Tembilahan (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir membagikan ribuan masker secara gratis kepada sejumlah pengguna jalan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga akan bencana kabut asap yang melanda saat ini.
Pembagian masker tersebut dilakukan dibeberapa ruas jalan dikota tembilahan seperti jalan Suwarna Bumi, Veteran, Diponegoro, Kembang, Datuk Bandar serta beberapa ruas jalan-jalan umum lainnnya.
Pemberian masker tersebut dipimpin langsung oleh kepala disperindag inhil, fahrulrozi disertai ibu-ibu darmawanita dan dekranasda inhil. Dalam kegiatan ini, 4.600 masker ludes dalam sekejab
Selain membagi-bagikan masker, Disperindag inhil juga mesosialisasikan tata cara pemasangan masker yang baik dan benar.
Fahrulrozi mengatakan kegiatan ini bedasarkan inisiatif disperindag sendiri dalam upaya membantu masyarakat terhadap gangguan kabut asap. Ia berharap dengan dibagikan masker kepada masyarakat tersebut dapat dimanfatkan dengan baik agar masyarakat dapat terhindar dari bahaya ganggua kesehatan akibat bencana kabut aspa yang melanda kabupaten inhil.(fa)
berikut wawancara detikriau.org dengan kepala disperindag kabupaten inhil.
Asap Semakin Pekat, Mantan Bupati Inhil Ungkap Kekhawatiran di Akun FB
“Usaha ini kita lakukan bukan utk menjatuhkan siapapun, bkn utk menjelekkan siapapun, kita mengadu dan meminta kepada PRESIDEN JOKOWI yang terhormat karena beliaulah yg bisa memerintahkan siapapun yg punya kemampuan di Indonesia ini utk bertindak, berbuat dan bekerja dengan cepat dan beliau jg yg punya kuasa utk mengeluarkan berapapun anggran yg mencukupi utk menyelesaikan masalah ini”
Foto: akun fb suhaimi azzura
Tembilahan (detikriau.org) – Selimut kabut asap kebakaran lahan dan hutan saat ini seakan tiada hentinya. Saban hari, kita menghirup udara berbahaya. Saban hari pula, beratus-ratus bahkan beribu-ribu manusia terserang ISPA. Kapan semua ini akan usai?
Kekhawatiran ini juga disampaikan oleh Mantan Bupati Inhil, H Indra Muchllis Adnan dalam Akun FB-nya, Bima Al Makky, ditulisnya,
“Hari ini kalimantan, Inhil, Palembang Jambi dan Riau dalam kondisi udara terparah dalam sejarah kabut asap di Indonesia, ISPA Jambi hari ini sampai di angka 601,berarti 2 kali lipat dari ambang batas bahaya yg ada di angka 300an.”
Saya tidak tahu bagaimana cara bisa bertahan, Saya juga tidak tahu bagaimana cara bayi2 dan anak2 “bisa bernafas”. Sementara kasus ISPA trus brtambah, Jika tidak ada satu tindakan yg di ambil maka bukan tidak mungkin berita selanjutnya yg kita dengar dari kalimantan, inhil, Palembang, Jambi, Pekanbaru adalah bayi2 yg tidak bernyawa,anak2 yg dlm kondisi kritis.
Sayang sungguh sayang informasi ini smpai sekarang belum jadi berita utama media Nasional. Alhasil org2 di luar Sumatera menganggap tidak terjadi apa2.
Kawan-kawan, kita tidak bisa turun ke jalan mengumpulkan sumbangan, tidak bisa mengumpulkan pakaian layak pakai, beras, indomie, popok, pembalut seperti saat kita berteriak: SAVE GAZA, SAVE ACEH, SAVE JOGJA dll.
Bencana asap beda dgn bencana lainnya yg korbannya bisa di ungsikan, bisa dilihat lukanya, traumanya, kesedihannya, kematiannya. Tidak, tidak seperti itu, di penderitaan karna asap semuanya terjadi pelan2. tidak ada rumah rusak, jembatan ambruk, sekolah runtuh, masjid atau surau yg roboh. Sehingga kita tdk bisa nyumbang genteng atau paku, arsitek dan ahli bangunan tidak bisa bantu, ahli sanitasi untuk air bersih atau WC tak berguna.
Satu2nya cara yg bisa kita lakukan hanya berdoa dan BERTERIAK TERUS MENERUS DI MEDIA SOSIAL, SEBARKAN, SEBARKAN, SEBARKAN. Usaha ini kita lakukan bukan utk menjatuhkan siapapun, bkn utk menjelekkan siapapun, kita mengadu dan meminta kepada PRESIDEN JOKOWI yang terhormat karena beliaulah yg bisa memerintahkan siapapun yg punya kemampuan di Indonesia ini utk bertindak, berbuat dan bekerja dengan cepat dan beliau jg yg punya kuasa utk mengeluarkan berapapun anggran yg mencukupi utk menyelesaikan masalah ini.
Drama Kolosa HUT TNI Ke-70, Pemeran Tokoh Jendral Sudirman Ngaku Kesulitan
Ahmad Sukkron Foto BErsama Bupati Inhil, HM Wardan dan Ketua DPRD, Dani M Nursalam
TEMBILAHAN (detikriau.org) –Ahmad Sukron mengaku cukup kesulitan berperan sebagai Jendral Sudirman pada penampilan drama kolosal dimomen HUT TNI ke-70 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Senin (5/10/2015).
Sukron menerangkan, letak kesulitannya terletak pada ketidaktahuannya terhadap karakter Jendral Soedirman yang sebenarnya, terlebih pada memerankan saat Jendral Soedirman memimpin Griliya sedang dalam kondisi sakit paru-paru.
“Saya cukup sulit bagaimana memerankan Jendral Soedirman tetap bersikap tegas memimpin grilya padahal ia dalam kondisi sakit,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum Unisi ini.
“Satu lagi kesulitannya, saya tidak tahu persis bagaimana suara Jendral Soedirman, apakah lantang atau biasa-biasa saja. Karena negara kita tidak ada mendokumentasikan suaranya. Jadi saya gambarkan sajalah bagaimana jadi seorang pemimpin, dan itu dituntut tampil maksimal,” tambahnya.
Pantauan lapangan, penampilannya hampir memakan waktu 15 menit ini tampak ditonton serius oleh Bupati dan sejumlah pejabat yang hadir. Saat itu, drama yang dibawakan Sanggar Wirakartika ini menceritakan bagaimana perjuangan tentara Indonesia melawan penjajah yang dipimpin oleh Jendral Soedirman.
Dimana waktu itu, Presiden pertama RI sedang ditahan oleh penjajah. Diakhir drama, akhirnya tentara Indonesia ini berhasil merebut kemerdekaan.
“Peserta drama yang tampil ada 61 orang dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Drama ini kami lakukan latihan hanya dalam 4 hari,” tutup Sukron.(mirwan)
Bupati Inhil Irup HUT TNI Ke-70
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan tampil sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-70 tahun 2015 di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Senin (5/10/2015).
Pada upacara itu langsung dihadiri Dandim 0314 Inhil Letkol Inf Jarot Suprihanto, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah anggota Kodim 0314.
Dalam amanatnya, Bupati membacakan pidato Presiden RI Joko Widodo yang menyampaikan bahwa sejarah mencatat kalau keberadaan TNI ini merupakan dari masyarakat kecil dan telah membesarkan negara NKRI. Termuat ungkapan pesan, bahwa anggota TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat kecil.
Disamping itu TNI ini dikenal sebagai militer yang hebat dan disegani yang berjuang untuk negara dan melindungi rakyat kecil. Diketahui pada era ini semua negara sedang berlomba-lomba menciptakan teknologi pertahanannya, namun untuk TNI sangat diperlukan juga melahirkan karakter yang baik serta menciptakan keharmonisan kepada sejumlah instansi kepemerintahan.
“Atas nama pemerintah, kita berharap agar TNI bisa mempertahankan pendekatannya kepada masyarakat. Jika dinilai, program-programnya banyak sekali yang menyentuh masyarakat secara langsung,” ucap Wardan.
Sementara itu, Dandim 0314 Inhil Letkol Inf Jarot Suprihanto mengatakan, langkah kedepannya lebih kepada memandang kebelakang, artinya kembali melihat bagaimana sebabnya TNI ini muncul di tanah air Indonesia.
“Jika kita lihat lagi catatan sejarah, maka dari masyarakatlah TNI ini muncul oleh sebab itu saat ini kita kembalikan lagi kepada masyarakat,” ungkap Jarot.
Ditegaskan, TNI kuat apabila TNI bisa merakyat. Disampaikannya juga kalau keberadaan TNI ada 4 macam yakni TNI Profesional, TNI merakyat, TNI Nasional dan TNI Pejuang.
Maka dari itu, segala persoalan di lingkungan masyarakat juga merupakan bagian tugas TNI dan mesti diaplikasikan di lapangan. (mirwan/adv)
Lagi Kisruh Orgen Tunggal, Ebit dikeroyok dan dihadiahi Tikaman Belati
KEMPAS (detikriau.org) – Ebit (17), warga Blok A Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikeroyok AR (19), RA (23), ER (19) dan RI (24). disaat asyik nonton hiburan orgen tunggal di RT 03 RW 07 Blok A Kelurahan Kempas Jaya, Ahad (4/10/2015) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Kronologis kejadian berawal disaat korban sedang berjoget mengikuti alunan suara biduanita. Saking asyiknya, tanpa disengaja Ebit bersenggolan dengan AR. Kejadian ini membuat AR tidak senang dan mengajak pelaku keluar dari arena orgen tunggal untuk membuat perhitungan.
Tantangan AR diterima Ebit dengan mengikuti kemauan AR. Namun setibanya di TKP, tiga orang teman AR sudah menunggu. Dan tanpa komando secara bersama-sama mereka melakukan pengroyokan hingga korban rubuh tak berdaya.
“Sewaktu korban terjatuh tidak berdaya, pelaku utama, AR melengkapi aksinya dengan melayangkan tikaman ketubuh korban menggunakan sebilah pisau,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (5/10/2015).
Akibat kejdian itu, korban mengalami luka pada bagian lengan tangan kiri dan kanan serta pada bagian pinggang. Dengan sejumlah luka ditubuhnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Pematang Reba Kabupaten Inhu.
“Malam itu juga Er berhasil dibekuk petugas, sedangkan tiga pelaku lainnya melarikan diri dan saat ini dalam pengejaran petugas kepolisian.” Pungkas Paur Humas. (mirwan)
Galeri Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Rencana Penetapan Pulau Basu Sebagai Kawasan Hutan Tahura