Dua Perwira di Jajaran Polres Inhil disertijab

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dua Perwira di Jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) diserah terimakan jabatan (Sertijab) dari pejabat lama ke pejabat baru di lapangan upacara Mapolres Inhil jalan Gadjah Mada Tembilahan, Selasa (6/10/2015).

Kedua perwira itu adalah Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah dimutasi sebagai Kapolsek Dumai Timur dan Kabag Ops, Kompol Bob Martin dimutasi sebagai Gadik Madya di SPN Pekanbaru.

Adapun penggantinya, yang menjabat sebagai Kasat Reskrim adalah AKP Juper LumbanToruan, yang sebelumnya menjabat sebagai Krimsus di Polda Riau. Sedangkan menjabat sebagai Kabag Ops adalah AKP Roni Syahendra, yang sebelumnya adalah Kasi Turjawali Subdit Gakum Polda Riau.

“Dengan adanya pergantian jabatan ini, diharapkan perwira yang baru bisa lebih meningkatkan kinerja dibidangnya. Saya minta setelah sertijab ini tidak menunda-nunda lagi, tetapi segera laksanakan tugas yang diemban,” ungkap Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono kepada sejumlah awak media usai memimpin upacara Sertijab.

Sedangkan untuk pejabat yang lama, Wicaksono mengucapkan terima kasih telah berupaya menjadi yang terbaik di Polres Inhil. Semoga dengan menduduki jabatan baru, Ade Zamrah dan Bob Martin bisa lebih meningkatkan kinerja untuk mencapai karir lebih tinggi lagi. (mirwan)




9 Hari Tinggalkan Rumah, Acok ditemukan Membusuk Tergantung di Pohon Duku

Kondisi mayat korban saat ditemukan
Kondisi mayat korban saat ditemukan

KERITANG (detikriau.org) – Sesosok mayat berkelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi membusuk tergantung di pohon duku menggunakan tali rotan di Dusun Sei Bulan Desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang, Senin (5/10/2015) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Selasa (6/10/2015) menjelaskan, awalnyamayat ditemukan oleh seorang pemburu babi yang sedang meilntas di TKP. Disaat ditemukan, mayat itu sedang mengenakan baju kemeja pendek motif kotak-kotak dan celana panjang warna hitam.

“saat itu juga si pemburu babi menghubungi kepala desa setempat hingga sampai ke Polsek Keritang. Setelah diperiksa, korban itu ternyata warga Parit Kecil Desa Nusantara Jaya atas nama Ramli alias Acok (40),” ungkap Warno.

Identitas itu diketahui ketika datang istri korban, Juriah (35). Menurut Juriah suaminya telah meninggalkan rumah sekitar 9 hari yang lalu dan dalam kondisi kejiwaan terganggu.

Untuk memastikan penyebabnya, korbanpun langsung dilakukan Visum oleh Dokter di Puskesmas setempat.

“Hasil visum di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga.” Pungkas Paur Humas. (mirwan)




Dibobol Maling, 2 Unit Laptop dan 1 Set Speaker di Ruang Kantor BLH Inhil Raib.

ilustrasiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah peralatan elektronik bernilai puluhan juta rupiah raib di Gedung Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) lantai III, teparnya di ruangan Badan Lingkungan Hidup (BLH), Senin (5/10/2015) kemarin.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian, peristiwa tersebut awalnya diketahui salah seorang staf honorer, Jumri (26). Waktu itu sekitar pukul 08.00 WIB ia diminta salah seorang PNS, Shinta (34) untuk mengambil 1 unit laptop dari dalam lemari.

Ketika ia membuka lemari, laptop tersebut tidak lagi berada ditempatnya. Bahkan ada lagi alat elektronik lainnya yang juga raib, yakni 1 set Speaker. Mengetahui hal ini, beberapa pegawai lainnya juga turut mengecek. Didapati 1 unit laptop lainnya ternyata juga telah raib.

“Ada 3 unit elektronik yang hilang yaitu 1 unit leptop merk Thoshiba, 1 unit leptop merk Asus dan 1 set Speaker merk Power Up. Total keseluruhan diperkirakan kurang lebih senilai Rp 20 juta,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Selasa (6/10/2015).

“pelaku, sampai saat ini masih dalam penyelidikan oleh petugas.” Pungkas Paur Humas. (mirwan)




Tahukah Kamu Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan

dsc_5409-copyTembilahan (detikriau.org) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar Sumatera dan Kalimantan sudah dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, kabut asap juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

dikutip dari kompas.com Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama mengatakan, gangguan kesehatan akan lebih mudah terjadi pada orang yang gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.

Dampak langsung yang akan dirasakan adalah infeksi paru dan saluran napas. Tjandra menjelaskan, kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Kemudian juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan yang paling berat menjadi pneumonia.

“Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi,” jelas Tjandra.

Tjandra menjelaskan, ISPA pun akan lebih mudah terjadi karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh, pola bakteri atau virus, ditambah buruknya lingkungan.

Selain infeksi pernapasan, dampak lainnya yaitu, gangguan iritasi pada mata dan kulit akibat kontak langsung dengan asap kebakaran hutan. Mulai dari terasa gatal, mata berair, peradangan, dan infeksi yang memberat. Bagi yang telah memiliki asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, dan PPOK akan diperburuk jika asap karena asap terhirup ke dalam paru.

Menurut Tjandra, kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.

“Berbagai penyakit kronik di berbagai organ tubuh, seperti jantung, hati, ginjal juga dapat saja memburuk. Sebab, dampak tidak langsung kabut asap dapat menurunkan daya tahan tubuh dan juga menimbulkan stres,” ungkap Tjandra.

Kemudian, secara tidak langsung asap kebakaran hutan dapat mencemari air bersih. Jika dikonsumsi masyarakat, bisa menganggu saluran cerna. Selain itu, dapat mencemari buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk itu cucilah hingga bersih sebelum dikonsumsi.

Untuk mencegah efek buruk tersebut, Tjandra mengimbau masyarakat yang telah memiliki penyakit kronik dan gangguan pernapasan untuk mengurangi intensitas ke luar ke luar rumah. Selalu gunakan masker yang baik jika berada di luar rumah. Lalu, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (kompas/dro)




Dinkes Inhil Turunkan Petugas Kesehatan Atasi Kasus Diare

dr-saut-pakpahanTembilahan (detikriau.org).- Selain menderita penyakit ISPA dengan akibat kabut asap kebakaran Lahan dan Hutan, warga kabupaten inhil kini juga dihebohkan dengan maraknya kasus penderita diare. Untuk mencegah perluasan penderita kasus diare yang hari demi hari kian meningkat, Dinas Kesehatan turunkan sejumlah petugas pelayanan kesehatan kebebrapa lokasi terjadinya peningkatan kasus diare.

Menurut Plt Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan, petugas kesehatan itu merupakan petugas dari dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas

Dalam tinjauan kelapangan tersebut petugas kesehatan mendapatkan laporan bahwa terjadinya peningkatan kasus diare, dipicu karena banyaknya warga yang mengkonsumsi air yang kurang steril untuk konsumsi sehari-hari.

Sahut berharap dengan adanya upaya petugas dari dinas kesehatan kabupaten inhil ini dapat meredam perluasan penderita diare yang ada dikabupaten inhil. selain itu ia juga menghimbau kepada petugas kesehatan  lainnya  agar dapat cepat tanggap menangani permasalahan kesehatan warga yang ada dikabupaten inhil.

dengan diturunkannya langsung porsonil dari dinas kesehatan yang ada di lokasi-lokasi terjadinya peningkatan kasusu diare di kalangan masyarakat kabupaten inhil. diharapkan dapat membantu pelayanan kesehatan warga di daerahh-daerah rawan terjadinya peningkatan kasus diare dikabupaten inhil.(fa)

 

berikut wawancara detikriau.org dengan plt kepala dinas kesehatan kabupaten inhil.

 




RSUD Puri Husada Tembilahan di Banjiri Pasien Penderita Diare

Tembilalhan (detikriau.org) – Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, RSUD Puri Husada Tembilahan dibanjiri pasien penderita Diare. Peningkatan jumlah pasien ini mengakibatkan petugas kewalahan disebabkan keterbatasan sarana pelayanan kesehatan di rumah sakit berplat merah tersebut.

Hampir setiap harinya, Rumah Sakit milik pemerintah ini menampung tambahan puluhan pasien penderita diare yang melakukan pengobatan. Pasien yang datang bervariasi baik dari anak-anak hingga orang dewasa.

Menurut kepala ruang anak RSUD Puri Husada, ida lustari, meskipun dengan keterbatasan sarana kesehatan (ranjang pasien. Red) akan tetapi pihaknya akan terus memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasien.

Ida lustari berharap kepada pemerintah agar dapat membantu penambahan fasilitas kesehatan yang nantinya berguna bagi pasien yang melakukan pengobatan di rumah sakit umum puri husada tembilahan tersebut.(fa)

 

berikut wawancara dengan kepala ruang anak rs puri husada.