Bupati Tinjau Pekerjaan Proyek Tanggul

https://youtu.be/xuvGgDybkPETembilahan. (detikriau.org) – Guna melihat secara langsung proses pembuatan tanggul dan normalisasi saluran air terhadap perkebunan warga yang rusak, Bupati inhil, HM Wardan tinjau secara langsung kesejumlah tanggul diperkebunan warga yang ada dikabupaten inhil.(25/10/2015) kemaren.

Dalam tinjauannya Bupati meminta kepada pihak kontraktor yang bekerja menangani pembuatan tanggul dan normalisasi saluran air, agar dapat bekerja dengan mengutamakan kualitas, hal ini bertujuan agar tanggul yang dibuat dapat awet dan tahan lama.

Menurut Bupati, dari 20 kecamatan ada 16 kecamatan yang kondisi perkebunannya yang rusak. untuk itu pemerintah kabupaten inhil berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.

untuk tanggul, ada sepanjang 235,4 km, dan normalisasi saluran air sepanjang 64,4 km. Bupati optimis dengan dilakukannya upaya perbaikan perkebunan warga ini akan dapat mengembalikan citra kabupaten inhil sebagai kawasan hamparan kelapa terluas di dunia mencapai 430 ribu hektar.(fa)




Kabut Asap, Disdik Inhil Kembali Liburkan Sekolah

“ISPU 200, Pendidikan Usia Dini Wajib diliburkan. Level ISPU 300, SMP dan SMA”

“Sayangnya tidak semua sekolah mematuhi kebijakan pemerintah ini”

jl-swarna-bumiTembilahan (detikriau.org) – Kondisi kabut asap yang tak menentu dimana terkadang pekat dan terkadang menipis yang terjadi di kabupaten indragiri hilir, membuat dinas pendidikan kabupaten indragiri hilir mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah mulai dari tingkat pendidikan sekolah usia dini sampai sekolah pendidikan menengah atas termasuk tenaga pengajar yang ada di masing-masing sekolah tersebut dengan beberapa catatan dan ketentuan yang nantinya akan dikeluarkan oleh pihak blh atau dinas kesehatan.

Menurut kepala dinas pendidikan kabupaten inhil, helmi darmawi, pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah setingkat SMP dan SMA pada posisi level ISPU di angka tiga ratus

“Libur ini tanpa batas waktu yang ditentukan sesuai kondisi lokasi dimana sekolah berada.” Terang Helmi

Sedangkan untuk level ispu dua ratus untuk siswa sekolah pendidikan usia dini dan sekolah dasar wajib diliburkan juga tanpa batas waktu.

Intel-Notebook-Promo-Main-Banner-20151016184058-0Helmi juga mengatakan bahwa guru yang libur tidak akan dipotong dana sertifikasinya dikarenakan hal ini merupakan kebijakan pemerintah melihat kondisi kabut asap yang terjadi dikabupaten indragiri hilir.

Libur sekolah ini kat Helmi lagi bukan berarti memberhentikan proses belajar mengajar, tenaga pengajar diminta untuk memberikan tugas bagi siswa yang akan dikerjakan dirumah dengan pola senin kamis, dimana pada hari senin dan kamis siswa datang kesekolah untuk mengatarkan dan mengambil tugas yang telah dikerjakan pada hari sebelumnya sehingga mata pelajaran tidak banyak ketinggalan tukasnya.

Sayangnya menurut hasil pantauan lapangan, tidak seluruh lembaga pendidikan mengikuti himbauan wajib pemerintah ini. Dibeberapa sekolah dasar dan menengah, meskipun kabut asap cukup pekat, aktifitas belajar mengajar masih tetap berjalan. (fa)




BPBD Hentikan Balap Liar di Jalan Swarna Bumi Dengan Water Barrier

DSC_6160 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pemberdayaan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menutup satu pelintasan trotoar jalan Swana Bumi Tembilahan menggunakan Water Barrier, Senin (26/10/2015) sore.

Hal itu dilakukan karena ruas jalan itu kerap menjadi sarana balap liar bagi anak muda kota Tembilahan dan menimbulkan efek yang meresahkan semua pihak, terutama pegawai PBPD Inhil yang berkantor di depan jalan tersebut.

“Kita di sini resah melihat anak muda kebut-kebutan. Itu bagi kami yang berada di Kantor, bagaimana jika para pengendara lainnya yang ingin melintas, pastilah juga merasa resah,” kata Kabid Rehabilitas dan Kontruksi BPBD Inhil, Gordon kepada detikriau.org di lokasi Water Barrier.

Mini-Carousel-TongaMenurutnya sepanjang pemantauannya selama ini, para pembalap liar tersebut hanya sadar ketika Polantas sedang berada di TKP. Setelah itu kembali ada aktivitas kebut-kebutan dengan suara motor yang keras.

Dengan demikian, BPBD melakukan rapat terpadu yang dihadiri oleh perwakilan Polres Inhil dan disetujui untuk meletakkan Water Barrier di tempat rawan aktivitas balap liar.

Gordon menyebutkan, peletakan Water Barrier yang dipenuhi dengan air itu tidak belum jelas sampai kapan. Yang jelas katanya sampai dipercaya tidak adanya lagi aktivitas kebut-kebutan. (mirwan)




Banyak Persoalan Timbul Antara Perusahaan dan Masyarakat. Pemkab Harus Carikan Solusi

Anggota DPRD Inhil, Edy Sindrang
Anggota DPRD Inhil, Edy Sindrang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Banyaknya persoalan yang muncul dan terjadi antara masyarakat dengan pihak perusahaan saat ini harus segera dicari solusi dan jalan keluarnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edi Hariyanto Sindrang saat menghadiri pertemuan antara perwakilan masyarakat Dusun Sungai Ular dan Sungai Bungus, Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) dengan manajemen PT Indogreen Jaya Abadi (IJa), yang difasilitasi oleh Pemkab Inhil di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Edi, permasalahan antara masyarakat dan pihak perusahaan ini harus secepatnya dituntaskan, guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan di lapangan, khususnya yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami juga menyarankan kepada Pemda, supaya jangan mudah memberikan izin kepada pihak perusahaan, karena kebanyakan perusahaan hanya merugikan dan tidak perduli dengan kondisi masyarakat disekitarnya,” kata Edi, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini.

Menanggapi hal itu, Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam menjelaskan bahwa pihaknya tidak ada memberikan izin baru kepada pihak perusahaan dan bahkan sedang berupaya menyelesaikan berbagai izin yang bermasalah sekarang ini.

“Saya setuju untuk memberikan teguran yang keras kepada perusahaan yang membandel, sehingga mereka tidak lagi melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat,” pungkasnya. (adi)




Masyarakat Terlantar di Kantor Bupati, Pemkab Inhil Akui Teledor

DSC_6153 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah masyarakat dari dusun Sungai Bungus Desa Sungai Bela Kecamatan Kuala Indragiri terlantar di depan pintu Balai Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) jalan Akasia Tembilahan, Senin (26/10/2015).

Kejadian tersebut disebabkan keteledoran Pemkab Inhil terkait kesepakatan bersama untuk melakukan pertemuan lanjutan antara Pemkab, DPRD, pihak perusahaan dan masyarakat Sungai Bungus. Rencana pertemuan itu dalam rangka menindak lanjuti persoalan PT Indogreen Jaya Abadi (IJA) yang telah merusak perkebunan masyarakat setempat.

“Kami sangat kecewa dengan pemerintah, bukan hanya sebatas janji namun ini adalah kesepakatan bersama pada pertemuan tanggal 15 kemarin. Kesepatakannya rencana pertemuan pada hari ini sudah ada keputusan dari pemerintah terkait persoalan perusahaan dengan masyarakat,” kata Juru Bicara masyarakat Sungai Bungus, Tengku Suhardi.

GARMIN-Zumo-350-MPC-SKU07615920-2015101915200KING-Kacamata-Safety-KY734--SKU07215785-2015106164436Ia mengaku bahwa masyarakat juga dizhalimi oleh pemerintah dengan cara membiarkan perusahaan menzhalimi masyarakat. Bagaimana tidak, ketika hal ini ingin dipercapat penyelesaiannya tidak ditanggapi dengan serius oleh pemerintah.

Pria yang akrab disapa Comel ini juga menuturkan kalaulah ada hambatan pada pertemuan yang telah disepakati, bisa dikonfirmasikan pembatalannya.

“Ini tidak, batalnya pertemuan tak ada kabar sama sekali. Masyarakat ini bukannya tak pakai biaya dari Dusun, tambah lagi berapa banyak waktu yang terbuang hanya karena datang ke Tembilahan tanpa hasil. Perlu diketahui juga, masyarakat yang tinggal di dusun sedang menunggu apa hasil pertemuan kami di sini,” tukasnya.

Sekedar diketahui, sejumlah masyarakat dari Dusun tersebut tiba ke pusat ibu kota Kabupaten Inhil dari pagi dan terlantar hingga sore hari. Sekitar pukul 16.10 WIB tibalah Asisten I Setdakab Inhil Darussalam ke Balai Kantor Bupati di dampingi beberapa pejabat lainnya.

Darussalam mengakui bahwa hal ini adalah keteledoran Pemkab terkait janji yang disepakati bersama pada pertemuan sebelumnya.

“Hari ini pimpinan daerah kita sedang tidak ada di Inhil, begitu juga Plt Sekda dan Asisten III. Tinggal saya sendiri berada di Inhil,” katanya.

Ia meminta jeda waktu kembali sampai jadwal yang ditetapkan oleh pimpinan daerah, yang jelas katanya kejadian saat ini akan disampaikan kepada Bupati. (mirwan)




Bupati Inhil Tinjau Pembangunan Tanggul di Sungai Salak

Bupati HM.Wardan saat meninjau tanggul yang terletak Di Kelurahan Tempuling Kec.Kempas
Bupati HM.Wardan saat meninjau tanggul yang terletak Di Kelurahan Tempuling Kec.Kempas

TEMPULING (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan didampingi Kadis Perkebunan, Muchtar T beserta beberapa pejabat lainnya meninjau langsung proses pembangunan tanggul yang terletak di Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling, Ahad (25/10/2015) kemarin.

Bupati mengatakan, program pembangunan tanggul mekanik maupun manual ini sesuai dengan program tahun Anggaran 2015. Setelah melakukan peninjauan, ia mengaku puas melihat pekerjaan di lapangan.

Terpenting katanya, kualitas pembangunan betul-betul baik dan dapat bermanfaat secara maksimal di kalangan masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan.

“Kedepan pembangunan tanggul ini akan menjadi program prioritas Pemda, mengingat di Inhil ini merupakan hamparan kelapa dunia namun masih banyak kebun masyarakat yang masih mengalami kerusakan. Itu yang sedang kita upayakan perbaikannya,” kata Wardan.

Sekedar diketahui, pada tahun 2015 ini Pemkab Inhil akan melakukan pembangunan tanggul sepanjng 235,4 KM yang tersebar di 20 Kecamatan dan normalisasi saluran sepanjang 64,4 KM. (mirwan/adv)