3 Hari Hilang, Nelayan Ini Ditemukan Dalam Kondisi Membusuk

Gbr ilustrasi. net
Gbr ilustrasi. net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Arifin (52), warga Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang tenggelam diperairan sungai Indragiri sejak 3 hari yang lalu akhirinya ditemukan sudah dalam kondisi membusuk, Ahad (6/9/2015) sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, mayat ditemukan diperairan sungai Indragiri di Kelurahaan Sungai Salak tersebut merupakan hasil pencarian warga selama 3 hari terakhir. Sebab hilangnya nelayan ini sejak hari Jum’at tanggal 4 September kemarin.

“Pada hari Sabtu, tanggal 5 September mulai dilakukan pencarian dan tadi sekitar pukul 13.30 ditemukan warga setempat. Pada penemuan itu, mayat korban dalam keadaan mengapung di pinggir sungai,” kata Warno.

Disaat itu juga, warga membawanya ke kediaman korban  dan langsung dilakukan pemeriksaan oleh tim medis ataupun kesehatan dari Puskesman setempat. Alhasil, tubuh korban masih dalam keadaan utuh dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan.

Selanjutnya sekitar pukul 17.30 WIB, korban tenggelan itu langsung dikebumikan oleh pihak keluarga dibantu masyarakat.

Sebelumnya, pencarian pria itu dilakukan oleh petugas Basarnas dan BPBD Kabupaten Inhil dan dibantu sejumlah masyarakat Kelurahan Sungai Salak. (mirwan)




Penderita Gizi Buruk Meninggal Dunia, Ketua TP PKK Janji Akan Lakukan Pendataan Lebih Merakyat

“Memang kita akui belakang ini kita dari PKK sedikit lalai dalam pengawasan terhadap kesejahteraan ibu-ibu di Inhil dan para balita penderita gizi buruk.”

DSC_5373TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan akan melakukan pendataan lebih luas di lingkungan masyarakat Inhil terkait kesejahteraan ibu-ibu.

Hal itu ddisampaikan menyikapi dengan ditemukannya bocah pendeerita gizi buruk asal kecamatan Kempas berusia 2 tahun 4 bulan beberapa waktu lalu. Kini, bocah atas nama Siti Saliah tersebut telah meninggal dunia di RSUD Puri Husada Tembilahan, Ahad (6/9/2015) sekitar pukul 14.30 WIB.

“Memang kita akui belakang ini kita dari PKK sedikit lalai dalam pengawasan terhadap kesejahteraan ibu-ibu di Inhil dan para balita penderita gizi buruk. Namun kedepan, kita berkomitmen akan lebih ketat mengawasi dan bekerja hingga PKK desa dan kelurahan,” kata Zulaikhah kepada awak media usai apel pembukaan Jambore di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Ahad (6/9/2015) sore.

Ia menegaskan, memperketat pengawasan tersebut dengan tujuan supaya para penderita yang berkaitan dengan ibu-ibu akan segera mendapat bantuan, jangan ada lagi katanya yang terlambat menerima bantuan.

Sekedar diketahui, penderita gizi buruk itu sempat dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan terhitung sejak tanggal 24 Agustus lalu. Namun dipertengahan perawatan, pada awal bulan September anak dari pasangan Saparuddin dan Karina itu sempat dibawa pulang ke kediamannya di Kelurahan Harapan Tani karena kondisi sempat membaik.

Namun tak lama berselang, bocah malang itu kembali dirawat di RSUD Puri Husada hingga akhirnya meninggal dunia. “Sebelumnya penderita gizi buruk itu sempat pulang orang tuanya ke rumah atas kehendaknya sendiri. Kemudian masuk lagi ke rumah sakit dengan kondisi barat badan kembali menurun,” ungkap Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto. (mirwan)




Niatnya Sebut DMIJ, yang Terucap ” Desa Mandiri”

foto1010TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada pelaksanaan jambore tahun kedua kepemimpinan HM Wardan dan H Rosman Malomo di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), para peserta dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Gaung sontak membuat orang lain tertawa.

Bagaimana tidak, pada saat Defile dengan meneriakan yel-yel, salah seorang ibu PKK dengan lantang mengeluarkan ucapan ‘Sukses Desa Mandiri’ dihadapan Bupati Inhil HM Wardan yang didampingi unsur Forkopimda Inhil dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Ahad (6/9/2015) sore.

Padahal, ibu itu berada dalam satu kelompok yang mengenakan seragam warna putih dan merah muda itu dengan kompaknya mengatakan Desa Maju Inhil Jaya.

Terkait hal ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan memaklumi, mungkin karena terbiasa dan lekat dengan nama program lama dan diiringi dengan rasa gemetar tampil dihadapan keramaian.

“Yang jelas mereka sangat mendukung dengan program unggulan Bupati HM Wardan, DMIJ, itu hanya sebuah kesalahan kekompakan dalam kelompok,” katanya.

Ia menerangkan, keberadaan program DMIJ tersebut juga sangat berperan penting dalam kegiatan PKK yang ada di Kelurahan dan Desa. Sebab jika PKK ingin membuat satu kegiatan positif yang tidak menyimpang dari aturan penggunaan anggaran. Maka PKK juga bisa mengusulkan dari dana DMIJ itu. Oleh sebab itulah PKK diseluruh Kabupaten Inhil sangat mendukung dengan jalannya DMIJ. (mirwan)




Bupati Pimpin Apel Pembukaan Jambore TP PKK Inhil

DSC_5371TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan memimpin apel pembukaan kegiatan Jambore Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Ahad (6/9/2015).

Apel tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan, sejumlah camat dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta dipadati sejumlah ibu PKK dari 20 Kecamatan.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali dan tentunya Pemkab sangat mensuport, karena dalam Jambore itu banyak kegiatan-kegiatan positif di dalamnya. Terlebih kegiatan ini dapat meningkatkan silaturrahmi antara kader PKK se-Inhil,” kata Wardan.

Disampaikan Bupati, berdasarkan informasi bahwa mulai saat ini Jambore tersebut sudah sangat jarang digelar pada tingkat Provinsi, begitu juga ditingkat Kabupaten dan kota di Riau.

DSC_5374Lain halnya dengan Inhil, diakui Wardan semangat para ibu-ibu PKK menggelar Jambore itu sangat antusias. Semoga saja katanya kedepan Kabupaten Inhil dapat menyukseskan 10 program PKK secara optimal.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan saat dikonfirmasi mengatakan, kalau pelaksanaan Jambore ini merupakan tajaan yang kedua kalinya setelah tahun lalu.

“Jambori ini diikuti oleh pengurus PKK Inhil, ketua PKK Kecamatan, ketua PKK Desa dan Kelurahan se- Kabupaten Inhil dengan jumlah 346 peserta. Sedangkan kegiatan-kegiatannya akan dilaksanakan di gedung wanita dan LAM-R Tembilahan,” kata Zulaikhah. (mirwan/adv)




Panen Raya Jagung di Sinaboi, Bupati Himbau Petani Tidak Alihfungsikan Lahan

lumbung_panganSINABOI, detikriau.org – Bupati Rohil H Suyatno ikuti panen raya jagung hibrida di Desa Darusalam Kecamatan Sinaboi. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka pencapaian produksi jagung kerjasama dengan TNI AD.

“Darusalam sangat cocok di jadikan lumbung pertanian pangan. Ini harus di pertahankan dan saya berharap para petani tidak melakukan alih fungsi lahan dari palawija ke tanaman keras seperti Sawit,”ujar Suyatno saat acara Panen raya, Selasa (15/9/2015).

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Rohil, Ir Muslim mengatakan panen raya jagung yang dilakukan di Darusalam dalam rangka memberika motifasi kepada para petani agar tidak mengalihfungsikan ke peruntukan lain.

“Lahan yang ada sekarang tidak putus peruntukanya untuk jagung dan padi saja tapi juga harus ada tanaman lain seperti palawija,” kata Muslim.

Tambahnya, untuk lebih mengoptimalkan para petani denganlebih bersemangat lagi, Pemerintah memberikan bantuan alat berupa Hentraktor, Konsler, Henspayer sebanyak 10 unit.

“Harapan kita Sinaboi menjadi lahan pertanian dan menjadi lumbung pertanian terbesar di Rokan Hilir satu saat nanti. Apalagi di Sinaboi khususnya di Darusalam berdasarkan dara 2013 masih terdapat sebanyak 2.040 hektar lahan yang belum di fungsikan,” kata Muslim. (humas /adv)




Jangan Merokok di Dalam Rumah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama anggota keluarga diimbau, untuk tidak merokok di dalam rumah.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan Fitri, menjauhi rokok atau tidak merokok di sembarang tempat, misalnya di rumah sangat penting untuk menjadi perhatian setiap anggota keluarga, karena rokok tersebut ibarat pabrik bahan kimia.

Dimana, dalam satu batang rokok yang diisap, akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia berbahaya bagi kesehatan, diantaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar dan Carbon Monoksida (CO).

Lebih jauh dijelaskan, Nikotin dapat menyebabkan ketagihan, serta merusak jantung dan aliran darah. Sedangkan Tar, mengakibatkan kerusakan sel paru-paru dan kanker.

Kemudian CO, menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati.

“Karena itu, janganlah merokok di rumah, apalagi di dekat anak-anak kita,” imbuhnya. (adi/adv)