Sempat Meningkat, Kasus Diare di Inhil Berangsur Bisa di Minimalisir

Tembilahan (detikriau.org) – Sempat meningkatnya kasus diare di Kab Inhil sejak dua pekan kemaren kini sudah berangsur bisa dicegah. Menurunnya peningkatan kasus ini setelah diputusnya mata rantai penularan diare oleh tim dari Dinas Kesehatan Inhil.

Meski demikian, Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan juga terus menghimbau kepada masyarakat jika merasakan keluhan sakit untuk cepat berobat ketempat pelayanan masyarakat, baik itu puskesmas dan puskesmas pembantu terdekat.

Ia juga menghimbau kepada  masyarakat untuk memasak air sampai mendidih jika digunakan sebagai air minum maupun  untuk mencuci piring, gelas, atau pun sendok yang akan digunakan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, akibat kemarau panjanng, masyarakat di beberapa daerah yang ada dikabupaten inhil kekurangan air bersih, hal tersebut menyebabkan warga mengkonsumsi air yang kurang bersih. Akibatnya banyak masyarakat yang ada dibeberapa daerah seperti Pelangiran, Lahang, Kotabaru, Sungaisalak, dan Tembilahan kota terserang diare. (fa)

https://youtu.be/4nvzg5YJwHw

 

 




375 Jamaah Haji Inhil Tiba di Kampung Halaman

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 375 jamaah haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah tiba di kampung halaman. Kedatangannya disambut oleh Plt Sekda Kabupaten Inhil H Fauzar didampingi Kabag Kesra H Arifin dan keluarga jamaah haji di pelabuhan LASDP Tembilahan, Jum’at (9/10/2015) sekitar pukul 12.40 WIB.

Tibanya jamaah ini diangkut oleh 2 unit kapal secara beriringan. Sebelum pulang ke rumah masing-masing, para jamaah ini terlebih dahulu dikumpulkan di Mesjid Al-Huda Tembilahan untuk menjalankan shalat berjamaah serta acara penyambutan secara resmi.

Untuk diketahui, jadwal kepulangannya dari tanah suci ini sesuai dengan pernyataan Kabag Kesra Setdakab Inhil kemarin, bahwa pada tanggal 8 Oktober baru tiba di Batam dan keesokan harinya (9/10) jamaah sudah tiba di ibu kota Kabupaten Inhil.

“Kalau tidak ada hambatan, maka pada tanggal 9 jamaah haji asal daerah kita sudah tiba di Tembilahan dan langsung dijemput masing-masing keluarga,” ujar Arifin, belum lama ini. (mirwan)




Pejabat Takut, Sumardi Sarankan Gandeng Ahli Hukum

Anggota DPRD Inhil,. Sumardi
Anggota DPRD Inhil,. Sumardi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk meminimalisir terjadinya berbagai persoalan di kemudian hari terutama yang bersangkutan hukum, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) disarankan untuk menjalin kerjasama dengan ahli hukum.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Inhil, Sumardi terkait dengan ketakutan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk melaksanakan berbagai kegiatan dan proyek di Negeri Seribu Parit.

Dikatakan, persoalan tersebut harus dicarikan solusi, salah satunya dengan menggunakan jasa ahli hukum untuk berkonsultasi sebelum melaksanakan program dan kegiatan.

“Kita bisa menggunakan jasa ahli hukum untuk berkonsultasi. Apabila memang suatu proyek punya potensi bermasalah, bisa terdeteksi sedini mungkin,” tutur Sumardi, kemarin.

Apalagi, lanjut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Presiden sudah mengintruksikan kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan kegiatan, tanpa harus takut dikriminalisasikan.

“Pada prinsifnya, penegakan hukum memang diperlukan, untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,” tambahnya.

Kendati demikian, penegakan hukum bukan lantas menjadi penghambat roda pembangunan di Kabupaten Inhil. Sebab kalau itu yang terjadi, masyarakat akan sangat dirugikan.

“Kalau semua SKPD takut melaksanakan kegiatan, sudah tentu berimbas tidak jalannya pembangunan di Inhil. Ke depan, Inhil akan mengalami konsekwensi dengan pengurangan dana DBH, sebagai akibat tidak mampu menjalan kegiatan yang ada,” imbuhnya. (adi)




Kemarau Panjang, Air Embung PDAM di Pulau Kijang Kering

Keterangan foto: Bupati Inhil HM Wardan dan Direktur PDAM Tirta Indragiri Agustian Rasmanto saat meninjau langsung ke kawasan embung PDAM di Kelurahan Pulau Kijang.
Keterangan foto: Bupati Inhil HM Wardan dan Direktur PDAM Tirta Indragiri Agustian Rasmanto saat meninjau langsung ke kawasan embung PDAM di Kelurahan Pulau Kijang.

RETEH (detikriau.org) – Direktur PDAM Tirta Indragiri Agustian Rasmanto memastikan, penyebab embung penyuplai air bersih di kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh kering karena pengaruh kemarau panjang.

“Di sinikan belum ada hujan, makanya kering begini,” ujar Agustian kepada detikriau.org saat meninjau langsung lokasi embung air bersih bersama Bupati Inhil HM Wardan, Kamis (8/10/2015) kemarin.

Meski tampak masih ada sedikit air, namun katanya air itu sudah tidak layak pakai meski dilakukan penyaringan, karena sudah terlalu keruh.

Solusinya, pihak PDAM sedang memanfaatkan sungai batas perkebunan masyarakat. Namun caranya sedikit berbeda pada penyaringan bahan kimia. Tapi dengan tujuan yang sama untuk menyediakan air sebersih mungkin.

“Walau bagaimanapun, kualitas bersihnya tetap sedikit kurang jika dibanding dengan air embung biasanya,” tambahnya.

Untuk diketahui, keberadaan embung itu terletak di lahan seluas 4 hektar dengan lebar kanal sebesar 15 meter. Setiap harinya pihak PDAM harus menyuplai air bersih sebanyak 600 kubik bagi 776 pelanggan yang ada di kawasan setempat.

“Kita telah bicarakan kepada Bupati, bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan membangun sumur bor sebagai antisipasi terjadinya kekeringan,” imbuhnya.

Berdasarkan penuturan salah satu pekerja penyaring air bersih di Pulau Kijang, selama terbangunnya embung itu belum pernah terjadi kekeringan. Meski beberapa tahun lalu sempat sedikit kering, namun masih bisa disaring. (mirwan)




Hutan Mangrove Terbaik di Indonesia, Sungai Asam Simpan Potensi Ekowisata

Bupati Inhil saat mengunjungi wisata mangrove di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh
Bupati Inhil saat mengunjungi wisata mangrove di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau memiliki hutan mangrove terbaik se-Indonesia yang terletak di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh. Hutan tersebut merupakan potensi wisata berstandar nasional seluas 6 ribu hektar.

Hebatnya, pada tahun tanggal 5 Juni 2008 lalu, hutan itu mendapat penghargaan dari Presiden RI masa jabatan SBY. Tak lama kemudian dijadikan sebagai pusat pengelolaan ekoregion sumatera di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (BLH) RI.

Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengatakan, budidaya mangrove sungai Asam ini sudah berlangsung sejak tahun 2004 lalu. Awalnya hanya 50 hektar namun karena ada perkembangan dan pemeliharaan yang baik, maka diluaskan menjadi 60 hektar.

“Ini mangrove terbaik se-Indonesia, di sini tidak ada pencemaran dan tidak ada penebangan sembarangan. Kita rawat dengan baik melalui beberapa SKPD terkait, baik BLH, Dinas Pariwisata, Dinas Kehutanan dan Bappeda,” ungkap Wardan, kemarin.

Diakuinya, banyak masyarakat yang tidak mengetahu lokasi hutan dan keindahannya, karena sampai saat ini hutan itu belum dipromosikan secara luas.

Ia berkomitmen untuk terus mengembangan potensi mangrove tersebut dengan cara melakukan penataan lebih tertata lagi serta mencarikan solusi para pengunjung mudah menuncur ke lokasi. Sebab tempat itu jauh dari pemukiman warga dan ditempuh dengan kendaraan air yang cukup melelahkan.

“Mulai sekarang kita sedang memikirkan akses menuju ke sini, kita kaji lebih dalam lagi dari mana kita mulai infrastruktur kita bangun,” tambahnya.

Sementara itu, menurut salah satu warga setempat, Abas, selaku perintis hutan mangrove itu menjelaskan bahwa awalnya lokasi itu sangat rusak tanpa ada yang mengurus. Padahal banyak masyarakat yang mendatangi lokasi untuk mencari siput dan kepiting.

“Itu terjadi 20 an tahun yang silam. Memasuki tahun 2003, saya berfikir untuk memperbaiki dan memelihara bagaimana hutan ini bisa terawat dengan baik. Kami mulai menggarap pada awal tahun 2004, tahun 2005 hutan ini sudah jadi hingga sekarang,” kata Abas.

Sepanjang pekerjaan mulianya ini, sering kali dikunjungi oleh para mahasiswa di berbagai universitas untuk melakukan penelitian-penelitian.

Adapun fungsi fisik kawasan tersebut, disampaikannya, berdasarkan data yang dilampirkan Kementerian BLH RI bahwa ada  5 fungsi, pertama menjaga garis pantai tetap stabil, kedua melindungi pantai dan tebing sungai dari proses erosi dan abrasi, ketiga mengurangi atau menyerap tiupan angin kencang dari laut ke darat, keempat menahan sedimen secara periodik sampai terbentuk lahan baru, dan terakhir sebagai kawasan penyangga proses intrusi dan filter air asin.

“Dari berbagai fungsi fisik itu, saya fikir kedepan kawasan ini tidak hanya sebatas berstandar nasional, namun menjadi ekowisata go Internasional,” tandasnya. (mirwan)




Kali Ini di Desa Sei Iliran-GAS, Diskes Intensifkan Pembinaan dan Penilaian Lomba Desa ber-PHBS

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mengintensifkan pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Kali ini, rombongan Diskes Inhil yang dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes) Diskes Inhil, Fitri Astuti SST didampingi jajarannya, yakni Maria Hairani, Bambang Hariandi, Munawwarah dan Nora Hesvita Sari melakukan pembinaan dan penilaian di Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kamis (8/10/2015).

image_1Kasi Promkes Diskes Inhil, Fitri Astuti mengatakan, pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS tingkat Kabupaten Inhil tahun 2015 ini, diikuti sebanyak 10 desa. Dimana, 3 desa terbaik nantinya akan dipilih sebagai pemenang lomba.

“Dari tiga desa pemenang lomba, terbaik satu akan ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Inhil, untuk mengikuti perlombaan serupa tingkat Provinsi Riau tahun 2016 mendatang,” tutur Fitri saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya.

Adapun kategori penilaian dalam perlombaan desa ber-PHBS tersebut, yaitu :

  1. Kelengkapan administrasi, seperti sistem pencatatan yang ada di desa ber-PHBS.
  2. Adanya kegiatan inovatif yang dikembangkan oleh desa, yang menunjang 10 indikator PHBS.
  3. Dukungan kebijakan pemerintah, baik tingkat desa maupun kecamatan.
  4. Observasi langsung kondisi rumah tangga (peranserta masyarakat).

“Kita harapkan, hasil dari perlombaan ini tidak hanya sebatas penilaian pemenang. Tetapi, bagaimana masyarakat dapat menerapkan perubahan perilaku hidup sehat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi/adv)