Bentuk Tim Saiber, Syaifulloh Gerindra Nyatakan Dukung Ferdiansyah – Soeparto

ARB INdonesia, DUMAI – Dukungan kepada pasangan Ferdiansyah – Soeparto yang maju di Pilkada Dumai 2024 terus bertambah. Baik secara perorangan maupun kelompok mereka datang ke DPD Partai Golkar Dumai maupun ke kediaman H. Soeparto menyatakan dukungan.

Salah satunya Caleg dari Partai Gerindra, Syaifulloh. Ia memilih berbeda dukungan dengan partainya pada Pilkada Kota Dumai 2024. Syaifulloh menyatakan mendukung pasangan Ferdiansyah – Soeparto.

Dukungan disampaikan langsung Syaifulloh kepada Tim Relawan Ferdiansyah – Soeparto Amanah (Fatonah), Jumat (27/09/2024) di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kota Dumai. Dukungan Syaifullah diterima ketua Relawan Fatonah, Hendri Sandra dan Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Dumai, Yusrizal.

“Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan tambahan amunisi yang akan menambah semangat kami untuk berjuang memenangkan pasangan Ferdiansyah – Soeparto dengan bergabungnya saudara Syaifulloh,” kata Ketua Tim Relawan Fatonah, Hendri Sandra.

Syaifulloh merupakan caleg nomor urut 5 dari Partai Gerindra daerah pemilihan Dumai 4 atau Dumai Barat-Sungai Sembilan.

Untuk ikut memenangkan Ferdianyah – Soeparto sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai, Syaifulloh telah membentuk Relawan Syaifulloh Bersama Ferdiansyah – Soeparto Amanah atau Saiber Fatonah.

Hendri menyebut, Selain Syaifulloh, sejumlah tokoh masyarakat Kota Dumai, pengurus dan kader partai bukan pengusung Ferdianyah – Soeparto juga menyatakan dukungannya. Bahkan ada yang bersedia menjadi juru kampanye.

“Alhamdulillah niat baik Paslon Ferdiansyah dan pak De Soeparto terus mendapatkan dukungan. Tanda-tanda kemenangan itu sudah nampak dengan semakin besarnya dukungan ini,” pungkas Hendri Sandra. **




Fhariq Cup U-40, Tim PGRI Bobol Gawang Lawan 4 Goal Tanpa Balas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Tim PGRI berhasil membobol pertahanan Tim Sepakbola Sungai Dusun pada laga Sepakbola Fhariq Cup II U-40, Rabu 25 September 2024.

Pertandingan yang digelar di Lapangan Pinang Jaya Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir itu berhasil membawa Tim PGRI Kab Inhil ke babak semifinal dengan skor 4-0 atas Tim Sei Dusun.

Disebutkan Hendri, Pelatih Tim PGRI, pertandingan berlangsung sengit dengan perolehan gol pertama yang dicetak oleh Yadiogah.

“Gol selanjutnya disusul oleh kawan kita Lito, Ziddan Abu Rohim, dan ditutup oleh Elfisyahri. Ini merupakan laga yang menantang,” ungkap Hendri.

Lanjut Hendri, kemenangan ini merupakan langkah awal dari PGRI untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kemampuan untuk pertandingan selanjutnya.

“Bismillah, semoga target kami dapat tercapai, harus juara,” tukasnya. *




Kadiskes Hadiri Rapat Penanganan Wabah Malaria Bersama PJ Bupati Indragiri Hilir

Penjabat Bupati Indragiri Hilir, H. Erisman Yahya, memimpin rapat koordinasi terkait penanganan wabah malaria yang melanda Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman. Rapat yang berlangsung di ruang rapat kantor Bupati Inhil ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Asisten I Setda Inhil, H. Tantawi Jauhari, TNI, Polri, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, kepala OPD terkait, serta tenaga kesehatan. 26/09/24

Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa hingga hari ini, sebanyak 22 warga Desa Kuala Selat telah dinyatakan positif malaria. Menanggapi situasi ini, Pj Bupati H. Erisman Yahya menekankan pentingnya peran Dinas Kesehatan dalam mengatasi wabah ini.

“Dinas Kesehatan harus segera membentuk tim satuan tugas terpadu penanganan malaria. Tim ini akan menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat ini,” ujar Pj Bupati. Ia menegaskan bahwa status kejadian ini akan ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana dengan SK Bupati, dan sebuah posko akan dibentuk untuk penanganan yang terstruktur.

Pj Bupati juga meminta kepada Camat Kateman untuk melakukan lokalisasi agar penyebaran penyakit tidak meluas ke daerah lain, baik di luar maupun di dalam Desa Kuala Selat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan penularan lebih lanjut.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pj Bupati H. Erisman Yahya menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. “Kebersihan adalah kunci untuk mencegah penyakit malaria,” tegasnya.

Dengan dukungan Dinas Kesehatan dan koordinasi yang baik antar instansi, diharapkan penanganan wabah malaria ini dapat berjalan efektif dan segera membuahkan hasil. (ADV)




Dinas Kesehatan Paparkan Hasil Analisis Data Stunting di Kabuputen Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru Nampak setelah bayi berusia 2 (dua) tahun. 26/08/24

Balita yang stunting di masa yang akan dating akan mengalami kesulitan dalam mecapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal sehingga dapat mempengaruhi sumber daya manusia di masa depan. Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seharusnya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Rahmi Indrasuri, SKM, M.KL menjelaskan mengenai data stunting Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, menunjukkan adanya Penurunan prevalensi Stunting di Inhil, bahkan di tingkat Nasional penurunannya hanya 0,1%, di Provinsi Riau 3,4%, dan di Inhil pada tahun 2021 (SGGI) 28,4% terjadi kenaikan sebesar 0,1% pada tahun 2022 yaitu 28,5% dan di tahun 2023 telah terjadi penurunan sebanyak 9,7% yaitu 18,8%. Sehingga wakil presiden selaku ketua Tim TPPS Tingkat Nasional membuat kebijakan untuk melaksanakan kegiatan intervensi serentak.

“Kegiatan Intervensi Pencegahan Stunting juga harus berkoordinasi dengan melibatkan semua Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, sampai Kelurahan/Desa untuk mencegah lahirnya anak Stunting baru melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, balita dan calon pengantin secara berkelanjutan yang dilaksanakan pada bulan Juni 2024 Kemarin,” jelasnya.

Selain itu, puskesmas dan posyandu memiliki peran penting dalam ILP yang komprehensif dan terpadu, melalui berbagai layanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan valiatif sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat serta dapat mendeteksi dini permasalahan gizi, memberikan edukasi pencegahan Stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.

Dengan masalah gizi sebesar 11,4% dan balita stunting 1,4%. Hampir seluruh Puskesmas memiliki persentase balita ditimbang (D/S) 100%, hanya 5 Puskesmas yang berada dibawah 100% diantaranya :

➤ Puskesmas Simpang Gaung 99,62%
➤ Puskesmas Teluk belengkong 97%
➤ Puskesmas Kotabaru 94,64%
➤ Puskesmas Sungai Salak 88,71%,
➤ Puskesmas Sungai Raya 82%

Setelah di analisis dan dientry pada aplikasi e-PPGBM di dapati 527 balita stunting di Kabupaten Indragiri Hilir dengan jumlah balita stunting tertinggi terdapat di wilayah kerja :

➤ Puskesmas Pelangiran 63 balita ➤ Puskesmas Tembilahan Kota 52 balita ➤ Puskesmas Sungai Guntung 50 balita ➤ Puskesmas Teluk Belengkong 40 balita ➤ Puskesmas Sungai Salak 37 balita ➤ Puskesmas Gajah Mada 32 balita

Kegiatan dalam telah dilaksanakan Penanggulangan Stunting: 1. Pemberian Tambahan Asupan Gizi pada Ibu hamil KEK. 2. Pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri dengan Aksi Bergizi. 3. Pemantauan bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat Asi Eksklusif. 4. Pemantauan anak balita gizi buruk yang mendapat pelayanan tatalaksana gizi buruk. 5. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita. 6. Pemenuhan tambahan asupan gizi pada balita gizi kurang. 7. Pemenuhan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) kepada balita.

Dalam kegiatan Intervensi Serentak ini Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melibatkan Lintas Sektor terkait, TP- PKK, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), TPPS Kabupaten, Kecamatan dan TPPS Kelurahan/Desa dalam mengkoordinasikan Percepatan Penurunan Stunting, capaian Indikator Intervensi Spesifik yang meliputi:

1. Jumlah ibu hamil KEK yang menerima tambahan asupan gizi, Numerator/capaiannya ialah 178 dengan cakupan (90%). 2. Jumlah ibu hamil yang mengonsumsi 90 Tablet Tambah Darah (TTD) selama kehamilan, Numerator/capaiannya ialah 1578 dengan cakupan (68%). 3. Jumlah remaja putri yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), Numerator/capaiannya ialah 7444 dengan cakupan (31%). 4. Jumlah Baduta 0-6 yang mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, Numerator/capaiannya ialah 258 dengan cakupan (37%). 5. Jumlah baduta usia 6 – 23 bulan yang mendapatkan MP-ASI, Numerator/capaiannya ialah 2838 dengan cakupan (77%). 6. Jumlah Gizi buruk pada bayi 0- 59 bulan yang mendapat tata laksana Numerator/capaiannya ialah 16 dengan cakupan (100%). 7. Jumlah Balita usia 0-59 bulan yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya Numerator/capaiannya ialah 37957 dengan cakupan (97%). 8. Jumlah anak usia 6-59 bulan gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi Numerator/capaiannya ialah 439 dengan cakupan (78%). 9. Jumlah balita yang mendapat Imunisasi dasar lengkap Numerator/capaiannya ialah 2140 dengan cakupan (19%). (Adv) 




Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Inhil Resmi Terbentuk

ARB INdonesia,INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Badan Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil mendirikan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK).

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 11 Permendagri Nomor 71 tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Pemerintah Daerah wajib menyelenggarakan Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PWK).

Melalui Surat Edaran Bupati Nomor : 200.1.2.2/1417/BKBP/ TAHUN 2024 TENTANG MEMPERDENGARKAN LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA. Yang menjadi tanda diawalinya penyelenggaraan wawasan kebangsaan di Kabupaten Inhil.

Pj Bupati Inhil, Erisman Yahya melalui Kepala Badan Kesbangpol Inhil, H Arifin ,S.Sos.,MM mengatakan Kepengurusan PPWK Kabupaten Inhil terdiri dari beberapa stakeholder yaitu, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Swasta, Media, Pendidikan, Perguruan Tinggi.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kesbangpol Inhil HM Arifin mengatakan sebuah Bangsa dan Negara akan sangat ditentukan kemampuannya dalam menghadapi dinamika yang ada.

“Era saat ini, kehidupan dinamika sangat kompleks dan kompetitif. Harus ada proses sistematis dari semua pihak. Semua harus segera kita laksanakan,” ujarnya.

“Mengingat banyaknya jumlah penduduk yang berbeda agama, besarnya wilayah Indonesia saat ini, serta beraneka ragam suku dan budaya yang berada di Negara Indonesia ini,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan keanekaragaman tersebut, menurutnya, dibutuhkan forum wawasan kebangsaan untuk mengingatkan kembali konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI kepada anak bangsa, melalui keteladanan, kesatuan antara kata dan perbuatan atau hal-hal yang inspiratif yang diarahkan untuk pengembangan dan membangun cinta tanah air.

“Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan adalah amanah Permendagri Nomor 71 Tahun 2012 untuk pengembangan pemantapan wawasan kebangsaan di daerah,” tambahnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa kedepannya akan dilakukan MoU lintas sectoral yang mana setiap kegiatan-kegiatan pelatihan, penyuluhan, workshop, memasukan materi wawasan kebangsaan.

“Hal tersebut dilakukan guna menumbuhkan semangat berbangsa dan bernegara sehingga tertanam rasa nasionalisme dan patriotisme,”Imbuhnya

Dengan tujuan, memperbaiki dan membangun karakter bangsa Indonesia dengan melaksanakan nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur, dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Melalui kegiatan ini, juga diharapkan dapat menciptakan pelopor perubahan karakter dan wawasan kebangsaan dalam rangka mendorong keutuhan bangsa demi persatuan dan kesatuan bangsa, untuk menanamkan pemahaman wawasan kebangsaan pada diri generasi millenial karena merupakan sumber potensial dimasa yang akan datang.

“Dan tersusunnya rekomendasi dan saran kebijakan sebagai bahan acuan pada bidang Karakter dan Wawasan Kebangsaan,” terangnya.




Dinkes Inhil Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir. Oleh karena itu untuk menurunkan stunting pemerintah kabupaten Indragiri melalui Dinas Kesehatan terus berupaya. 

Salah satu upaya yang rutin dilaksanakan pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan ialah mengevaluasi Stunting di setiap wilayah di Kabupaten Inhil. 

Kadinkes Inhil Rahmi Indrasuri menyampaikan, stunting adalah kondisi yang terjadi ketika anak mengalami kekurangan gizi kronis pada seribu hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.  

“Dampaknya dapat mengakibatkan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang terganggu, membahayakan masa depan anak,” kata Kadinkes Inhil Rahmi saat acara peluncuran Program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di salah satu hotel, Rabu (25/09/24). 

Menurut Kadinkes Inhil Rahmi Indrasuri, pencegahan stunting tidaklah sulit jika dilakukan dengan benar yang penting memberikan pelayanan yang benar. 

Berikut adalah langkah-langkah penting untuk mencegah stunting: 

1. Nutrisi Ibu Hamil 

“Pertama, ibu hamil perlu mendapatkan asupan makanan yang bergizi seimbang. Program pemberian suplemen tambahan, seperti tablet tambah darah, sangat penting untuk dijalankan dengan baik. Nutrisi yang baik selama kehamilan memastikan janin mendapatkan gizi yang diperlukan untuk tumbuh optimal,” katanya. 

2. ASI Eksklusif 

Kemudian, lanjut Julistio, setelah lahir, bayi harus mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama. 

“ASI adalah sumber gizi terbaik untuk bayi, membantu pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Setelah enam bulan, ASI tetap diberikan bersama makanan pendamping ASI (MPASI),” ucapnya. 

3. Makanan Pendamping ASI (MPASI) 

MPASI yang diberikan harus berkualitas, mengandung sumber protein hewani dan nabati, serta sayuran.  

“Ibu perlu diajarkan cara menyiapkan dan memberikan MPASI yang benar agar anak mendapatkan gizi seimbang,” ujarnya. 

4. Edukasi dan Konseling 

Edukasi dan konseling dari petugas kesehatan sangat penting karena mereka harus secara terus-menerus memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu tentang pentingnya gizi dan cara memberikan makanan yang benar. Orang tua perlu dibekali pengetahuan tentang cara mencegah stunting dan pentingnya gizi seimbang. 

5. Perhatian Khusus pada Bayi Prematur 

Bayi yang lahir prematur memerlukan penanganan khusus dan rujukan ke layanan kesehatan yang memadai.  

“Penting bagi orangtua untuk memahami kebutuhan khusus bayi prematur untuk mencegah stunting,” ucapnya. 

6. Peran Ahli Gizi dan Petugas Kesehatan 

Ahli gizi harus secara terus-menerus memberikan bimbingan terkait makanan yang baik bagi ibu dan anak.  

“Petugas kesehatan di puskesmas perlu meningkatkan upaya edukasi kepada masyarakat, memastikan ibu-ibu memahami pentingnya pencegahan stunting,” ujarnya. 

7. Kesadaran Pentingnya Pencegahan Stunting 

Kadinkes Inhil mengatakan, edukasi yang konsisten dan komprehensif akan membantu ibu-ibu memahami dan menganggap penting upaya pencegahan stunting.  

Menurutnya, pencegahan stunting yang dimulai sejak kehamilan dan dilakukan secara berkelanjutan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah stunting terjadi. 

“Dengan langkah-langkah ini, kita dapat bersama-sama mencegah stunting dan memastikan masa depan anak-anak di Kota Bandung yang lebih baik dan cerah,” jelasnya. 

Dalam acara tersebut juga, Kadis Kesehatan Inhil, Rahmi Indrasuri, menjelaskan bahwa peran Puskesmas sebagai penanggung jawab kesehatan di wilayahnya akan semakin diperkuat dengan adanya pemantauan wilayah setempat (PWS) yang dilakukan bersama kader kesehatan di tingkat Desa/Kelurahan. 

“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam menangani berbagai masalah kesehatan di daerah. Untuk itu saya menekankan bahwa kesehatan saat ini tengah melakukan transformasi sistem kesehatan yang fokus pada layanan kesehatan primer di setiap unit pelayanan kesehatan dasar. Melalui ILP, pemerintah berupaya untuk mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat, serta menangani masalah aksesibilitas layanan kesehatan primer, termasuk percepatan penurunan prevalensi stunting,” tuturnya. ADV