Bupati; Kita Punya Peluang Raih Penghargaan WTN

WTNBagansiapiapi, detikriau.org – Kabupaten Rokan Hilir berpotensi untuk meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN). Namun tanpa adanya dukungan semua pihak, penghargaan dalam bidang penataan transportasi ini akan sulit untuk diraih.

Dinilai Bupati, untuk meraih penghargaan ini, Rohil sudah memiliki sejumlah objek penilaian. Seperti sarana jalan yang baik, terminal, rambu jalan dan lain sebagainya. “namun tentunya sangat diperlukan dukungan dari semua pihak agar dapat meraih penghargaan itu,” kata Suyatno, Selasa(4/8/2015).

D ari sejumlah objek penilaian WTN itu, tambah Suyatno, kondisinya sangat perlu untuk dibenahi dan ditata kembali agar bisa terlihat bagus. Termasuk melengkapi sejumlah fasilitas sarana dan prasarana pendukung jalan seperti melakukan pengecatan ulang pada line dan marka jalan.

“Kan ada marka jalan atau line yang sudah terlihat kabur, itu perlu dicat ulang kembali,”kata Suyatno.

Intinya,lanjut Suyatno, pembenahan dan penataan terhadap sejumlah objek yang menjadi lokasi penilaian WTN 2015 perlu untuk segera diagendakan.

Untuk diketahui, Penghargaan Wahana Tata Nugraha adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan ini diberikan setiap tahun.

Penilaian dilakukan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang, dan kota kecil. aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik dan ramah lingkungan mendapat pertimbangan terbesar dalam penilaiannya. (humas/adv/dro)




Iiih, di Inhil, Lagi-Lagi Ayah Gagahi Anak Tiri. Kali Ini Hingga Hamil

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

PELANGIRAN (detikriau.org) – AS, warga Perumahan Karyawan Nusa Lestari Estate PT Bhumireksa Nusa Sejati desa Rotan Semelur kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini terpaksa diamankan pihak kepolisian karena terlibat tindak pidana pencabulan anak dibawah umur terhadap anak tirinya, Sh (17) pada bulan Januari 2015 lalu.

Menurut keterangan pihak kepolisian, dari hasil laporan yang diterima, pencabulan itu dilakukan pelaku 2 kali dibulan yang sama. Dimana, pencabulan pertama dilakukan di dapur rumahnya tanpa ada siapapun dan kedua dilakukan dengan jarak waktu 1 minggu dari pertama disaat korban sedang tidur di kamar berdua dengan adik korban yang masih berusia 4 tahun.

“Kedua pencabulan itu dilakukan pelaku dengan mengancam korban akan dibunuh jika tidak menuruti kemauannya, sebab itulah korban terpaksa melakukan kehendak ayah tirinya sendiri,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Selasa (4/8/2015) malam.

Awal diketahui bahwa tindakan bejat tersebut ketika tante korban, Masdiana merasa curiga melihat perut korban membesar layaknya wanita sedang hamil. Sebab itu tante ini membawa korban ke salah satu klinik di kecamatan Kateman untuk memeriksa kondisi korban. Alhasil, wanita malang itu positif sedang hamil kurang lebih 7 bulan.

Setelah didesak keluarganya untuk memberi keterangan, akhirnya korban mengaku bahwa ayah tirinya lah yang menyetubuhinya hingga hamil.

Usai memperoleh keterangan itu, pihak keluarga langsung melaporkan ke Mapolsek Pelangiran tertanggal 4 Agustus 2015.

“Setelah terima laporan, petugas langsung mengamankan pelaku. Saat ini pelaku sedang diamankan di Mapolsek Pelangiran guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Warno. (mirwan)




Diskes Gelar Pertemuan Lanjutan Bahas Ranperda Desa Siaga Aktif dan KTR

Tim penyusun Ranperda Desa Siaga Aktif dan KTR sedang melakukan diskusi di Kantor Diskes Inhil
Tim penyusun Ranperda Desa Siaga Aktif dan KTR sedang melakukan diskusi di Kantor Diskes Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan lanjutan guna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Desa Siaga Aktif dan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), akhir pekan kemarin.

Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Diskes, Jalan Kesehatan Tembilahan ini dihadiri perwakilan Bagian Hukum Setda dan diikuti tim penyusun dari Diskes Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen Msi mengatakan, pertemuan ini membahas tentang hasil rumusan Ranperda yang telah disusun oleh tim ahli dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

“Saat itu kita bahas hasil rumusan Ranperda dari Kabag Peraturan Perundang-undangan Kemenkes, Sundoyo,” tutur Matzen.

Dijelaskan Matzen, dari pembahasan tersebut dihasilkan beberapa usulan, seperti perlu adanya survailans kesehatan, kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan pada Ranperda Desa Siaga Aktif.

Sedangkan untuk Ranperda KTR, lanjut Matzen, perlu dilakukan teori pembelajaran atau studi banding ke daerah yang sudah melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) tersebut, seperti di daerah Sumatera Barat, Bogor dan Bali.

“Hasil pembahasan ini, selanjutnya akan dilakukan presentasi terlebih dahulu kepada Bupati inhil, sebelum diajukan usulannya ke pihak DPRD untuk disahkan,” terangnya. (adi/adv)




Terkait Pembentukan IPWL, Komisi I DPRD Inhil Kuker ke Loka Rehabilitasi Batam

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Loka Rehabilitasi Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (4/8/2015).

Kuker yang turut diikuti sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di lingkungan Pemkab Inhil ini, terkait dengan pembentukan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di Negeri Seribu Parit.

Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said mengatakan, kuker tersebut dalam rangka menindaklanjuti surat keputusan dari Kementrian Kesehatan tentang pembentukan IPWL di Kabupaten Inhil, beberapa bulan lalu ini.

“Seperti diketahui, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan telah ditetapkan sebagai wadah pelaporan dan perekomendasian bagi pencandu Narkoba yang harus dirawat inap atau direhabilitasi,” tutur Yusuf.

Oleh karena itu, mengingat Kabupaten Inhil belum memiliki panti rehabilitasi sendiri, maka kuker ini juga dimaksudkan untuk menjalin kerjasama antara IPWL Kabupaten Inhil dengan Loka Rehabilitasi Batam, khususnya terhadap penanganan pecandu Narkoba yang harus menjalani rawat inap atau rehabilitasi melalui perjanjian MoU.

“Saat ini, peredaran Narkoba di Kabupaten Inhil sudah sangat memprihatinkan dan perlu menjadi perhatian serius dari semua pihak. Jadi, dengan keberadaan IPWL ini diharapkan kedepannya bisa menyelamatkan generasi muda penerus bangsa, sehingga jauh dari barang haram tersebut,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut politisi dari Partai Golkar Inhil ini, Komisi I akan terus berupaya menggesa terbentuknya IPWL di Kabupaten Inhil, serta memiliki Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) sendiri nantinya.

“Kita harapkan suatu hari nanti Inhil bisa terbebas dari Narkoba, atau paling tidak mampu mengurangi dan menekan peredarannya, dalam upaya menyelamatkan masa depan generasi muda dan daerah,” imbuhnya. (adi/adv)




Bupati Inhil Pantau Posko Siaga Darurat Karhutla

foto: mirwan
foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan memantau secara langsung kesiapan Posko Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di depan Kantor Badan Pemberdayaan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, Tembilahan, Selasa (4/8/2015).

Menurut Bupati, pantauannya itu bukan ada acara khusus, hanya saja untuk melihat upaya yang dilakukan dan kesiapan BPBD di Posko tersebut. Terkait hal itu ia menilai kesiapan petugas sudah cukup maksimal sigap dalam menyikapi persoalan Karhutla, khususnya kebakaran di wilayah Kabupaten Inhil.

“Memang beberapa waktu lalu daerah kita terdapat cukup banyak titik api akibat suhu alam dan pembakaran yang dilakukan segelintir masyarakat. Dalam hal ini saya lihat BPBD cukup mumpuni untuk mengatasinya,” ujar Wardan.

Ia juga menyampaikan, sebelumnya titik api terdapat puluhan di Negeri ini, setelah diguyur hujan, titik api itu kini sudah tidak ditemukan lagi.

Dengan demikian, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini menghimbau kepada seluruh komponen, baik Ormas hingga masyarakat umum untuk bersama-sama mengatasi timbulnya titik api. Selain dilarang Undang-undang, juga sangat berdampak terhadap kesehatan, salah satunya penyakit Ispa.

Sementara itu, Kepala BPBD Inhil, Yusfik melalui Kasubag Perencanaan BPBD Provinsi Riau, Indrawansyah menyampaikan bahwa timnya hanya mampu menekan titik api, sementara pencegahan timbulnya titik api tersebut jika tidak didukung masyarakat umum, maka diyakini titik api akan terus bermunculan.

Meski kini angka titik api sudah nol, namun katanya harus tetap siaga. Apalagi tampak cuaca kembali panas. “Oleh sebab itu kami dari BPBD minta dukungan secara bersama dalam mengatasi munculnya titip api di wilayah kita,” harapnya. (mirwan/adv)




Peringatan HAN, Inhil Rencanakan Undang Kak Seto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2015 yang digelar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), rencananya akan dimeriahkan oleh ribuan siswa di daerah tersebut serta menghadirkan Kak Seto.

Rencana itu diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Inhil, Hj Djamilah saat berbincang dengan awak media di Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (4/8/2015).

Dikatakan Djamilah, pelaksanaan peringatan HAN yang jatuh pada tanggal 6 Agustus nanti akan dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.

“Sebanyak seribu siswa, mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat di Inhil, akan dikerahkan untuk menyemarakan kegiatan ini,” tutur Djamilah.

Selain itu, lanjut Djamilah, pihaknya juga berencana menghadirkan seorang psikolog dan sekaligus pemerhati anak, yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia, yakni Kak Seto.

“Jadi, nanti akan ada dialog untuk membahas persoalan dominan yang sedang terjadi saat ini, khususnya yang berkaian langsung dengan anak, seperti kebutuhan pendidikan, jaminan keamanan dari kekerasan terhadap anak dan lain sebagainya,” imbuhnya. (adi)