Seluruh Anggota Keluarga Dianjurkan Konsumsi minimal 3 Porsi Buah dan 2 Porsi Sayur Tiap Hari

slide_21TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh anggota keluarga dalam setiap rumah tangga dianjurkan, untuk mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayur atau sebaliknya setiap hari.

Anjuran tersebut disampaikan Plt Kelapa Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, makan buah dan sayur setiap hari sangat penting, karena mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, serta mengandung serat yang tinggi.

Adapun manfaat vitamin yang ada di dalam buah dan sayur, yakni :

  1. Vitamin A, untuk pemeliharaan kesehatan mata.
  2. Vitamin D, untuk kesehatan tulang.
  3. Vitamin E, untuk kesuburan dan awet muda.
  4. Vitamin K, untuk pembekuan darah.
  5. Vitamin C, untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
  6. Vitamin B, untuk mencegah penyakit beri-beri.
  7. Vitamin B12, untuk meningkatkan nafsu makan. (adi/adv)



Kabut Asap, Disdik Inhu Kembali Perpanjang Libur Sekolah

“Seharusnya pada bulan ini jadwalnya mid semester, namun harus tertunda dikarenakan kondisi asap yang semakin tebal.”

ujangRengat (detikriau.org) – Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hulu kembali memperpanjang libur siswa semua tingkatan sekolah. Pemberlakukan belajar di rumah akibat kabut asap ini terhitung sejak senin (28/9) – rabu (30/9).

“Kebijakan ini berdasarkan arahan dari Disdikbud Provinsi Riau dan laporan dari Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan se Kabupaten Inhu tentang perkembangan kondisi kabut asap yang masih cukup tebal, sedangkan jadwal masuk sekolah berikutnya akan mengacu pada kondisi kabut asap”, Sampaikan Kadisdik Inhu, H Ujang Sudrajat SP Msi.

Kondisi kabut asap saat dinilai masih berbahaya bagi kesehatan peserta didik. Termasuk DIsdik Inhu juga berpedoman pada SK Gubernur Riau tentang Status Darurat Pencemaran Udara yang akan berakhir tanggal 30 September 2015 mendatang.

Dia Mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan untuk kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan pola penugasan secara terstruktur. Kegiatan pembelajaran dari guru, selanjutnya dikerjakan oleh peserta didik di rumah dibawah bimbingan dan pengawasan orang tua.

pihaknya juga berharap kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dimohon meningkatkan kesabaran, tetap melaksanakan tugas dengan baik dan berdoa kepada Allah SWT agar segera dibebaskan dari musibah kabut asap.

“Seharusnya pada bulan ini jadwalnya mid semester, namun harus tertunda dikarenakan kondisi asap yang semakin tebal.” Tandas Ujang. (Zal)




Satu Hujaman Badik, Adi Rubuh Bersimbah Darah

“Korban, Meninggal ditempat Dengan Badik Masih Melekat di Dada”

!   ANA MOMENT __ 081275934299 __ @FB Afin Trifiana __ 8127712TEMBILAHAN (detikriau.org) – Adi (25) seorang karyawan di salah satu toko pasar jalan Sudirman Tembilahan tewas ditikam di dalam gudang milik Among tempat mereka kerja, Senin (28/9/2015) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan data dirangkum detikriau.org di lapangan, korban merupakan warga Kelurahan Pekan Arba Tembilahan. Sedangkan pelakunya, diketahui berinisial PA (27) warga jalan Pelajar Kecamatan Tembilahan Hulu.

“Antara pelaku dan korban adalah teman kerjanya sendiri di dalam gudang itu. Dan pelakunya telah kabur,” ujar salah satu petugas kepolisian di lapangan.

Sampai detik ini, kronologis peristiwa itu belum diketahui secara detail, terlebih motifnya. Yang jelas antara kedua karyawan itu sempat adu kekuatan.

Adapun yang menyebabkan Adi tewas adalah tembusnya sebilah pisau badik tepat di dadanya sampai berlumuran darah.

Berselang beberapa menit, petugas kepolisian langsung tiba di lokasi dengan mendatangkan mobil ambulan dan langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Tembilahan dengan kondisi pisau masih tertancap di dada korban.

Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan terhadap jenazah di RSUD.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian. (mirwan)




Bupati Sambangi Diksar dan Perkemahan Saka Bhakti Husada

diksar_pramukaBAGANSINEMBAH, detikriau.org – Bupati Rokan Hilir, H Suyatno sempatkan diri meninjau lokasi pendidikan dasar (Diksar) pramuka dan perkemahan Saka Bakti Husada di Kecamatan Bagan Sinembah yang berlangsung di Halaman Gedung PGRI Bagan Sinembah Jalan Lintas Riau-Sumut, Minggu (27/9/2015).

“Kegiatan ini sangat bagus, terus berlatih dan lebih bersemangat lagi,” Sampaikan Suyatno disela peninjauannya.

Kehadiran Bupati saat itu didampingi Plt. Sekda, H. Surya Arfan, camat Bagan Sinembah HM. Nasir, Kapolsek Bagan Sinembah Kompol. Dody H. Kesuma, Danramil 08 Bagan Sinembah Kapt. Inf. Syahnan, Kepala UPTD BPS Bagan Sinembah H. Mus ab Spd dan Kepala UPTD Puskesamas Bagan Sinembah dr. Josafat Silalahi.

Saka Bakti Husada Bagan Sinembah berada dibawah naungan dan pembinaan Puskesmas Bagan Batu, sekaligus salah satu satuan kerja (saka) dalam Majelis Bimbingan Ranting (Mabiran) Kecamatan Bagan Sinembah. Saat ini, dr. Josafat Silalahi menjabat sebagai Kamabisaka Bakti Husada Bagan Sinembah. (humas /adv)




Penjahat Kampung Mainkan Bisnis Mafia, Nah Kan Ke Gari

“Cetak Uang Palsu Dengan Perangkat Komputer Pasaran”

IMG_20150928_153924TEMBILAHAN (detikriau.org) – AS (30) warga jalan H Arif Gg Kampung Baru IV Kecamatan Tembilahan Hulu dibekuk pihak kepolisian karena terbukti telah mencetak uang palsu hingga mengedarkan, Ahad (27/9/2015) kemarin.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Kapolsek Tembilahan Ipda Agus Susanto menjelaskan, tindakan pelaku ini mula diketahui oleh seorang pedagang jalan Baharuddin Yusuf Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Hardiana (32).

Dengan perangkat komputer dan printer pasaran gini AS pede cetak uang palsu...nekad.
Dengan perangkat komputer dan printer pasaran gini AS pede cetak uang palsu…nekad.

Waktu itu (27/9) sekitar pukul 21.00 WIB pelaku belanja 1 Sachet Kopi di warung Hardiana dan menggunakan uang palsu pecahan Rp 10 ribu. Tak lama menerima uang itu, Hardiana langsung memberi tahu kepada suaminya bahwa ia kembali menerima uang palsu dari pelaku.

“Selanjutnya suami pelapor langsung mengejar dan mengamankan terlapor berikut barang bukti berupa pecahan uang Rp 10 ribu sebanyak 5 lembar, 2 Sachet Kopi serta sepeda motor milik terlapor. Saat itu juga, sekitar pukul 22.00 WIB langsung dibawa ke Mapolsek Tembilahan,” terang Agus.

Selanjutnya, sekitar pukul 00.02 WIB Tim Opsnal Polsek Tembilahan melakukan introgasi dan penggeledahan di kediaman AS dan didapatkan sejumlah barang bukti.

Adapun barang bukti tersebut yakni, di ruang tengah rumah ada 1 set Komputer merk Compaq (CPU dan Layar Monitor), 1 Unit Printer merk Canon seri IP2770, 2 lembar Kertas HVS warna putih hasil Printer pecahan uang Rp 10 ribu dan 1 lembar uang palsu pecahan Rp 10 ribu.

Sedangkan barang bukti yang ditemukan di dalam kamar adalah 4 lembar Kertas HVS warna putih hasil Printer pecahan uang Rp 10 ribu, 1 lembar kertas ukuran 1/2  HVS warna putih pecahan Rp 10 ribu dan 1 buah gunting warna hitam.

“Saat ini terlapor serta sejumlah barang bukti telah diamankan di Mapolsek Tembilahan guna penyidikan lebih lanjut,” tutup Kapolsek. (mirwan)




Cari Ikan, Kaki Bujang Disambar Buaya

Bujang terbaring lemas saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan
Bujang terbaring lemas saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Yadi alias Bujang (27) warga Dusun Bunga Desa Pasar Kembang Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dirawat di rumah sakit karena luka serius pada bagian kaki sebelah kanan akibat disambar Buaya di Sungai Reteh, Sabtu (26/9/2015) kemarin.

Nasib naas yang menimpa anak ke-6 dari 7 saudara ini terjadi ketika ia sedang mencari ikan bersama dua rekannya di sungai Reteh yang hanya selebar lebih kurang 5 meter. Ia turun dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB, berselang 1 jam berikutnya sekitar pukul 09.15 WIB, Bujang diserang seekor Buaya kelaparan.

“Waktu itu, temannya sempat menyalamatkan diri. Namun Bujang tidak, karena ia melakukan perlawanan, akhirnya ia terselamatkan dari gigitan Buaya itu,” sampaikan adik ipar korban, Edi (25) kepada detikriau.org di Tembilahan, Senin (28/9/2015).

Ia menjelaskan, setelah korban berhasil menghentikan serangan Buaya, rekannya langsung membawa ke Puskesmas Kota Baru. Selanjutnya pada malam hari, Bujang langsung dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Akibat kejadian ini bujang mengalami luka-luka mulai dari kaki bawah hingga paha pada bagian sebelah kanan. Sedangkan Buaya, setelah menyerang Bujang, berhasil dibunuh oleh warga setempat. (mirwan)