Sukseskan Pilkada, Panwas Inhu Teken MoU Bersama 4 Perguruan Tinggi

Ketua Panwas INHU, Mulyan Santoni saat menandatangani MoU
Ketua Panwas INHU, Mulyan Santoni saat menandatangani MoU

Rengat (detikriau.org) – Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Indragiri Hulu menandatangani nota kesepahaman dengan 4 perguruan tinggi yang ada di Kab Inhu. Ke 4 perguruan tinggi yang melakukan Mou bersama Panwas di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar, Jl. Lintas Timur, Pematang Reba, Kab. Indragiri Hulu, ini adalah STIE Indragiri, STTI Rengat, STAI Nurul Falah dan STAI Madinatun Najah, Jum’at (23/10/2015)

Ketua Panwas Kab. Inhu, Mulya Santoni, dalam sambutannya mengatakan dengan Penandatangan MoU diharapkan mahasiswa dapat menyampaikan informasi ke mahasiswa lain untuk ikut berperan aktif dalam mensukseskan Pilkada dengan melakukan pengawasan di setiap TPS.

Dikatakannya setelah penandanganan MoU ini, maka dalam waktu dekat, Panwas akan membuka pendaftaran bagi mahasiswa untuk menjadi petugas pengawas di TPS.

“Kita berharap kepada mahasiswa yang nantinya menjalankan tugasnya  untuk tetap menjaga nertalitas sehingga Pilkada Inhu berjalan dengan jujur dan aman” Pesan Mulya Santoni

Sementara itu, Pj. Bupati Inhu, Kasiarudin dalam sambutannya mengatakan menyambut baik program  Panwas dan pemerintah Inhu sangat mendukung program tersebut. “pastinya kita mendukung kegiatan ini demi suksesnya pelaksanaan Pilkada Inhu,”Sampaikannya

New-Frontpage-Rich-Content-B-Image-Rich-Content-20151020103907-0Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam, Mujtahib Thalib dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panwas yang memberikan kepercayaan kepada 4 perguruan tinggi dalam rangka pengawasan di TPS pada Pilkada Inhu.

Pantauan lapangan, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Panwas Kab. Inhu, Mulya Santoni dan dihadiri oleh Pj. Bupati Inhu, Kasiarudin, Kapolres Inhu, Ari Wibowo, Sik, Perwakilan dari KPU Inhu, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam, Mujtalib Thalib, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, Ivalaina Astarina, Ketua Sekolah Tinggi Tekhnologi Indragiri, Sri Guntur, anggota panwascam se Kab. Inhu dan perwakilan mahasiswa dari 4 perwakilan Perguruan tinggi.

Sebelumnya dijelaskan bahwa untuk program ini Panwas Inhu membutuhkan sebanyak 842 mahasiswa atau setara dengan jumlah TPS Pilkada Inhu, dan nantinya mereka bekerja selama 30 Hari, 23 hari sebelum hari pencoblosan dan 7 hari setelah hari pencoblosan. (zal)




Makanan Pedas Mampu Turunkan Resiko Kematian ?

4760_dapatkah_makanan_pedas_menurunkan_berat_badan_Salah satu yang menjadi primadona dari masakan-masakan Nusantara adalah cita rasa pedas yang beraneka level dan bikin kita ketagihan. Yap, memang tidak bisa disangkal bahwa banyak diantara kita yang menyukai masakan berbumbu cabai ini sebagai santapan sehari-hari. Tapi tahukah kamu bahwa memakan makanan pedas dapat menurunkan kita dari risiko kematian.

Dikutip dari doktersehat.com, sebuah studi yang dilakukan terhadap hampir 500.000 orang di Cina selama lebih dari 7 tahun menemukan bahwa mereka yang makan makanan pedas tiga kali seminggu memotong risiko kematian sebesar 14% dibandingkan dengan orang yang tidak melakukannya.

Dalam makanan pedas yang digunakan adalah cabai kering dan segar, namun analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi cabai segar cenderung memiliki lebih banyak keuntungan seperti risiko yang lebih rendah dari kematian akibat kanker, penyakit jantung iskemik dan diabetes. Cabai segar dikemas penuh nutrisi, vitamin dan capsaicin yang dianggap mampu melawan kanker, peradangan dan obesitas.

New-Frontpage-Column-D-Banner-20151021085826-0Namun, Dr Nita Forouhi dari Universitas Cambridge mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah itu efek dari makanan itu atau perilaku lain yang menyebabkan efek.

Penelitian di masa depan diperlukan untuk menentukan apakah konsumsi makanan pedas memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi angka kematian secara langsung atau jika itu hanyalah penanda faktor diet dan gaya hidup lainnya, kata Dr Forouhi.

Haruskah orang makan makanan pedas? Hal ini terlalu dini untuk mengatakan, tapi perdebatan dan kepentingan penelitian tentu makin panas lanjutnya.

Dr Amelia Lake, Dosen di Bursa Pengetahuan Kesehatan Masyarakat, Universitas Durham, mengatakan, Meskipun ada beberapa bukti bahwa kelompok makanan yang disebut rempah-rempah mungkin memiliki beberapa efek yang menguntungkan, pesan yang dibawa pulang adalah untuk melanjutkannya dengan seimbang, diet yang bervariasi di mana sedikit rempah-rempah mungkin memiliki beberapa manfaat.

Prof Kevin McConway, Profesor Statistik Terapan, Universitas Terbuka, menambahkan : Mungkin ada hubungannya dengan jenis orang-orang, di Cina, yang cenderung makan lebih banyak makanan pedas. Misalnya, itu menarik bahwa orang-orang dalam studi yang makan makanan pedas hampir setiap hari yang sangat jauh lebih mungkin untuk hidup di daerah pedesaan daripada yang peserta lain. (doktersehat)




Pengguna Narkoba Rawan Terinveksi HIV/AIDS

syringeTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemakai narkoba jarum suntik sangat beresiko tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV), yang diakibatkan oleh penggunaan jarum suntik yang berganti-ganti dengan sesama pemakai.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan, saat kondisi sakau pemakai narkoba jarum suntik tidak mungkin bisa berpikir panjang dan jernih untuk hal apapun, termasuk mensterilkan atau mengganti jarum suntik, sehingga tiap orang yang pakai narkoba biasanya tidak sadar saat melakukan tindakan beresiko tertular HIV.

“Hal ini semakin didukung juga dengan sikap solidaritas sesama pemakai, dengan menggunakan jarum yang bergantian. Padahal, diantara mereka ada juga yang tahu kondisi temannya apakah terinfeksi HIV atau tidak,” tutur Fitri.

Lebih jauh dijelaskan, memakai narkoba tidak hanya merusak tubuh dengan zat adiktif, tetapi juga sarana penyebaran beberapa virus, seperti HIV, hepatitis dan lain-lain.

“Orang yang tidak terinfeksi HIV, lalu memakai jarum suntik bersama dengan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), maka akan langsung tertular,” terangnya.

Selain itu, pemakaian narkoba tanpa jarum suntik pun dapat membuka pintu resiko terhadap penularan, apabila mendorong pemakai melakukan seks beresiko.

“Ini karena beberapa jenis narkoba menstimulasi dorongan seksual,” imbuhnya.(adi)




Petani Kepala Ini Dirampok, Puluhan Juta Dibawa Kabur

rampokTEMPULING (detikriau.org) – Juhdi (50) warga parit Sungai Buluh RT 07 RW 03 Kelurahan Tanjung Pidada Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dirampok oleh sejumlah orang tak dikenal di kediamannya, Rabu (21/10/2015) kemarin sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban ini diduga sudah menjadi target pelaku karena pada aksinya meminta kepada korban untuk menyerahkan uang tunai hasil transaksi jual beli kelapa. Waktu itu, korban diancam oleh pelaku dengan senjata tajam ke leher korban.

“Merasa terancam, korban inipun secara terpaksa menunjukkan letak penyimpanan uang tunai beserta harta benda lainnya,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Kamis (22/10/2015).

ridgebake-hol-d1Kronologis peristiwa dijelaskan Warno bermula saat korban mendengar suara pintu bagian depan didobrak menggunakan kayu. Secara tiba-tiba pintu itu terbuka dan masuklah dua orang tak dikenal ke dalam kamar dan memaksa korban keluar dari kamar.

Ketika diluar kamar, korban melihat anaknya, Hatta (22) dalam kondisi terikat serta diawasi ketat oleh tawanan perampok. Sedangkan istri korban Hapsah (48) juga dalam kondisi serupa.

Dari insiden itu, pelaku berhasil merampas uang tunai sebesar kurang lebih Rp 16 juta, kalung emas 4 mayam, gelang emas 4 mayam, cincin emas 2 mayam serta 2 unit Handphone. Total keseluruhan mencapai kurang lebih Rp 30 juta.

“Menurut pengamatan korban, pelaku kurang lebih 6 orang. Saat ini semua pelaku masih dalam penyelidikan petugas Polsek Tempuling,” tutupnya.(mirwan)

 

New-Frontpage-Column-D-Banner-20151021085826-0




Kemarau Panjang, Panen Padi di Pekan Arba Juga Anjlok

“Memang ada saya dengar kalau beberapa lahan padi di Inhil mengalami kekeringan, namun satupun petani yang datang untuk melapor. Jadi saya simpulkan di Inhil tidak ada gagal panen,”

DSC_6104TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hasil panen padi di kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami penurunan drastis dari kondisi normal. Penurunan ini karena kekurangan pasokan air di persawahan akibat kemarau panjang.

Menurut salah satu pengelola badai benih Pekan Arba, Sutarman (38), Kamis (22/10/2015) jika pada kondisi sempurna bisa menghasilkan panen seberat 5,4 ton benih perhektar. Namun jika pada kondisi normal, petani ini bisa menghasilkan panen benih minimal 3,6 ton perhektar.

Short-banner---bagTetapi, pada kondisi saat ini ia hanya mampu menghasilkan panen 2 ton perhektar. Panen ini merupakan hasil tanam bulan Mei dan dipanen pada bulan Agustus 2015.

“Karena cuaca daerah kita sudah tak menentu, maka penanaman pun kita stop untuk sementara. Karena jika kami paksakan maka akan rugi,” kata Sutarman.

Menurutnya lagi, kondisi panen kali ini tidak hanya kekurangan air, namun juga ada pengaruh dari kabut asap yang menyebabkan pemasakan padi tidak sempurna. Sebab katanya dari ketebalan asap di udara melindungi cahaya matahari.

“Jadi panen kali ini bisa kami sebut gagal, sebab selain penurunan drastis juga hasil pemasakannya tidak sempurna. Hasil 2 ton perhektar itu tidak menguntungkan, yang ada balik modal,” tukasnya.

Sekedar diketahui, persawahan lahan padi di Pekan Arba, 5 hektarnya milik dinas terkait dan ratusan hektar milik masyarakat.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil melalui Kasi Tanaman Pangan, M Shaleh saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan adanya gagal panen padi di Kabupaten Inhil.

Ia menghimbau, jika memang ada lahan padi yang gagal panen disegerakan melaporkan ke pihaknya untuk dicarikan solusi terbaik.

“Memang ada saya dengar kalau bebarapa lahan padi di Inhil mengalami kekeringan, namun satupun dari mereka belum ada yang datang untuk melapor. Jadi saya simpulkan di Inhil tidak ada gagal panen,” tandas Shaleh. (mirwan)




Inhil Masih Dalam Status Waspada ISPA dan Diare

Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan
Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga kini, kondisi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan masih waspada penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, Kamis (22/10/2015).

Dikatakan Saut, saat ini musim kemarau panjang dan kabut asap masih melanda Negeri Seribu Parit, sehingga tetap harus diwaspadai oleh masyarakat agar tidak menjadi korban dan terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin berkembang.

“Melihat cuaca yang masih belum turun hujan dan kabut asap dalam kurun waktu yang cukup lama, maka kita nyatakan Inhil masih dalam status waspada diare dan ISPA,” tutur Saut.

Dijelaskan Saut, untuk mencegah terkenanya penyakit diare, masyarakat dianjurkan mengkonsumsi air bersih yang telah dimasak terlebih dahulu, serta menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, yakni mandi, cuci dan kakus (MCK)

“Jadi, jangan gunakan air parit atau sungai yang kotor, karena akan mendatangkan penyakit,” terangnya.

Namun apabila sudah terkena penyakit tersebut, Saut menyarankan untuk langsung diobati dengan meminum larutan air gula, garam dan oralit atau berobat langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Sedangkan untuk mengantisipasi penyakit ISPA, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, masyarakat bisa menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitas di luar rumah.

“Tapi jika ada warga yang merasa terserang gejala-gejala penyakit ISPA, seperti batuk berkepanjangan yang disertai flu, disarankan untuk sesegera mungkin berobat ke unit pelayanan kesehatan terdekat,” tambahnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan pengobatan di unit pelayanan kesehatan seperti puskesmas, tidak perlu khawatir karena biaya pengobatan digratiskan.

“Tidak ada pungutan biaya, semua itu gratis, kecuali di rumah sakit, karena itu hasil rujukan,” imbuhnya. (adi/adv)