, maka air pun tak mengalir,” paparnya.

Saat ini, katanya lagi, air PDAM belum mengalir secara maksimal sehingga masih ditemukan beberapa titik yang mampet karena pemulihan pengaliran air masih dalam proses dan hanya menunggu waktu. Sedangkan persoalan air keruh, itu juga masih disebabkan efek dari matinya proses produksi tersebut. Sebab jika mati katanya lumpur-lumpur itu akan menumpuk.

“Yang menjadi persoalan juga, sejak akhir pekan kemaren di Pulau Palas itu listrik mati bergilir hingga 3 jam sekali, dan kami dari PDAM selalu dapat giliran, proses produksipun jadi terganggu,” Tandasnya. (mirwan/dro)




Polisi Bekuk Pelaku Judi Jenis Sie Jie

judiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ro (37) warga jalan Pangeran Hidayat Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa diamankan pihak kepolisian karena terbukti sebagai salah satu pelaku perjudian jenis Sie Jie.

Berdasarkan keterangan kepolisian, penangkapan ini dilakukan pada hari Minggu (26/7/2015) sekitar pukul 08.00 WIB di rumah Alil yang merupakan salah satu warga jalan Soebrantas Tembilahan, tepatnya depan kampus Unisi.

“Waktu itu dilakukan penggeledahan terhadap tersangka dan ditemukan beberapa barang bukti bahwa Ro itu adalah pelaku tindak pidanan perjudian jenis Sie Jie,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (27/7/2015).

Adapun barang bukti yang ditemukan petugas kepolisian berupa 1 unit Handphone dan uang tunai sebesar Rp 260 ribu dengan pecahan Rp 1000 sebanyak 3 Lembar, pecahan Rp 2000 sebanyak 1 lembar, pecahan Rp 10 ribu sebanyak 6 lembar, pecahan Rp 20 ribu sebanyak 4 sembar dan pecahan Rp 50 ribu sebanyak 2 lembar.

“Kini pelaku berserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Inhil guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




Saat Panas Berdebu, Pihak Terkait Diminta Siram Ruas Jalan Provinsi Yang Sedang Diperbaiki di Inhil

Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna
Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat cuaca panas yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ini, maka pihak rekanan diminta untuk menyiram ruas jalan provinsi yang sedang diperbaiki dan menjadi tanggung jawabnya di lapangan sehingga tidak menimbulkan kepulan debu yang berterbangan ketika dilalui para pengguna jalan.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna usai memimpin rapat internal bersama para anggota, di ruang Komisi III Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (27/7/2015).

Dikatakan Iwan, selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Dinas Bina Marga Provinsi Riau harus mengambil langkah antisipasi, dengan memerintahkan pihak rekanan agar selalu menyiram jalan yang menjadi kewenangannya, guna mencegah terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan.

“Contohnya saja jalan penghubung Tembilahan-Rumbai, di cuaca panas seperti sekarang ini, banyak sekali debunya, apalagi saat dilalui para pengendara, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai penyakit bagi masyarakat yang melintasinya,” tutur Iwan didampingi para anggota Komisi III DPRD Inhil kepada awak media.

Padahal, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, ruas jalan tersebut merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke Ibukota Kabupaten Inhil, Kota Tembilahan.

“Jadi, kita harapkan hal ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak terkait, dalam upaya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan aktifitas sehari-harinya,” tambah Iwan.

Selain itu, Iwan juga meminta kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Riau dari daerah pemilihan (dapil) Inhil, untuk fokus dan serius dalam memperjuangkan pembangunan Negeri Seribu Parit.

“Kita harapkan anggota DPRD Riau dari dapil Inhil segera memanggil SKPD terkait, guna mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan ini,” pungkasnya. (adi/adv)




Ini Jadwal Pemeriksaan Kesehatan CJH Tahap Dua di Diskes Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh Calon Jama’ah Haji (CJH) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang masuk dalam porsi keberangkatan tahun 1436 H ke Tanah Suci diimbau, untuk mengikuti tes dan pemeriksaan kesehatan tahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tes dan pemeriksaan kesehatan yang dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini, dimulai sejak tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus 2015 mendatang.

Adapun jadwal tes dan pemeriksaan kesehatan CJH tahap dua Kabupaten Inhil tahun 1436 H atau 2015 M, yaitu :

  1. Senin (27/7/2015) : Kecamatan Kempas dan Tempuling, sebanyak 46 CJH.
  2. Selasa (28/7/2015) : Kecamatan Batang Tuaka, Gaung Anak Serka (GAS) dan Gaung, sebanyak 45 CJH.
  3. Rabu (29/7/2015) : Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Concong, Tanah Merah, Enok, Mandah, Kateman, Pelangiran dan Pulau Burung, sebanyak 72 CJH.
  4. Kamis (30/7/2015) : Kecamatan Tembilahan Hulu, sebanyak 46 CJH.
  5. Jum’at (31/7/2015) s/d Sabtu (1/8/2015) : Kecamatan Tembilahan Kota, sebanyak 88 CJH.
  6. Senin (3/8/2015) : Kecamatan Keritang dan Kemuning, sebanyak 53 CJH.
  7. Selasa (4/8/2015) : Kecamatan Reteh dan Sungai Batang, sebanyak 36 CJH. (adi/adv)