Hanya Karena Omelan, Bapak Ini Hajar Tetangganya Hingga Luka-Luka

PELANGIRAN (detikriau.org) – Siti Aimah alias Iti (38) warga Parit Rambai Desa Simpang Kateman Kecamatan Pelangiran terpaksa dilarikan ke Puskesmas, karena mengalami luka-luka pada bagian kepala dan telinga sebelah kiri akibat pukulan gelas oleh tetangganya sendiri, S (40) di depan rumah pelaku, Sabtu (17/10/2015) kemarin.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden itu bermotif ketika korban pulang dari pasar sekitar pukul 14.00 WIB. Waktu itu ia membawa sejumlah barang belanjaannya dengan cara menjunjung. Ketika korban sampai di TKP, tiba-tiba barang belanjaannya tersangkut kabel lampu milik pelaku hingga barang belanjaannya terjatuh.

“Saat itu korban ini sempat emosi sembari mengomel karena keberadaan kabel lampu itu menyebabkan barang belanjaannya terjatuh. Omelannya didengar oleh pelaku hingga membuat pelaku emosi,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Minggu (18/10/2015).

D2-Pesta-diskon-DSLRLebih lanjut PAUR Humas menerangkan, selang beberapa saat pelaku langsung mengejar korban dan menarik rambutnya dengan membawa satu gelas kaca.

Waktu itu sempat dilerai oleh seorang saksi, Inah (22) yang sedang berada di TKP. Namun leraian itu tidak membuahkan hasil karena pelaku menendang si saksi ini hingga terjatuh.

Pelakupun kembali mengampiri korban dan langsung memukulkan gelas kaca tersebut ke kepala korban bagian sebelah kiri dan mengakibatkan luka-luka dengan terpaksa dirawat di Puskesmas Kecamatan Pelangiran.

“Saat ini korban masih dirawat di Puskesmas Pelangiran dengan luka robek di bagian sebelah kiri dengan 7 jahitan dan daun telinga sebelah kiri korban sebanyak 5 jahitan,” kata Warno.

Sedangkan pelaku, kini telah diamankan polisi tanpa perlawanan di Mapolsek Pelangiran untuk diminta keterangan lebih lanjut. (mirwan)




Sebelum di Semampau, Jago Merah Juga Lalap Satu Rumah Warga di Kempas

IMG_20151018_092905Kempas (detikriau.org) – Sebelum peristiwa kebakaran di Semampau Kelurahan Tembilahan Kota, kebakaran juga menimpa rumah milik Dedi Susanto (25) di desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas, Sabtu (17/10/2015) kemarin sekitar pukul 20.30 WIB.

Menurut informasi dari kepolisian, penyebab kebakaran itu diduga konsleting aliran listrik bersumber dari PLN. Sebab colokan rice cooker dalam kondisi terpasang. Waktu itu rumah dalam keadaan kosong ditinggalkan Dedi dan istrinya sejak pukul 19.30 WIB.

“Dari keterangan korban, rumah ditinggalkan dalam keadaan listrik PLN tidak menyala, tetapi colokan Rice Cooker dalam keadaan terpasang ke terminal listrik,” ungkap Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Minggu (18/10/2015).

d1-hpSekitar pukul 20.30 WIB saat korban tiba di rumah, rumah sudah terbakar di bagian dapur dan sontak ia teriak meminta pertolongan kepada warga setempat.

Tak lama kemudian sejumlah wargapun berbondong-bondong membantu memadamkan api. Dikarenakan rumah berbahan kayu, api dengan cepat melalap hingga ludes secara keseluruhan.

Akibat kejadian tersebut sejumlah barang-barang berharga milik korban ikut ludes diantaranya surat – surat penting, uang tunai dan semua perabotan rumah, diperkirakan kerugian materi
lebih kurang Rp 25 juta. (mirwan)

 




5 Unit Rumah dan 1 Warung Nasgor di Semampau Hangus Terbakar

foto1068 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sedikitnya 5 unit rumah dan 1 unit warung nasi goreng di RT 01 RW 08 jalan Semampau Tembilahan ludes jadi abu, Minggu (18/10/2015) dini hari, sekitar pukul 2.30 WIB.

Penghuni kelima rumah tersebut adalah Munawir, Sufiansyah, Irwansyah, Subhan dan Aman. Sedangkan pemilik warung nasi goreng adalah Aman. Secara keseluruhan sebanyak 8 KK dan 34 jiwa.

Berdasarkan informasi dari Ketua RT setempat, Amat Firdaus kepada detikriau.org, kebakaran itu mula dihebohkan warga sekitar jam 3.00 WIB. Sebelumnya warga lain tidak mengetahui, kondisi yang ada sebatas kucar-kacir sejumlah korban menyalamatkan diri masing-masing.

Mini-Carousel-Shoes-Fair“Setelah warga lain bangun, api itu sudah sangat besar,” kata Amat Firdaus. Meski begitu, ketua RT ini memastikan dari peristiwa itu tidak sampai memakan korban jiwa.

“Petugas Damkar tiba sekitar jam 3 lewat sedikit dengan membawa beberapa mobil pemadam kebakaran. Sekitar jam 4.00, apipun berhasil dipadamkan oleh petugas,” tambahnya.

Untuk mula api muncul, sampai detik ini awak media belum mendapatkan informasi baik dari ketua RT hingga beberapa warga setempat.

“Kami tidak tahu, ketika kami lihat api sudah begitu besar,” ujar beberapa warga yang menyampaikan hal yang sama.

Pantauan lapangan, pagi ini tampak policeline membatasi TKP dan beberapa warga membersihkan bekas-bekas kebakaran.

Hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (mirwan)




Bupati Inhil Usulkan Kegiatan Gema Muharam di Inhil Jadi Event Wisata Provinsi

Tembilahan.(detikriau.org) – Semarakkan tahun baru islam tahun 1437 hijriah, Pemkab Inhil  kembali  gelar rangkaian kegiatan bernuansa religius yang dimulai dengan pembacaan doa awal dan doa akhir  tahun pada selasa (13/10/2015) sore lalu. Bupati Inhil, HM Wardan juga telah mengusulkan peringatan gema muharram di Inhil dapat dijadikan event wisata Provinsi Riau.

Rangkaian kegiatan religiyan bertajuk gama muharram ini akan digelar selam 10 hari kedepan denga  puncak kegiatan nantinya akan digelar sejumlah penampilan seni lagu islami, buka  puasa dengan bubur asyura dan kegiatan pembacaan shalwat masal secara bersamaan di sejumlah kecamatan di kabupaten inhil yang berpusat di kota tembilahan.

Bupati mengajak seluruh warga inhil untuk bersama sama memeriahkan even wisata religi ini dengan ikut serta melaksanakan puasa di bulan muharram.

berbagai kegiatan gema muharam inhil meliputi pembacaan doa awal dan akhir tahun. lomba rebana, syair ibarat, habsyi, dan dai, penampilan musik islami dari sejumlah kabupaten,  buka puasa  bersama dan tausiyah agama oleh  da’i kondang ustadz fikri yang merupakan putra kh zainudin mz.

Pemkab inhil berharap dengan penetapan gema muharram sebagai even wisata provisni riau nantinya akan menjadikan  kegiatan ini sebagai promosi daerah dan meningkatkan nilai- nilai religius di inhil semakin meningkat. (fa)

 

 

 




Dewan Pinta BPMPD Jangan Persulit Pencairan Dana Pusat

“memasuki pertengahan Bulan Oktober, dari 196 desa yang ada di Negeri Seribu Parit, baru 59 desa yang sudah melakukan pencairan tahap kedua.”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk mencari solusi terkait persoalan sulitnya pencairan dana Desa dari Pemerintah Pusat, yang sekarang banyak dikeluhkan Pemerintah Desa.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, HM Yusuf Said saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Jum’at (16/10/2015) sore kemarin.

Dikatakan Yusuf, dari penuturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (RI) diketahui bahwa, saat ini seluruh dana desa telah disalurkan ke kabupaten.

“Tiga menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Menteri Keuangan telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk mempercepat pencairan dana desa,” tutur Yusuf.

Tetapi, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, sudah memasuki pertengahan Bulan Oktober, dari 196 desa yang ada di Negeri Seribu Parit, baru sebanyak 59 desa yang sudah melakukan pencairan tahap kedua.

“Dalam SKB tiga menteri itu sudah jelas, proses pencairan jangan dipersulit, tapi di Inhil, kenapa saya dapat informasi terlalu rumit prosesnya,” tanya Yusuf.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPMPD Inhil diwakili Kabid Pengelolaan SDA, Sarana Prasarana dan Teknologi Tepat Guna, Yulida menjelaskan, pihaknya tidak pernah mempersulit proses pencairan dana tersebut, karena desa dapat mencairkan dana itu hanya dengan memberikan laporan realisasi pada tahap pertama.

“Kita selalu mengingatkan desa, untuk pengajuan pencairan dana tahap kedua bersamaan dengan SPJ tahap pertama. Tapi walaupun tanpa SPJ tetap bisa, karena kita minta sambil jalan saja programnya,” terangnya.

Untuk itu, Yulida menargetkan paling lambat pada Kamis (22/10/2015) mendatang, penyaluran dana desa tahap kedua sudah tuntas.

“Kita dari Pemerintah Pusat dapat alokasi dana desa itu untuk 196 desa sebesar 54 Miliar, tiap desa berbeda jumlahnya tergantung letak desa dan jumlah penduduk,” imbuhnya. (adi)




Ini Menu Masakan Ibu-ibu Inhil Dapatkan Juara I Tingkat Nasional

IMG-20151017-WA0009TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mewakili Provinsi Riau, ibu-ibu asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini berhasil meraih juara I tingkat Nasional dalam lomba memasak Bergizi Berimbang Sehat dan Aman (B2SA) di Palembang itu hanya dengan 20 macam menu.

20 menu tersebut adalah nasi goreng ubi variasi, acar timun nenas, sate udang kuah cicah, susu kedelai, buah naga dan sawo untuk menu diwaktu pagi.

Sedangkan untuk menu masakan disiang hari adalah nasi jagung bola, pepes ikan tengiri, bayam serabut tempe, ayam bakar berbalut daun pandan, oseng-oseng daun pepaya, minuman jeruk kasturi dan buah pepaya jambu biji.

C1C-womenTerakhir, menu pada sajian dimalam hari ada roti jaka labu kuning, kuah kari ikan senangin, mutiara tahu cantik, tumis kacang kristal, sambal terong asam, air kelapa gula merah dan susu untuk balita.

“Harapannya, menu yang sudah menang ini bisa dimasyarakatkan dan diterapkn pada kehidupan sehari-hari terutama bagi daerah yang ada bahan bakunya, karena menu ini bergizi, berimbang sehat dan aman, menu ini harus dibukukan dan disebar luasrkan di inhil dan Riau,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan.

Menurutnya, sejumlah bahan baku menu masakan tersebut tidak terlalu sulit mencari di daerah Kabupaten Inhil ini. Meski tidak ada secara keseluruhan, namun mayoritasnya ada dan terjangkau oleh masyarakat.(mirwan)

symbolize-menubanner