Kadin Dumai Tandatangani MoU dengan Tanjung Bruas Port

ARB INdonesia, DUMAI – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Dumai Zulfan Ismaini SH secara resmi menandatangani kesepakatan kerjasama (MoU) bidang perdagangan dengan investor Tanjung Bruas Port Sdn Bhd, Malaysia, dalam rangkaian cara Expose Bruas Port Brand Awareness Roadshow In Dumai di Ballroom Hotel Grand Zuri, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (20/8/2024) pagi.

Penandatanganan dilakukan Ketua KADIN Dumai bersama Director Tanjung Bruas Port Ms Derick Basir, CEO Invest Melaka Sdn Bhd Dato’ Giniie Lim, Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur Sindu Rahayu, dan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar Salam.

Difasilitasi oleh Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, Atase Perhubungan dan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, pertemuan kedua belah diharapkan para pebisnis pelabuhan, yakni para eksportir dan importir, selanjutnya bisa memanfaatkan keberadaan pelabuhan Tanjung Bruas di Malaysia, sebagai destinasi akhir kegiatan kegiatan perdagangan dari dalam negeri. Sehingga, pada pihak Malaysia terus mengembangkan kepelabuhanannya.

Ketua Kadin Kota Dumai Zulfan Ismaini berharap pertemuan ini memberikan manfaat yang baik bagi Indonesia dan Malaysia.

“Kunjungan balasan dari Tanjung Bruas Port Sdn Bhd dan KBRI ke Kota Dumai, kita berharap menjadi mitra dagang yang dapat berkelanjutan,” harap Zulfan Ismaini.

Merespon itu Senior Manajer Tanjung Beruas Port Sdn Bhd Tehvarajan Nadarajan mengucapkan terimakasih atas penyambutan ini. Ia berharap kedepan kerjasama perdagangan yang akan dilakukan.

Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar Salam pada kesempatan ini mengatakan pertemuan ini disiapkan guna membangun kerjasama ekspor maupun import. Demikian juga Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur, Sindu Rahayu bahwa kunjungan kedua negara guna mempermudah urusan perjalanan dan kerjasama kedepannya.

Didalam kegiatan ekspose Tanjung Bruas Port, seperti disampaikan melalui presentasi oleh Ketua Komersil Tanjung Bruas Port Raj Nadarajan, yang diwarnai sesi singkat tanya jawab, juga terungkap faktor geografis keberadaan Malaysia dengan pelabuhan Dumai, Indonesia yang berdekatan.

Selain itu, juga disebutkan lebih murahnya pembiayaan melalui jasa Tanjung Bruas Port. Melalui dialog dengan kalangan pengusaha yang hadir pada kesempatan itu diyakinkan, hingga pada kondisi kedalaman laut di pelabuhan Tanjung Bruas yang sangat mendukung bagi aktivitas bersandarnya kapal.

Hal tersebut disampaikan dalam forum dialog dengan harapan supaya akhirnya bisa terjalin kerjasama yang erat disektor perdagangan antara Indonesia melalui Dumai oleh karena adanya dukungan kelebihan-kelebihan yang dipunyai oleh Tanjung Bruas Port, di Malaysia, dengan pengusaha Indonesia dalam hubungan bisnis. Penandatanganan MoU yang terlaksana pada kesempatan tersebut nantinya berlanjut ke tingkat Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) di Pekanbaru.

Pada kesempatan itu Atase Perhubungan KBRI Indonesia di Malaysia mendukung penuh sehingga pada saat Roro Melaka sudah jadi nanti kegiatan perdagangan akan berjalan.

“Kedatangan rombongan Tanjung Bruas Port Sdn Bhd ke sini diskusi menyampaikan expose mengenai apa yang mereka punya di sana untuk bisa diimplementasikan kepada pengusaha-pengusaha pelabuhan atau kemaritiman kita disini,” ungkap Ketua Kadin Dumai Zulfan Ismaini didampingi Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan dan Investasi Annora Arsan SE MH disela acara.

MoU Kadin Dumai dengan Tanjung Bruas Port sebagai payung hukum kesepakatan bekerjasama. “Eksekusinya kita akan adakan pada saat kerjasama Sosek Malindo nantinya di Pekanbaru,” tambah Annora Arsan. Dalam hal ini Kadin Dumai memfasilitasi pengusaha-pengusaha yang ada di Dumai untuk memakai Tanjung Bruas Port.

“Kita berharap hasil ini bisa terlaksana oleh para pengusaha yang ada di Dumai untuk bisa memanfaatkan ini dengan baik. Kita juga berharap Dumai juga mendapatkan PAD,” tambah Zulfan Ismaini.

Kegiatan ekspos Bruas Port Brand Awareness Roadshow In Dumai selain dihadiri oleh Atase Perhubungan dan Atase Perdagangan KBRI. ***




Kadis DPMPTSP Hadiri Ramah Tamah antara PJ Bupati Indragiri Hilir dan HIPMI

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – PJ Bupati Indragiri Hilir, H. Erisman Yahya, mengadakan acara ramah tamah bersama Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Indragiri Hilir Provinsi Riau. (21/08/24).

Acara yang berlangsung di sebuah lokasi strategis tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala dinas, termasuk Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Haryono, Kepala Dinas Perhubungan Indrawansyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Umar, serta Kepala Dinas Pendidikan Irwan. Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Al Yusroni Pagta, juga hadir mewakili dinas tersebut.

Dalam acara tersebut, pengurus HIPMI menyampaikan ucapan selamat kepada H. Erisman Yahya atas amanatnya sebagai PJ Bupati Indragiri Hilir. 

Ketua HIPMI Indragiri Hilir menekankan pentingnya hubungan harmonis yang telah terjalin antara HIPMI dan pemerintah daerah, khususnya dengan Dinas Penanaman Modal dan PTSP. “Kami berharap ke depan, kolaborasi dan kerjasama antara HIPMI dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dapat semakin ditingkatkan,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk membahas peluang kerjasama yang dapat mempererat hubungan antara HIPMI dan pemerintah daerah. 

Beberapa inisiatif yang dibahas meliputi pembangunan pusat kuliner dan bazaar serta penyelenggaraan temu bisnis untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). H. Erisman Yahya merespons positif usulan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung setiap inisiatif yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.

Haryono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, menambahkan bahwa pengembangan pusat kuliner dan bazaar tidak hanya akan memberikan ruang bagi UMKM untuk berjualan, tetapi juga akan menarik perhatian pengunjung dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. 

“Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM, sehingga dapat bersaing secara sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Acara ramah tamah ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk bekerja sama dalam memajukan perekonomian daerah. 

Dengan sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda, diharapkan Indragiri Hilir dapat berkembang menjadi daerah yang lebih inovatif dan berdaya saing. 

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan antara HIPMI dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk masa depan yang lebih baik. (Galery) 




Dinkes Inhil Jelaskan 5 Dampak Utama dari Stunting

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang sering kali terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Rabu (21/8/24).
 

Dengan itu Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri hilir provinsi Riau yang disampaikan oleh kasi Maria mengatakan kami terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait Dampak stunting pada balita dan bayi sangat serius.

Berikut adalah lima dampak utama dari stunting:

1. Perlambatan  Pertumbuhan Pada Anak

Fisik: Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari anak-anak sebaya mereka yang tidak mengalami stunting.

2. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Otak: Stunting dapat menghambat perkembangan otak anak, yang berpotensi mengurangi kemampuan kognitif dan prestasi belajar di kemudian hari

3. Penurunan Kecerdasan Pada Anak

Anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kecerdasan, yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial mereka.

4. Resiko Penyakit Metabolik di Masa Dewasa

Dewasa: Stunting pada masa anak-anak berhubungan dengan peningkatan risiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung ketika mereka dewasa.

5. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Tubuh: Anak yang mengalami stunting rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak berkembang dengan optimal.Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemberian nutrisi yang cukup sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak. Dukungan dan peran aktif dari keluarga, masyarakat, serta pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan akses terhadap gizi yang baik sangat penting untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. (Adv Dinkes Inhil)




Diskes Inhil Terus Edukasi Masyarakat Terkait Dampak Stunting

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang sering kali terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Rabu (21/8/24).

Dengan itu Dinas Kesehatan kabupaten Indragiri hilir provinsi Riau yang disampaikan oleh kasi Maria mengatakan kami terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait Dampak stunting pada balita dan bayi sangat serius.

Berikut adalah lima dampak utama dari stunting:

  1. Perlambatan Pertumbuhan Pada Anak

Fisik: Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari anak-anak sebaya mereka yang tidak mengalami stunting.

  1. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Otak: Stunting dapat menghambat perkembangan otak anak, yang berpotensi mengurangi kemampuan kognitif dan prestasi belajar di kemudian hari.

  1. Penurunan Kecerdasan Pada Anak

Anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kecerdasan, yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial mereka.

  1. Resiko Penyakit Metabolik di Masa Dewasa

Dewasa: Stunting pada masa anak-anak berhubungan dengan peningkatan risiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung ketika mereka dewasa.

  1. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Tubuh: Anak yang mengalami stunting rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak berkembang dengan optimal.

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemberian nutrisi yang cukup sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak. Dukungan dan peran aktif dari keluarga, masyarakat, serta pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan akses terhadap gizi yang baik sangat penting untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. (Adv)




Kepala Dinkes Inhil Ungkap 5 Dampak Dari Stunting

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Stunting adalah kondisi terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang sering kali terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Rabu (21/8/2024).

Dengan itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau yang disampaikan oleh Kasi Promkes, Maria mengatakan akan terus memberikan informasi kepada masyarakat terkait Dampak stunting pada balita dan bayi sangat serius.

Berikut adalah lima dampak utama dari stunting:

  1. Perlambatan Pertumbuhan Pada Anak

Fisik: Anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari anak-anak sebaya mereka yang tidak mengalami stunting.

  1. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Otak: Stunting dapat menghambat perkembangan otak anak, yang berpotensi mengurangi kemampuan kognitif dan prestasi belajar di kemudian hari

  1. Penurunan Kecerdasan Pada Anak

Anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan kecerdasan, yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan interaksi sosial mereka.

  1. Resiko Penyakit Metabolik di Masa Dewasa

Dewasa: Stunting pada masa anak-anak berhubungan dengan peningkatan risiko terkena penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung ketika mereka dewasa.

  1. Penurunan Kekebalan Pada Anak

Tubuh: Anak yang mengalami stunting rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya karena sistem kekebalan tubuh mereka tidak berkembang dengan optimal.

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemberian nutrisi yang cukup sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak.

Dukungan dan peran aktif dari keluarga, masyarakat, serta pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan akses terhadap gizi yang baik sangat penting untuk mengurangi angka stunting di Indonesia. (Adv)




Sedang Dikerjakan, Sepanjang 1.7 Km Parit Padaidik Dinormalisasi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sepanjang 1.7 Kilometer Parit Padaidik Desa Suhada, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dilakukan normalisasi menggunakan alat berat, saat ini masih dalam proses pengerjaan, Selasa (20/8/2024).

“Allhamdulilah sudah mulai pengerjaannya pada hari Sabtu kemaren menggunakan alat berat. Panjangnya sekitar 1.7 kilometer yang dilakukan pendalaman parit yang dangkal,” tutur Lemok salah satu warga di Desa Suhada.

“Trimakasih kepada Kepala Desa Suhada atas peranya yang telah mengusahakan kemajuan di desa serta menjemput Aspirasi anggota DPRD (Edy Sindrang) sehingga parit yang sangat besar manfaatnya bagi kami bisa dinormalisasi,” tambah Lemok.

Kepala Desa Suhada, Muh. Ikhsan, S.Kom mengatakan tujuan dilakukan normalisasi pendalaman parit-parit yang dangkal agar memudahkan petani kelapa mengeluarkan hasil perkebunan mereka.

“Selain mempermudah petani, normalisasi ini juga sebagai upaya kita dalam pencegahan banjir dan penyuburan hasil perkebunan dengan kelancaran aliran air,” tuturnya.

“Terimakasih kepada wakil rakyat (Edy Sindrang) yang telah memperhatikan warga kami. Harapan kita kedepanya Wakil Rakyat tetap meperjuangkan kebutuhan masyarakat di khususnya di Desa Suhada, karena masih banyak parit-parit maupun sungai-sungai yang saat ini butuh dilakukan normalisasi,” tutup Muh Ikhsan. (Arb)