Material Proyek Penuhi Badan Jalan, Dinas Cipta Karya diminta Awasi Pekerjaan di Lapangan

“Kalau perlu Bupati sendiri yang berikan teguran agar Satker yang berada di bawah pimpinannya dapat bekerja benar.”

”Tembilahan (detikriau.org) – Masyarakat meminta kepada Dinas Cipta Karya untuk melakukan pengawasan proses pekerjaan perbaikan ruas jalan. Dilapangan, rekanan pelaksana kerap ditemukan menumpuk material seenaknya yang tentunya akan menggangu arus lalulintas dan rawan menimbulkan kecelakaan.

Menurut salah seorang warga Tembilahan, Anto, tidak sedikit ia menyaksikan bahan material pekerjaan perbaikan jalan ditumpuk memenuhi badan jalan. Material batu dan pasir yang berserakan ini menyuliltkan pengguna jalan untuk melintas.

“bukan satu dua kali pula kita mendengar pengguna jalan terjatuh akibat melintas material ini. Harusnya dinas terkait, dalam hal ini Cipta Karya untuk melakukan pengawasan agar rekanan tidak seenaknya dalam melaksanakan pekerjaan,” Pinta Anto

Andre, warga Tembilahan lainnya bahkan tidak hanya meminta kepada Dinas Cipta Karya dalam melakukan pengawasan, Satpol PP juga menurutnya memegang peranan penting dalam menjaga ketertiban.

“:ini tentunya juga menjadi tugas Satpol PP atau kalau perlu Bupati sendiri yang berikan teguran agar Satker yang berada di bawah pimpinannya dapat bekerja benar.” Tegas Andre. (dro)




Meriahkan Gema Muharam, Bupati: Rekor Muri Bukanlah Tujuan Utama

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengatakan bahwa rekor muri bukanlah menjadi tujuan utama dalam memeriahkan Gema Muharam. Namun bagaimana agar pergantian tahun baru islam ini bisa dilaksanakannya semeriah mungkin.

Diagendakan pada pelaksanaan gema muharam tahun ini akan digelar pembacaan shalawat Nariah se-Kabupaten Inhil secara serentak. Jika diingat pada tahun lalu, Pemkab Inhil mendapatkan rekor muri karena mengumpulkan bubur asyura terbanyak.

“Itu hanya sebatas cara kita memeriahkan tahun baru Islam secara maksimal, namun bukan menjadi tujuan utama untuk mendapatkan rekor muri. Jikapun dapat ya Alhamdulillah,” kata Wardan di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, kemarin.

“Kalau kita memang menginginkan rekor muri, bisa saja kita kumpulkan semua rebana, kompangan dan yang sejenis lainnya. Jika kita kumpulkan satu tempat maka ratusan gendang akan bersamaan memukulkan seni musiknya, saya yakin dapat muri, tapikan bukan itu tujuannya,” tambahnya.

Berdasarkan informasi dari Disporabudpar Kabupaten Inhil, pelaksanaan peringatan Gema Muharram tahun ini akan dilaksanakan semeriah mungkin selama 10 hari dimulai tanggal 13 sampai 23 Oktober 2015 mendatang.

Dalam 10 hari itu akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti do’a akhir tahun, do’a awal tahun, kemudian ada lagi sembilan malam berturut-turut diisi dengan penampilan lomba kesenian bernafaskan islam, dan pada puncak acara yakni pada 10 Muharram akan ada tablig akbar.

“Pada hari puncak itu juga akan dilaksanakan pembacaan Shalawat Nariah secara serentak pada jam yang sama se-Kabupaten Inhil. Kita targetkan diikuti 30 ribu jamaah dari berbagai kecamatan dan berpusatkan di lapangan Gadjah Mada Tembilahan,” ucap Sekretaris Disporabudpar Kabupaten Inhil, Palisman. (mirwan/adv)




Desember, Bupati Inhil Targetkan Serapan APBD 2015 Capai 90 Persen Lebih

“Empat Dinas ini capaian masih rendah, yakni Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Cipta Karya, Dinas Tanaman Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan”

bupTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan mentargetkan progress fisik dan keuangan APBD Inhil Tahun 2015 pada bulan Desember mendatang mencapai diatas 90 persen lebih.

“Kita akan terus memantau setiap bulannya, dan ditargetkan terus meningkat hingga 90 persen lebih pada bulan Desember mendatang,” ungkap Bupati dikomfirmasi usai memimpin rapat Evaluasi Progres kemajuan fisik dan keuangan untuk kegiatan tahun anggaran 2015 di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Senin (12/10/2015).

Menurut Bupati, kemajuan fisik bulan ini meningkat sekitar 10 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dimana pada bulan lalu capaian baru 40 persen, hari ini untuk fisik sudah mencapai 50,13 persen dan keuangan 27,98 persen.

Secara rata-rata, dalam rapat tertutup sore itu tercatat untuk keseluruhan Dinas baru mencapai 46,28 persen, Badan mencapai 54,35 persen, Bagian Setda mencapai 57,18 persen, Kecamatan 42,18 persen, Perpustakaan 32 persen dan Rumah Sakit mencapai 58 persen.

Di Dinas misalnya, Bupati menyampaikan masih ada empat dinas yang dinilai masih rendah seperti Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air baru mencapai 37 persen, Dinas Cipta Karya baru mencapai 30 persen, Dinas Tanaman Pangan baru 21 persen dan Disperindag baru mencapai 38 persen.

“Data itu merupakan catatan tanggal 7 sampai 9 kemarin, mungkin sekarang sudah berubah karena pergerakannya dihitung perhari. Inilah yang terus dipantau jangan sampai ada yang terlalu lamban, karena target saya bulan akhir nanti sudah mencapai 90 persen,” Tandas Bupati. (mirwan)




Pemerintah Pusat dan Provinsi Diharap Serius Upayakan Percepatan Pembentukan Kab Insel

Bupati Inhil, HM Wardan di dampingi Kabag Administrasi Pemerintahan Umum menandatangani peta tapal batas DOB INSEL beberapa waktu yang lalu
Bupati Inhil, HM Wardan di dampingi Kabag Administrasi Pemerintahan Umum menandatangani peta tapal batas DOB INSEL beberapa waktu yang lalu

Tembilahan (detikriau.org) – Warga Kabupaten Indragiri Hilir bagian selatan berharap kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk serius membantu upaya percepatan pemekaran daerah otonomi baru “Kabupaten Insel”.

Permintaan tersebut disampaikan oleh salah seorang warga kecamatan reteh Sanusi melalui detikriau.org kemaren. Menurutnya, saat ini masih banyak pembangunan-pembangunan infrastruktur yang ada didaerah Insel yang begitu minim jika dibandingkan daerah-daerah lain.

“dengan mekarnya Insel sebagai wilayah otonomi baru, warga yakini akan dapat mempercepat upaya pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga.” Ujar Sanusi. (fa)

Berikut Petikan Wawancara detikriau.org dengan salah seorang warga Insel, Sanusi :




DPRD Inhil Dukung Upaya RSUD PH Tingkatkan Status dari Tipe C ke Tipe B

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan sangat mendukung rencana dan keinginan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan untuk mengubah bangunan gedung dan melengkapi alat kesehatan (alkes) dalam upaya meningkatkan status yang saat ini telah disandangnya, yakni dari Tipe C ke Tipe B pada tahun 2017 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam saat menghadiri ekspose master plan RSUD PH Tembilahan bersama Komisi IV, yang digelar di Ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (12/10/2015).

Kegiatan yang dipimpin Ketua Komisi IV, H Adriyanto didampingi para anggota ini, turut dihadiri Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, Wakil Ketua DPRD, H Sahruddin, Plt Sekda, H Fauzar serta diikuti Tim TAPD Kabupaten Inhil dan Direktur RSUD PH Tembilahan, dr Irianto beserta jajarannya.

Dikatakan Dani, apabila rencana ini terlaksana nantinya, maka harus juga ada capaian hasil yang maksimal dari manajemen RSUD PH Tembilahan, seperti peningkatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh para petugas kepada masyarakat atau pasien yang berobat di Rumah Sakit berplat merah tersebut.

“Jadi, pembangunan ini jangan hanya sekedar untuk gagah-gagahan saja, tapi harus ada perubahan ke arah yang lebih baik ke depan, contohnya saja dengan berkurangnya penindakan rujukan pengobatan ke Pekanbaru, serta perubahan perilaku dan mental para petugas kesehatan dalam melayani masyarakat atau pasien,” tutur Dani.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Inhil, Sahruddin juga menyatakan sangat menyambut baik rencana untuk perubahan tipe RSUD dari Tipe C ke Tipe B pada tahun 2017 nanti, dan diharapkan bisa segera terwujud guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Lakukanlah semuanya secara bertahap dan terencana, serta maksimalkan pemanfaatan bangunan dan fasilitas yang ada saat ini, sehingga tidak ada yang terkesan mubazir,” tambahnya.

Selanjutnya, anggota Komisi IV DPRD Inhil, Yuliantini menyebutkan bahwa saat ini sebagian besar ruangan perawatan di RSUD PH sudah tidak memadai dan sangat memprihatinkan.

Untuk itu, rencana pembangunan dan penataan gedung baru ini sangat diperlukan, karena mengingat keberadaan RSUD sebagai tempat pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Contohnya saja ruang jenazah, saya lihat kemarin sudah tidak layak untuk digunakan. Jadi, saya harapkan ada solusi terbaik ke depannya,” kata Yuliantini.

Direktur RSUD PH Tembilahan, dr Irianto dalam paparannya menjelaskan, keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Rumah Sakit yang dipimpinnya saat ini adalah mencapai Rp 168 miliar lebih.

Anggaran sebesar itu, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, diperuntukan bagi pembangunan gedung baru, penataan lingkungan, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Sedangkan untuk alat kesehatan (alkes), kita akan meminta bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ini tidak akan sulit,” terangnya.

Menanggapi pemaparan tersebut, Plt Sekda Inhil, H Fauzar mengaku bahwa bidang kesehatan merupakan salah satu prioritas dan urusan wajib Pemda, dalam upaya menyediakan pelayanan kesehatan dasar yang baik dan maksimal yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Jadi, perlu dukungan penuh dari kita semua, khususnya dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” imbuhnya. (adi)




Pemberian POMP Filariasis Tahap ke IV, Tenaga Kesehatan Antarkan Obat Door to Door

pemberian-obat-massal-pencegahan-pomp-filariasis-7-638TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dilaksanakan selama sebulan penuh di Bulan Oktober 2015, yang diantar langsung door to door oleh tenaga kesehatan di wilayah masing-masing.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Saut, khusus untuk daerah yang baru pertama kali melakukannya, POMP Filariasis dimulai secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2015 lalu, yang dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Kita di Inhil sudah memasuki tahun keempat, dimana kali ini pencanangannya dilakukan di masing-masing kecamatan oleh Camat dan Kepala Puskesmas setempat, yang obatnya diberikan langsung kepada masyarakat,” tutur Saut.

Sementara itu, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, di sebagian tempat pemberian obat pencegah penyakit yang dikenal juga dengan sebutan kaki gajah telah disiapkan di Posyandu dan Puskesmas. Kemudian, dipersilakan masyarakat mengambilnya di lokasi yang telah ditetapkan tersebut.

“Pemberian obat yang disediakan dan didistribusikan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini, strateginya tergantung Posyandu dan Puskesmas masing-masing,” terang Saut seraya menjelaskan bahwa obat yang disalurkan adalah untuk 500 ribu penduduk di Negeri Seribu Parit. (adi/adv)