Pria Alami Gangguan Jiwa ini Nekad Akhiri Hidup dengan Menggantung Diri

share copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Syaifuddin (42) warga jalan H Hasan gang Suka Damai Tembilahan sontak membuat keluarganya kaget. Bagaimana tidak, pria yang mengalami gangguan jiwa ini nekat gantung diri hingga tewas di dalam kamarnya, Selasa (20/10/2015) sekitar pukul 08.30 WIB.

Menurut keterangan pihak kepolisian, sebelum ditemukan menggantung diri, pagi sekitar pukul 07.00 Wib, pria yang kerap disapa Udin ini sempat meminta makan kepada ibunya, Jaiyah (59) dan permintaan itu dipenuhi. Kemudian sang ibu meninggalkannya untuk pergi memask ke dapur rumah.

New-Frontpage-Big-Stand-A-Mockup-Big-Stand-A-1-20151015093937-0Sekitar pukul 08.30 Wib ketika Jaiyah kembali ke kamar anaknya, sontak ia kaget, Udin ditemukan sudah dalam posisi tergantung di flapond kamar dengan lidah terjulur menggunakan kain panjang bermotif batik.

“Disaat melihat itu, ibu kandung korban ini langsung memberitahukan kepada anaknya dan masyarakat setempat serta memberitahukan kepada pihak kepolisian,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Selanjutnya korban dibawa oleh petugas kepolisian ke Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan Visum. Menurut pengakuan ibu korban, lanjut Warno, Udin ini mengalami gangguan jiwa sejak 20 tahun terakhir. (mirwan)




Serahkan Honorarium, Suyatno Sebut Guru Sebagai Pahlawan Pendidikan

Bagansinembah (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Rokan Hilir, Suyatno menyerahkan honorarium tahap ke III bagi tenaga pengajar tingkat RA, MDTA dan Taman Pendidikan Al Qur’an.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung PGRI Bagansinembah ini juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Rohil, H Agustiar S.Ag, senin (19/10)

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa penyerahan honorarium ini merupakan perwujudan kepedulian Pemerintah daerah terhadap kinerja guru madrasayah. Tenaga-tenaga pengajar dikatakan Bupati sebagai Pahlawan Pendidikan. Bupati juga menjanjikan ditahun 2016 mendatang honorarium ini akan diupayakan untuk ditingkatkan.

“Masyahrakat Bagan Sinembah sangat heterogen. Kalau tak ada pendatang, daerah ini tidak akan maju. Rokan Hilir adalah rumah kita, untuk itu diharapkan kerjasamanya dalam membangun daerah ini lebih baik lagi kedepannya,” Sampaikan Bupati.

Sementara itu, Kepala Kemenag Rohil, H Agustiar SAg dalam sambutannya menyampaikan, untuk saat ini jumlah guru madrasah mulai tingkat RA, MDTA dan TPQ se-Kabupaten Rohil sebanyak 1.063 orang dengan honor keseluruhan mencapai Rp 5 miliar.

“Ini merupakan penyerahan tahap ketiga,” Sampaikannya singkat.

Hadir juga pada acara penyerahan honorarium yang diserahkan Bupati secara simbolis ini asisten I Setdakab Rohil, Rusli Syarif, kepala Dinas pendidikan Amirudin, anggota DPRD Rohil Suyadi SP, beserta seluruh Upika Bagansinembah. (adv)




Kapolres Inhil Prediksi 5 Point Ini Akan Rawan Pada Pilkades Serentak Nanti

Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik Saat menyampaikan pemaparan
Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik Saat menyampaikan pemaparan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik memprediksi, pada pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 2015 ini ada 5 bentuk kerawanan yang bakal menjadi hambatan keamanannya.

Kelima tersebut adalah minimnya sosialisasi yang dilakukan panitia Pilkades, akan berdampak bermunculan komplain dari pemilih, simpatisan serta calon kades itu sendiri. Kemudian terkait jarak tempuh TPS tampak berjauhan, hal ini akan menyulitkan petugas untuk mengamankan dan mengantisipasi kerawanan.

Selanjutnya Kapolres juga memprediksi para calon Kades yang tinggal berdekatan itu juga berpeluang terjadinya perselisihan paham, sebab jika ada perselisihan paham yang tidak diterima salah satu pihak, maka bisa berdampak terjadinya tindak kriminalitas.

New-Frontpage-Big-Stand-A-Mockup-Big-Stand-A-1-20151015093937-0Money politik pada saat kampanye atau menjelang hari pemungutan juga menjadi satu jalan kerawanan pada keamanan Pilkades. Terakhir, ia juga menyinggung terhadap efek bila ada kecurangan yang dilakukan panitia.

“Sebab jika ada kecurangan panitia Pilkades pada saat penghitungan suara sangat berdampak timbulnya penganiayaan dan perkelahian,” katanya saat menyampaikan ekspos pada Rakor Forkopimda Inhil di gedung Engku Kelana Tembilahan, Senin (19/10/2015).

Yang jelas katanya, itu hanya sebatas prediksi yang mesti dijaga bersama oleh semua komponen. Untuk petugas kepolisian, ditegaskannya siap mengamankan dan menindak lanjuti jika terjadinya berbagai tindakan yang melanggar ketentuan hukum.

Untuk diketahui, Pilkades serentak se-Kabupaten Inhil tahun 2015 ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 November 2015 yang diikuti sebanyak 96 desa terdiri dari 19 kecamatan. (mirwan)




Kemarau Panjang, Seluruh Penghuni Kampung Ini Terpaksa Konsumsi Air Asin

“Harapkan Perhatian dan Bantuan Pemerintah”

ENOK (detikriau.org) – Seluruh masyarakat parit Sungai Intan Kiri Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa mengkonsumsi air asin karena hujan tak kunjung datang sejak sebelum Ramadhan kemarin.

Menurut warga setempat, mengkonsumsi air asin sudah dilakukan sejak sepekan terakhir. Bahkan dari puluhan warga yang ada, beberapa diantaranya ada yang telah mengkonsumsi hampir setengah bulan lamanya.

“Sekarang kami mengkonsumsi air sumur karena air hujan sudah lama habis, air sumur di kampung kami ini sekarang rasanya jadi asin apalagi air parit tambah asin,” sampaikan salah satu warga, Pahrul kepada detikriau.org, Senin (19/10/2015).

Dijelaskan, sepanjang sejarah belum pernah air sumur di kampung itu berubah rasa jadi asin. Namun jika hanya sebatas kehabisan air hujan sudah berulang kali.

Dari kejadian ini diakuinya sangat menyusahkan warga, sebab di kampung itu sangat sulit mencari air bersih karena cukup jauh dari pusat perkotaan, minimal ibu kota Kecamatan.

“Jika pergi ke Tembilahan, saya sempatkan beli air satu galon. Tapi itu hanya untuk mencukupi kebutuhan sesaat,” imbuhnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah Daerah agar dapat membantu kesusahan warga setidaknya menyediakan air bersih untuk keperluan sehari-hari. (mirwan)




Diskes Gelar Pertemuan Program KB dan AMP Bagi Petugas Kesehatan

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan program Keluarga Berencana (KB) dan Audit Maternal Perinatal (AMP) bagi petugas kesehatan, Senin (19/10/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Grand Tembilahan ini, diikuti puluhan peserta yang merupakan penanggung jawab program KB dan AMP Puskesmas se-Kabupaten Inhil.

Ketua Panitia Pelaksana, Siti Munziarni SKM, MM dalam laporannya mengatakan, tujuan pertemuan tersebut adalah untuk terlaksananya kegiatan pelayanan KB di Puskesmas maupun jaringannya dan kegiatan AMP, baik di tingkat kabupaten ataupun di tingkat kecamatan.

“Ini semua dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat, khususnya ibu hamil, bersalin maupun nifas, serta pelayanan KB,” kata Siti Munziarni, yang juga menjabat sebagai Kasi KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil.

Sementara itu, Kepala Diskes Inhil melalui Kabid PPKDPK, Ns Matzen SKep, MKes dalam sambutannya menjelaskan, untuk Kabupaten Inhil angka kematian Perinatal dan Maternal masih cukup tinggi.

Dimana, hingga Bulan September 2015 lalu kematian ibu mencapai 19 jiwa, kematian bayi 112 jiwa dan kematian balita 4 jiwa, dengan jumlah angka kelahiran sebanyak 5.233 jiwa dan jumlah peserta KB aktif sebanyak 23.334 jiwa.

Oleh karena itu, untuk menekan angka kematian tersebut adalah dengan semakin ditingkatkannya mutu pelayanan kesehatan kepada ibu dan Perinatal di tingkat pelayanan dasar dan rujukan primer atau yang disebut juga konsep AMP.

“Audit ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi faktor medik, non medik dan faktor pelayanan kesehatan yang berpengaruh kepada kesakitan dan kematian ibu maupun bayi,” terang Matzen.

Selanjutnya, Matzen menuturkan bahwa AMP merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri sebab kesakitan dan kematian ibu, serta Perinatal, guna mencegah terjadinya hal tersebut di masa mendatang.

“Proses penelaahan kasus dengan menggunakan berbagai informasi dan pengalaman dari suatu kelompok terdekat ini, untuk mendapatkan masukan mengenai intervensi yang paling tepat dilakukan, dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan KIA di suatu wilayah,” imbuhnya. (adi/adv)




Jelang Pilkades Serentak, Pemkab Gelar Rakor Bersama Forkopimda Inhil

DSC_5813 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama unsur Forkopimda Kabupaten Inhil di gedung Engku Kelana Tembilahan, Senin (19/10/2015).

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak se-Kabupaten Inhil tahun 2015 dan penguatan koordinasi dan kemitraan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah Kabupaten Inhil.

Rakor tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Inhil HM Wardan dan diikuti seluruh kepala Satker, camat, Upika, lurah dan kepala desa, Babinsa serta Babinkamtibmas se-Kabupaten Inhil.

Pada ekspos Bupati, pelaksanaan Pilkada di desa itu harus dilakukan berdasarkan peraturan yang ada, mulai dari UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa, Permendagri hingga peraturan daerah Provinsi dan Kabupaten.

Ia menyampaikan, dari sejumlah desa yang ada di Inhil ini ada 96 desa yang mengikuti Pilkada serentak yang terdiri dari 19 kecamatan. Diantaranya untuk kecamatan bagian Inhil selatan yaitu kecamatan Reteh ada 7 desa, Keritang 5 desa, Sungai Batang 2 desa, Batang Tuaka 3 desa, Kempas 4 desa, Enok 7 desa dan Kemuning 5 desa.

Sedangkan kecamatan bagian Inhil utara adalah Mandah 7 desa, Kateman 3 desa, Pulau Burung 6 desa, Pelangiran 10 desa dan Teluk Belengkorng 11 desa.

Selebihnya ada kecamatan  Tempuling sebanyak 5 desa, Kuindra 5 desa, Gas 2 desa, Gaung 4 desa, , Tanah Merah 5 desa, Tembilahan Hulu 2 desa, Concong 3 desa.

“Jadi total keseluruhannya ada 96 desa, sedangkan sisanya masih ada waktu pada masa jabatan kepala desa,” kata Wardan.

Selain itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga menyampaikan bahwa jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) secara keseluruhan sebanyak 197.316 pemilih dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 628 TPS.

“Daftar pemilih sementara itu diperoleh dari KPU Kabupaten Inhil dan bersumber dari daftar pemilih tetap pada pemilihan Presiden tahun 2014,” jelasnya.

Terakhir, Bupati ini menegaskan bahwa pelaksanaan pemungutan suara akan dilakukan pada tanggal 25 November 2015 pukul 08.00 sampai 13.00 WIB di masing-masing TPS.

“Pesan saya, jagalah secara ketertiban pelaksanaannya secara kebersamaan. Semua pihak ikut terlibat dalam kesuksesan Pilkada serentak tahun 2015 ini,” tutupnya. (mirwan/adv)