BOS Untuk Madrasah di Inhil Telah Cair

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah dinantikan selama setengah tahun lamanya, akhirnya kabar gembira itupun tiba, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berkomandan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pun cair.

Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Inhil H Azhari melalui Kasi Pendidikan Madrasah, H Jisman Arif kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2015).

“Kalau jenjang MA sudah cair terlebih dahulu sejak tanggal 6 Juni 2015, sedangkan untuk jenjang MI dan MTs cairnya terhitung sejak tanggal 3 Agustus kemaren, se-Kabupaten Inhil,” ungkapnya.

Adapun sistem pencairannya dijelaskan Jisman, dana itu langsung ditransperkan oleh pihak Provinsi ke rekening Madrasah masing-masing dan jumlah anggarannya pun sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang diusulkan.

Untuk saat ini bagi Madrasah jenjang MI dan MTs diketahuinya sudah ada beberapa Madrasah yang telah menjemput dananya. Namun juga diakuinya memang masih banyak madrasah yang belum dapat informasi pencairan tersebut.

“Hari ini akan kita edarkan informasi pencairan itu ke seluruh Madrasah yang ada. Cairnya dana ini langsung dua triwulan atau 6 bulan kebelakang,” Tandasnya. (mirwan)




Galeri FotoPemeriksaan Kesehatan Jamaah Calon Haji Kab Inhil Tahun 1436 H / 2015 M




Wabup Terima Kedatangan Sejumlah Pedagang Pasar Bintang Baru

curhatBAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Sejumlah pedagang di Pasar Bintang Baru, Kecamatan Bangko, Senin (3/8) menemui Wakil Bupati Rohil, Erianda di gedung Sekretariat Jalan Merdeka Bagansiapi-api. Dalam pertemuan singkat tersebut, para pedagang menyampaikan keluhan tentang mulai sepinya konsumen.

Salah seorang pedagang pasar bintang baru, Rini mengharapkan agar pemkab Rohil dapat segera mencarikan solusi terkait semakin sepinya pengunjung diapsar tersebut.

“Tolonglah Pak Wabup, kondisi pasar bintang baru itu, mulai sepi pengunjung,”kata Rini.

Mulai sepinya kondisi pasar Bintang Baru dinilai pedagang tidak terlepas dari beberapa permasalahan. Diantaranya, bea retribusi parkir kendaraan pembeli maupun pedagang yang dinilai memberatkan yakni mencapai Rp.2000 per unit termasuk kondisi pasar yang becek sehingga membuat sebagian pedagang pindah menempati lapak atau los lain.

“saat ini bahkan sudah ada yang keluar dari lokasi Pasar Bintang Baru dan pindah lokasi Pasar Lama.” Tambahnya

Menaggapi persoalan ini, Wabup Rohil, Eriandaberjanji untuk segera membicarakan persoalan ini dengan sejumlah instansi terkait.

“nanti kita akan coba bicarakan dengan sejumlah instansi terkait, mudah-mudahan segera dapat diatasi,” Ujar Wabup. (humas/adv/dro)




Dana DMIJ dan Bantuan Pusat tak Kunjung Cair, Perwakilan Kades Ngadu ke Dewan

Suasana RDP. Foto: Adi
Suasana RDP. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah perwakilan Kepala Desa (Kades) dari Kecamatan Tembilahan Hulu dan Batang Tuaka mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), di Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (3/8/2015).

Kedatangan rombongan yang diterima langsung Wakil Ketua DPRD, Ferryandi didampingi Ketua Komisi I, HM Yusuf Said ini, bertujuan untuk mengadukan persoalan yang dihadapi desa, seperti tidak kunjung cairnya dana program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) dan bantuan dari Pemerintah Pusat.

Padahal, saat ini sudah memasuki bulan kedua pada triwulan tiga tahun anggaran 2015, sehingga dikhawatirkan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan akan terhambat.

Oleh karena itu, pada pertemuan tersebut dimanfaatkan perwakilan Kades untuk menyampaikan keluh kesannya seputar berbelit-belitnya proses pencairan dana DMIJ dan Dana Bantuan Pusat oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di lingkungan Pemkab Inhil.

“Petunjuk teknis yang diserahkan kepada kami sering bermasalah dan sering berubah-ubah, sehingga kami khawatir pekerjaan tidak bisa selesai tepat pada waktunya, karena sampai kini dananya tidak kunjung dicairkan,” tutur Harlian, Kades Tasik Raya, Kecamatan Batang Tuaka.

Senada dengan itu, perwakilan dari Desa Kuala Sebatu, M Idris dan Desa Simpang jaya, Nahrowi berpendapat bahwa keterlambatan pencairan dana desa tersebut, juga akan berimbas pada kualitas pekerjaan oleh perangkat desa yang sumber dayanya masih sangat minim.

“Ini harus mendapatkan perhatian dari seluruh pihak terkait, guna dicari solusi dan jalan keluarnya secara bersama-sama,” tambahnya

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Komisi I, Yusuf Said menjelaskan bahwa permasalahan itu juga telah menjadi pembahasan pihaknya dalam beberapa hari belakangan ini, dan telah pula mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak terkait.

“Permasalahan ini telah kita bahas dengan BPMPD, Bagian Keuangan Setdakab Inhil dan beberapa pihak terkait lainnya pekan lalu. Saat itu, telah diputuskan bahwa bagi 41 desa yang berkasnya telah masuk, diusahakan bisa cair dalam pekan ini,” terangnya.

Untuk itu, Yusuf Said mengingatkan kepada seluruh Kades, untuk melaksanakan pembangunan menggunakan dana DMIJ dan dana bantuan Pusat sesuai dengan ketentuan serta peraturan yang berlaku, karena pertanggungjawaban penuh berada di tangan para Kades.

“Saat ini, sudah ada 41 desa yang berkas administrasinya sudah masuk. Jadi, kita sudah deadline BPMPD dan Bagian Keuangan agar bisa mencairkan dalam minggu ini, namun pertanggungjawaban desa juga harus tuntas, karena ini adalah dana bantuan langsung ke desa, bukan lagi dana program proyek,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Inhil, Ferryandi menyampaikan bahwa Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Pust tersebut harus mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan di desa. Untuk itu, pelaksanaannya oleh perangkat desa harus dengan penuh kehatian-hatian dan teliti.

“Pemerintahan Desa saat ini posisinya sudah sama dengan Pemerintahan Kabupaten, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan pembangunan. Karena itu, untuk ADD ini harus terlaksana dengan baik dan sesuai ketentuan yang ada,” imbuhnya. (aadi/adv)

 




Curi Pakaian dan Sendal, Kakak Beradik Ini Diringkus Polisi

dede-673x357TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dua kakak beradik, Al (27) dan Sy (20) warga kecamatan Tempuling ini terpaksa diamankan petugas kepolisian karena terbukti melakukan tindak pidana pencurian barang berupa pakaian 1 karung ukuran 50 kg dan sendal milik Munawir (28) warga desa Pekan Tua kecamatan Kempas, Minggu (2/8/2015) kemaren, sekitar pukul 02.30 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman menerangkan, kronologis kejadian tersebut bermula ketika korban sedang tertidur lelap di kediamannya. Kemudian kedua pelaku datang secara diam-diam mengambil sejumlah barang dagangan tersebut.

“Barang dagangan milik korban itu berupa pakaian diletakkan di jemuran, sedangkan sendal berada di luar rumah. Setelah bangun dari tidur, korban baru sadar bahwa barang dagangannya telah dicuri,” terang Warno.

Lebih lanjut ia menjelaskan, begtu mengetahui peristiwa tersebut, korban melaporkan kepada petugas Polsek Kempas.

Dari laporan tersebut, pihak kepolisian langsung bergagas melakukan penyelidikan dan berhasil ditemukannya kedua pelaku yang sedang mengendarai sepeda motor jenis Honda merk Revo dengan nomor Polisi BM 2145 GO. (mirwan)

Saat itu, tampak pelaku sedang membawa sebuah karung yang berisikan pakaian dan sendal milik korban. Kini kedua pelaku telah diamankan di Mapolsek Kempas guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. (mirwan)




Asisten I Setdakab Inhil Buka Resmi Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Nilai Luhur Budaya Bangsa

Asisten 1 SETDA Inhil membuka acara Sosialisasi Penigkatan Kesadaran Masyarakat akan nilai Luhur Bangsa. Foto: Mirwan
Asisten 1 SETDA Inhil membuka acara Sosialisasi Penigkatan Kesadaran Masyarakat akan nilai Luhur Bangsa. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Darussalam membuka secara resmi sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai luhur budaya bangsa di aula hotel Telaga Puri Tembilahan, Senin (3/8/2015).

Kegiatan yang ditaja oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Inhil ini dihadiri oleh pihak Kodim 0314 Inhil, beberapa pejabat eselon Pemkab Inhil serta sejumlah peserta dari tokoh masyarakat, mahasiswa dan pelajar.

Atas nama pemerintah kabupaten Inhil, Asisten I menyambut baik dengan terlaksananya sosialisasi tersebut, karena dinilai dapat memberikan pembelajaran akan nilai-nilai budaya bangsa.

“Apalagi pesertanya masyoritas dari kalangan mahasiswa dan pelajar, harus lebih cermat dalam menyikapi persoalan yang berkenaan dengan kesadaran nilai luhur budaya bangsa,” kata Darussalam.

Hal itu dikatakannya karena, mahasiswa dan pelajar ini merupakan generasi selanjutnya bagi daerah dan bangsa. Pada dasarnya, sebagai estapet kepemimpinan yang akan datang, karena itulah katanya harus dibekali dengan nilai-nilai budaya bangsa yang luhur sehingga dapat melahirkan generasi yang santun.

Sekedar diketahui, sosialisasi sehari itu pihak panitia menghadirkan narasumber dari pihak Kodim 0314 Inhil dan dari pihak Kesbangpol Provinsi Riau. (mirwan/adv)