Dewan Prihatin Penginapan Jadi Tempat Praktik Mesum

Selatpanjang (detikriau.org) –  Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Ardiansyah, mengakui saat ini semakin banyak ditemukan PSK yang memanfaatkan fasilitas penginapan untuk memberikan jasanya.

“Secara pribadi saya sangat prihatin terhadap penyakit masyarakat dan praktek prostitusi yang semakin lama kian marak di Kota Selatpanjang ini. Khususnya praktik prostitusi di hotel. Ini harus segera di tindak tegas melalui isntansi terkait,” ujar Ardiansyah ditemui di selatpanjang, Rabu (9/9) kemaren .

Penertiban tersebut, dikatakan Ardiansyah, harus segera dilakukan, agar prostitusi yang bersarang di hotel tidak ssemakin merajalela.

“Ini harus segera ditindak tegas oleh instansi terkait yakni Satpol PP, dengan berkoordinasi bersama SKPD terkait lainnya diantaranya Disdukcapil, Camat, dan Badan Perizinan Kabupaten Kepulauan Meranti. Persoalan praktek prostitusi yang bersarang di perhotelan tersebut harus segera diusut. Jika terbukti ada penyalahgunaan perizinan, cabut saja izinnya,”  tegas Ardiansyah.

Politisi muda ini juga mengusulkan agar Pemkab Meranti harus mengalokasikan APBD untuk menangani masalah-masalah sosial. Sebab, bagaimanapun juga mereka adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, pada saat pemilu tidak sedikit dari mereka juga menyalurkan aspirasinya dan tentu kontribusi mereka dalam berdemokrasi harus diapresisasi dengan memperjuangkan nasibnya agar kembali kejalan yang benar.

“Tidak ada satupun makluk di dunia ini yg merasa nyaman hidup dan menekuni dunia hitam, jika mereka bisa memilih mereka pasti ingin hidup normal bekerja layaknya manusia normal dan menjalani kehidupan apa adanya,” kata pria yang akrab disapa pak Jek ini sambil mengemukakan munculnya PSK tidak terlepas dari modernisasi Kota Selatpanjang. (eko)




Triwulan Ketiga, Serapan APBD Inhil Masih Minim

“Bupati  Tetap Optimis Mampu Tuntaskan Seluruh Proyek Pembangunan Fisik dengan Baik”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga memasuki bulan ke dua pada Triwulan ketiga, Realisasi Fisik dan Keuangan APBD Inhil Tahun 2015 masih minim. Realisasi fisik baru tercatat mencapai 42,15 persen dan keuangan 22 persen. Namun, menurut Bupati Inhil, HM Wardan, hingga bulan September, seluruh kegiatan dalam bentuk lelang sudah mencapai 98 persen.

“Artinya waktu kita untuk menyelesaikan masih tersisa sekitar 3,5 bulan,” Sampaikan Bupati kepada sejumlah awak media usai memimpin rapat evaluasi yang dihadiri seluruh kepala SKPD dan camat se-Inhil di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Kamis (10/9/2015).

Dengan kondisi ini, Bupati nyatakan masih tetap optimis akan menyelesaikan seluruh proyek pembangunan fisik dengan baik.

“Kita tetap optimis akan mampu menyelesaikan seluruhnya dengan baik,” Tandas Bupati.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Inhil, Edi Harianto Sindrang memprediksi Realisasi APBD Inhil tahun anggaran 2014 yang hanya mencapai 79 persen dengan sisa anggaran mencapai Rp 529 miliar lebih, berpotensi akan kembali berulang pada Tahun Anggara 2015. Kondisi yang menjadi dasar utama kejengkelan DPRD Inhil dinilai disebabkan rendahnya kinerja aparatur pemerintah.

“Kita sarankan agar Kepala SKPD yang tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik untuk meletakkan jabatan,” Sampaikan Edi saat membacakan hasil pembahasan Banggar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2014 dalam Rapat Paripurna kedelapan masa persidangan II tahun sidang 2015, Senin (31/8/2015) yang lalu. (dro/mirwan)




Kabut Asap Semakin Pekat, Bupati Edarkan Surat Himbauan Ke Seluruh Mesjid di Inhil

Peemandangan Kabut Asap yang menyelimuti di Jalan Suwarna Bumi Tembilahan. Foto diambil dari Gedung Kantor Bupati Inhil jam 07.48 WIB tgl 10 ssept 2015. Mirwan
Pemandangan Kabut Asap begitu pekat  yang menyelimuti di Jalan Suwarna Bumi Tembilahan. Foto diambil dari Gedung Kantor Bupati Inhil jam 07.48 WIB tgl 10 sept 2015.  Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan terbitkan surat edaran nomor: 150/adm.kesra-IX/2015/400 tentang penanganan bencana kabut asap di inhil. Edaran tersebut akan dibacakan sebelum pelaksanaan Sholat Jum’at esok hari.

“Surat itu sudah saya tanda tangani dan akan dibacakan sebelum Shalat Jum’at besok,” kata Wardan kepada sejumlah awak media usai mimpin rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan tahun anggaran 2015 di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Kamis (10/9/2015).

Menurutnya, surat edaran tersebut merupakan satu langkah menyikapi semakin pekatnya kabut asap. Sebab isi edaran itu berupa himbauan penanganan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayalah Kabupaten Inhil.

Jika disimpulkan, isi surat edaran itu berupa himbauan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran, kemudian ditujukan kepada para ulama untuk bersama-sama berdoa kepada yang maha esa untuk meminta agar dihilangkan musibah kabut asap termasuk kepada camat serta KUA untuk terus mensosialisasikan bahaya dampak kebakaran lahan kepada masyarakat.

“Pada intinya surat edaran itu ditujukan bagi seluruh elemen yang ada di Kabupaten Inhil, semoga dengan cara ini masyarakat bisa sadar dan tidak lagi melakukan pembakaran lahan dengan cara yang salah,” imbuhnya. (mirwan/adv)




Dibabat Samurai dan Bongkahan Kayu, Warga Pekan Arba dilarikan Ke RSUD

Gbr Ilustrasi. net
Gbr Ilustrasi. net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Beni Ardiansyah (24) warga Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dirujuk ke rumah sakit akibat mengalami luka-luka kena sasaran senjata tajam jenis Samurai dan gebukan kayu balok oleh dua orang tak dikenal di jalan H Said Tembilahan, Rabu (9/9/2015) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.

Berdasarkan keterangan hasil laporan yang diterima pihak kepolisian bernomor: LP/98/IX/2015/RIAU/RES INHIL Peritiwa itu diketahui oleh beberapa orang saksi. Usai melakukan penganiayaan,  kedua pelaku melarikan diri.

“Korban langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan karena mengalami luka robek di kepala bagian belakang, luka robek di bagian dagu dan luka lebam di bagian dada,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah, Kamis (10/9/2015).

Lebih lanjut Ade menjelaskan, meskipun kedua pelaku berhasil kabur, namun identitas mereka telah dikantongi petugas kepolisian dan kini petugas sedang melakukan.

“Kita belum pastikan apa motifnya, namun dugaan sementara hanya karena perselisihan paham antara pelaku dan korban,” tutupnya. (mirwan)




Asap Kian Pekat. Aktifitas di Luar Rumah, Masyarakat Harus Gunakan Masker

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali diingatkan, untuk tetap menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitas di luar ruangan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan terkait dengan masih cukup banyaknya masyarakat yang terlihat tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah atau kantor dan di jalanan.

Dikatakan Saut, mengingat kondisi kabut asap yang semakin pekat saat ini, maka sangat dianjurkan bagi masyarakat untuk menggunakan masker, dalam upaya mencegah dan mengantisipasi sejak dini terkenanya dampak kabut asap, seperti terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Apalagi, seperti diketahui bersama bahwa dari hasil pengujian kualitas udara di Kabupaten Inhil, kondisi udara akibat kabut asap sudah memasuki kategori tidak sehat.

“Jadi, menggunakan masker ini sangat penting, guna melakukan langkah pencegahan terkenanya dampak penyakit yang disebabkan oleh kabut asap,” tutur Saut kepada detikriau.org, Kamis (10/9/2015).

Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam ini juga mengingatkan kepada seluruh orang tua, untuk menjaga dan memantau anak-anaknya agar tidak bermain di luar rumah saat kondisi udara dan kabut asap seperti sekarang ini.

“Bagi anak-anak kita yang libur sekolah, sebaiknya tidak bermain di luar rumah hingga kondisi kabut asap ini menghilang,” imbuhnya. (adi/adv)




Kadiskes Rohil : Kita Rutin Kirim Data ISPA Ke Propinsi

Kadiskes Rohil, HM Junaidi Saleh
Kadiskes Rohil, HM Junaidi Saleh

Bagansiapiapi (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rokan Hilir secara rutin mengirimkan data perkembangan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) akibat kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan ke Diskes Propinsi Riau.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Rohil HM Junaidi Saleh, data ISPA di kirim rutin setiap harinya paling lama pukul 15.00 Wib dan itu merupakan intrusksi dari Diskes Riau.

“Seluruh kabupaten/kota di Riau wajib mengirimkan data-data perkembangan penyakit Ispa dua bulan terakhir melalui Email Diskes Riau, ” kata HM Junaidi Saleh di Bagansiapiapi, Kamis (10/9).

diterangkannya, terhitung bulan Juli hingga Agustus 2015 saja tercatat sebanyak 6.377 warga yang terserang Ispa namun penyakit tersebut masih bisa diatasi..

“Alhamdulillah dua hari belakangan ini hujan mulai turun, selain itu penderita Ispa yang sebelumnya meningkat, saat ini sudah berkurang termasuk kesehatan mereka mulai membaik,” ujarnya.

Sebelumnya ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari 17 Puskesmas dimana banyak warga terserang penyakit Ispa akibat kebakaran lahan dan hutan.

Penderita penyakit Ispa rata-rata berasal dari kalangan anak-anak usia 5 tahun keatas, selain itu banyak juga masyarakat mengalami penyakit Pneumonia dengan jumlah 34 orang dan batuk 2.649 orang.

“Untuk bulan Juli 2015 warga yang terserang penyakit Ispa ditemukan sebanyak 2.931 orang dan pada bulan Agustus mengalami peningkatan yakni berjumlah 3.446 orang sehingga total keseluruhan 6.377 orang,” kata Junaidi Saleh, Rabu kemarin (9/9). (ris/adv)