Bakri: Paripurna, Bupati harus Hadir, Jangan Hanya Mengirim Perwakilan

H Bakri H Anwar
H Bakri H Anwar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan meminta Bupati Inhil, HM Wardan untuk dapat hadir secara langsung dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi dan rapat paripurna tanggapan Bupati atas pemandangan umum fraksi  yang akan dilaksanakan nantinya.

Permintaan yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Inhil, H Bakri H Anwar ini dilontarkannya usai penyampaian pidato pengantar Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2014 oleh bupati Inhil, HM Wardan pada Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2015 diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas, Jumat (21/8/2015) sore kemarin.

“Untuk Paripurna tentang pemandangan umum fraksi-fraksi menanggapi pidato yang telah dibacakan hari ini, kami mohon agar Pak Bupati sendiri yang hadir, bukan mengirim perwakilannya,” tutur Bakri

Pemintaan dari politisi Partai Demokrat Inhil ini, mendapatkan anggukan setuju dari sejumlah anggota dewan lainnya, termasuk salah satunya adalah Samino yang dengan lantang mengatakan setuju.

“Selain itu, saat pidato jawaban Bupati terhadap pemandangan umum fraksi, kami minta juga langsung dihadiri Pak Bupati,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Wardan yang ditemui awak media usai mengikuti Rapat Paripurna menyatakan, apabila tidak ada kegiatan lain yang mendesak dan masih berada di tempat, maka dirinya akan menghadiri agenda-agenda DPRD berikutnya.

“Setelah ini kan ada pemandangan umum fraksi, kemudian pidato jawaban saya, jadi saya usahakan untuk hadir langsung,” imbuhnya. (adi/adv)




UPT Puskesmas Sungai Iliran Gelar Sikat Gigi Massal

image-2TEMBILAHAN (detikriau.org) – UPT Puskesmas Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) menggelar kegiatan sikat gigi massal bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah kerjanya.

Kegiatan yang diikuti siswa kelas 1-6 SD Negeri 17 Teluk Sungka ini, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut, serta mengurangi angka kesakitan gigi dan mulut yang dapat mengganggu kelancaran aktifitas siswa sehari-hari.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Iliran, Hendra mengatakan, pemberian pemahaman tentang menyikat gigi yang benar sejak dini merupakan hal yang sangat berguna, karena anak akan melakukan kebiasaan tersebut hingga tumbuh dewasa nanti.

image-1Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan bukan saja dapat meningkatkan semangat, kepedulian, komitmen, serta gerakan nyata kesehatan terutama kesehatan gigi dan mulut, akan tetapi menjadi wadah bagi tenaga kesehatan gigi di daerah setempat untuk melayani masyarakat, serta menjadi pemicu akan melakukan terobosan baru dalam meningkatkan kesehatan gigi masyarakat.

“Dengan terjaganya kualitas kesehatan gigi masyarakat, nantinya akan berkontribusi secara positif terhadap kulitas kesehatan masyarakat secara umum dan mencegah munculnya penyakit berbahaya lainnya,” tutur Hendra, kemarin.

Selanjutnya dijelaskan Hendra, kegiatan ini juga sangat perlu disosialisasikan sejak usia dini, khususnya melalui lembaga pendidikan setingkat SD sederajat.

“Dengan begitu, diharapkan anak-anak usia dini akan mendapatkan kesehatan mulut dan gigi yang merupakan faktor kesehatan jasmani secara keseluruhan,” imbuhnya.(adi/adv)




Pacu Sampan Leper, Jembatan Getek Macet Total

DSC_5163 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejak berlangsungnya kegiatan even wisata pacu sampan leper di kawasan Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Sabtu (22/8/2015) jembatan Getek macet total kurang lebih selama 3 jam hingga waktu azan shalat Magrib.

Pantauan lapangan, sepanjang jembatan tersebut dipadati masyarakat dari berbagai daerah untuk ikut menyaksikan secara langsung even wisata tahunan tersebut. Selain itu, kepadatan sarana penyebrangan itu dipenuhi kendaraan bermotor, mulai kendaraan roda dua hingga kendaraan roda empat.

“Sudah hampir dua jam, belum juga sampai ke seberang sana. Padatnya minta ampun,” teriak salah seorang pria mengendara sepeda motor.

Dalam hal ini, Bupati Inhil HM Wardan mengaku, even wisata pacu sampan leper ini memang perlu dievaluasi untuk pelaksanaan kedepannya, terutama fasilitas untuk para penonton.

“Alangkah bagusnya jika ada tribun untuk penonton, jadi akan lebih teratur. Tidak seperti sekarang ini saya lihat kebanyakan para penonton pacu sampan leper hanya menonton punggung orang didepannya saja,” ujarnya.

Apalagi katanya, even wisata sampan leper tersebut tidak lagi sebatas tingkat Kabupaten saja, melainkan telah meranjak ketingkat Provinsi, bahkan menurutnya kedepan sangat tidak mustahil jika even wisata itu meranjak ke tingkat nasional. (mirwan)




Bupati Inhil Buka Resmi Pacu Sampan Leper

DSC_5159 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi even wisata pacu Sampan Leper di kawasan Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilan, Sabtu (22/8/2015) sore.

Bupati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan even wisata tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 1995 lalu. Dimana, even ini mengangkat suatu tradisi para orang tua terdahulu yang menjadikan sampan leper sebagai sarana kehidupan dalam mencari nafkah.

“Dari keunikan-keunikan itulah kita terus kembangkan menjadi satu even wisata Kabupaten Inhil yang telah berjenjang sebagai even wisata tingkat Provinsi Riau,” kata Wardan.

Namun disamping sampan leper, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga merambah dengan mengadakan perlombaan lainnya, seperti tangkap itik dan lomba foto se-Riau sebagai iringan even wisata pacu sampan leper.

Semoga katanya, dari kegiatan tersebut bisa menambah semangat kalangan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, karena begitu susahnya para orang terdahulu dalam mencari nafkah yang hanya menggunakan sampan leper.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil, Rudiansyah menyampaikan, even wisata pacu sampan leper itu diikuti sebanyak 30 peserta yang keseluruhannya adalah masyarakat Inhil.

Sedangkan untuk perlombaan tangkap itik, jumlah pesertanya tidak terbatas, jadi sampai saat ini pihaknya pun tidak mendata secara rinci siapa saja yang mengikutinya, begitu juga untuk lomba fotografer, pada intinya kegiatan tersebut diadakan sudah berjenjang di tingkat Provinsi. (mirwan/adv)




Implementasi Disorot DPRD, Plt Sekda Rohil Minta Kepala SKPD Berkerja Keras.

“sekarang bukan saatnya lagi mencari siapa yang salah dan mencari kambing hitam, serta bukan membuat komentar tidak jelas, yang bisa menyesatkan masyarakat, tapi bagaimana berkomitmen segera menyelesaikan RAPBD Perubahan 2015, sehingga program-program strategis, baik pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur yang didambakan masyarakat dapat direalisasikan.”

apbdBAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Rohil Drs.HSurya Arfan.Msi meminta kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lebih bekerja keras. Pasalnya implementasi program pemerintah telah menjadi kerisauan semua pihak, termasuk DPRD.

“Dan kita sepakat, diminta kepada Kepala SKPD agar lebih bekerja keras untuk menggesa program/kegiatan yang tidak terkait RAPBD Perubahan 2015,” kata Surya Arfan, Sabtu (22/8/15).

Implementasi sejumlah program pembangunan Pemkab Rohil diakuinya sudah menjadi kerisauan DPRD dan semua pihak, yang semuanya bermuara untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Rohil.

“Seyogyanya, memasuki semester II, bulan kedua, realisasi APBD bisa mencapai 50-60%, namun kendala-kendala yang kita hadapi, baik kendala regulasi, kendala administrasi, maupun kendala sosial lainnya, taarget itu belum terealisasi,” ujar Surya.

APBD Rohil 2015 meskipun sudah disahkan 31 Desember 2014, namun dari hasil evalusi oleh Tim Verifikasi Pemerintah Provinsi Riau, bulan April, baru final, karena persoalan administrasi, perencanaan, yang belum singkron.

Sehingga lanjut Surya Arfan, APBD Tahun 2015, dari Rp2,7 triliun, hanya Rp1,8 triliun yang dapat dilaksanakan, dan dari Rp1,8 triliun, realisasi penyerapan APBD baru 36% lebih, tapi jika dari Rp2,7 triliun hitungannya baru 23%.

Serapan dana yang terealisasi ini meliputi gaji, tunjangan, kegiatan rutin, pelatihan, perencanaan dan sebagian kecil kegiatan fisik.

“Namun alokasi dana hibah dan bansos, praktis belum bisa direalisasikan, karena kendala adminstrasi perencanaan dan akan disesuaikan dengan prosedur Permendagri no 32/2012, no 39/2013, sehingga sisa selisih dana dari Rp2,7 triliun, yaitu sekitar Rp900 miliar lebih, dimasukkan ke RAPBD-P 2015, dengan penyempurnaan dan penyesuaian administrasi perencanaan,” tambahnya.

Penyempurnaan itu, baik RKPD,  maupun KUA-PPAS Perubahan, yang sudah disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD dua  minggu yang lalu.

“Mudah-mudahan, sesegera mungkin dapat disepakati DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.  Karena  waktu yang tersedia sudah sangat terbatas,” tuturnya.

Menurut Surya Arfan, sekarang bukan saatnya lagi mencari siapa yang salah dan mencari kambing hitam, serta bukan membuat komentar tidak jelas, yang bisa menyesatkan masyarakat, tapi bagaimana berkomitmen segera menyelesaikan RAPBD Perubahan 2015, sehingga program-program strategis, baik pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur yang didambakan masyarakat dapat direalisasikan.‎(tris)




Letak Ibukota Insel. Warga Enok Pinta “Rentang Kendali” Tetap Sebagai Pertimbangan Utama

“Pemimpin Inhil diingatkan Komit Perjuangkan Cita-Cita INSEL”

Gbr ilustrasi: riaumandiri.co
Gbr ilustrasi: riaumandiri.co

Tembilahan (detikriau.org) – Meski mendukung untuk menjadikan Kabupaten Indragiri Hilir bagian selatan sebagai daerah otonomi baru, masyarakat Kecamatan Enok lagi-lagi tetap bersikukuh persoalan letak Ibu Kota Kabupaten terlebih dahulu haruslah dituntaskan. Rentang kendali dinilai tetap sebagai sebuah pertimbangan utama.

“Hirarki pemekaran adalah mendekatkan rentang kendali. Persoalan ini aartinya haruslah terlebih dahulu didudukan sebelum pemekaran itu terwujud,” Ujar salah seorang tokoh muda masyarakat Kecamatan Enok, Rahman melalui sambungan teleponnya kepada detikriau.org, jum’at (21/8)

Menurut Rahman, apa yang pernah terjadi di ujung batu dan Bagan siapiapi Kabupaten Rokan Hilir harusnya bisa ditarik sebagi pembelajaran. Bentrok dua kelompok kepentingan selalu akan berakhir sebagai sebuah kenangan pahit. “jangan hal itu juga terjadi di Inhil Selatan (Insel) nantinya,” Ingatkan Rahman

Ditambahkan Rahman, jikalah mau berpikiran jernih sesuai kondisi lapangan, mendudukan Kecamatan kemuning sebagai Ibu Kota Kabupaten pastilah sangat tidak tepat. Bagi Kecamatan Enok, Tanah Merah dan Sungai Batang yang direncakan akan bergabung dalam Wacana Insel, Ibu Kota Kabupaten di Kemuning tentunya akan semakin memperjauh jarak pelayanan.

“sekali lagi, kita tidak menentang pemekaran, apalagi ngotot menginginkan Enok sebagai Ibukota Kabupaten. Tapi perlakukan dengan seadil-adilnya dalam mempertimbangkan rentang kendali.” Ingatkannya lagi

Dalam kesempatan itu, Rahman juga sempat mengingatkan kepada pemimpin-pemimpin Inhil untuk bersungguh-sungguh memperjuangkan cita-cita masyarakat Insel. 14 tahun lebih perjuangan menurutnya bukan waktu yang singkat. Janji-janji calon pemimpin setiap menjelang pesta rakyat, berulang-ulang selalu terikrar, sayangnya janji-janji itu nyatanya kerap terlupakan atau bahkan mungkin sengaja dilupakan.

Janji tetap janji. Bagaimanapun kondisi dan langkah untuk mewujudkannya. Ia berharap pemimpin Inhil saat ini juga tetap kukuh memegang janji.

“Siapalah yang mau memperkecil “kue” kekuasaan. Tapi janji tetaplah sebuah janji.” Tandas Rahman. (dro)