KM Ericson Meledak 1ABK Terbakar dan 1 Tenggelam

IMG_20151009_112131SELATPANJANG (detikriau.org) – KM Ericson GT 27 meledak dan terbakar usai bongkar muatan minyak bensin Industri dipelabuhan rakyat Sungai Baru, Teluk Ketapang, Kecamatan Pulau Merbau. Akibat meledaknya KM penarik tual sagu ini, 1 ABK mengalami luka bakar dan 1 lainnya tenggelam. Kamis (8/10), sekitar pukul 18.30 wib kemaren.

“Kejadian bermula saat mesin robin untuk membersihkan dek kapal meledak, lalu kapal terbakar,” ujar Ipan (50), paman kandung Hendri Hasbulah (18) salah seorang korban luka bakar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang, Jumat (9/10).

Diterangkan Ipan, sebelum kejadian, keponakannya (Hendri, red) berniat mencuci lantai kapal yang penuh dengan tumpahan minyak bensin dan solar dengan cara menyemprotkan air menggunakan mesin pompa robin.

Ketika mesin robin itu dinyalakan, tiba-tiba mesin pompa air itu mengeluarkan percikan api dan seketika itu juga menyambar lantai kapal yang dipenuhi sisa-sisa minyak.

Melihat api menyambar lantai kapal, lanjut Ipan, Hendri langsung mengarahkan ujung selang air mesin robin tersebut ke kobaran api berupaya memadamkan api yang menyala.

Saat itu Hendri tidak sendirian, ia memadamkan api bersama Iwan (20), ABK dan Sukar (25), Nakhoda KM Ericson GT.27. Namun upaya Hendri bersama awak kapal lainnya itu tidak membuahkan hasil, malah mesin robin tersebut meledak, dan Si Jago Merah pun melalap sebagian besar badan kapal, diantaranya ruang mesin induk dan ruang nakhoda.

“Mesin pompa itu tiba-tiba meledak, api pun membesar. Hendri terkejut dan panik, dia ikut terbakar. Sementara Iwan jatuh kedalam air laut dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya. Yang berhasil menyelamatkan diri hanya Sapri saja,” Jelas Ipan.

Ditambahkan Ipan, kabar ini ia terima setelah beberapa saat kejadian. Setelah mendengar kabar ini, ia langsung ke lokasi dan membawa Hendri ke RSUD Selatpanjang dengan speedboat milik warga setempat.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, dirungkerjanya, Jumat (9/10), membenarkan adanya peristiwa kebakaran KM Ericson GT.27 tersebut.

“Ya, Kamis (8/10) sekitar pukul 18.30 Wib, telah terjadi peristiwa ledakan dan kebakaran di KM. Ericson GT.27 yang dinahkodai oleh Sukar (48), warga Sungai Apit, Kabupaten Siak, di pelabuhan Sungai Baru, Teluk Ketapang, Kecamatan Pulau Merbau,” ujar Pandra.

Menurut keterangan yang dirangkum di Tkp, kata Pandra, KM Ericson terbakar usai melakukan bongkar muatan bensin di pelabuhan Sungai Baru, Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pulau Merbau, dalam kondisi kapal masih sandar di pelabuhan.

“Kapal terbakar saat Nahkoda (Sukar, red) naik keatas untuk tanda tangan dokumen serah terima barang sebelum melakukan perjalanan dari Teluk Ketapang menuju Bangsal Sagu di Sungai Rawa.

Saat ini, Pandra menambahkan, korban luka bakar sudah diewakuasi ke RSUD Selatpanjang.

“Ada dua korban dalam peristiwa ini, satu orang korban selamat mengalami luka bakar hebat bernama Hendri, sudah di evakuasi ke RSUD Selatpanjang, sedangkan korban lainnya bernama Iwan masih dalam pencarian masyarakat setempat dan anggota Polsek Merbau,” tandas Pandra. (eko)

 




Secara Efektif, 2016 Rohil Terapkan SOP

BAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Pemkab Rokan Hilir akan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Penerapan ditargetkan tahun 2015 dan efektif tahun 2016.

Rencana penerapan itu diungkapkan Plt Sekda Drs. Surya Arfan, M.Si, Kamis (8/10/15), usai memimpin rapat di lantai 4 kantor bupati dengan semua SKPD. Seperti dilansir dari Riauterkini, Jumat (9/10).

“Kesimpulan rapat kita ada dua, pertama tentang SOP, ini tentang Permendagri Nomor 52 tahun 2011 (tentang Standar Operasional Prosedur di Lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota), cukup lama sebetulnya, Standar Operasional Prosedur ini, namun untuk Rokan Hilir, kita akan coba terapkan 2015 ini dan efektifnya tahun 2016,” kata Surya.

SOP ini menurutnya sangat penting, tidak hanya menjalankan aturan yang diperintahkan pemerintah pusat, tapi juga merupakan kebutuhan dalam organisasi modern, tolak ukur dalam bekerja dan pedoman bagi masing-masing SKPD.

Dead line selama tiga bulan, bulan pertama, masing-masing SKPD ditekankan selesai membuat SOP, bulan kedua uji coba oleh SKPD masing-masing, diawali membentuk tim.

Tim pertama, tim kabupaten saat ini sudah ada drafnya melalui SK bupati, sebagai ketua Asisten IV dan anggota masing-masing sekretaris SKPD, kemudian membuat Peraturan Bupati tentang Pedoman Penyusunan SOP masing-masing SKPD. Nanti baru SKPD membentuk tim, yang penanggungjawabnya kepala SKPD, ketuanya sekretaris atau KTU masing-masing.

“Karena mereka menyusun SOP masing-masing, sesuai dengan tupoksinya. Diberikan waktu masing-masing sebulan. Kemudian nanti bulan November, uji coba, dan mereka merasakan sendiri apakah efektif atau tidak, kalau tidak efektif, disesuaikan lagi. Bulan ketiga nanti, bulan Desember, sudah clear semua, kita siapkan semua langkah-langkah suratnya melalui peraturan bupati, kita akan kirimkan ke provinsi, insya Allah nanti, Januari 2016 sudah mulai diterapkan,” ujar Surya. (humas /tris/ adv)




Bupati Inhil Buka Turnamen Sepak Bola Reteh Cup

Bupati Inhil, HM Wardan melakukan tendangan pertama sebagai tanda dimulainya pertandingan
Bupati Inhil, HM Wardan melakukan tendangan pertama sebagai tanda dimulainya pertandingan

RETEH (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan membuka secara resmi turnamen Sepak Bola Reteh Cup di lapangan H Sanusi jalan Pahlawan Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Kamis (8/10/2015).

Acara pembukaan itu dihadiri langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Inhil H Syamsudin Uti, Camat Reteh dan beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi kegiatan ini karena sesuai dengan yang diharapkan yakni untuk mencari bibit-bibit baru dan diharapkan nantinya akan mampu menjadi duta-duta terbaik asli putra Inhil. Dengan demikian, jika ada turnamen lebih tinggi lagi bisa mengikuti dengan maksimal.

“Semoga kegiatan ini sukses dan aman, jangan sampai ada gesekan-gesekan antar pemain maupun club,” pesannya.

Ia sangat mengarapkan putra Inhil kembali mampu membanggakan daerah dengan berbagai prestasi. Pada tahun lalu Porprov tingkat Riau di Inhu, Kabupaten Inhil berhasil mendapat juara umum pada cabang sepak bola. Minimal katanya bisa dipertahankan dan diusahakan bisa meranjak hasil pada tingkat nasional.

“Atas nama pemeritah, kita sangat mensuport turnamen bola ini. Maka dengan itu, bermainlah suportif dan raih juara yang bersih,” tukasnya.

Ketua Koni Kabupaten Inhil, H Syamsudin Uti menyebutkan, jika pertandingan dalam turnamen masih dilakukan dalam jalur yang benar, maka kedepan akan terus ditingkatkan baik material dan lain-lain.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Yunus HU menerangkan, dalam turnamen ini diikuti sebanyak 76 klub terdiri dari beberapa kecamatan di Kabupaten Inhil hingga diikuti klub sepak bola yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Provinsi Jambi.

Adapun hadiah, diajang perdana turnamen sepak bola Reteh Cup ini menyediakan uang pembinaan sebesar Rp 60 juta dengan rincian, juara I mendapat Rp 25 juta, juara II Rp 15 juta, juara III Rp 10 juta dan juara IV Rp 5 juta. Ada lagi uang pembinaan lainnya yakni top scorer mendapat Rp 3 juta dan tim terbaik mendapat Rp 2 juta.

“Alhamdulillah, ini kegiatan perdana kita yang mendapat sumbangan berbagai donatur mencapai ratusan juta rupiah,” kata Yunus.(mirwan/adv)




Jangan Kecolongan, Banyak Orang Tak Sadar Menderita Diabetes!

detikriau.org – Jutaan orang Indonesia ditengarai hidup dengan diabetes. Namun, banyak orang diduga tak menyadari hal itu karena tak pernah melakukan pemeriksaan dini.

Data terbaru dari Internasional diabetes Federation (IDF), misalnya, menyebutkan pada 2014 lalu ada 9,1 juta orang Indonesia yang hidup dengan diabetes. Menurut lembaga itu, sekitar 70 persen total kasus diabetes baru diketahui setelah ada komplikasi.

Sebetulnya, gejala diabetes dapat dikenali dengan mudah. Di antara gejala itu adalah sering buang air kecil, kerap merasakan haus secara berlebihan, mudah emosi, stres, serta penglihatan kabur. Komplikasi hingga kegagalan organ tubuh bisa timbul bila kondisi tersebut dibiarkan dan terlanjur memburuk.

Deteksi dini

diabetes termasuk jenis penyakit kronis yang pola pengobatannya berlangsung selama seumur hidup. Karena itu, memeriksa kadar gula darah secara berkala sebaiknya dilakukan sebagai upaya deteksi dini untuk bisa segera mengambil tindakan bila ditemukan gejala awal.

Ada beberapa cara deteksi dini diabetes yang umum dilakukan, salah satunya adalah tes Fasting Plasma Glucose (FPG). Tes ini fokus pada mengukur kadar glukosa pada sel darah merah setelah puasa.

Pemilik darah yang diuji masih dalam kategori normal tanpa diabetes, bila dari hasil tes didapati glukosanya kurang dari 100 mg/dl. Namun, bila angkanya ada dalam rentang 100 mg/dl hingga 125 mg/dl, orang tersebut masuk kategori pre-diabetes. Hasil tes melebihi 126 mg/dl, menunjukkan kemungkinan seseorang positif menderita diabetes.

Sampai saat ini, uji laboratorium masih menjadi pilihan utama untuk pemeriksaan darah. Jaminan lengkapnya peralatan canggih dan faktor kebersihan menjadi pertimbangannya. Namun, perkembangan teknologi sudah memungkinkan pemeriksaan darah untuk deteksi dini diabetes dilakukan secara mandiri.

Salah satu alat bisa dipakai untuk uji mandiri diabetes adalah One Touch Ultra 2. Ukurannya yang tidak lebih besar dari telapak tangan memungkinkan alat tersebut mudah disimpan dalam saku celana dan hasil pengujiannya tidak berbeda dengan tes laboratorium berdasarkan standar ISO 15197.

Alat ini juga dilengkapi dengan blood strip serta teknologi fast draw yang hanya membutuhkan sedikit sampel darah untuk pengujian. Pengaruh makanan terhadap gula darah sebelum dan sesudah makan dalam perhitungan rata-rata 7, 14 hingga 30 hari, terlacak pula di sini.

Satu hal perlu dicamkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pre-diabetes, apalagi diketahui positif diabetes melitus, langkah yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mulai membiasakan mengedukasi diri tentang penyakit tersebut. Edukasi itu termasuk mengatur pola makan, olahraga teratur, serta pengobatan dan pemantauan hasil cek mandiri. (kompas)

 




Dewan Sebut 3 Proyek Multiyears Kurang Tepat Sasaran

 

 

satu dari tiga paket multiyears, Islamic Centre di jalan pendidikan Tembilahan
satu dari tiga paket multiyears, Islamic Centre di jalan pendidikan Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kebijakan pengucuran dana pembangunan tiga proyek multiyears di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yakni Gedung Unisi, Islamic Centre, dan High Way Tempuling-Mandah dinilaikurang tepat sasaran.

Akibat kebijakan tersebut menyebabkan banyak bidang pembangunan lainnya yang justru lebih dibutuhkan masyarakat menjadi tidak terwujud, seperti perbaikan sekolah yang rusak dan pembangunan sekolah yang ambruk.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas kepada awak media usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dicontohkan pria yang akrab disapa Sitas ini, jika dana sebesar Rp 100 miliar dari anggaran daerah yang disedot untuk pembangunan tiga proyek yang sekarang tidak dilanjutkan tersebut, berapa unit ruangan sekolah yang bisa dibangun.

“Jadi, bisa dibilang kondisi bangunan sekolah yang rusak dan ambruk saat ini akibat korban dari salah sasaran dalam ide pembangunan di masa lalu,” tutur Herwanissitas.

Karena itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini mengaku bahwa dirinya banyak menerima laporan dari masyarakat di kecamatan, yang menyampaikan banyak sekolah-sekolah yang rusak dan ambruk, akibat terlalu lama tidak mendapatkan rehabilitasi dan pembangunan gedung atau ruang kelas baru.

“Saya banyak mendapat laporan warga dan juga melihat sendiri bagaimana bangunan sekolah dasar dan menengah di daerah yang rusak dan ambruk. Inilah sebenarnya yang menjadi kewajiban kita,” terangnya.

Jikapun ada bangunan sekolah atau ruangan kelas baru yang dibangun, lanjut Sitas, maka itu bukanlah berasal dari anggaran daerah, tetapi melainkan berasal dari dana luar, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK). (adi)




Diskes Gelar Orientasi Petugas Dalam Pemberian Taburia Balita

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar orientasi petugas dalam pemberian taburia balita, Kamis (8/10/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan ini diikuti puluhan peserta, yang terdiri dari petugas pengelola gizi dan petugas promosi kesehatan (promkes) di Puskesmas se-Kabupaten Inhil.

Plt Kepala Diskes Kabupaten Inhil melalui Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan tentang pemberian taburia pada balita gizi kurang usia 6-24 bulan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengatasi defisiensi zat gizi mikro pada anak balita,” tutur Siti Munziarni.

Dijelaskan wanita yang akrab disapa Imun ini, kegiatan tersebut sangat penting dilakukan, karena mengingat diusia itu merupakan periode emas dalam memperbaiki status gizi anak.

“Perbaikan status gizi anak dapat dilakukan melalui pemberian multivitamin dan mineral dalam bentuk bubuk tabur gizi, yang berisi 12 macam vitamin dan 4 mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita dan mencegah terjadinya anemia,” imbuhnya. (adi/adv)