Diet untuk Mengalahkan Masalah Asam Urat

183304_647418_Mengalahkan_Asam_UratAsam urat merupakan penyakit yang bisa menyerang setiap orang, umumnya bagi orang yang berusia 40 tahun ke atas bagi pria dan bagi wanita biasanya setelah terjadi masa menopause.

Asam urat adalah penyakit yang menyerang persendian tubuh, biasanya sendi jari tangan, tumit, jari kaki, siku, dengkul dan pergelangan tangan. Rasa sakit atau nyeri yang ditimbulkan akibat asam urat ini sangat hebat. Bahkan penyakit ini bisa membuat bagian-bagian tubuh yang terserang mengalami pembengkakan dan peradangan.

Asam urat merupakan manifestasi dari metabolisme zat purin yang terbentuk seperti kristal-kristal. Kita bisa menemukan zat purin tersebut di dalam makanan yang kita makan baik berasal dari makhluk hidup maupun tumbuh-tumbuhan. Jadi jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung zat purin, maka zat purin inilah yang nantinya berpindah ke dalam tubuh.

“Jika Anda bisa mengatasi asam urat maka Anda mungkin bisa mengatasi tekanan darah,” kata profesor pediatri-ginjal Dr. Daniel Feig, seperti dilansir laman India Times, Senin (12/10).

MayoClinic.com juga melaporkan bahwa asam urat tinggi sering merupakan prekursor untuk tekanan darah tinggi.

 

  1. Gejala asam urat
  • Sakit luar biasa di kaki atau jempol kaki.
  • Kesulitan berjalan.
  • Bangun dari tidur karena sakit kaki.
  • Kadang-kadang merasakan sakit di lutut dan pergelangan kaki.
  • Terbatas kemampuan untuk bergerak.
  • Gatal persistent sekitar sendi jempol kaki.
  • Gritty akumulasi kristal asam urat disebut tophi yang muncul pada sendi dekat siku, lutut, jari tangan dan kaki.
  1. Makanan yang harus Anda makan jika Anda menderita asam urat
  • Asupan lemak yang lebih rendah mengurangi ekskresi normal asam urat.
  • Asupan cairan Liberal untuk menjaga urin tetap encer.
  • Pembatasan atau penghapusan alkohol.
  • Mengonsumsi ikan Shell, daging merah, daging cincang, ekstrak daging, jeroan, ikan (sarden, telur, makeral).
  • Sayuran dan buah-buahan, kacang hijau, bayam, kacang Perancis, terung, kembang kol, jamur, chickoo, custard apple.
  • Gunakan sedikit garam saat memasak. Hindari menambahkan garam saat memasak nasi.
  • Hindari kelebihan konsumsi makanan olahan dan diawetkan.
  1. Buah-buahan
  • Ceri segar, stroberi, blueberry.
  • Pisang
  • Seledri
  • Tomat
  • Sayuran termasuk kubis dan peterseli.
  • Makanan tinggi bromelain (nanas).
  • Makanan tinggi vitamin C (kubis merah, paprika merah, jeruk keprok, jeruk, jeruk, kentang)
  • produk susu rendah lemak.
  • Karbohidrat kompleks (roti, sereal).
  • Chocolate, kakao.
  • Kopi, teh.

Meskipun purin (senyawa organik yang membuat kerusakan asam urat dalam tubuh) ditemukan dalam sumber-sumber nabati mereka tidak menyebabkan jumlah yang sama dari penumpukan asam urat dalam tubuh yang disebabkan oleh daging.

Oleh karena itu, daripada mencoba untuk menemukan makanan yang bebas purin dan asam urat, penting untuk mengetahui bagaimana meningkatkan alkalinitas tubuh yang secara alami mengurangi keasaman tubuh.(jpnn)

 




Masyarakat diimbau Turutserta Sukeskan Program Pencegahan Filariasis

Lymphatic filariasis life cycle. Diagram showing the life cycle of the parasitic nematode (roundworm) Wuchereria bancrofti, one of the causes of lymphatic filariasis. The worm is transmitted to humans via mosquito bites. The microfilaria stage of the worm lodges in and blocks the lymph nodes that drain to the lower extremities causing elephantiasis, the massive enlargement and deformity of the legs and genitalia. foto: sciencephoto.com
Lymphatic filariasis life cycle. Diagram showing the life cycle of the parasitic nematode (roundworm) Wuchereria bancrofti, one of the causes of lymphatic filariasis. The worm is transmitted to humans via mosquito bites. The microfilaria stage of the worm lodges in and blocks the lymph nodes that drain to the lower extremities causing elephantiasis, the massive enlargement and deformity of the legs and genitalia. foto: sciencephoto.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat diimbau untuk mensukseskan program pencegahan penyakit filariasis atau yang lebih dikenal dengan sebutan kaki gajah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Imbauan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan terkait dengan telah dimulainya pelaksanaan Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis tahap 4 sejak tanggal 1 Oktober 2015 lalu.

Foto: dx.doi.org
Foto: dx.doi.org

Dikatakan Saut, peran-serta dan dukungan masyarakat dalam mensukseskan program ini, dapat dilakukan dengan meminum obat yang diberikan oleh para petugas kesehatan ke rumah-rumah sasaran.

“Atau bisa juga dengan mengambil langsung obatnya di posyandu dan pustu terdekat, yang telah disediakan secara gratis oleh pemerintah,” tutur Saut saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dijelaskan Saut, sebelum meminum obat tersebut, masyarakat sebelumnya diharuskan untuk makan nasi guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.

“Kalaupun ada keluhan setelah meminum obat itu, langsung periksakan diri dan berobat ke fasyankes terdekat,” tambahnya.

Adapun kriteria masyarakat yang tidak dibolehkan meminum obat tersebut, yakni balita di bawah umum 2 tahun dan lansia di atas umur 65 tahun, serta ibu hamil dan menyusui.

“Kemudian, mereka yang tidak dibenarkan meminum obat ini adalah para penderita penyakit kronis atau berat,” imbuhnya. (adi/adv)




HIngga Oktober 2015, Terjadi 35 Kasus Pelecehan Sex dan Kekerasan Terhadap Anak-Anak dan Remaja

foto ilustrasi: lapost.co
foto ilustrasi: lapost.co

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Terhitung sejak Januari hingga oktober 2015 tercatat sebanyak 35 kasus terjadi pada anak-anak dan remaja. Yang terbanyak adalah kasus pelecehan seksual.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan kepada sejumlah awak media usai mengikuti hearing di Kantor DPRD Inhil jalan HR Soebrantas, Tembilahan, Selasa (13/10/2015).

“Keseluruhan itu rata-rata berstatus pelajar,” kata Zulaikhah.

Saat ini, ditambahkan Zulaikah, P2TP2A Kabupaten Inhil terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum untuk benar-benar menjaga anak-anaknya. Ia mengharapkan dari sosialisasi yang dilakukan dapat mengurangi terjadinya kasus ini.

Untuk diketahui, kehadiran P2TP2A tersebut berfungsi untuk memfasilitasi penyediaan berbagai pelayanan untuk masyarakat, baik fisik maupun non fisik seperti berfungsi sebagai pusat informasi dan data, rujukan, tempat konsultasi ataupun konseling hingga pelatihan keterampilan pada perempuan dan anak.

“Meski begitu, kita tetap membutuhkan bantuan oleh beberapa organisasi lainnya sebagai titik koordinasi kita,” tandasnya. (mirwan)




RDP Komisi IV DPRD dan BP3AKB Inhil, Adriyanto : Jangan Ada Lagi Kekerasan Terhadap Anak dan Remaja

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Inhil, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Selasa (13/10/2015).

RDP yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto didampingi para anggota ini, dihadiri Kepala BP3AKB, Hj Djamilah, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Hj Zulaikhah, perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik), Kementerian Agama (Kemenang) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto berharap kepada seluruh pihak terkait, untuk benar-benar memperhatikan keselamatan dan memberikan perlindungan kepada anak dan remaja yang ada di Negeri Seribu Parit.

“Ke depan, saya harapkan jangan ada lagi terjadi dan ditemukan adanya kekerasan terhadap anak dan remaja,” tutur Adriyanto.

Senada dengan itu, Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Surya Lesmana berharap ada langkah riil dari berbagai pihak terkait di lapangan, seperti dengan melakukan sosialisasi secara menyeluruh ke setiap daerah di Kabupaten Inhil.

“Dalam penanganan berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak dan remaja ini, tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah saja, tapi harus ada peran aktif dari berbagai pihak terkait lainnya, seperti BP3AKB dan P2TP2A, yang baru terbentuk di Inhil,” tambah anggota Komisi IV DPRD Inhil lainnya, Asnawi.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Inhil, Hj Zulaikhah menjelaskan, dalam upaya mencegah dan mengantisipasi sejak dini terjadinya kasus yang menimpa anak dan remaja, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, sehingga apabila ada yang menjdi korban kekerasan atau pelecehan seksual bisa melaporkannya.

“Kami juga meminta agar dianggarkan pembangunan rumah aman dan sekretariat P2TP2A, guna memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dan para korban,” kata Zulaikhah didampingi Kepala BP3AKB Inhil, Djamilah. (adi/adv)




Pelayanan PDAM TI Kembali dikeluhkan, Jangankan Bersih Setetes Airpun Tak Mengalir

air macetTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri (TI) kembali dikeluhkan. Jangankan mendapatkan kualitas air bersih, belakangan, setetes airpun tidak lagi mengalir.

“Sudahlah musim kemarau, air PDAM pulak macet, terpaksa kami sekeluarga mandi di sumur tetangga,” keluh salah seorang pelanggan perusahaan air milik pemerintah daerah di Pekan Arba Tembilahan, Awe kepada detikriau.org, Selasa (13/10/2015).

Senada, warga lainnya juga mengatakan hal yang sama. Evi contohnya, warga Tembilahan ini juga mengeluhkan akibat macetnya PDAM kali ini sangat mempengaruhi aktivitas kesehariannya di rumah. Bagaimana tidak, semua kegiatannya terhambat akibat air PDAM tidak menetes.

“Cucian sudah menumpuk belum dapat dicuci, air tak ada. Mau menggunakan air hujan sangat kita sayangkan, karena sekarang musim kemarau,” ujarnya.

Terkait keluhannya pelanggan ini, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto menjelaskan, terputusnya pasokan air disebabkan terjadinya kebocoran pada pipa induk yang terletak di parit 8 desa Pulau Palas. Akibatnya, distribusi air jadi berkurang sebesar 500 meter kubik setiap harinya. Saat ini menurutnya bidang teknisi sedang melakukan perbaikan.

“Kalau tidak ada hambatan, sore ini sudah selesai pekerjaan perbaikannya,” yakinkan Agus, Selasa (13/10). (mirwan)




Bupati Serahkan Secara Simbolis Honor Guru Agama di Lima Kecamatan

honor_guruBAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Secara simbolis, Bupati Rokan Hilir, H Suyatno menyerahkan honor bagi guru di lima Kecamatan tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) tahap ke dua

Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Tanah Putih, Tanah Putih Tanjung melawan, kecamatan Pujud, kecamatan Bangko Pusako dan kecamatan Rantau Kopar.

Bupati berharap kedepan para guru honorer di bawah naungan Kemenag Rohil untuk lebih giat memberikan ilmu agama kepada generasi penerus. “Saya atas nama Pemkab Rohil mengucapkan teriamkasih kepada para guru yang telah memberikan pembekalan ilmu agama kepada anak-anak kita” sampaikan Bupati disela sambutannya.

Hadir pada acara itu Ketua DPRD Rohil Nasruddin Hasan, Kanwil Kementerian Agama Rohil Agustiar SAg, Camat Tanah Putih Suryadi SE, dan muspida.

“Penyerahan honor kali ini merupakan tahapan keduanya, sebelumnya telah dibagikan di Bagansiapiapi untuk guru di 8 kecamatan lalu pada hari ini diserahkan bagi guru di lima kecamatan bagi sebnayak 1.255 guru. (humas /dro/adv)