Dewan Dukung Pemkab Inhil Wujudkan Danau Mablu Sebagai Kawasan Tahura

dprdTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendukung rencana Pemerintah Daerah (Pemda), untuk menjadikan Danau Mablu yang terletak di Pulau Basu, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) sebagai Kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura).

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan bersama Komisi III DPRD, yang dipusatkan di ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (5/10/2015).

Tampak hadir saat itu, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nurusalam, Ketua Komisi III DPRD Iwan Taruna beserta anggota, serta perwakilan Dinas Kehutanan (Dishut), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Kabupaten Inhil.

Dikatakan Junaidi, berdasarkan peraturan dan ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI), yang menyatakan bahwa DPRD tidak memiliki wewenang dalam memberikan keputusan ini, maka pihaknya hanya memberikan support dan dukungan sepenuhnya.

“Pada intinya, kita di DPRD siap mendukung penuh terhadap usulan tersebut, agar bisa segera terwujud. Sehingga keberadaan Danau Mablu dapat dilindungi dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan bisa lebih dikembangkan ke fungsinya sebagai jantung dunia,” tutur Junaidi.

Oleh karena itu, Dewan meminta usulan tersebut dapat dipertanggungjawabkan Pemda, sebagaimana yang diharapkan semua pihak. Sehinga kedepannya Danau Mabuk bisa lebih berkembang dan menjadi kawasan kebanggaan Negeri Seribu Parit.

Untuk pembiayaan nantinya harus diselesaikan terlebih di tingkat Pemda melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil. Ini juga tidak hanya menjadi tanggung jawab eksekutif, tapi tanggung jawab legislatif,” tambah Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam.

Sementara itu, Kepala BLH Inhil, Encik Kamal Sahendra menjelaskan, luas wilayah yang akan dikonversi nantinya seluas 25 hektar lebih, termasuk didalamnya areal pantai.

“19 ribu hektar daratan yang akan dikonversikan menjadi kawasan Tahura. Jika termasuk luas pantai maka seluas 25,6 ribu hektar,” terangnya. (adi)




HENDRI : Pemenang Lelang Pengadaan APK Pilkada INHU Sudah di Umumkan

“rekanan pemenang diminta untuk tidak menunda-nunda pekerjaannya sehingga APK akan segera dapat dipasang.”

Rengat, (detikriau.Org) – Komisioner KPU Inhu, Hendri A Saleh  mengatakan pemenang proses lelang Alat Peraga Kampanye (APK) Pilkada Inhu tahun 2015 sudah diumumkan. Selanjutnya rekanan akan mencetak APK tersebut sesuai dengan yang sudah disepakati.

“Hari ini, kita sudah mengetahui  rekanan yang menjadi pemenang  proses lelang Alat Peraga kampanye (APK) Pilkada Inhu tahun 2015, yakni CV. Teguh Karya yang beralamat di Jl. R. Soeprapto No. 10, Rengat, Inhu”, Sampaikannya di Rengat. Senin (5/10/2015)

“setelahnya maka rekanan akan melakukan percetakan APK sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan”, ucapnya.

Dijelaskan Hendri, diperkirakan percetakan APK tersebut akan memakan waktu selama 15 hari kerja sehingga untuk pemasangan APK  oleh rekanan akan dilaksanakan menjelang akhir oktober 2015.

Berdasarkan hasil rapat dilanjutkan Hendri, jumlah APK yang akan dipasang oleh rekanan atas nama KPU Inhu adalah baliho, sebanyak 5 buah untuk setiap pasangan calon di seluruh wilayah Inhu; Umbul-umbul, sebanyak 20 buah untuk setiap pasangan calon di setiap kecamatan; Spanduk, sebanyak 2 buah untuk setiap pasangan calon di setiap desa/kelurahan.

“kita sudah melaksanakan rapat dan hasil rapat tersebut dituangkan juga jumlah APK yang akan dipasang”, jelasnya.

Dia berharap kepada rekanan yang menjadi  pemenang dalam prosses lelang APK Pilkada Inhu untuk tidak menunda-nunda pekerjaannya sehingga APK segera dapat dipasang. (ZAL)




Akses Jalan Menuju SD 017 dan SMKN I Reteh Memprihatinkan

“Dibutuhkan Perhatian Pemerintah Untuk Segera Melakukan Perbaikan”

RETEH (detikriau.org) – Jalan Imam Bonjol Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh kondisinya kini sungguh memprihatinkan. Padahal ruas jalan itu setiap harinya dipergunakan pelajar Sekolah Dasar (SD) 017 dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 01 untuk menimba ilmu. Diharapkan kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah untuk segera dilakukan perbaikan.

Berdasarkan penjelasan Plt Kepala SMKN I Reteh, Azwirman, kerusakan ruas jalan ini sudah terjadi cukup lama. Disaat musim penghujan dan pasang tinggi, jalan akan menjadi becek, berlumpur dan licin. Untuk menuju sekolah, anak-anak didiknya bahkan terpaksa harus melepaskan alas kaki agar tidak sampai kotor terkena lumpur. Namun disaat-saat musim kemarau, jalanan akan dipenuhi debu dan membuat sesak pernapasan.

Beginilah kondisi akses jalan menuju SD 017 dan SMKN 01 Kecamatan Reteh. dibutuhkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan perbaikan
Beginilah kondisi akses jalan menuju SD 017 dan SMKN 01 Kecamatan Reteh. dibutuhkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan perbaikan

“Jangankan untuk dilalui kendaraan roda dua, sekedar berjalan kaki saja harus berhati-hati. Kita berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah,” Sampaikan Azwirman kepada detikriau.org ditemui di Reteh kemaren

Ditambahkannya, ruas jalan ini disamping dipergunakan anak didiknya untuk menuju sekolah, diruas jalan ini juga berdiri sebuah sekolah dasar. Serupa, untuk menuju sekolah, anak-anak sekolah dasar ini juga harus melalui badan jalan yang bisa dibilang sudah sangat tidak layak.

“Kasihan mereka, harus ada perhatian segera dari pemerintah agar kerusakan akses jalan ini tidak sampai menghambat jalannya proses belajar mengajar,” Harapnya. (Aminrullah)




Diskes Lakukan Pembinaan dan Penilaian Lomba Desa ber-PHBS di Kelurahan Pekan Arba

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, Senin (5/10/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Kelurahan Pekan Arba ini, dihadiri oleh Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes) Diskes Inhil, Fitri Astuti SST didampingi jajarannya, yakni Maria Hairani, Bambang Hariandi, Munawwarah dan Nora Hesvita Sari, serta kader PHBS, Lurah dan Ketua TP PKK Kelurahan Pekan Arba.

image_1Kasi Promkes Diskes Inhil, Fitri Astuti mengatakan, pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS tingkat Kabupaten Inhil tahun 2015 ini, diikuti sebanyak 10 desa. Dimana, 3 desa terbaik nantinya akan dipilih sebagai pemenang lomba.

“Dari tiga desa pemenang lomba, terbaik satu akan ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Inhil, untuk mengikuti perlombaan serupa tingkat Provinsi Riau tahun 2016 mendatang,” tutur Fitri saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya.

Adapun kategori penilaian dalam perlombaan desa ber-PHBS tersebut, yaitu :

  1. Kelengkapan administrasi, seperti sistem pencatatan yang ada di desa ber-PHBS.
  2. Adanya kegiatan inovatif yang dikembangkan oleh desa, yang menunjang 10 indikator PHBS.
  3. Dukungan kebijakan pemerintah, baik tingkat desa maupun kecamatan.
  4. Observasi langsung kondisi rumah tangga (peranserta masyarakat).

“Kita harapkan, hasil dari perlombaan ini tidak hanya sebatas penilaian pemenang. Tetapi, bagaimana masyarakat dapat menerapkan perubahan perilaku hidup sehat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi/adv)




Ini Kata Distamben Inhil Terkait Semburan Lumpur Bercampur Gas di Pelangiran

IMG_4019

“secara teknis jika itu adalah gas liar, maka seminggu akan datang semburan tersebut akan hilang dengan sendirinya”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum bisa memastikan jenis gas yang tersembur dari perut bumi yang terjadi di Dusun Teluk Lanjut Desa Terusan Beringin Jaya Kecamatan Pelangiran. Namun dipresdiksi gas tersebut adalah jenis gas methane.

“Karena disana itu tanah gambut, untuk sementara kita predeksi gas methane. Untuk lebih jelas harus diuji sample di laboratorium, namun pengujian itu masih menunggu waktu,” Sampaikan Kepala Distamben Inhil, H Tengku Edy melalui Kasi Pembinaan Teknis dan Penyuluhan, Edil Muklisin, senin (5/10/2015)

Diterangkannya, secara teknis jika itu adalah gas liar, maka seminggu akan datang semburan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Oleh karena itu ia masih menunggu waktu yang tetap untuk melakukan pengujian sample.

Ditambahkannya, pihak Distamben Inhil sudah meninjau langsung ke lokasi semburan lumpur bercampur gas itu pada Ahad (4/10/2015) kemaren. Ketinggian semburan lumpur menurutnya hanya sekitar 3 meteran yang ditandai dengan campuran lumpur dan pasir.

“Saya baca diberita, menurut warga semburannya mencapai 15 meter, itu salah. Yang benar hanya sekitar 3 meteran saja,” pungkasnya. (mirwan)




Dalam Kepungan Kabut Asap, Harlah Rohil ke-16 Tetap Berlangsung Khidmat

BAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Rohil ke-16 di halaman kantor Bupati, Bagansiapiapi meski dikepung kabut asap tetap berlangsung tertib dan khidmat, Minggu (4/10/15)

Peserta upacara, berpakaian melayu dilengkapi masker yang telah mereka siapkan. Bagi yang belum, panitia menyediakan dan langsung membagikan, dengan mendatangi barisan.

Bupati Suyatno memimpin pembacaan teks Pancasila, sedangkan pembacaan visi dan misi Rohil, dilakukan Ketua DPRD Nasrudin Hasan.

Dalam kesemaptan itu Bupati Suyatno menceritakan sejarah panjang terbentuknya Kabupaten Rokan Hilir, mulai dari perjuangan Penghulu Bagan Punak, Husin Rambah, sampai era reformasi sehingga tanggal 4 Oktober 1999, menjadi hari lahirnya, berdasarkan Undang-undang nomor 53 tahun 1999.

Bupati juga mengurai sejumlah pembangunan yang sudah dilakukan selama 16 tahun terakhir, sejak berpisah dari Kabupaten Bengkalis, dengan mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. (humas / adv)