Guru Ngaji Ringkus Pelaku Pencurian di Masjid Al-Mukarramah

ketahuan-curi-kotak-amal-pemuda-loncat-dari-lantai-2-masjidTEMBILAHAN (detikriau.org) – AM (38) warga Kuala Proyek Kecamatan Keritang ditangkap karena terbukti telah melakukan pencurian barang-barang milik Mesjid Al-Mukarramah Parit 4 Kelurahan Tembilahan Barat Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis (3/9/2015) kemarin.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Jum’at (4/9/2015) bahwa penangkapan itu dilakukan oleh seorang guru menngaji di Mesjid Al-Mukarramah, Hamsani (32) bersama rekannya.

Kronologis kejadian, waktu itu sekira pukul 03.30 WIB, Hamsani sedang beristirahat di kediamannya. Tiba-tiba ada salah seorang warga setempat mengetok pintu dan menyampaikan bahwa di Mesjid ada orang tak dikenal mengendarai sepeda motor membawa peralatan Mesjid. Mendengar kabar itu, Hamsani langsung bergagas mengejar bersama rekannya menggunakan sepeda motor.

“Pada saat itu, Hamsani dan seorang saksi mata mengejar sampai ke jalan Provinsi parit 1 Tembilahan Hulu. Waktu itu ia melihat ada sepeda motor sedang berparkir di atas jembatan, kemudian ia pun langsung melihat dengan jelas dibawah jembatan ada seorang pria yang dicurigai sebagai pelaku,” kata Warno.

Setelah diyakini sebagai pelaku, ketika itu juga AM diamankan guru ngaji dan dilaporkan ke Polsek Tembilahan Hulu. Sedangkan barang-barang yang dicuri pelaku ditemukan tersimpan dalam semak sekitar jembatan.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit Mesin Ginset GX 154 Merek Ikeda warna orange, 1 unit Dvd merek Tonzu warna hitam les putih, 1 unit Ampli merek BMB warna hitam dan 1 Unit mesin air merek FIRMAN

“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tembilahan Hulu guna proses penyidikan lebih lanjut, kerugian materil diperkirakan sebesar Rp 3 juta,” tutup Warno. (mirwan)




Libur Kabut Asap, Anak-anak Justru Manfaatkan Dengan Bermain Tanpa Menggunakan Masker

“Seharusnya orang tua lebih teliti mengawasi anaknya demi kesehatan bersama,”

foto diambil di depan SDN 003 Sungai Luar
foto diambil di depan SDN 003 Sungai Luar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelajar setingkat SD dan SMP di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diliburkan sejak tanggal 3 September kemarin. Kebijakan itu merupakan kebijakan insidensial melihat kondisi asap semakin pekat. Namun berdasarkan pantauan lapangan, para pelajar itu bukannya berada di rumah, akan tetapi dikesempatan libur ini dimanfaatkannya untuk bermain di luar tanpa masker.

Padahal tujuan pemerintah dari libur tersebut supaya para pelajar bisa menghindari secara total pekatnya asap di udara Kabupaten Inhil. Dimana, dalam sepekan terakhir bahkan lebih, Inhil penuh diselimuti asap akibat kebakaran hutan lahan di sejumlah daerah.

“Sangat disayangkan kalau pelajar kita di Inhil hanya memanfaatkan hari libur dengan bermain. Seharusnya orang tua lebih teliti mengawasi anaknya demi kesehatan bersama,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil, Helmi D, Jum’at (4/9/2015).

Kendati demikian, Helmi tetap menghimbau kepada seluruh orang tua pelajar untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya untuk tidak banyak bermain di luar rumah, terlebih jika bermain tanpa masker.

“Kami meliburkan sekolah itu demi menghindari bahaya kabut asap, bukan untuk bermain bebas,” pungkasnya. (mirwan)




Terkait Hibah Bansos, Pemkab dan DPRD Inhil Lakukan Konsultasi Dengan Kemendagri RI

“lembaga ataupun perkumpulan penerima penyaluran dana Hibah dan Bansos, cukup memiliki surat keterangan dari Pemda yang ditetapkan Kepala Daerah”

Suasan Rapat Plt Sekda dan Rombongan dengan Dirjen Kemedagri RI
Suasan Rapat Plt Sekda dan Rombongan dengan Dirjen Kemedagri RI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) bersama DPRD Kabupaten Inhil telah melakukan konsultasi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI terkait pedoman dan aturan pencairan dana Hibah dan Bantuan Sosial (Bansos).

Konsultasi itu terlaksana di ruang rapat Kemendagri RI Jakarta, Kamis (3/9/2015) kemarin. Dimana, yang mewakili Pemkab Inhil adalah Plt Sekda Kabupaten Inhil H Fauzar yang didampingi Wakil Ketua DPRD Inhil H Maryanto dan sejumlah anggota DPRD Inhil serta beberapa pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil.

Adapun tujuan konsultasi, untuk menindak lanjuti surat edaran Kemendagri RI nomor: 900/4627/SJ tentang penajaman ketentuan pasal 298 ayat (5) Undang-undang no 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

“Konsultasi dan koordinasi ini kita lakukan terkait masalah organisasi kemasyarakatan dan kelompok-kelompok masyarakat yang masih meragukan kita. Setiap kelompok ataupun organisasi kemasyarakatan harus berbadan hukum yang menjadi pedoman kita kedepan, jangan sampai salah lagi kita dalam peyusunan anggaran tahun depan terkaita dengan hibah Bansos,” kata Plt Sekdakab Inhil, H Fauzar.

Kepada kelompok masyarakat, diharapkannya untuk memahami secara detail disetiap Bansos itu, terlebih terhadap aturan-aturan terkait pencairan Bansos. Disamping itu juga diharapkan kepada seluruh Kepala SKPD di Inhil mempedomani aturan tersebut sebaik mungkin.

Kembali ia memperjelas, berdasarkan arahan dari Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri RI Insan Dirgahayu, bahwa surat edaran yang diterbitkan Mendagri tersebut ditujukan kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia.

“Dalam keterangannya mengatakan bahwa keberadaan kelompok masyarakat dalam bentuk lembaga ataupun perkumpulan dalam penyaluran dana Hibah dan Bansos, cukup memiliki surat keterangan dari Pemda yang ditetapkan Kepala Daerah dan harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” sampaikan Fauzar. (mirwan/adv)




UNISI Tembilahan Awali KPA Dengan Kegiatan Istighasah

H Indra Muchlis Adnan
H Indra Muchlis Adnan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Universitas Islam Indragiri (Unisi) mengawali Kegiatan Pengenalan Akademik (KPA) terhadap sejumlah mahasiswa baru dengan melaksanakan istighasah bersama di halaman Fakultas Ekonomi Unisi, Tembilahan, Jum’at (4/9/2015).

Kegiatan pagi itu dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Inhil Sar’i yang dihadiri langsung Ketua Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang H Indra Muchlis Adnan, Ketua Yayasan Tasik Gemilang H Edy Syafwannur, Rektor Unisi R Sri Handayani dan jajarannya serta sejumlah karyawan dan mahasiswa Unisi.

DSC_5348Mewakili Bupati, Staf Ahli bidang pembangunan Inhil ini menyampaikan dalam sambutannya bahwa dengan adanya kegiatan KPA, maka mahasiswa baru itu diharapkan akan mampu mengenal lebih jauh lingkungan Universitas ternama di Inhil lebih dekat lagi.

Apalagi katanya, salah satu tujuan KPA adalah memperkenalkan isi kampus secara luas kepada mahasiswa baru. “Semoga para mahasiswa baru ini bisa menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Inhil kedepan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YTG Indra Muchlis mengaku sangat menyambut baik adanya mahasiswa baru yang masuk ke Unisi. Untuk pelaksanaan Istighosah, kegiatan tersebut katanya merupakan kegiatan yang religius dan akan diterapkan di Universitas ini.

Artinya, Unisi ini merupakan Universitas yang sangat mengedepankan budaya Islam. Sebab itulah pada pembukaan KPA pun terlebih dahulu digelar Istighasah sebagai pengenalan pertama kepada mahasiswa baru kalau Unisi itu adalah Universitas Islam.

“kita berharap bersama dengan pemerintah Kabupaten kedepannya masalah yang terjadi didunia pendidikan ini dapat menjadi jadi tolak ukur kita untuk pendidikan yang lebih baik kedepan,” ujar Indra. (mirwan)




231 Pasien Terdaata Gejala ISPA, Ini Hasil Sementara Pengukuran Kabut Asap di Inhil

“Kualitas Udara Tidak Sehat dan Berbahaya”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga Kamis (3/9/2015) kemarin, jumlah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dengan gejala-gelaja Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sudah mencapai sebanyak 231 orang.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat SKM MM terkait dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Negeri Seribu Parit sejak beberapa waktu belakangan ini.

Dikatakan Herman, berdasarkan hasil sementara pengukuran kabut asap yang dilakukan oleh Team Balai Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kelas I Batam bekerjasama dengan Diskes Inhil dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tembilahan, diketahui bahwa kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil sudah tidak sehat.

“Ini baru hasil sementara, untuk kepastiannya kita tunggu Hari Sabtu (5/9/2015) besok dari BTKL Kelas I Batam,” tutur Herman saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Jum’at (4/9/2015).

Adapun hasil sementara pengukuran kabut asap di Kabupaten Inhil pada Rabu (2/9/2015) kemarin, yakni :

  1. Pukul 04.30 WIB, hasil ISPU 152, kategori tidak sehat.
  2. Pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, hasil ISPU >499, kategori berbahaya.
  3. Pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, hasil ISPU 114-221, kategori tidak sehat.
  4. Pukul 15.30 WIB, hasil ISPU >500, kategori berbahaya.
  5. Pukul 18.30 WIB, hasil ISPU 61, kategori sedang.
  6. Pukul 21.30 WIB, hasil ISPU 114, kategori tidak sehat.

“Dengan hasil sementara ini, kita imbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan dan antisipasi terhadap dampak kabut asap, seperti dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, banyak mengkonsumsi buat, minum air putih dan vitamin, serta segera memeriksakan diri apabila terkena gejala-gejala ISPA, yakni batuk, filek dan sesak nafas,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Plt Sekda Rohil : Dalam 2 Tahun,Seluruh Desa Akan Miliki Profil Desa

“Data itu mahal, namun lebih mahal jika membangun tanpa data”.

IMG_6197BAGANSIAPIAPI (detikriau.org) – Pemkab rohil melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Rohil berjanji dalam jangka  2 tahun seluruh desa dan kelurahan akan miliki profil yang lengkap.

Hal itu ditegaskan Plt Sekda Rohil Drs H Surya Arfan M.Si usai membuka acara pelatihan penyusunan dan pendayagunaan data profil desa/kelurahan di Hotel Mahera Bagansiapiapi, Jumat (4/9) pagi.

‘’Kita akui untuk faktual data  profil desa, kecamatan hingga kabupaten memang masih lemah, makanya tahun 2015 ini kita mulai dan target kita 2016 sudah menyeluruh,’’ kata Sekda.

Padahal, berdasarkan UU no 25 tahun 2004 bahwa profil desa menjadi salah satu indikator dalam rencana pembangunan dalam sebuah daerah.

Akibatnya, tidak validnya data profil desa membuat sampai saat ini profil dan topografi desa belum memiliki data yang akurat bahkan hingga ke tingkat kabupaten.

‘’Kalau data desa bagus dan faktual tentunya data kecamatan dan kabupaten secara otomtais juga faktual, sekarang kan tidak mulai dari desanya belum ada data yang sesuai,’’ katanya.

Sekda mencontohkan hal yang kecil, untuk data hewan ternak setiap desa ada yang membuat hanya 30 ekor, jelas tidak masuk akal karena setiap tahunnya otomatis bertambah.

Belum lagi data jumlah penduduk yang dibuat sudah lama dan di profil desa hanya 2000 orang bahkan bertahun tahun.

‘’Jadi harus dilaporkan secara berkala untuk jumlah penduduk setiap 3 bulan, jadi setahun ada 4 kali laporan baik penambahan maupun jumlah penduduk yang berkurang,’’ jelas mantan kadisdik Rohil itu.

Bahkan, peran serta ini diminta bapemas Rohil proaktif karena selain program Rumah layak Huni (RLH) masih banyak pembinaan desa yang menjadi tanggung jawab dari Bappemas.

‘’Jangan rumah layak huni saja, tiap tahun itu-itu saja, bina desa dengan baik dan usulkan anggaran yang cukup,’’ sebutnya.

Sesuai denga slogan Badan Pusat Statistik (BPS) ‘’Data itu mahal, namun lebih mahal jika membangun tanpa data”.

Hal itulah yang diutarakan Sekda pentingnya keakuratan data sebuah desa karena berpengaruh dengan pembangunan.

‘’Bayangkan saja kalau tak tahu data mau bangun sekolah, tak tahu jumlah murid main bangun 3 ruangan sementara blakangan baru diketetahui hanya ada 20 orang murid, tentunya ini sebuah hal yang mubazir,’’ katanya.

Untuk itulah desa dan perangkatnya diminta proaktif dan menjalankan progrm profil desa ini dengan baik. Apalagi pemkab serius dengan menggandeng pihak IPDN untuk membantu dalam pembuatan profil desa di Rokan Hilir.

Sementara itu Kepala Bappemas Rohil Hj Murniwati mengatakan, sesuai dengan arahan Bupati pihaknya terus menggesa pembutan profil desa ini. ‘’Kita akan laksanakan dan kita lakukan secara bertahap, namun semuanya harus sudah memiliki profil pada tahun 2016 mendatang,’’ kata Murniwati.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia pelaksana, Sakinah mengatakan, kegiatan ini dilaksnakan berdasrakan Perda No 1 tahun 2015 serta Perbup no 7 tahun 2015. Acara ini diikuti oleh 120 orang peserta dari unsur Sekdes, Seklur dan Kaur Umum Desa.

‘’Tujuannya menyamakan persepsi antara pemkab dan perangkat desa tentang data profil desa, serta kendala yang dihadapi di lapangan,’’ kata Skainah. Untuk waktu pelaksanaan diagenakan selama 2 hari pada Jumat dan Sabtu.

Ia meminta seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dan mencatat serta menerapkannya di desa dan kelurahan masing-masing. ‘Kita lakukan sosialisais bertahap, namun harus disertai bukti dengan memulai melakukan pendataan untuk membuat profil desa.’’ Pungkas Mantan Plt.camat bagan‎ bagansinembah ini. (ris/adv)