Penyembuhan ODGJ Butuh Dukungan Keluarga dan Lingkungan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Selain dengan memberikan obat, proses penyembuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) juga membutuhkan faktor-faktor penunjang lainnya, seperti dukungan penuh dari pihak keluarga dan lingkungan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia saat berkunjung ke salah satu rumah pasien ODGJ di Kecamatan Tembilahan Hulu, belum lama ini.

Dikatakan Devi, meskipun tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan secara langsung ke rumah dan memberikan obat, namun itu saja tidak cukup untuk proses penyembuhan pasien ODGJ, karena yang lebih penting adalah support dari orang-orang di sekitarnya.

“Jadi, dukungan keluarga dan lingkungan sangat berperan besar dalam proses penyembuhan pasien ODGJ,” tutur Devi.

Oleh karena itu, lanjut Devi, keberadaan pasien ODGJ ini harus bisa diterima dengan baik oleh pihak keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitarnya, sehingga yang bersangkutan tidak merasa terbuang dan disisihkan.

“Mereka (Pasien ODGJ, red) jangan dikucilkan dan jangan lagi ada yang dipasung, sebab akan memperlambat proses penyembuhannya. Jadi, mari sama-sama kita obati dan sembuhkan mereka, supaya bisa kembali beraktifitas di tengah-tengah masyarakat,” pesan Devi.

Untuk diketahui, hingga saat ini jumlah pasien ODGJ di Kabupaten Inhil sudah tercatat mencapai 97 orang, dimana 48 pasien diantaranya dinyatakan mulai membaik dan ada pula yang telah membaur bersama masyarakat. (adi/adv)




Inhil Akan Wakili Riau Lomba Memasak Tingkat Nasional

IMG_20150814_200311TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim juru memasak dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan mewakili Provinsi Riau pada ajang perlombaan memasak B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) tingkat Nasional yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang di kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan kepada sejumlah awak media usai memimpin rapat persiapan mengikuti pelaksanaan lomba memasak B2SA di gedung Wanita jalan Sungai Beringin, Tembilahan, Jum’at (14/8/2015) kemaren.

“Rapat persiapan ini sebagai tindak lanjut bahwa beberapa hari lalu kita dari Inhil telah memenangkan lomba memasak tingkat Provinsi Riau. Artinya, Inhil akan mewakili Riau pada lomba memasak tingkat nasional tahun 2015,” ungkap Zulaikhah.

Untuk itu, ia memandang rapat persiapan tersebut perlu dilaksanakan yang melibatkan Satker terkait, terutama Badan Peyuluh Pertanian, Bappeda dan Pengurus PKK khususnya. Pada intinya ketiganya itu merupakan berkaitan penting dalam hal ini persiapan mengikuti perlombaan.

Dikarenakan Inhil dipercaya mewakili Riau, maka katanya persiapannya pun jangan sampai mengecewakan. Sebab itu ia bertekat memberi kebanggaan oleh semua pihak di Provinsi Riau. Minimal usaha pematangan persiapan telah dilakukannya.

“Harapanya saya  tentu persiapan yang matang, kesiapan kita dalam mengikuti lomba ini dengan sebaik-baiknya. kemudian tentu hasilnya kita harapkan kita tercapai Juara 1 tingkat nasional dan mudah-mudahan sajalah, mohon do’a kita semua,” tandasnya. (mirwan/adv)




Air Macet, PDAM TI Jangan Kambingkan PLN

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Manager PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman meminta agar pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri tidak mengkambinghitamkan   pihaknya atas macetnya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan beberapa waktu yang lalu.
“Jangan kami yang dikambing hitamkan oleh PDAM, seharusnya mereka punya mesin genset sendiri untuk persiapan jika ada pemadaman listrik,” kata Budi, Jumat (14/8/2015).

Meski begitu, ia tetap mengakui PLN pernah memutuskan aliran listrik di kawasan perusahaan air bersih dengan durasi sekitar 2 jam. Alasannya, kala itu ada gangguan mesin dan terpaksa harus memutuskan pasokan listrik guna melakukan perbaikan hingga normal.

Berdasarkan data dari PLN, beban puncak yang harus dipenuhi pihaknya sebesar 13 Mega Watt (MW) dan daya yang bisa didapat dari mesin sewa juga 13 MW. Daya tersebut bisa terbilang sangat pas-pasan, sebab jika ada ada gangguan 1 mesin saja pastinya akan terjadi defisit daya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya pihak PDAM Tirta Indragiri memang menyebutkan, bahwa yang mengakibatkan rendahnya kualitas dan terputusnya pasokan air kerumah pelanggan waktu itu disebabkan keterlambatan datangnya pasokan bahan kimia dari Jakarta dan terputusnya pasokan listrik bersumber dari PLN hingga 3 jam sekali.

“Kami dari PDAM selalu dapat giliran mati bergilir, dan proses produksipun jadi terganggu,” ucap  Kabag Produksi dan Distribusi PDAM Tirta Indragiri, Kamusni kepada awak media akhir bulan kemaren. (mirwan)




Jalan Berlubang, Sepeda Motor dan Mobil Bertabrakan

IMG_20150814_195007TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) kendaraan bermotor di Kabupaten Inhil kembali terjadi, peristiwa kali ini ttaabraan antara Sepeda Motor jenis Revo nomor Polisi BM 2613 GW dengan Mobil jenis Inova BM 1742 LA di Parit 1 Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling, Jum’at (14/8/2015) sekitat pukul 10.15 WIB.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, peristiwa itu terjadi karena pengendara Sepeda Motor atas nama Suriana (24) mencoba menghindari lubang di badan jalan, namun upayanya gagal, ia malah memakan badan jalan yang berlawanan dan langsung menabrak 1 unit Mobil yang dikendarai oleh Intan Judin (54).

“Pengendara Sepeda Motor membonceng temannya, Nuraini (23). Akibat peristiwa itu, keduanya, baik pengendara motor maupun yang berbonceng sama-sama dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Puri Husada Tembilahan,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kasat Lantas, AKP Ahmad Salmi

Adapun luka-luka yang dialami kedua wanita itu, Suriana mengalami luka lecet pada bagian Bibir, luka robek telapak kaki sebelah kiri dan patah kaki bagian betis. Sedangkan Nuraini mengalami luka lecet pada pipi sebelah kanan serta mengalami patah tulang tangan kanannya. Untuk kerugian materil, disampaikan Salmi ditaksir mencapai Rp 10 juta. (mirwan)




242 PNS Dianugerahi Satyalancana Karya Satya

IMG_7994 - CopyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menganugerahi tanda kehormatan Satyanlanca Karya Satya kepada 242 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Inhil di gedung Engku Kelana, Tembilahan, Jum’at (14/8/2015).

Bupati mengatakan, dianugerahinya sejumlah PNS itu berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 35 tahun 2010 tentang pelaksanaan UU nomor 20 tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan. Sebab dari 242 PNS itu sudah patut menerima kehormatan karena pengabdiannya sudah cukup lama.

“Dari 242 PNS ini diantaranya ada 95 PNS yang telah mengabdi selama 30, 112 PNS yang telah mengabdi selama 20 tahun, dan terakhir ada 35 PNS yang mengabdikan diri telah mencapai 10 tahun. Dengan lamanya pengabdian itu sudah patut untuk menerima tanda kehormatan Satyanlanca Karya Satya ini,” kata Wardan.

Selain lamanya pengabdian, sejumlah PNS tersebut juga belum pernah menerima sanksi apapun terkait kode etik kepegawaian. Jadi dari penganugerahan itu bertujuan sebagai pendorong dan memotivasi diri untuk meningkatkan pengabdian dan prestasi kerja PNS sehingga dapat menjadikan teladan bagi PNS lainnya.

Ia juga menyebutkan, tanda kehormatan itu tidak hanya sebatas kebanggaan pribadi masing-masing, namun juga merupakan satu kebanggaan bagi daerah sebab sudah menjadi bagian PNS yang teladan. Semoga katanya, dari anugerah tersebut bisa lebih meningkatkan kedesiplinan, kejujuran, kinerja dan lain sebagainya, terutama mampu memberi motivasi PNS lain yang ada di Kabupaten Inhil.

“Untuk PNS lainnya yang ada di Inhil, saya minta jagalaj kode etik PNS, capailah kehormatan anugerah ini,” tutupnya. (mirwan/adv)




Agar Bawahan Ikut Arahan, Wardan Diminta Berikan Kepala SKPD “Senjata”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan diminta untuk memberikan “senjata” bagi seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah SKPD, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Yusuf, pemberian “senjata” kepada Kepala SKPD ini dimaksudkan agar seluruh bawahannya benar-benar mau dan ikut dalam arahan, serta memberikan dukungan penuh dalam mensukseskan berbagai program dan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya.

“Dengan adanya “senjata” itu, maka mau tidak mau bawahan di setiap SKPD akan melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal, serta mau bekerjasama dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan,” tutur Yusuf.

Apalagi, lanjut Yusuf, dalam membangun dan memajukan daerah sangat dibutuhkan capaian kinerja aparatur yang terus meningkat, sehingga masyarakat bisa melihat dan menikmati hasil yang sesuai dengan harapan mereka.

“Salah satu upaya kita dalam mencapai tujuan itu, dapat diwujudkan melalui kejasama dan koordinasi seluruh pihak terkait, khususnya antara atasan dan bawahan di SKPD,” terang Yusuf.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini berharap, adanya komitmen bersama dan saling mendukung antara atasan dan bawahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Jadi, jangan hanya karena kesalahan dan ketidakmampuan kita, membuat masyarakat sengsara,” pungkasnya. (adi/adv)