Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Bupati Fokus Perbaikan Infrastruktur

IMG-20150418-03329TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, sejumlah kasus di bidang kesehatan ditemukan dan terdata masih sangat tinggi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), diantaranya angka kematian ibu dan bayi.

Hal itu diungkapkan Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya saat menghadiri salah satu kegiatan di Kota Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Bupati, jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Provinsi Riau, Kabupaten Inhil berada di posisi paling atas untuk kasus kematian ibu dan bayi.

“Salah satu penyebabnya adalah kondisi infrastruktur yang kurang memadai,” tutur Bupati Wardan.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, yang juga tidak kalah besarnya ditemukan di Negeri Seribu Parit, yakni Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung, kaki gajah atau filariasis serta Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Jadi, masih banyak yang perlu diperhatikan. Karena itu, Saya akan lebih fokus dan menitikberatkan bagaimana permasalahan infrastruktur ini dapat segera terselesaikan, guna mengatasi berbagai persoalan tersebut,” imbuhnya. (adi/adv)




Waspada, Ini Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan

DSC_5409 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Secara umum, kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Karena itu, dampak akibat gangguan kabut asap ini harus diantisipasi sejak dini oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan PLT Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan, pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain.

“Seperti pada orang dengan gangguan paru, jantung, lanjut usia (lansia) dan anak-anak,” kata Fitri.

Adapun dampak akibat gangguan kabut asap bagi kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini, diantaranya :

  1. Iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
  2. Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
  3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernafas.
  4. Bagi mereka yang lansia dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
  5. Kemampuan dalam mengatasi infeksi paru dan saluran pernafasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  6. Berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
  7. Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  8. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan ( environment). (adi/adv)



Diduga Cabuli Anak Bawah Umur, Pria Bau Tanah Ini Dilaporkan Ke Polisi

Gambaar ilustrasi. net
Gambaar ilustrasi. net

KUINDRA (detikriau.org) – Diduga cabuli gadis dibawah umur, IB (70) Warga Desa Sungai Bela Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dilaporkan orang tua korban kepihak kepolisian. Sabtu (12/9/2015).

Penuturan kedua orang tua korban kepada detikriau.org, berdasarkan pengakuan anaknya, Ra (15), peristiwa memalukan itu terjadi pada tanggal 12 Agustus 2015 lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Waktu itu, anak ke-5 dari 9 bersaudara ini sedang membeli minyak solar di rumah IB yang tak lain adalah tetangganya sendiri.

“Entah setan apa yang merasuki pria renta ini, saat itu ia menarik anak saya ke kamar dan tindak pidana pencabulan itupun terjadi,” Sampaikan Ibunda Ra, Wirnawati (40) yang didampingi suaminya, sabtu (12/9/2015)

“Usai berbuat tidak senonoh, pedagang solar itu mengancam anak saya agar tidak menceritakan kepada siapapun,” tambahnya.

Ia menerangkan, awal mula diketahuinya peritiwa tersebut ketika anak terduga, Sa (45) menemui dirinya beberapa hari lalu untuk meminta maaf karena telah melakukan penamparan terhadap anaknya (Ra), sebab waktu itu, anak malang ini dituduh mencuri karena didapati sedang berada di dalam kamar IB seorang diri.

Mendengar permintaan maaf Sa, sontak mengejutkan ibunda korban. Apalagi ia merasa anaknya tak mungkin mencuri. Jikapun mencuri katanya, ia siap mengganti kerugian. “Namun dari pengakuan Sa, sampai sekarang tidak ada satupun barang yang hilang. Sayapun kembali balik bertanya kenapa anak saya di dalam kamar itu sendirian,” kata Wirna.

Curiga dan merasa ada yang tidak beres, kedua orang tua ini membawa anaknya ke Puskesmas setempat. Dari hasil pemeriksaan, dipastikan, Ra positif telah dicabuli.

Terkait adanya peristiwa ini, Kapolsek Kuindra Iptu Z Alimbi saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan selularnya membenarkan telah menerima laporan peristiwa tersebut.

“Kita baru saja menerima laporan, tunggu ya, kita masih melakukan penyelidikan,” tandasnya. (mirwan)




Bupati Inhil Ngaku Kerap dikirimi SMS “Miring”

Bupati Inhil, HM Wardan. Foto: Doc Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, HM Wardan. Foto: Doc Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengaku bahwa dirinya sering mendapatkan SMS “miring”, yang berisi tentang berbagai kritikan terhadap sejumlah program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil saat ini.

Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini dalam sambutannya saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas bagi Kepala Desa (Kades) dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Program DMIJ tahun anggaran 2015, yang digelar di aula salah satu Hotel di Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Bupati, berbagai SMS “miring” yang diterima selama ini, akan dijadikan sebagai masukan bagi dirinya untuk perbaikan dan penyempurnaan terhadap seluruh program dan kebijakannya selama memimpin daerah, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat.

“Setiap apa yang kita lakukan, tidak semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar, serta sesuai dengan apa yang direncanakan,” tutur Bupati.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, sangat dibutuhkan masukan dan koreksi dari berbagai pihak guna memperoleh keberhasilan dan kesuksesan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan dan program pembangunan ke depan.

“Ketika kita melaksanakan tugas serta tanggung jawab dengan tulus dan ikhlas, insya Allah akan dibalas oleh Allah SWT dengan hasil yang baik pula. Jadi, jangan pernah putus asa dan menyerah, teruslah berjuang dan saling memberikan dukungan dalam bekeja,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Aniaya Istri, Polisi Amankan Seorang Warga Kateman

Gambar ilustrasi. net
Gambar ilustrasi. net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Al (41) warga Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa diamankan petugas kepolisian, karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri, Siti Fatimah (34) di rumahnya, Jum’at (11/9/2015) kemarin, sekitar pukul 11.20 WIB.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman membenarkan terjadinya peristwa itu dengan berdasarkan laporan bernomor : LP/14/IX/Reskrim/Polsek Kateman tertanggal 11 September 2015.

Kronogisnya, diterangkan Warno bermula dari pertengkaran mulut karena pelaku tidak member izin istrinya berangkat membawa anak-anaknya ke Medan.

“Korban ini tetap nekat turun dari rumah. Disaat keluar rumah, pelaku secara spontan mengejar istrinya dan kemudian menarik rambut korban hingga terjatuh dan menyeret menyeretnya masuk kembali ke dalam rumah,” jelas Paur Humas

Tak cukup sampai disitu, pelaku ini juga menginjak-injak dan melayangkan tinjuan. Akibatnya, Fatimah mengalami luka memar dibagian mata sebelah kiri dan butuh perawatan.

“Sebab itulah, petugas mengamankan pelaku di Mapolsek Kateman untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




Awasi Hewan Qurban, Pemkab Rohil Bentuk Timsus

imagesBAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pertanian dan Peternakan mengakui pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan dan pengawasan hewan ternak menjelang tibanya hari raya Idul Adha.

“Kami sudah membentuk tim yang tugasnya memantau dan mengawasi terhadap kesehatan hewan ternak untuk kurban,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rohil, Ir Muslim, Jumat (11/9).

Keberadaan tim ini, tambah Muslim, juga akan melakukan pendataan terhadap jumlah populasi hewan ternak di daerah-daerah sentra. Daerah sentra hewan ternak besar tersebut di antaranya Kecamatan Pujud, Kecamatan Simpangkanan, Kecamatan Bagansinembah, Kecamatan Tanahputih dan Kecamatan Rimbamelintang.

“Dari data yang ada, populasi hewan ternak sebanyak 6.581 ekor,” kata Muslim. (humas/adv)