KPUD Rohil Tetapkan 4 Pasangan Cabup-Cawabup Memenuhi Syarat Sebagai Peserta Pilkada.

IMG_20150824_102043Bagansiapiapi (detikriau.org) – Komisi Pemilihan Umum Daerah ( KPUD) Rokan Hilir Nyatakan Ke Empat Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Rokan Hilir  memenuhi syarat dan ditetapkan sebagai Peserta pemilihan Pilkada Serentak 2015. Penetapan Ditandai dengan penyerahan SK ke masing-masing perwakilan parpol pengusung.

Penetapan Pasangan Calon dilakukan KPUD Diruang Media Centre KPUD Rohil,KM 4 Bagansiapiapi, Senin (24/08/15) dihadiri seluruh Perwakilan Partai Politik Pengusung Calon dan Ketua Panwas Rohil Beserta Anggota.‎Empat Pasangan Calon Tersebut,H Suyatno-Jamaluddin,Syafruddin-Ridwan,Wan Syamsir Yus-Helmi dan Hermansani-Taem.

Ketua KPUD Rohil Agus Salim.SP Pada Pemaparannya menyampaikan bahwa Penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati  merupakan proses dari pendaftaran calon. Pendaftaran dimulai sejak 26 juli sampai dengan  28 juli. dari waktu yang disediakan, 4 pasangan calon mendaftar.

“kami juga buka calon perseorang, tapi nampaknya belum ada yang mempergunakannya.” Terang Agus Salim dihadapan para undangan didampingi Komisioner KPUD Lainnya.

4 pasangan ini angka yang maksimal dari 45 kursi. usai pendafatarn itu, selanjutnya dilakukan proses verifikasi yakni verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

“Kami telah  memeriksa seluruh dokumen, tidak ada satupun yang kami curigai. tetapi kalau ada yang belum yang diserahkan dan menyerahkan syarat, kami serahkan kepada parpol pengusung atau pasangan calon.” Papar Agus.

Dari 4 pasangan calon, ada satu calon yang harus di perbaiki. “Untuk persyaratan pencalonan, semuanya memenuhi syarat.”‎Tambahnya.

Dari hasil verifikasi adminitrasi dan faktual, perbaikan dilakukan sejak tanggal 4 sampai 7 agustus. dari  perbaikan item yang diusulkan, semuanya diperbaiki sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Tidak ada satu dokumen pun yang kami curigai. Sampai waktu penetapan, kami sudah melakukan pleno, tapi tertutup, kami hanya menyampaikan hasil pleno yang kami laksanakan.”Pungkas Ketua KPUD Rohil.( tris)




Usai Laporkan Kades Petalongan, IRT Ini Menangis Histeris

foto0985TEMBILAHAN (detikriau.org) – Rusdawati (38) warga Desa Petalongan KM 10 Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menangis histeris dan berlari meninggalkan Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan usai membuatkan laporan, Minggu (23/8/2015).

Kedatangan ibu satu anak ini melaporkan kasus penganiayaan dan pengrusakan yang dilakukan oleh seorang oknum kepala desa tempat tinggalnya bersama puluhan orang suruhan di kediamannya pada hari Kamis (20/8/2015) kemaren, sekitar pukul 14.00 WIB.

“Kepala desa itu datang mengamuk-ngamuk dengan cara memukul-mukul meja dan membalikkannya, serta piring-piring kami dipecahkannya dan mengenai anak saya yang masih berusia 7 tahun. Waktu itu suami saya sedang tidak ada di rumah,” beber Rusdawati kepada sejumlah awak media di Mapolres Inhil.

PN, anak wanita satu-satunya Rusdawati tampak takut jika bertemu orang yang tak dikenalnya. Mungkin karena trauma, ditubuh PN ini masih terlihat luka-luka dibagian sisi hidungn dan kaki akibat terkena sasaran pecahan piring yang dihempaskan oleh oknum Kepala Desa.

Mirisnya, ketika ia melakukan laporan ke Sub Sektor desa Petalongan Polsek Keritang, ia mengaku laporan yang dibuat oleh Sub Sektor tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Ternyata kekecewaannya itu semakin memuncak disaat ia mendatangi Mapolres Inhil.

Dimana waktu itu, terangnya, IRT ini diminta oleh pihak Polres untuk kembali merevisi laporannya di Sub Sektor Polsek Keritang. “Di Sub Sektor  tak sesuai, di sini (Polres Inhil, red) laporan yang saya ajukan juga sangat mengecewakan karena disuruh balik lagi ke Sub Sektor,” kesalnya.

Motif penyerangan oleh oknum Kades tersebut diduganya terkait persoalan sengketa lahan. Sebab katanya, disaat Kades memimpin puluhan orang tak dikenal itu ada menyinggung soal lahan. Namun ia mengaku sama sekali tidak mengetahui persoalan tanah tersebut.

“Waktu itu, ia ada menyebutkan masalah tahan, manalah saya tau, itu suami saya yang tau persis,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kanit SPKT Porles Inhil, Simarmata saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Iapun membenarkan pihaknya meminta kepada pelapor untuk kembali melaporkan kasus tersebut ke Sub Sektor Desa Petalongan Polsek Keritang.

“Jikapun ada yang tidak sesuai dengan laporan yang ada, masih bisa diubah di Sub Sektor, yang penting laporan yang kita terima sesuai prosedur yang ada. Bukan kita menolak laporannya,” katanya. (mirwan)




Warga Desa Rambaian Tuding PT CPK Serobot 50 Ha Lahan Masyarakat

DSC_5144GAS (detikriau.org) – Sejumlah petani Parit Melon desa Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaku kesal dengan ulah PT Citra Palma Kencana (CPK). Perusahaan perkebunan ini dituding telah melakukan penyerobotan lahan milik masyarakat setempat.

Menurut Kepala Dusun setempat, Ahmad (44) kepada tim Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Inhil dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perjuangan Anak Negeri (PERAN) yang melakukan investigasi langsung ke lokasi, Sabtu (22/8/15) kemaren. Warga tidak pernah menjual lahan milik mereka. Anehnya, diatas lahan itu kini sudah rata ditanami pihak perusahaan dengan pohon sawit.

“Meski telah kita ccoba untuk melarang, perusahaan tidak pernah menghiraukan dan terus menyerobot lahan milik warga,” Adunya.

Padahal kata Kadus, warganya memiliki bukti surat kepemilikan yang sah dari pemerintah desa setempat, bahkan ada juga surat kepemilikan itu yang ditanda tangi oleh pemerintah kecamatan.

Asmuri, salah satu pemilik lahan yang diserobot perusahaan sempat mengutarakan, kalau lahan miliknya itu sudah hampir habis ditanami sawit oleh pihak perusahaan. Padahal katanya, lahan itu telah dikelolanya sejak lama sebelum PT CPK masuk ke kawasan desa Rambaian.

“Dulunya di sini perkebunan kelapa, buktinya masih ada bekas-bekas adanya tanaman kelapa. Sekarang, ludes ditanami dengan sawit,” terangnya ketika meninjau langsung ke kawasan lahan yang diserobot.

Pantauan lapangan, memang kawasan lahan warga yang dibuktikan dengan surat-surat resminya itu tampak penuh ditanami dengan sawit. Tidak tanggung-tanggung, berdasarkan penuturan sejumlah warga, total keseluruhan kawasan yang diserobot tersebut kurang lebih 50 hektar.

Hingga berita ini dirilis, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi mengenai dugaan penyerobotan lahan milik petani Desa Rambaian ini. Salah seorang pekerja PT CPK mengatakan, saat ini pimpinannya sedang tidak ada di lokasi.

Hal serupa dengan Kepala Desa Rambaian, H Ardi saat dikunjungi LSM Peran dan sejumlah awak media ke kediamannya juga sedang tidak berada di tempat. (mirwan)




Hadiri Pelantikan Pengurus PSMTI dan Perwati, Bupati Dihadiahi Pin Emas

Pemasangan PIN Emas Oleh Ketua PSMTI Propinsi Riau kepada Bupati HM.Wardan
Pemasangan PIN Emas Oleh Ketua PSMTI Propinsi Riau kepada Bupati HM.Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri pelantikan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Inhil dan Persatuan Wanita Tionghoa (Perwati) Kabupaten Inhil di Gedung Serba Guna jalan Pekan Arba, Tembilahan, Sabtu (22/8/2015) malam.

Selain pelantikan pengurus PSMTI dan Perwati Kabupaten Inhil, malam itu juga dilaksanakan pelantikan pengurus PSMTI Kecamatan se-Kabupaten Inhil yang dilantik langsung oleh Ketua PSMTI Provinsi Riau Peng Suyoto dan dihadiri langsung oleh pendiri PSMTI Padil, Ketua PSMTI se-Riau, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik diperiode 2015-2019 ini, semoga katanya  dengan terpilihnya kepengurusan baru dapat meberikan spirit baru bagi pembangunan daerah Inhil kedepan.

Sebab pembangunan Kabupaten Inhil itu menurutnya tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dari warga tionghoa, dan ini sudah dapat dirasakannya, salah satunya dibidang ekonomi.

“Warga tionghoa itu merupakan salah satu pahlawan untuk kemajuan negeri ini, terlebih bagi diri saya sendiri, karena salah seorang warga tionghoa ada yang membantu dari segi materi sehingga bisa menempuh pendidikan sampai saat sekarang menjadi pimpinan daerah Kabupaten Inhil,” cetusnya.

Diakhir kata sambutannya, ia menyempatkan menyebutkan bahwa warga Tioghoa di Inhil secara umum telah banyak memberikan sumbangsih dalam kemajuan pembangunan Kabupaten Inhil.

Sekedar untuk diketahui, yang menggantikan Alex Candra sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Inhil adalah Ery Djono Djailani. Waktu itu, Bupati Wardan dapat penghargaan manis oleh Ketua PSMTI Provinsi Riau berupa pemberian pin emas sebelum menyampaikan sambutannya. (mirwan/adv)




Amankan Pelaksanaan Penetapan Calon, Esok, Polres Meranti Siagakan 64 Personil

Selatpanjang (detikriau.org) – Polres Kepulauan Meranti akan menerjunkan sedikitnya 64 personil kepolisian guna mengamankan penetapan pasangan calon Pilkada yang aakan dilaksakana di Aula Kantor KPU Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin (24/8) esok.

“Esok, pada pelaksanaan penetapan paslon, kita siagan 65 personel,” ungkap Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, kepada wartawan, Ahad (23/8), di Mapolres Kepulauan Meranti.

Menurut Pandra, 65 anggota jajaran Polres Kepulauan Meranti tersebut ditugaskan sebagai pengawal keamanan untuk mengantisipasi terjadinya ketidaknyamanan dalam setiap tahapan pilkada.

“pengamanan kita lakukan dengan pola sterilisasi menjaga kondusifitas penyelenggaraan tahapan pentapan paslon Pilkada,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dua pasangan Bupati dan Calon sudah mendaftar ke kantor KPU. Kedua pasangan itu adalah Tengku Mustafa dan Amyurlis serta Irwan Nasir dan Said Hasyim. (eko)




Ini Dia Jenis Jamban dan Cara Memilih Penggunaannya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia, yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung), yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, beberapa jenis jamban yang dianjurkan untuk digunakan oleh masyarakat di rumahnya masing-masinh, yakni :

 

  1. Jamban Cemplung, adalah jamban yang penampungannya berupa lubang, yang berfungsi menyimpan dan meresapkan cairan kotoran/tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. Untuk jamban cemplung ini, diharuskan ada penutup agar tidak berbau.
  1. Jamban Tangki Septik/Leher Angsa, adalah jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa rangki septik kedap air, yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian/dekomposisi kotoran manusia, yang dilengkapi dengan resapannya.

 

Adapun cara memilih jenis jamban yang sesuai dengan kondisi rumah dan lingkungan, yaitu :

Jamban Cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air.

Jamban Tangki Septik/Leher Angsa digunakan untuk :

– Daerah yang cukup air

– Daerah yang padat penduduk, karena dapat menggunakan multiple latrine atau satu lubang penampungan tinja/tangki septik digunakan oleh beberapa jamban (satu lubang dapat menampung kotoran/tinja dari 3-5 jamban)

“Sedangkan untuk daerah pasang surut, tempat penampungan kotoran/tinja hendaknya ditinggikan kurang lebih 60 cm dari permukaan air pasang,” terang Kadiskes. (adi/adv)