158 CJH Sudah Lakukan Pemeriksaan Kesehatan, Diskes Berikan Penanganan Bagi Yang Sakit

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dari kuota 390 CJH ditambah 8 petugas kesehatan pendamping yang akan diberangkatkan untuk menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci, Hingga Rabu (29/7/2015), sebanyak 158 CJH diantaranya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan tahap dua di Kantor Diskes Inhil.

 

Hal itu disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan, Asiah M, SST, MKes saat ditemui detikriau.org di kantornya.

 

“Memasuki hari ketiga proses pemeriksaan kesehatan, sudah hampir separuhnya yang memeriksakan diri,” tutur Asiah didampingi Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia.

 

Dijelaskan Asiah, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan sementara yang telah dilakukan, ada beberapa indikasi penyakit yang diidap oleh sejumlah CJH, diantaranya kolesterol, stroke dan penyakit dengan resiko tinggi, yang umumnya menyerang para CJH lanjut usia (lansia).

 

“Jadi, bagi CJH yang terindikasi mengidap penyakit-penyakit tersebut di atas, langsung kita lakukan penanganan dengan memberikan obat-obatan, supaya kondisinya cepat membaik dan sehat saat proses pemberangkatan ke Tanah Suci,” imbuhnya. (adi/adv)




Pelabuhan Parit 21 Bukan Objek Wisata Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelabuhan parit 21 Tembilahan bukanlah objek wisata Indragiri Hilir (Inhil).

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil Rudiansyah melalui Sekretaris Dinas, Parisman kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2015).

“Pelabuhan itu bukan tempat wisata, yang namanya tempat wisata alam di Inhil ini seperti pantai solop di kecamatan Mandah, air terjun 86 di kecamatan Kemuning dan beberapa wisata lainnya,” kata Parisman.

Mungkin katanya, tempat-tempat wisata di Inhil ini jauh dari pusat pemukiman dan akses menuju ke lokasipun masih kurang mendukung sehingga pengunjung pun terbilang minim. Akibatnya, titik-titik rekreasi biasa yang dikunjungi para wisatawan, seperti dermaga parit 21.

Bahkan diakuinya, mayoritas masyarakat Inhil kini memang sedang haus dengan tempat hiburan. Namun katanya harus disadari bersama, Inhil ini memang sulit untuk mengembangkan wisata-wisata yang ada. Pantai solop contohnya, akses menuju ke lokasi harus membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk berwisata, begitu juga air terjun 86 dan lainnya.

“Itulah permasalahannya, tapi kedepan Pemkab telah menganggarkan infrastruktur menuju air terjun 86 dengan jalan sepanjang 800 meter, ini salah satu upaya untuk menghidupkan objek wisata Inhil, khususnya objek wisata alam,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan pantauan lapangan, dermaga ataupun pelabuhan parit 21 Tembilahan itu kini ramai disinggahi masyarakat Inhil, apalagi pada moment-moment tertentu seperti lebaran dan haari-hari libur lainnya. Dengan ramainya pengunjung, pelabuhan tersebut nyaris dianggap tempat wisata oleh masyarakat Inhil, karena keramaiannya hampir melebihi objek wisata alam Inhil yang ada. (mirwan)




Bea dan Cukai Tembilahan Sita Miras Ilegal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan didampingi tim dari Kanwil Pekanbaru berhasil mengamankan minuman keras ilegal di jalan Pelita Jaya, Tembilahan Hulu, Senin (27/7/2015) dini hari.

Meski berhasil, namun sampai detik ini KPPBC belum bisa menyampaikan berapa jumlah hasil tangkapan seludupan barang ilegal tersebut dengan dalih masih dilakukan pendalaman dan pengembangan kasus.

“Betul kita ada mengamankan barang berupa Bir, tapi jumlah berapa kaleng maupun berapa kis minuman itu belum diketahui,” ungkap Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Gunawan Tri Wibowo melalui Kepala Bagian Humas, Agustinus Rahmad Subagyo, Selasa (28/7/2015).

Bahkan, siapa pelakunya pun pihaknya masih enggan menyampaikan. Yang jelas kata Agus juga, saat ini Bea Cukai masih melakukan pendalaman. Tidak hanya barang ilegal, pihaknya juga menahan Speedboat pemilik usaha.

Kini Speedboat sedang berada di pelabuhan belakang Kantor Bea dan Cukai Tembilahan, sedangkan barang elegal diamankan dalam gudang. “Barang itu dalam gudang, kita tidak bisa juga melihatnya karena kunci dipegang oleh Kanwil Pekanbaru,” tutupnya. (mirwan)




Pemkab Inhil Gelar Dialog Kebangsaan Bersama Forkopimda, Ormas dan Tokoh Agama

DSC_4738TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan bersama unsur Forkopimda, Ormas serta tokoh-tokoh agama Kabupaten Inhil di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Selasa (28/7/2015).

Dalam dialog yang dipimpin langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan ditujukan untuk mencipatakan keharmonisan antar suku, ras maupun agama.

“Itu tujuan utama kita agar tercipta suasana damai, harmonis, aman dan tertib. Dimana, selama ini telah kita rasakan suasana kondusif itu namun terus kita ingatkan agar suasana seperti ini tetap terjaga,” ujar Bupati.

Yang jelas ditambahkan Bupati, Pemkab Inhil sangat tidak menginginkan Negeri Sri Gemilang ini terjadi konflik dengan alasan tidak sependapat seperti peristiwa terkini yang terjadi Polikara Papua yang terkesan berbau sara. Pada intinya, Pemkab terus menyatukan toleransi peraneka ragam yang ada di Inhil, terutama toleransi keagamaan.

Sebab itu, Pemkab mempertemukan semua elemen aneka ragam di Inhil yang dinilai sedikit rawan terjadi hal serupa seperti di Papua. Meski Inhil cukup damai, tentram dan harmonis.

“Jadi kita terima masukan-masukan dari mereka, sesuai keinginan namun tidak menyimpang aturan. Kita dari pemerintah tetap akan memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat sepanjang pandangan aturan tidak ada masalah,” imbuhnya. (mirwan/adv)




Dinilai Masih Jauh Tertinggal, DPRD Inhil Minta SKPD Kejar Progres Pembangunan Daerah

Wakil Ketua DPRD Inhil, H Ferryandi memimpin RDP terkait progres kegiatan tahun2015
Wakil Ketua DPRD Inhil, H Ferryandi memimpin RDP terkait progres kegiatan tahun2015

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk mengejar progres pembangunan daerah yang masih jauh tertinggal dan tidak sesuai harapan.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Ferryandi saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP), dalam rangka ekspose kegiatan tahun 2015, Selasa (28/7/2015).

RDP yang digelar di Ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas ini diikuti Ketua Komisi I, dan Komisi III DPRD beserta para anggota, perwakilan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya, serta Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Kabupateb Inhil.

Pada kesempatan itu, Ferryandi meminta agar seluruh SKPD dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya dalam upaya mendukung serta mewujudkan pembangunan dan kemajuan Negeri Seribu Parit di masa mendatang.

“Inilah yang harusnya menjadi Nawaitu atau niat kita, sehingga kondisi pembangunan yang lamban seperti yang sudah-sudah tidak terulang lagi di tahun ini dan kedepannya,” tutur Ferryandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Inhil, Irzal Ahmad mengakui bahwa saat ini memang progres pekerjaan pembangunan di kantor yang dipimpinnya masih cukup rendah.

“Keterlambatan ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya masih kurangnya tenaga dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia,” terang Irzal.

Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Inhil, sehingga menyebabkan realisasi APBD secara keseluruhan, baik fisik maupun keuangan masih cukup rendah.

“Karena itu, kita sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak terkait, supaya keterlambatan progres pembangunan ini dapat terkejar, sehingga masyarakat dapat menikmati pembangunan yang sesuai dengan harapan kita bersama,” imbuhnya. (adi/adv)




Kader Kesehatan Diminta Berperan Dukung Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayi yang baru dilahirkan.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, baaru-baru ini.

Dikatakan Kadiskes, ASI eksklusif adalah ASI yang hanya diberikan kepada bayi usia 0-6 bulan, tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lainnya.

“Pemberian ASI Eksklusif ini sangat penting bagi bayi, supaya bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta bermanfaat bagi kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit,” kata Kadiskes.

Adapun peran kader kesehatan untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif, yaitu :

1. Mendata jumlah seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir yang ada di wilayah kerjanya masing-masing.

2. Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Posyandu tentang pentingnya memberikan ASI Eksklusif bagi bayi.

3. Melakukan kunjungan rumah kepada ibu nifas yang tidak datang ke Posyandu dan menganjurkan agar rutin memeriksakan kesehatan bayinya, serta mempersiapkan diri untuk memberikan ASI eksklusif. (adi/adv)