Lapangan Gadjah Mada Padat, Ratusan Pelajar Ini Serbu Taman Kota

DSC_6112 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ratusan pelajar kota Tembilahan terpaksa menyerbu taman kota Tembilahan karena arena jamaah pembacaan Shalawat Nariah di lapangan Gadjah Mada tidak lagi mampu menampung puluhan ribu jamaah, Jum’at (23/10/2015).

Pantauan lapangan, sejak pukul 02.30 WIB lapangan upcara jalan Gadjah Mada Tembilahan sudah tampak dipadati puluhan ribu masyarakat untuk mengikuti kegiatan hari puncak Gema Muharram 1437 H dengan rangkaian acara Istighosa, pembacaan Shalawat Nariah berjamaan dan mendengarkan tausiah penceramah putra alm KH Zainuddin MZ, ustaz Muhammad Sauqie dari Jakarta.

Mandiri-Promo-Microsite“Susah mau masuk, badan kami kecil. Enakkan di sini lagi dari pada ikut sempit-sempitan di lapangan,” ujar salah satu pelajar SD di Tembilahan, Rafi.

Hal serupa disampaikan Novi, salah seorang pelajar SMP di Tembilahan, ia mengaku juga tidak sanggup masuk ke dalam lapangan tersebut karena sudah terlalu padat.

Tak hanya para pelajar, di lokasi itu juga tampak segelintir pemuda hingga lansia. Pada intinya sejumlah masyarakat ini merasa kesulitan untuk bergabung dalam satu barisan jamaah Shalawat Nariah. (mirwan)




Puncak Gema Muharram, Pemkab Kembali Pecahkan Rekor Muri. Kali Ini Kategori Jamaah Terbanyak Shalawat Nariah

DSC_6114 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali pecahkan rekor muri pada hari puncak peringatan Gema Muharram dengan jamaah terbanyak pembacaan Shalawat Nariah bertempat di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Jum’at (23/10/2015).

Kegiatan pembacaan Shalawat Nariah itu tampak dipadati puluhan ribu masyarakat kota Tembilahan. Menurut target Pemkab, untuk jamaah yang mengikuti di lapangan sebanyak 30 ribu dan 60 ribu secara keseluruhan se-Kabupaten Inhil.

“Untuk di lapangan sini saja kita targetkan sebanyak 30 ribu jamaah dengan penyediaan 100 kawah bubur Asyura’. Alhamdulillah kita kembali pecahkan rekor muri,” kata Bupati Inhil, HM Wardan.

Diketahui, tahun lalu Pemkab juga berhasil memecahkan rekor muri dengan penyediaan bubur asyura’ terbanyak. Pada inti semua ini, Pemkab hanya bertujuan untuk menjadikan Gema Muharram di Inhil sebagai salah satu Event Wisata Kabupaten Inhil dan ditargetkan menjadi Event Wisata Provinsi.

Hal tersebut menurut Wardan tidak mustahil dapat diraih, sebab jika memandang usaha sebelumnya pelaksanaan Gema Muharram itu sudah dilakukan sejak tahun 2002 lalu. Artinya, usaha menjadikan Event Wisata Kabupaten sudah sukses.

“Saya fikir Event wisata ini sangat disambut baik oleh masyarakat, dapat dibuktikan dengan antusiasnya mereka mengikuti berbagai perlombaan 10 hari menjelang puncak acara,” yakinkannya.

Sekedar diketahui, pada puncak acara ini Pemkab menghadirkan penceramah dari Jakarta ustaz Muhammad Sauqie MZ putra dari alm ustaz KH Zainuddin MZ.

Pada sore itu juga tampak dihadiri Kepala Disporabudpar Provinsi Riau, Kepala Kemenag Provinsi Riau dan Inhil, Ketua DPRD Inhil serta unsur Forkopimda Kabupaten Inhil. Selain itu juga diikuti oleh sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan puluhan ribu masyarakat kota Tembilahan. (mirwan/adv)




DPRD Apresiasi Kegiatan Gema Muharram Tajaan Pemkab Inhil

Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam saat memberikan komfirmasi kepada sejumlah awak media usai mengikuti kegiatan puncak Gema Muharam di lapangan Upacara jalan Gadjah Mada Tembilahan
Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam saat memberikan komfirmasi kepada sejumlah awak media usai mengikuti kegiatan puncak Gema Muharam di lapangan Upacara jalan Gadjah Mada Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyambut baik dilaksanakannya berbagai rangkaian kegiatan, dalam rangka iven wisata religi Gema Muharam 1437 H di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam saat diwawancarai sejumlah awak media usai menghadiri istighasah dan tablik akbar, yang dipusatkan di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Jum’at (23/10/2015).

Dikatakan Dani, kegiatan yang menjadi agenda rutin Pemkab Inhil setiap tahunnya ini sudah terlihat semakin meningkat, seperti dengan membludaknya masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menyemarakan kegiatan bernuansa islami tersebut.

“Ini membuktikan Pemerintah Daerah (Pemda) berkomitmen dalam mensyiarkan agama Islam,” tutur Dani.

Selain itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen yang ada di Negeri Seribu Parit, khususnya masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan kita hari ini juga mendapatkan penghargaan dan masuk dalam rekor MURI,” tambahnya.

Oleh karena itu, ke depan diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus menggema dan tidak terkikis oleh perkembangan zaman, guna mewujudkan Kabupaten Inhil terutama Kota Tembilahan sebagai Kota Ibadah.

“Kita juga sangat mengharapkan, apa yang disampaikan oleh penceramah tadi dapat diterapkan dalam kehidupan kehidupan sehari-hari, dalam rangka perbaikan akhlak generasi muda kita, serta meningkatkan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” imbuhnya. (adi)




Ketua TP PKK Inhil Tinjau Pembuatan Bubur Asyura’

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan ikut mempraktekkan pembuatan bubur asyura
Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan ikut mempraktekkan pembuatan bubur asyura

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan didampingi Kabag Humas Setdakab Inhil Ahmad Ramani meninjau pembuatan bubur asyura’ di jalan Kembang Gang Cahaya Tembilahan, Jum’at (23/10/2015).

Dimana bubur asyura’ tersebut merupakan dari 10 campuran ramuan dan sayur-sayuran sebagai tradisi tahunan ummat Islam dalam rangka memperingati 10 Muharram. Panganan khas muharram ini diolah adalah kelompok yasinan yang ditugaskan untuk kegiatan puncak acara Event Wisata Religi Gema Muharram di ibu kota Kabupaten Inhil.

Bubur asyura’ ini akan disajikan untuk buka bersama dengan masyarakat kota Tembilahan yang di pusatkan di lapangan Upacara Gajah Mada Tembilahan disamping itu akan diisi juga tausiah dan tablig Akbar yang ditutup dengan do’a bersama demi kemaslahatan umat, bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Inhil,” kata Zulaikhah.

Ia berharap kedepan pelaksanaan ini bisa terus meningkat dan mampu menjauhkan mara bahaya salah satunya bencana kabut asap di Inhil.(mirwan/adv)




Budidaya Tanaman Buah: Tabulampot Kelengkeng Dataran Rendah

Pendahuluan

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) dimasa ini sedang trend dimasyarakat dan memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di tanah/lahan. Diantaranya tabulampot bisa diletakkan dimana saja dan bisa dipindahtempatkan kapan saja, tidak memerlukan lahan khusus, keberadaan tabulampot di suatu lingkungan memberikan kesan asri dan memperindah lingkungan.

Usaha tabulampot memberikan peluang bisnis. Dari segi analisa NVP usaha tabulampot mempunyai nilai yang tinggi. Sebuah tabulampot kelengkeng misalnya dengan modal awal Rp 150.000 dengan teknik pemeliharaan yang benar umur 2,5 tahun bernilai jual Rp1.500.000 – Rp2.000.000. dan untuk kelengkeng umur lebih dari 3 tahun pada saat berbuah bisa mencapai harga lebih dari 4.500.000.

Salah satu tanaman buah yang biasa dijadikan tabulampot adalah kelengkeng dataran rendah. Ada beberapa hal yang menentukan dalam keberhasilan membuahkan tabulampot diantaranya adalah: benih, pot/wadah/tempat tumbuh, media pertumbuhan, teknik pemeliharaan, serta beberapa perlakuan lain.

Pemilihan Benih

Benih merupakan faktor yang penting dalam penanaman tabulampot. Beberapa varietas kelengkeng dataran rendah hasil introduksi dapat dijadikan tabulampot adalah; Diamon River, Pingpong, Kristalin dan aroma duren.

Benih yang baik dicirikan sebagai berikut:

  • Sehat dan tumbuh normal sesuai usianya, benih cukup umur minimal berumur 1 tahun.
  • Batang kokoh, percabangan tumbuh kesegala arah dan berdaun rimbun.
  • Tidak cacat atau terserang penyakit.
  • Besar batang bawah dan atas seimbang (benih asal perbanyakan vegetatif gabungan)
  • Sedangkan untuk benih asal cangkok batang/pokok pohon seimbang dengan percabangan.

Ada beberapa benih asal perbanyakan vegetatif yang digunakan, yaitu cangkok, okulasi, susuan dan sambung pucuk. Benih asal cangkokan lebih genjah berbuah pada umur 1 tahun, namun mempunyai kelemahan yakni perakaran kurang kuat dan mudah rebah sehingga harus dibantu dengan pengajiran (pemasangan penyangga/cropping), percabangan pendek dan tajuk kurang teratur.

Benih asal okulasi dan sambung pucuk kurang lebih mempunyai kesamaan yakni berbuah umur 1,5 tahun) juga memiliki perakaran yang lebih kuat dan banyak.

Wadah/Pot

Pemilihan pot dalam tabulampot setidaknya memiliki beberapa aspek, yaitu peran sebagai wadah untuk pertumbuhan harus mempertimbangkan ukuran pot (kecil, sedang  atau besar), bentuk pot (ceper atau tinggi). Dari segi estetika pot juga harus mendukung keindahan penampilan. Beberapa jenis pot yang dapat digunakan adalah pot plastik, pot semen dan pot dari berkas drum oli. Perbedaan bahan pembuat pot tidak berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman, pot plastik lebih ringan dan mampu bertahan 5 tahun, pot dari drum hanya bertahan 3 tahun sedangkan pot semen mampu bertahan lama namun berat sehingga sedikit kesulitan pabila melakukan pemindahan dan rawan pecah.

Ukuran pot yang ideal untuk tabulampot berdiameter paling tidak 60 – 70 cm ketinggian 70 cm. Bentuk yang disarankan adalah agar silinder dengan konstruksi bagian bawah tidak terlalu menyempit.

Media Tanam

Tidak ada patokan baku komposisi dan jumlah takaran media tanam, setiap orang memiliki komposisi yang berbeda dengan segala argumentasinya. Ada beberapa kaidah yang menentukan media tanam ideal untuk tabulampot yaitu:

  • Pemilihan media tanam sangat tergantung pada kemudahan media diperoleh
  • Media memiliki sifat airasi dan drainase yang baik yang menentukan keremahan dan kegemburan media.
  • Mengandung unsur hara mineral organik dan anorganik yang cukup.
  • Derajat keasaman (pH) yang sesuai.
  • Bobot media ideal (tidak terlalu berat).

Salah satu komposisi media tanam adalah; tanah subur, pupuk kandang, sekam bakar dengan jumlah takaran/perbandingan 1:1:2. Tanah subur secara kasat mata terlihat kehitaman dan bertekstur gembur, pupuk kandang disarankan campuran berasal dari kambing dan ayam, penggunaan sekam bakar lebih dianjurkan dari pada sekam mentah.

Media tanam juga perlu diberikan campuran lain, seperti NPK (250 gram per meter kubik media jadi), kapur pertanian, nematisida dan fungisida.

Penanaman

Penyiapan media ke dalam pot dilakukan sebelum pengisian, lubang pot ditutup dengan pecahan genting supaya media tidak larut namun air siraman mampu mengalir, beri sekam mentah atau sekam bakar sebagai dasar setebal 5 cm.

Penanaman benih dilakukan dengan membuka wadah/polibag dengan hati-hati sehingga bola akar tidak hancur, tanam benih dengan posisi ditengah pot dan lakukan penyiraman.

Pemeliharaan

Pemeliharaan rutin merupakan salah satu kunci keberhasilan tabulampot yang meliputi:

Penyiraman dilakukan setiap hari apabila musim kemarau, penyiraman dilakukan secara total artinya tidak hanya pada media tapi juga pada bagian tanaman untuk memberi kesegaran dan menghilangkan debu/kotoran yang menempel pada daun atau cabang.

Pemupukan dilakukan dengan dua aplikasi yakni pupuk akar dan daun. Tahun pertama pemupukan melalui media menggunakan NPK dengan unsur N tinggi setiap dua bulan sekali dengan cara dibenamkan dalam media sekeliling pot, pemupukan musim kemarau dilakukan dengan dikocor dengan takaran 30 gram per liter air NPK.

Masa pertumbuhan generatif untuk asal benih susuan dan cangkokan dimulai umur 12-13 bulan ST. Pemupukan menggunakan NPK dengan kandungan unsur P dan K yang lebih tinggi (misalnya: NPK 15-17-17) dengan frekuensi pemberian sama.

Pupuk daun diberikan 1 minggu sekali bersamaan dengan insektisida untuk pencegahan hama, jenis pupuk daun yang bisa digunakan diantaranya; Gandasil, Bayfolan, Hyponex, Mamigro dall.

Pemberian pupuk kandang ayam dilakukan 3 bulan sekali dengan cara ditaburkan diatas media dan bisa bersamaan ketika pemupukan menggunakan NPK.

Pemberian ZPT atau hormon untuk perangsang pertumbuhan generatif (pembungaan) bisa diaplikasikan seperti Pupuk Hantu, Nasa atau Bambu Hijau, namun pupuk ini hanya bersifat perangsang atau pemacu (dopping) keberhasilan kualitas dan kuantitas buah tetap tergantung dari pemberian pupuk yang rutin.

Pada saat pembungaan untuk menghindari kerontokan dilakukan penyemprotan dengan atonik dengan konsentrasi 25 ml/l air, penyemprotan sore hari pada bunga dilakukan 3 hari sekali dan diaplikasikan dengan insektisida sampai mulai terbentuk pentil buah.

Pembungaan kelengkeng umumnya terjadi di bulan Oktober-Desember dan musim buah terjadi di bulan Januari-Maret, diluar itu ada masa buah sela yang kuantitasnya lebih sedikit. Tabulampot Kelengkeng dapat berbuah 2-3 kali setahun.

 

Sumber: Distan TPH KalSel




Bupati Pinta Semua PIhak Serius Tangani Kasus Gizi Buruk

BAGANSIAPIAPI,detikriau.org – Bupati rokan hilir H Suyatno meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama menyikapi dengan masih ditemukannya kasus gizi buruk.

“Terus terang saya sedih sekali. Diusia Rohil 16 tahun Rohil kita masih menemukan adanya kasus gizi buruk. Saya minta semua pihak dan instansi terkait segera sikapi ini secara serius,” kata Suyatno ditemui usaimembesuk pasien di RSUD DR Protomo, Kamis (22/10)

Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaranya diminta Bupati untuk selalu melakukan pengawasan. Sehingga, kasus gizi buruk yang muncul dapat segera diketahui serta dapat dicarikan solusinya.

Untuk diketahui, tambah Suyatno, sebagian besar masalah gizi buruk disebabkan oleh faktor ekonomi. Dengan keterbatasan ekonomi, sehingga ada kecenderungan mengabaikan pola makan yang bergizi.

“Guna mengetahui masalah ini, kita harus rajin turun ke daerah. Sehingga, bisa diketahui bagaimana kondisi masyarakat kita,” kata Suyatno. (humas/dro/adv)