Diduga Berlatar Belakang Dendam, Rofi Dihadiahi Delapan jahitan di Kepala

Tembilahan (detikriau.org) – Lagi asyik duduk santai di taman kota jalan Gadjah Mada Tembilahan, Rofimansyah (16) warga jalan Telaga Biru parit 10 gang Setia Kawan Kecamatan Tembilahan dikeroyok oleh sejumlah rekan temannya, berinisial B. Akibat kejadian ini, remaja tanggung ini mengalami luka robek dibagin kepala dan harus mendapatkan 8 jahitan. Selasa (29/9/2015) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman mengatakan peristiwa pengeroyokan ini diterima pihak kepolisian dengan nomor: LP/112/IX/2015/Riau Res Inhil tentang tindak pidana penganiayaan.

“Menurut pengakuan korban, dari sejumlah pelaku itu ada satu yang dikenalnya yakni kawannya sendiri berinisial B, selebihnya ia tidak mengenali,” Sampaikan Warno, Rabu (30/9/2015).

Kronologis peristiwa itu diterangkan warno, berawal sekitar pukul 20.00 WIB, saat itu korban bersama dua temannya yakni Yusril (15) dan Rendi (15) datang ke TKP untuk bersantai. Tak lama berselang, tiba salah seorang pelaku yang dikenalnya bernama B bersama beberapa teman-temannya dan menghampiri korban.

Awalnya biasa-biasa saja, layaknya berjumpa teman. Namun berselang waktu, B bersama beberapa rekannya melakukan pengroyokan terhadap korban. Akaibat kejadian ini korban mengalami luka robek pada bagian kepala hingga dijahit sebanyak 8 jahitan.

“Ketika ditanya apa motifnya, korban inipun juga bingung kenapa ia dikeroyok. Namun diduganya ada sedikit selisih paham pada malam lebaran kemarin dan diduga karena dendam,” jelasnya.

Saat ini, kasus ini masih dalam penyelidikan. Sedangkan B dan teman-temannya masih dalam pengejaran oleh petugas Polres Inhil. (mirwan)




APK Pilkada Belum Terpasang, Kinerja KPU INHU di Nilai “Lamban”

Pasangan calon Pilkada Inhu. Foto: kabarinhu
Pasangan calon Pilkada Inhu. Foto: kabarinhu

Rengat (detikriau.org) – Tim Penghubung/LO pasangan calon bupati dan wakil bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto dan Khairizal, Agus Budiono menilai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu  “lamban”  dalam menyikapi permasalahan Alat Peraga Kampanye (APK) Pilkada Inhu yang hingga saat ini belum juga dipasang.

“kita menyesalkan kinerja KPU Inhu karena hingga saat ini, APK Pilkada Inhu juga belum dipasang”, Sampaikannya kepada sejumlah wartawan. Rabu (30/9/2015)

Dikatakannya  Pihaknya merasa dirugikan padahal  kabupaten yang ada di Riau lainnya,  sudah memasang APK pasca lebaran Idul Adha tahun 2015. “kita dirugikan, berbeda dengan kabupaten lain yang ada di Riau sudah memasang APK pasca lebaran”, katanya.

Meskipun demikian, Agus menyatakan pihaknya akan tetap menghormati aturan yang berlaku dan tidak akan berani memasang APK kecuali yang hanya diperbolehkan, misalnya kaos, stiker, topi atau lain-lainnya.

Dia juga mendesak KPU Inhu agar segera dapat menyelesaikan permasalahan ini, karena tahapan kampanye  sudah memasuki pertengahan jalan namun pemasangan APK Pilkada Inhu juga belum ada kejelasan.

Sementara itu, Watno (Sekretaris KPU Inhu) mengatakan, pengadaan APK Pilkada Inhu sudah dalam proses lelang dan mudah-mudahan pemasangan APK sudah dapat dilakukan pada pertengahan oktober 2015. (Zal)




Dewan Pinta Pemkab Inhil Lakukan Pemerataan Penempatan Guru

“Langkah ini tidak bisa hanya dilakukan oleh seorang Kadis, tapi harus langsung Melalui Kebijakan Bupati,”

Anggota DPRD Inhil, Herwanissitas
Anggota DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk melakukan pemerataan terhadap penempatan guru-guru yang ada di daerah tersebut.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanisitas. Hal ini dimaksudkan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia di Negeri Seribu Parit.

Dikatakan pria yang akrab disapa Sitas ini, dengan pemerataan guru-guru tersebut pendidikan yang jauh dari pusat Ibukota Kabupaten dan Kecamatan tidak semakin termarjinalkan.

“Pada dasarnya jumlah guru yang bertugas di Inhil cukup. Hanya saja sebagian besar mereka terkonsentrasi di Ibukota Kabupaten dan Kecamatan. Akibatnya sekolah-sekolah yang berada di pelosok pedesaaan jadi kekurangan guru,” tutur Sitas kepada awak media melalui telepon selulernya, Selasa, (29/9/2015

Oleh karena itu, peran Bupati sangat dibutuhkan untuk melakukan langkah pemerataan ini. Apalagi Bupati Inhil sekarang HM Wardan punya latar belakang yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan

“Langkah ini tidak bisa hanya dilakukan oleh seorang Kadis, tapi harus langsung Melalui Kebijakan Bupati,” tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan sitas, saat ini kita belum berbicara pada persoalan kurikulum, dimana sebagian besar sekolah di Kabupaten Inhil kembali pada kurikulum 2006.

Meskipun langkah itu diambil terkait adanya intruksi dari Mendiknas tentang penghentian kurikulum 2013, tetapi Kabupaten Inhil juga mesti mempersiapkan diri dalam rangka menerapkan kurikulum 2013, dengan mempersiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan.

“Di Inhil hanya ada beberapa sekolah saja yang menjadi percontohan kurikulum 2013. Untuk itulah, kenapa kita usulkan hal tersebut, agar nantinya guru-guru disini siap ketika diberlakukannya kurikulum 2013 secara Nasional,” terang politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini. (adi)




Kabut Asap Masih Pekat, dr Saut Pakpahan Himbau Para Orang Tua Awasi Anak-Anak untuk Tidak Beraktifitas diluar Rumah

DSC_3962TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat terutama para orang tua di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain dan berkeliaran di luar rumah saat kondisi kabut asap yang masih pekat hingga sekarang ini.

Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, kemarin.

Dikatakan Saut, berdasarkan data yang ada di Diskes Inhil, jumlah masyarakat yang terserang gejala-gelaja penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Negeri Seribu Parit sudah mencapai sebanyak 1.321 orang.

“Jumlah yang terserang ISPA sampai saat ini sebanyak 1.321 dan ini bukan jumlah yang sedikit,” tutur Saut.

Dijelaskan Saut, sebagian besar warga yang terserang ISPA tersebut adalah anak-anak, sehingga ia juga mengharapkan kepada para orang tua agar benar-benar bisa memperhatikan anak-anak mereka, sehingga tidak beraktivitas di luar rumah.

“Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, kami menyarankan untuk menggunakan masker,” tambahnya.

Namun apabila ada warga yang merasa terserang gejala-gejala penyakit ISPA, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, disarankan untuk sesegera mungkin melakukan pengobatan ke unit pelayanan kesehatan terdekat.

“Jika mengalami batuk berkepanjangan disertai flu, maka segeralah berobat ke puskesmas atau tempat pengobatan terdekat,” pesannya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan pengobatan di unit pelayanan kesehatan seperti puskesmas, tidak perlu khawatir karena biaya pengobatan digratiskan.

“Tidak ada pungutan biaya, semua itu gratis, kecuali di rumah sakit, karena itu hasil rujukan,” imbuhnya. (adi/adv)




Negeri Diatas “ASAP”, Pemerintah Diminta Lebih Serius Carikan Solusi

Foto: Adi
Foto: Adi

Tembilahan (detikriau.org) – Warga kota Tembilahan sekitarnya mengeluhkan kabut asap yang tak kunjung hilang. Mereka khawatir jika kondisi seperti ini terus berlarut-larut, disamping mengganggu aktifitas keseharian masyarakat, yang lebih mengkhawatirkan akan terganggunya kesehatan dan rawan menimbulkan kecelakaan. Diharapkan kepada pemerintah untuk serius menagani persoalan ini.

“Sudah berbulan-bulan kabut asap tidak juga reda. Bahkan semakin hari semakin pekat. Kita berharap agar persoalan ini dapat serius ditangani agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dibelakangan hari,” Harap salah seorang warga Tembilahan, Rahman saat berbincang di Tembilahan, selasa (29/9)

Dengan kondisi asap yang terbilang pekat ini, menurutnya juga, telah menggangu aktifitas keseharian masyarakat dan menjadikan rawan kecelaan, baik pada angkutan darat maupun laut.

“yang lebih rawannya tentu ancaman kesehatan. Hari ini saja ribuan masyarakat Inhil sudah terkena dampak asap. Pemerintah daerah maupun pusat harus mengambil langkah bijak dan cepat.” Pintanya.

Andi, warga Tembilahan lainya juga mengeluhkan dan menyampaikan harapan yang hampir senada. Selama musim kabut asap menurut Andi, dagangannya terbilang sepi. Masyarakat tidak keluar rumah jika memang tidak ada hal yang penting.

“Pasarpun jadi sepi dibandingkan sebelum musim kabut asap ini. Imbasnya, penghasilan kami anjlok. Tolong pemerintah lebih serius agar musibah kabut asap ini dapat segera dituntaskan,” Pintanya.

Ia juga berharap agar penanganan musibah kabut asap ini tidak stagnan, tetapi harus berkelanjutan agar persoalan ini tidak terus berulang-ulang setiap tahunnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Dr Saut Pakpahan ketika dimintai komfirmasi juga membenarkan bahwa akibat kabut asap ribuan masyarakat sudah terganggu kesehatannya, terutama terserang ISPA.

“Dari data kita, hingga senin (28/9) kemaren, tercatat sebanyak 1321 masyarakat menderita ispa,” Ujarnya

Dengan kondisi ini ia menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar rumah. Jikapun terpaksa diharuskan untuk mempergunakan masker agar tidak terhirup udara yang bercampur asap. (am)




Bekerjasama Dengan Dinkes, BPBD Inhil Buka 2 Posko Tambahan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Kepala BPBD Inhil, yusfik (kiri) bersama beberapa staff siaga di posko karlahut
Kepala BPBD Inhil, yusfik (kiri) bersama beberapa staff siaga di posko karlahut

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Musim kabut asap, Badan Pemberdayaan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten kembali membuka tambahan 2 posko pemeriksaan kesehatan gratis.

Kedua poskotambahan itu diletakkan di Pelabuhan Syahbandar terminal Batam-Tembilahan dan di area Pelabuhan UPT Perhubungan Tembilahan atau lebih dikenal dikalangan masyarakat dengan nama pelabuhan LLASDP.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Inhil, Yusfik, Selasa (29/9/2015), posko tersebut merupakan agenda utamanya untuk mengetahui sampai dimana serangan penyakit akibat kabut asap.

“Hari ini kita baru cek lokasi, sore sudah dimulai pemasangan tenda dan besok sudah mulai beroperasi pengecekan kesehatan tersebut,” kata Yusfik.

Kedua posko tersebut katanya, merupakan penambahanb dari posko cek kesehatan yang telah didirikan sebelumnya di lapangan taman kota Tembilahan sekaligus sebagai posko induknya. Dan kedua posko itu akan aktif selama 1 minggu kedepan dibuka pada pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

“Setelah kita perhatikan, ternyata masyarakat kita lebih banyak menyibukkan diri di area pelabuhan. Makanya kita buka posko di pelabuhan,” paparnya. (mirwan)